NovelToon NovelToon
Tawanan Hasrat Sang Mafia

Tawanan Hasrat Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Penyesalan Suami / Nikah Kontrak
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Muhamad Julianto

Di balik kemewahan dunia gelap, sebuah pelelangan rahasia mempertemukan para elit dengan satu “barang” paling berharga—seorang gadis tak bersalah yang menjadi pusat perhatian.

Semua menginginkannya, namun hanya satu nama yang mampu menghentikan segalanya dalam sekejap.

Rayga Alessandro Virelli, mafia bengis yang dikenal tanpa hati, membelinya tanpa ragu. Baginya, itu hanyalah transaksi biasa—hingga kehadiran gadis yang bernama Aurellia Valensi mulai mengusik sesuatu dalam dirinya yang telah lama mati.

Di dunia Rayga, kelemahan adalah kehancuran.

Namun saat perasaan mulai tumbuh, ia harus memilih—tetap menjadi monster yang ditakuti semua orang, atau mempertaruhkan segalanya demi satu orang yang seharusnya tak berarti apa-apa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhamad Julianto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panggilan Sayang

Rayga menemui Tuan Dekha di restoran X.

Di mana restoran itu adalah tempat favoritnya saat kecil.

Datang ke sana bersama papa dan mamanya untuk menikmati makanan best seller yang disukai Rayga.

Dulu setiap kali ke restoran itu, Rayga akan sangat bahagia.

Namun, saat ini dia datang lagi ke restoran tersebut tanpa ada kedua orang tua yang mendampinginya.

Tidak ada lagi canda tawa yang dia bawa ke sana.

Bahkan tawa kebahagian yang dulu berganti dendam yang menyala-nyala di hatinya.

"Tuan." Aurellia menarik tangannya yang dicengkram erat oleh Rayga.

Karena ingin bertemu dengan kakeknya, makanya Rayga berjalan tangan Aurellia agar terlihat romantis dan kakeknya menganggap Rayga memperlakukan Aurellia dengan baik.

Namun, saat masa lalu menari di ruang matanya, dendam Rayga kembali bangun dan berkobar, sehingga tanpa sengaja dia mencengkram erat tangan Aurellia yang digenggamnya.

Rayga menoleh pada Aurellia yang berhenti berjalan, tatapannya dingin penuh kebencian yang bermuara di sana.

"Tanganku sakit." Aurelia kembali menarik tangannya yang terasa mau remuk di dalam genggaman Rayga, mata Aurellia juga memerah dengan cairan bening yang menggenang karena menahan sakit yang luar biasa di tangannya.

Reflek Rayga melepaskan Aurellia dan saat jtu pula Aurellia menarik tangannya.

Dengan berlinang air mata, Aurellia meniup tangannya yang terasa sakit, bahkan jejak merah bekas cengkraman Rayga terlihat jelas di kulitnya yang putih bersih.

"Maaf," ucap Rayga was-was.

Lagi dan lagi kata maaf yang sangat anti diucapkannya pada orang lain, terutama pada kaum wanita, kembali terucap oleh Rayga pada Aurellia.

Kata maaf itu reflek begitu saja terucap olehnya.

"Tidak apa-apa, Tuan," jawab Aurellia.

Mengingat posisinya, tidak mungkin juga dia melawan pada Rayga yang telah menyakitinya.

"Ayo." Kembali Rayga meraih tangan Aurelia yang sempat dia sakiti tanpa sengaja.

Aurellia dan Rayga kembali berjalan menuju meja yang telah dipilih oleh Tuan Dekha.

Di sana sudah ada Xander dan Tuan Tuan Dekha yang menunggu.

"Pengantin baru datangnya bergandengan," sambut Xander tertawa.

"Tutup mulutmu!" gertak Rayga menatap tajam pada asistennya itu.

Rayga menarik kursi untuk ditempati Aurellia, setelah Aurellia duduk baru dia ikut duduk di kursi bersebelah an dengan Aurellia. Di hadapan Tuan Dekha, dia memperlakukan Aurellia dengan baik.

