NovelToon NovelToon
Maaf Aku Memilih Pergi

Maaf Aku Memilih Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Poligami
Popularitas:289.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mayra Zahra

Nafisha Retno Kinathi adalah seoarang ibu muda yang harus berjuang sendiri menghidupi rumah tangganya, meskipun sosok suaminya masih berdiri gagah.

Hidup berdampingan dengan suami yang begitu menjunjung tinggi rasa hormatnya kepada ibundanya membuat Nafis harus sering mengalah. suaminya selalu menyerahkan segala keputusan di tangan umminya. Termasuk dalam hal urusan rumah tangganya.

Dalam segala hal Nafis mencoba mengalah tapi, ketika ibu mertuanya mengingikan suaminya menikah lagi Nafis berontak.

Masih sangupkah Nafis mempertahankan rumah tangganya, atau dia memelih menyerah ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayra Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

   Azizah menolak di rawat dirumah sakit dan memilih di rawat bundanya di rumah saja. Karena tak mau membuat putrinya semakin tertekan Nafis akhirnya mengalah. Dan membawa putrinya untuk sementara tinggal di kediaman orang tuanya di Kaliurang.

   Beruntung ada salah satu keponakan pak Jatmiko yang berprofesi sebagai seorang dokter. Jadi Azizah bisa melakukan perawatan di rumah saja.

  Sejak datang Zizah tak mau jauh dari bundanya. Tidur pun memilih di kamar bundanya. Seolah takut di tinggal oleh bundanya. Nafis tak merasa keberatan, karena dia juga merindukan putrinya itu.

   " Nduk, nggak usah balik ke Pesantren ya. Sekolahnya pindah saja ke Magelang. Banyak kok sekolah yang bagus di sana " Ucap Nafis saat membantu Azizah menyisir rambut panjangnya,

   " Tapi, Aku masih mau di pesantren bun. Setidaknya sampai hafalanku selesai 30 juz "

  " Kamu mau kembali ke Tuban ?"

  " Iya bun, boleh ya ?"

  " Serius tidak mau di rumah sama bunda aja ?"

  " Bunda tidak ridho ya aku kembali ke pesantren ?"

  " Bukan begitu sayang, kalau Zizah memang maunya begitu bunda dukung kok. Bagi bunda bagaimana nyamannya kamu saja sayang ?"

  " Terima kasih ya bun. Paling juga selesai kelas tiga ini aku sudah khatam."

  " Berarti SMA nya bisa dong tinggal sama bunda ?"

  " Lihat nanti ya bun "

   " Ya sudah gimana baiknya menurut kamu saja nduk "

   " Bun, kenapa bunda bisa sesabar itu sih ?" Nafis tersenyum. Dia paham kemana arah pembicaraan putrinya.

   " Bunda hanya berusaha mempertahankan apa yang sudah bunda pilih kak. Bunda juga memikirkan masa depan kamu dan adikmu. Tidak mudah menjadi anak korban broken home. Bunda tidak mau kamu dan adikmu menjadi korban atas kegagalan kami."

  " Sebenarnya waktu nenek cerita aku juga terlalu percaya bun. Waktu abi membawa ku pulang ke rumah nenek dan tidak kerumah kita aku sudah curiga pasti ada yang tidak beres. Kata Abi, adik dan bunda sedang pergi. Jadi merasa aneh karena tidak biasanya bunda begitu. Bahkan biasanya bunda yang jemput aku."

  " Maaf ya nduk, harusnya sedari awal bunda cerita sama kamu. Jadi kamu tidak salah paham begini. Maaf ya, bunda tidak berfikir sejauh itu "

  " Nggak apa-apa bun. Aku justru membayangkan bunda berjuang sendiri selama itu malah jadi merasa bersalah. Aku bukannya membantu bunda, malah membuat bunda semakin sedih dengan penolakan ku kemaren."

   " Sekarang kamu susah tahu semuanya. Bunda harap kamu jangan lantas membenci abimu nduk. Bagaimanapun beliau tetap berhak atas bakti dan hormatmu."

   " Maaf bun, tolong jawab jujur. Apa selama kita keluar dari rumah itu abi pernah menghubungi bunda untuk menanyakan kabar kami ?"

  " Belum kak, karena memang bunda masih membatasi aksesnya."

   " Aku yakin sih bukan karena bunda batasi tapi, abi memang tidak ada niat untuk mencari tau kabar anaknya" Nafis menghela Nafas. Hanafi memang tidak pernah menghubunginya setelah kejadian malam itu.

   " Kalian belum pada tidur ?" Nadia kakak ipar Nafis masuk kedalam kamar Nafis.

   " Belum mbak, ini baru selesai minum obat "

   " Gimana sudah enakan belum kak ?"

      " Sudah mi, masih pusing sedikit. Papi nggak ikut kesini mi ?" Nadia tersenyum dan mengusap lembut pipi keponakannya.

    " Ada kok, masih di depan sedang ngobrol sama eyang kakung. Kenapa kangen sama papi Eka ?"

    " Nanti juga kesini "

   Sedari kecil Azizah dan Naufal memang memangil Nadia dan Eka papi juga mami, sebaliknya putra mereka memanggil Nafis bunda.

