NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Tubuh Istri Gendut Sang CEO

Transmigrasi Ke Tubuh Istri Gendut Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Romansa Fantasi / Cewek Gendut
Popularitas:70k
Nilai: 5
Nama Author: ElleaNeor

Yvone Faranes adalah seorang Mafia yang memiliki keahlian dalam bidang persenjataan, meracik obat-obatan dan racun, tewas akibat konspirasi dari beberapa orang. Bukannya ke alam baka, Yvone justru terbangun di tubuh gendut milik Rose Reinhart.


Rose Reinhart adalah istri dari Arsen Reinhart 32 tahun, yang meninggal dunia akibat overdosis obat-obatan yang dikonsumsinya. Semasa hidup, ia selalu dihina dan direndahkan oleh keluarga suaminya karena kondisi fisiknya yang gendut dan jelek.


Bahkan Arsen, suaminya sendiri enggan menyentuhnya lantaran tubuhnya itu. Tidak hanya itu, Rose kerap dihina karena tak kunjung memberikan keturunan bagi keluarga Reinhart.


Hingga kehadiran Renata, disebut-sebut akan menjadi pengganti Rose untuk memberikan apa yang keluarga Reinhart inginkan.


Kini, Rose berbeda. Dengan keahlian milik Yvone yang berada di tubuhnya, ia merubah penampilannya dan memberi pelajaran pada orang-orang yang menindasnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ElleaNeor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Pergi

Yvone termangu. Ia nyaris tidak dapat mempercayai pendengarannya. Apa Arsen yang salah bicara? Atau terjadi sesuatu pada pria itu? Mungkin saja kepalanya terbentur sesuatu, atau terkena bola sepak.

Yvone teringat ucapan Sui bahwa selama ini dirinya dan Arsen sudah pisah ranjang selama satu tahun. Selain itu Arsen selalu menjaga jarak terhadap dirinya.

Yvone menatap suami Rose itu, pasti ada niat terselubung dari keinginannya tidur di kamar ini.

“Kau punya kamar sendiri? Kenapa tiba-tiba ingin tidur di sini?” hardik Yvone. Kedua tangannya terlipat di perut. Tatapannya tajam, menginterogasi.

Pertanyaan Yvone membuat Arsen semakin yakin, bahwa telah terjadi sesuatu terhadap istrinya itu. Selama setahun terakhir, Arsen memang memutuskan untuk pisah kamar.

Itu karena ia tidak bisa menerima perubahan bentuk tubuh Rose. Setiap malam Rose tidak berhenti makan, dan itu membuat Arsen terganggu.

Alasan Arsen sangat jelas, tujuannya meminta tidur di kamar Rose, untuk mencari tahu secara detail tentang wanita itu. Perubahan sikap dan kepribadian yang begitu drastis sangat mengusik pikiran Arsen.

“Tidur bersama istri sendiri apa tidak boleh?”

Mendengar itu, Yvone merasa pipinya menghangat. Ada semacam perasaan asing yang muncul dalam dirinya.

“Bukannya kau jijik tidur denganku?” sindir Yvone.

Arsen memalingkan wajah. Sejak berat badan Rose bertambah, Arsen memang merasa enggan menyentuhnya. Tetapi perasaanya terhadap wanita itu tidak berubah. Bisa dikatakan hubungannya sedang berada di tahap bosan.

“Sudah malam, sebaiknya kita tidur.” Arsen mencoba mengalihkan topik pembicaraan. Ia pun bangun dari sofa, lalu berjalan ke arah kasur.

Yvone memperhatikannya dengan tatapan dingin. Suasana menjadi sangat canggung. Yvone bahkan tidak tahu bagaimana harus bersikap. Pada akhirnya ia memutuskan untuk mandi saja.

“Tubuhku kotor. Aku akan mandi dulu.”

Ucapan Yvone membuat Arsen menoleh, dan memandangi punggung wanita yang baru saja menghilang dari balik pintu kamar mandi. Biasanya Rose tidak pernah mandi semalam ini. Selain banyak makan, Rose juga malas mandi.

Yvone berjalan mondar-mandir di dekat bak mandi. Ia memikirkan cara untuk menghindari Arsen. Seorang suami yang lama tidak tidur bersama istrinya tiba-tiba datang, sudah pasti pria itu akan meminta haknya.

“Ah, sial…situasi macam apa ini?”

Yvone memang hidup di dunia bawah yang penuh dengan tindakan kriminal. Mabuk, bersenang-senang , hingga pulang pagi biasa ia lakukan. Akan tetapi, Yvone cukup bersih dalam hal hubungan. Ia memang berpacaran, tetapi untuk sex bebas, Yvone memang tidak pernah melakukannya.