Karena Rayga tahu perhatian kakeknya saat ini telah berpindah pada Aurellia yang telah lama dicari kakeknya.

Tentu setelah bertemu, Aurellia akan mendapat perhatian lebih.

Apalagi status Aurellia saat ini sudah menjadi cucu mantu Tuan Dekha.

"Mau pesan apa, Nak?" tanya Tuan Dekha menyodorkan buku menu berwarna dominan hitam glossy pada Aurellia.

"Eum... aku." Aurellia tidak langsung membuka buku menu yang sudah berada di depannya, dia menoleh pada Rayga, tetapi pria itu malah tampak acuh saja.

"Nanti saja, Kek." Aurellia kembali menghadap ke depan, di mana ada Tuan Dekha di sana.

"Kenapa wajahmu tegang, apa kamu diancam sebelum ke sini?" selidik Tuan Dekha curiga.

Aurellia mengembangkan senyumnya, begitu sedap dipandang mata.

Bahkan Xander yang melihat Aurellia tersenyum sampai terpana.

"Tidak, Kek. Aku pesan makannya bareng suamiku saja. Nanti pesananku disamakan saja dengan makanan suamiku," jawab Aurellia membuat garis lengkung tipis membentuk senyuman dari Tuan Dekha.

"Okay. Maaf, Kakek telah salah paham," ucap Tuan Dekha tersenyum simpul.

Apalagi ketika Tuan Dekha berbicara dengan Aurellia tidak sengaja matanya menatap leher wanita itu, di mana bekas kenakalan Rayga berserakan di sana.

Tuan Dekha jadi malu sendiri melihat pasangan muda yang ada di hadapannya.

"Pesan makanannya, istrimu pasti sudah sangat lapar. Dia menunggumu untuk memilihkannya." Tuan Dekha beralih menatap Rayga yang diam saja sejak duduk di tempatnya.

Dengan malas Rayga meraih buku menu di sampingnya.

Hati dan jantung Rayga terasa dicincang-cincang dalam dadanya.

Bahkan napas Rayga terasa sesak, apalagi menu di daftar best seller restoran itu masih sama seperti beberapa tahun silam.

"Es jeruk, appetizer salmon, dan gelato cioccolato," ujar Rayga membaca menu yang hendak dia pesan.

Sedangkan Tuan Dekha memberi kode pada pelayan restoran untuk melayani pesanan mereka.

"Sejak kapan kamu suka coklat, Bro?" tanya Xander dengan mata membola tak percaya pada menu pilihan Rayga.

Rayga hanya diam saja, sedangkan Tuan Dekha terkekeh ketika cucunya yang tidak suka coklat, sekarang tiba-tiba memilih menu dengan berbahan coklat.

Pelayan restoran mencatat menu apa saja yang dipesan Rayga, Tuan Dekha dan Xander.

Sedangkan untuk Aurellia menu pilihan Rayga saja yang dipesan double.

"Begitu ya, kalau pengganti baru. Bahkan bisa merubah selera demi istrinya," sindir Xander menertawakan perubahan selera Rayga yang memilih makanan untuk disantapnya.

Sebenarnya Rayga sengaja memilih ketiga menu tersebut bukan karena hubungannya dengan Aurellia.

Bahkan itu dilakukan Rayga agar dia bisa mengalihkan pikirannya terhadap masa lalu yang pernah dia jalani.

Tiga menu itu belum pernah disantap Rayga, bahkan makanan berbahan coklat sangat tidak disukainya.

Obrolan Xander, Aurellia dan Tuan Dekha berlanjut, sedangkan Rayga hanya diam saja.

Di sana dia bak bayang-bayang yang tidak ingin ikut dalam obrolan seru pagi ini.

Menu yang dipesan telah datang. Melihat makanan yang dipesannya, Rayga tidak berselera sama sekali.

Karena itu memang bukan makanan yang dia sukai.

Namun, dia tetap memaksakan memakannya, walau terasa sulit untuk dia telan.

