NovelToon NovelToon
Sistem Kenaikan Surgawi; Jalan Kultivasi Melintasi Multiverse

Sistem Kenaikan Surgawi; Jalan Kultivasi Melintasi Multiverse

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Timur / Kultivasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nameless Monarch

ig: @namemonarch

Di sebuah multiverse di mana para penguasa mengandalkan insting dan amarah, Ye Chen mendominasi dengan kalkulasi dingin. Ia adalah sosok yang memanipulasi keadaan dari balik layar, memandang konflik dunia layaknya bidak catur di papan raksasa.

​"Kultivasi hanyalah proses penyempurnaan sirkulasi energi. Dan takdir? Itu hanyalah sekumpulan data yang belum dikendalikan oleh tangan yang tepat."

​Inilah awal dari perjalanan lintas jagat raya. Sebuah jalan di mana hukum langit akan tunduk di bawah kendali seorang analis sistem yang memulai langkahnya dari titik terendah untuk mencapai puncak tertinggi multiverse.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nameless Monarch, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33 — Kejadian di Lembah Selatan

Dua jam sebelum kabut beracun menelan sisa cahaya matahari di ufuk barat, Ye Chen masih duduk di ruang rahasia Paviliun Hening. Di atas mejanya, tergelar sebuah peta perkamen usang yang memetakan kontur geografis di sekitar Kota Daun Gugur.

Di hadapannya, secarik kertas berisi laporan sandi tergeletak. Laporan itu baru saja dikirimkan oleh Tabib Hua Jue, pion barunya yang kini memegang kendali atas jaringan informasi medis di Distrik Timur.

"Keluarga Lin diam-diam membeli tiga puluh butir Pil Penawar Miasma Tingkat Rendah melalui perantara fiktif," Ye Chen menggumamkan isi laporan tersebut. Jari telunjuknya yang memancarkan kilau kusam perunggu mengetuk perlahan di atas peta. Matanya bergerak menyusuri garis-garis topografi, menganalisis data dengan dingin.

Bagi orang awam, pembelian pil penawar racun adalah hal biasa. Namun bagi Ye Chen yang terbiasa membedah keanehan suatu data, ini adalah sebuah petunjuk telanjang.

Keluarga Lin saat ini sedang diawasi ketat oleh faksi saingan mereka, Paviliun Awan Merah, di semua jalur utama. Jika mereka ingin menyelundupkan aset berharga—seperti Batu Spiritual Merah dari tambang rahasia mereka—mereka membutuhkan rute yang tidak dijaga. Di sekitar Kota Daun Gugur, hanya ada satu rute yang membutuhkan Pil Penawar Miasma dalam jumlah besar: Lembah Selatan.

Lembah Selatan adalah celah sempit di antara dua tebing raksasa yang tidak pernah tersentuh sinar matahari secara langsung. Sepanjang tahun, tempat itu diselimuti kabut beracun abu-abu kehijauan. Zona kematian bagi kultivator biasa, namun merupakan jalur buta yang sempurna untuk sebuah operasi penyelundupan.

"Sistem, tampilkan analisis target pengawalan," batin Ye Chen.

Layar antarmuka biru transparan berkedip di retinanya. Laporan lanjutan dari Hua Jue menyebutkan bahwa Tetua Lin Hai, seorang kultivator Alam Kondensasi Qi Tahap Akhir, menghilang dari kediaman utama sejak pagi. Hua Jue juga merinci rekam medis rahasia Lin Hai: pria itu memiliki cacat fatal di meridian paru-parunya akibat konsumsi obat penambah Qi berkualitas rendah di masa lalu.

"Tahap Akhir Kondensasi Qi, tetapi mesin pembakarannya rusak," Ye Chen menyimpulkan. "Jika aku memotong pengiriman ini, rantai pasokan ekonomi Keluarga Lin akan terputus. Mereka akan kehabisan modal untuk membayar tentara bayaran, dan nilai faksi mereka di mata Serikat Gagak Hitam akan anjlok. Ini bukan sekadar perampokan; ini melumpuhkan usaha dengan maksimal."