Saat berpacaran dengan Jackson, Yvone bahkan jarang bersentuhan. Meski kadang Jackson selalu membujuknya. Namun Yvone berhasil mempertahankan keperawanannya. Tapi sekarang ia harus melayani pria lain.

Secara status Arsen memang suaminya. Tetapi, secara hubungan batin, sama sekali bukan. Lagi pula Yvone tidak ingin bercinta dengan pria yang tidak ia cintai. Terlebih suami wanita lain.

“Argghhh!” Yvone berteriak frustasi. Yvone merasa ingin tenggelam di dasar laut saja. Tidak, tubuhnya yang asli memang sudah tenggelam.

“Bagaimana ini? Bagaimana jika dia sungguh meminta haknya?”

Yvone sungguh tidak siap jika Arsen sungguh menginginkannya. Yvone berpikir keras cara menghindari Arsen. Bergelut dengan pikirannya, Yvone menemukan sebuah cara.

“Sebaiknya aku berendam saja dan menunggu sampai dia tidur.”

Untuk saat ini hanya ide itu yang terlintas di kepalanya. Padahal Yuna berpesan supaya luka di lengannya tidak terkena air. Tetapi ia tidak punya pilihan lain. Ia segera menyalakan keran air hangat lalu melucuti kemejanya.

Sementara itu, suara keran menyala terdengar, sepertinya istrinya itu benar-benar sedang mandi. Kesempatan itu digunakan Arsen untuk memeriksa kamar Rose.

Ia segera turun dari atas kasur. Pertama-tama ia menuju ke arah bufet, dan membuka laci. Mencari sesuatu entah apa.

“Dia pasti menyembunyikan sesuatu,” gumam Arsen. Tidak menemukan apa pun, ia beralih ke meja rias, tetapi ia juga tidak menemukan apa pun. Hanya ada alat make up yang biasa dipakai istrinya.

Langkahnya terus merambat menuju ke ruang ganti pakaian. Ia membuka satu persatu lemari dan mendapat isi di dalamnya justru kosong. Yang tersisa hanyalah pakaian berwarna hitam. Seperti yang ia tahu, Rose tidak terlalu menyukai warna gelap.

“Ke mana semua pakaiannya?” Arsen bertanya-tanya. Sejauh ini, ia tidak menemukan apa pun sebagai petunjuk.

Arsen memutar otak. Ia lantas teringat Sui. “Pelayan itu, dia pasti tahu sesuatu.”

Arsen melangkah keluar, berniat untuk menemui Sui. Akan tetapi, suara dering ponsel menghentikan langkahnya. Ia merogoh saku celananya dan memeriksa layar, tertera nama Renata.

“Halo, ada apa, Ren?” ucap Arsen setelah menekan tombol hijau.

“Arsen tolong aku.” Suara Renata yang terdengar parau membuat Arsen segera beranjak.

Suara deru kendaraan menyadarkan Yvone. Ia segera membuka mata, dan tersadar dari tidurnya. Terlalu nyaman membuat rasa kantuk menyerang. Yvone segera keluar dari air lalu membungkus tubuhnya dengan handuk kimono.

Perlahan membuka pintu, lalu keluar dari kamar mandi. Ia sedikit lega saat mendapati kamar dalam keadaan kosong.

“Apa dia sudah pergi?” Yvone bertanya-tanya.

Ia mengedarkan pandangan ke penjuru ruangan. Dan tidak menemukan keberadaan suaminya. Ada sedikit rasa kecewa yang mendera.

“Kenapa aku begini? Bukannya bagus dia pergi?” Yvone mencoba menepis perasaannya. Sebagai gantinya, ia segera merebahkan tubuhnya yang lelah.

Sebuah pesan masuk dalam ponselnya. Yvone segera membukanya.

[Aku sudah memesan tiket untukmu, siapkan dirimu besok, lebih cepat lebih baik, sekalian melakukan perawatan pada lukamu agar segera pulih]

Yvone segera terduduk. “Besok? Aku belum bersiap, aku bahkan belum mendapatkan uang. Kalau begitu aku harus menghubungi orang tua Rose. Lalu menjual perhiasan dari Arsen.”

Pagi-pagi sekali, Yvone sudah bangun dan berpakaian rapi. Ia berpesan kepada Sui untuk menyiapkan pakaian dalam koper, sementara dirinya akan pergi ke toko perhiasan dan ke rumah kedua orang tua Rose.