Ketika sarapan berlangsung, Tuan Dekha dibuat terkejut oleh pemandangan di depan matanya.

"Tanganmu kenapa?" tanya Tuan Dekha menghentikan suapannya ketika matanya menangkap bekas merah yang sangat mencolok di tangan Aurellia.

Sontak Rayga juga berhenti mengunyah, dia melirik pada tangan Aurellia yang sangat dia sadari kalau itu karena ulahnya.

Sekarang Rayga jadi pusat perhatian tiga pria yang tengah sarapan bersamanya.

Lebih tepatnya tangan Aurellia yang jadi pusat perhatian mereka bertiga.

"Ini, Kek?" Aurellia memegang bekas merah di tangannya.

"Tadi Aurellia saat mandi kurang berhati-hati, jadinya jatuh karena lantai licin terkena sabun," bohong Aurellia membuat Rayga bernapas lega.

"Kamu sedang mencoba berbohong sama Kakek?" tanya Tuan Dekha menyelidik.

"Tidak, Kek. Aurel tidak bohong. Aurel beneran terjatuh di kamar mandi," bohong Aurellia.

"Benar kan, Sayang? Tadi aku jatuh di kamar mandi kan ya." Aurellia menoleh pada Rayga, sedangkan Rayga terbatuk mendengar panggilan yang disematkan Aurellia untuknya.

Rayga mengangguk, setidaknya Aurellia sudah menyelamatkannya dari amukan sang kakek.

Untuk panggilan, biar nanti saja dia bahas dengan Aurellia yang telah berani memanggilnya dengan sebutan sayang.

Apalagi di hadapan Xander, pasti nanti Xander akan mencemoohnya habis-habisan.

Walau Xander bawahannya, tetapi Xander tidak ada rasa takut pada Rayga.

Mereka semua kembali melanjutkan sarapan yang terjeda.

Setelah makan, Tuan Dekha memberikan sebuah kertas yang diyakini Aurellia itu adalah sebuah foto, tetapi foto itu diberikan secara terbalik oleh Tuan Dekha pada operator, sehingga Aurellia belum mengetahui foto siapa yang diterimanya.

"Apa kamu mengenalnya?" tanya Tuan Dekha ketika foto tersebut sudah berada di tangan Aurellia.

Aurellia membalikkan kertas foto di tangannya.

Mata Aurellia terbelalak melihat wajah siapa yang dia lihat dalam kertas yang diberikan Tuan Dekha padanya.

"Ini...." Tangan Aurellia gemetar memegang selembar kertas di tangannya.

1
Mita Paramita
so sweet 😘😘😘 lanjut Thor double up
Mita Paramita
lanjut Thor double up 🔥🔥🔥
Mita Paramita: ok 😁 ditunggu Thor 🔥🔥🔥
total 2 replies
Windi Widia Astuti
semagaat kaka...aku selalu menunggu up nya
Lian_06: Thanks ya yang udah mau komentar, soalnya ini yang saya inginkan. terimakasih udah mampir jangan lupa tinggalkan komentar lagi disetiap update nya y😁
total 1 replies
Nurulsafarliza Faizal
menarik juga ada komedi..jln ceritanya bgs juga..tapi harap bertambah seru lanjutan ya..semangat ya👌
Lian_06: Thanks ya udah mampir baca dan rating nya😁. pokoknya ikuti terus cerita nya dijamin bakal seru kok🤭
total 1 replies
Dalena Dalena
lanjut thor up nya jangan bertele tele donk, penasaran jadinya
Lian_06: Ini lagi up kak, saya kalo weekend sebisa mungkin up nya lebih sering. yng penting jangan lupa absen dengan like dan komen saja itu udah cukup kok 😁
total 1 replies
Dalena Dalena
lanjut donk🙏
Lian_06: kakak maaf ya ini saya lagi nulis kak😁. makasih banget ya udah mampir di cerita ini😉
total 1 replies
Dalena Dalena
kok ngak update lagi sih,,🙏 lanjut donk thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!