Ye Chen menggulung peta itu. Tujuan dan metodenya sudah jelas. Kini, saatnya eksekusi.

Udara di Lembah Selatan terasa berat, lembap, dan berbau seperti kayu busuk yang direndam dalam darah. Miasma beracun melayang-layang seperti hantu kelaparan.

Tinggi di atas dahan pohon ek hitam yang menjorok dari sisi tebing, Ye Chen berjongkok tanpa menghasilkan suara sedikit pun. Ia telah menyatu dengan lingkungan. Teknik Pernapasan Arus Bumi miliknya bekerja dengan efisiensi mutlak, menyerap seluruh fluktuasi Qi-nya ke dalam dahan pohon, menjadikannya seolah-olah tidak ada sama sekali. Bahkan seekor burung pemakan bangkai yang bertengger beberapa meter darinya tidak menyadari kehadiran manusia.

"Sistem," panggil Ye Chen dalam benaknya. "Aktifkan Persepsi Spiritual pasif. Saring interferensi dari kabut beracun dan fokuskan pada fluktuasi energi manusia."

[Memproses... Mengkalibrasi radar dengan kepadatan miasma.]

[Peringatan: Jarak pandang visual menurun hingga 8 meter. Namun, terdeteksi 7 anomali energi kehidupan berjarak 400 meter dari arah utara. Kecepatan pergerakan: konstan. Formasi: Pengawalan.]

"Tepat waktu," gumam Ye Chen. Sudut bibirnya sedikit terangkat.

Dari balik kabut pekat, suara roda kereta kayu yang berderit menabrak bebatuan mulai terdengar, disusul oleh derap langkah kaki yang berat. Tujuh sosok perlahan menembus tirai kabut. Enam di antaranya adalah penjaga elit Keluarga Lin yang mengenakan zirah kulit ringan, memancarkan Qi tipis untuk menahan racun. Di tengah mereka, sebuah kereta dorong baja memancarkan aura panas samar—Batu Spiritual Merah.

Berjalan tepat di depan kereta itu adalah Tetua Lin Hai. Pria paruh baya itu memancarkan aura yang menekan, membelah kabut di sekitarnya. Namun, Ye Chen memusatkan perhatian pada ritme napas pria itu.

"Sistem. Aktifkan Pupil Penembus Ilusi," perintah Ye Chen.

Pandangannya seketika dilapisi filter holografik. Ia melihat aliran Qi berwarna merah tembaga di tubuh Lin Hai. Sama seperti data dari Hua Jue, aliran Qi itu menderas di area tangan dan kaki, namun menyempit tajam saat melewati dada kiri. Ada residu hitam pekat di sana—penyumbatan meridian paru-paru. Setiap tiga tarikan napas panjang, dada kiri pria itu sedikit tersentak.

"Sebuah cacat sistem. Waktunya menguji barang ini."

Ye Chen mengulurkan tangan kanannya dari balik jubah malam. Di sela-sela jemarinya, terselip tiga batang Jarum Penembus Jiwa yang terbuat dari meteorit hitam. Benda itu sama sekali tidak memantulkan cahaya.

Tanpa memancarkan niat membunuh—sebuah kontrol mental absolut dari masa lalunya sebagai analis—Ye Chen menjentikkan pergelangannya.

*Syuuuut! Syuuuut! Syuuuut!*

Tiga jarum melesat menembus kabut tanpa gesekan udara. Ye Chen tidak mengincar area dada yang dilindungi Qi keras, melainkan titik mati anatomi di balik telinga para penjaga sayap.

"Argh!"

"Uhk—!"

Tiga penjaga tumbang bersamaan. Tubuh mereka menghantam tanah tanpa perlawanan, sistem saraf pusat mereka hancur dalam sekejap.