Setelah mendapatkan apa yang ia butuhkan, Yvone kembali ke rumah untuk mengambil koper. Sebelum pergi, ia mendapati rumah dalam keadaan sepi. Biasanya Brighita dan Alexa selalu berisik. Tetapi bukan mereka yang ia cari.

“Apa kau melihat suamiku?” tanya Yvone pada salah satu pelayan.

“Tuan sedang…”

“Tidak usah mencari kakakku,” sahut Alexa yang tiba-tiba muncul. Seperti biasa, dia tidak sendirian, melainkan bersama ibunya.

Kening Yvone berkerut. “Memangnya kenapa? Aku istrinya, jadi aku berhak bertanya.”

“Kau memang istrinya, tapi sebentar lagi dia akan menceraikanmu, lalu segera menikahi Renata. Sekarang mereka pasti sedang memesan baju pengantin,” timpal Brighita.

Yvone mengepalkan kedua tangan. Hatinya meradang mendengarnya. Bagaimanapun dirinya adalah istri sah, meski hanya raganya saja. Tetap saja, Rose adalah pemilik aslinya. Karena ia berada dalam tubuh ini, maka ia berhak marah atas semua ini.

Tetapi bukan saatnya mengurusi hal semacam itu, ada sesuatu yang lebih penting.

“Nyonya, mobilnya sudah siap,” kata Sui.

Sudah waktunya untuk pergi. Yvone menatap Brighita dan Alexa. Ia bersumpah, setelah kembali, ia akan membalas perlakuan mereka semua.

“Tunggu aku kembali,” ucap Yvone lalu memakai kacamata hitamnya sebelum akhirnya membawa langkahnya menjauh dari kediaman keluarga Reinhart.

1
Suzana Diro
yvone kurang tegas
Osie
lemah yvone
Hikam Sairi
/Facepalm//Slight//Slight//Slight/😩😩😩😩🫵🫵🫵🫵👻👻👻👻
Tiara Bella
sabar ya Arsen hrs backstreet dl ya
Hikam Sairi
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/🤣🤣🤣🤣🤣
Osie
thor kalau boleh jgn biarkan yvone tetap jd istri arsen..gak banget deh..
merry
biarin ajj si rose ppmu nembak arsenn biar kpok🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Osie
alahai yvone masa gembong makpia lemah sangat..
Osie
thor ubah lah sikap rose jd kayak orang bego gitu
Osie
yvone tak adakah ruang dimensi saat dirimu transmigrasi?? hadeehh baru ini ada transmigrasi tp rada rada bodoh sosoknya..padahal gembong makpia
Abdul Rosyid294
Up cerita jgn setengah" ya thooorr lanjutkan
Lyvia
penjarakan saja mereka drpd mereka keluar masih bisa mnyakiti rose
merry
penjarakan senn di luar atau jdi Gelendanga mrk msh bisa bls ros mu,, ambi tu emas y ros 🤭🤭🤭 tegas jdi lki sen tu Renata hajar ajj 🤭🤭🤭tp dokter darwis juga cck baik sm ros🤔🤔🤔
Osie
hadiiirrrr semoga sesuai ekspektasiku..gak muluk muluk MCnya sosok wanita tangguh yg gak menye menye dan smart
Heni Mulyani
lanjut
Tiara Bella
bagus tuh Arsen mending jebloskan ke penjara aja sekalian si Renata jg....
chataleya
rose, jangan tinggalkan arsen. maafkan lah.. lupakan segala kesalahannya, lupakan sikap tidak tegasnya, lupakan sikap dia yang tidak memprioritaskan kamu Ros. 🤭🤭🤭
🙈🙈🙈 wkwkwk... hidup 2 kali jg masih mau dibegoin lelaki.🤣
Uthie
Segeralah putus kan Rose 😁👍

hidup sama Arsen yg plin plan, gak tegas, dan lebih mengutamakan keluarga dan sahabat kecilnya itu, lebih baik sihhh sama si dokter itu memang 👍😁
merry
bnr ros lki model kyk arsen tglin ajj mskk rumh dibiarkan dtglin Renata seenak jidat krmh y dgn alasan tmn lm,, arsen juga bodoh hk sdr knp dia bs bgni bisa bgtu gk ada curiga ya,,, gk tegas lgg 3 ular itu dh ngelakuin kesalahan tp diam ajj
Astiana 💕
Thor, aku sesak nafas gara2 baca cerita mu, kayak dracin aja, ketua mafia kok gak tegas, musuh selalu berhasil, matiin aja Napa di Renata itu,paling gak bikin ibu nya lumpuh kek. huhhhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!