"Formasi bertahan! Ada penyergapan!" raung Lin Hai, suaranya menggelegar memecah keheningan lembah. Ia mencabut pedang besarnya, melepaskan gelombang Qi merah yang menyapu kabut di radius lima meter. Tiga penjaga yang tersisa merapatkan barisan dengan tangan gemetar.

Lembah kembali sunyi. Tidak ada siluet musuh, hanya kabut yang berdesis. Ketakutan psikologis mulai menggerogoti formasi pertahanan Keluarga Lin.

Memanfaatkan jeda kepanikan itu, Ye Chen membiarkan tubuhnya jatuh bebas dari dahan, mendarat di atas batu besar di sayap kanan tanpa suara. Teknik Pernapasan Arus Bumi meredam seluruh momentumnya. Dua jarum kembali melesat dari jarak dekat.

*Crak! Crak!*

Dua penjaga tersungkur, leher mereka tertembus. Kini, hanya tersisa satu penjaga dan Tetua Lin Hai.

"Pengecut! Tunjukkan dirimu! Apa kau anjing dari Paviliun Awan Merah?!" amuk Lin Hai. Ia menebas membabi buta ke arah batu tempat arah serangan berasal. Gelombang pedang Qi menghancurkan batu itu hingga berkeping-keping.

Namun, dari kepulan debu, sesosok bayangan melesat dengan rute zig-zag yang membingungkan.

“Jejak Bayangan Hantu!”

Ye Chen merangsek maju. Di tangannya, pedang besi biasa ditarik ke belakang bahu. Saat penjaga terakhir mencoba menebasnya, pedang Ye Chen berkelebat lebih dulu. Seuntai cahaya ungu yang sangat indah berpendar membelah udara beracun.

“Seni Pedang Penghancur Bintang: Kilatan Bintang Jatuh!”

*Duar!*

Bukan suara daging robek, melainkan ledakan Qi. Penjaga terakhir terlempar dengan dada hangus akibat tenaga dalam laten dari pedang Ye Chen. Enam elit Keluarga Lin musnah dalam waktu kurang dari satu menit.

Lin Hai menatap pemuda berjubah hitam di depannya. Matanya menyipit, instingnya menjerit bahaya meski kultivasi pemuda itu terlihat rendah.

"Kultivasimu hanya Tahap Awal Kondensasi Qi... tapi teknik pedang itu sangat boros energi," desis Lin Hai. Harga dirinya sebagai Tetua tersinggung. "Mati kau, tikus tengik!"

Lin Hai melompat, pedang besarnya terangkat mengumpulkan Qi murni. "Teknik Pembelah Gunung Lin!" Sebuah tebasan vertikal seberat ribuan kati meluncur tepat ke kepala Ye Chen.

Alih-alih menghindar, Ye Chen menggeser kuda-kudanya dan menyalurkan tenaga dari tumitnya.

Kitab Tubuh Perunggu Sembilan Transformasi: Raga Perunggu!

Kulit Ye Chen memancarkan kilau cokelat gelap. Kepadatan tulangnya melonjak setara logam magis. Ia mengangkat pedang besinya secara horizontal.

*TRAAANG!*

Benturan logam memekakkan telinga. Tanah di bawah kaki Ye Chen amblas sedalam satu inci, namun lengan pemuda itu tidak patah, dan lututnya tidak menekuk.

"B-bagaimana mungkin?!" Lin Hai tersentak mundur, napasnya seketika memberat. Dada kirinya berdenyut nyeri.

Ye Chen memanfaatkan daya tolak itu untuk menyerang balik. Ia melepaskan rentetan Seni Pedang Penghancur Bintang. Serangannya tak beraturan, meletupkan energi ungu yang memaksa Lin Hai terus memompa Qi untuk bertahan.

Satu menit... Tiga menit... Pertukaran chi dan baja terjadi dalam tempo tinggi.

Strategi Ye Chen bekerja dengan sempurna. Ia "memaksa" Lin Hai bekerja melebihi kapasitas mesinnya. Di mata Ye Chen, grafik aliran Qi Lin Hai semakin kacau. Penyumbatan hitam di meridian paru-parunya meluas, memicu kepanasan internal.

"Hah... Hah... Sialan!" Lin Hai tersengal parah. Urat pelipisnya menonjol, gerakan pedangnya melemah.

“Indikator kritis tercapai," batin Ye Chen dingin.

Saat Lin Hai mengangkat pedang untuk menangkis, Ye Chen tiba-tiba melepaskan gagang pedangnya sedetik sebelum benturan. Kehilangan target, pertahanan Lin Hai terbuka lebar. Tangan kiri Ye Chen yang tersembunyi melesat maju.

Sebuah Jarum Penembus Jiwa yang dilapisi Qi mampat meluncur dari jarak setengah meter.

*Zlaaaap!*

Jarum itu menancap akurat di titik akupunktur gerbang paru-paru dada kiri Lin Hai. Benda itu bertindak bak paku baja yang disumbatkan ke dalam roda gigi yang rusak.

"Puhhh!" Lin Hai memuntahkan darah segar bercampur gumpalan hitam. Meridian utamanya meledak dari dalam. Rasa sakit yang melumpuhkan membuatnya menjatuhkan senjata.

Tanpa emosi, Ye Chen menangkap kembali pedang besinya yang melayang di udara, memutar tubuhnya, dan melepaskan tebasan ungu terakhir.

*Slaaash!*

Kepala Lin Hai terpisah dari bahunya. Darah menyembur mewarnai kabut, mengakhiri dominasi sang Tetua.

Ye Chen menetralkan Qi-nya, membiarkan kulitnya kembali normal. Ia melangkah melewati mayat itu menuju kereta baja, menarik kain penutupnya. Cahaya merah hangat dari ratusan Batu Spiritual murni seketika mengusir miasma di sekitarnya. Ini adalah nyawa dari faksi Lin.

"Sistem. Pindai kargo. Hitung estimasi konversi," perintah Ye Chen.

[Memproses... 450 unit Batu Spiritual Merah Tingkat Menengah. Estimasi Konversi: +135.000 Poin Kenaikan.]

"Ekstrak semuanya. Jangan tinggalkan jejak energi," ucap Ye Chen. Biarkan faksi lawan mengira Keluarga Lin dihancurkan oleh bandit bayangan.

Dalam sekejap, tumpukan batu berharga itu menghilang menjadi deretan angka di benak Ye Chen. Rantai pasokan telah diputus. Kini, kebangkrutan Keluarga Lin hanya tinggal menunggu waktu.

1
Adrian Ahmad
monoton kurang menarik
ada usul tidak jelas
Harman Loke
lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutt teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss author
Naevys
Wow, penulisan, dan pemilihan kata kata nya...
Nameless Monarch: Masih pemula bang, sama sekali gak ada wow nya:)
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
punya penulisan yang bagus, dan cerita yang mudah di ikuti. enak untuk di baca /CoolGuy/
Manusia Ikan 🫪: 😋hump
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
hmmmm masih tidak terbiasa dengan fantasi timur😅
Manusia Ikan 🫪
bagus nih, ruang simulasi mental
Manusia Ikan 🫪
sebagai mahasiswa arsitektur, aku pengen punya skill yang berhubungan dengan membangun ini😹
Manusia Ikan 🫪
hemmmm
Manusia Ikan 🫪
wah jarang jarang tuh ada sistem toko
Manusia Ikan 🫪
kenapa cerita fantasi timur, sangat mudah untuk mendapatkan kekuatan😅
Manusia Ikan 🫪: kwkawkoa masuk akal😹
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
bukan bumi kan!
Manusia Ikan 🫪
apakah ini urutan kekuatannya?
Manusia Ikan 🫪
😅mmmmm bro langsung tahu cara makenya?
Manusia Ikan 🫪: wkaowkaokwoa tapi lebih bagus kayak gini, dari pada gk tahu apa apa😹
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
yeeeeeey aku yang like pertama😹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!