   " Oya sampai lupa. Tadi mbak lewat toko kue langganan kita itu Fis, terus ternyata brownies favorit kamu masih ada, nih mbak beliin buat kamu."

   " Makasih ya mbak, masih inget aja aku suka brownies ini."

   " Sama-sama, sama ini ada roti pisang Favorit Zizah dan donat Favorit Naufal."

  " Ya Allah jadi repot kan mbak "

   " Nggak, orang sekalian lewat kok."

   " Makasih banyak ya Mi, kapan itu pernah di beliin budhe Wahyu tapi, rasanya tidak sama dengan yang ini mi. "

    " Sama-sama anak manis, besok kalau udah sehat sebelum balik ke pondok kita jalan-jalan. Terus beli roti pisang ini yang banyak buat oleh-oleh temen kamu disana "

    " Iya mi, ke ketep pas boleh mi ?"

    " Boleh dong, suka ya sama pemandangan disana ?" Zizah menganguk.

   " Oya bun, buku-buku yang di bawa abi pulang ke Pati bagaimana ?"

   " Nanti bunda tanya sama kakek ya, kalau masih ada di tempat kakek nanti biar di paketin tante Choir kesini kalau sudah tidak ada kita beli lagi ya nak."

  " Sayang ya bun, kalau tidak ada seragam juga harus beli baru ?"

  " Tidak apa nak, insya Allah ada rejekinya ya mi ?"

   " Iya nanti sepatu sama tas dan buku juga yang lain mami deh yang beliin. Kalau seragam sama kitab kan musti beli di pesantren dan bunda kamu yang paham."

   " Nggak apa-apa ya bunda kalau beli baru, kan uang bunda habis buat bayak spp Zizah yang kemaren nggak di bayar abi. Banyakkan bun, soalnya Zizah lihat sebelum tes " Nafis menatap putrinya sendu.

   " Insya Allah, ada rejeki kamu yang Allah kirim lewat bunda. Tidak apa-apa nak, Insya Allah masih cukup buat membeli semua kebutuhan kakak."

  " Banyak lho mi yang di bayar bunda.20 juta lebih kan bun ?" Nafis dan Nadia saling tatap.

   " Itu mah kecil buat bunda kamu nduk, lha wong sekali pasien bunda kamu banyak. Butik bunda juga ramai. Ada di mana sekarang, jangan risau soa itu nak. Bunda kamu pasti sudah menyiapkan semuanya. Kalau bunda tidak ada uang kan ada papi sama ayah Angga."

   " Makasih ya bunda sudah bekerja keras buat Zizah dan adek Naufal"

   " Itu wajib bunda sayang dan bunda senang melakukannya."

Pak Jatmiko dan bu Ningsih yang baru pulang dari masjid masuk ke kamar Nafis karena ingin mengetahui kondisi cucunya.

" Gimana cucu yang kung, masih pusing kah ?"

" Sudah mendingan kung "

" Alhamdulillah kalau gitu. Besok mau uti masakin apa nduk?"

" Apa aja uti, yang penting nggak bikin enek"

" ehm... Uti mau bikin ayam pangang mau nggak, udah lama kan kamu tidak makan ayam pangan uti."

" Boleh uti, pakai sambel ijo ya uti."

" Buk, besok Nafis titip anak-anak dulu njeh. Soalnya Nafis ada klien di jakarta. Nafis berangkat pagi, sorenga sudah pulang kok"

" Iya nduk, kamu sama siapa ?"

" Sama Santi bu, ini sudah perjalanan kemari."

" Mau mbak temeni dek ?"

" Memang mbak nggak sedang sibuk,trus Reno sama siapa ?"

" Ada mas mu, Reno juga bisa kan di sini dulu sekalian bantuin ibu jaga adiknya "

" Ya kalau mbak nggak repot nggak papa"

" Nggak papa ya bu aku ikut dek Nafis ?"

" Yo nggak papa to mbak, sesekali kamu jalan-jalan. Tapi, jangan lupa ijin mas Eka dulu mbak "

" Iya bu "

" Ibu yang terbaik" Bu Ningsih tersenyum sembari memeluk menantunya.

" Terus bapak tidak to nduk "

" Yang kung yang terbaik" Ucap Zizah.

" Ugh... Memang cuma kamu yang memahami kakung"

1
WHATEA SALA
Keras kepala juga ya si Nafis ini,sok kuat,padahal kalau dia cerita sama orang tua nya akan terasa ringan dan tentu ada solusi dan banyak membantu,tapi lihat semakin pontang panting kan..semua mau di pikul sendiri seolah gak punya orang tua.
𝐈𝐬𝐭𝐲
akhirnya sah juga setelah lama menunggu...
𝐈𝐬𝐭𝐲
Alhamdulillah sesuai harapan dan semoga pas akad semoga lancar tak ada halangan... saatnya Nafis berbahagia...
Susi Lawati
saatnya kamu bahagia fish segala sesuatunya jangan di pendam sendirian sekarang ada tempat yg nyaman dan leluasa tanpa harus merasa sungkan untuk kamu berbagi suka dan duka...
nunik rahyuni
menuju halal.. langsung gaaasszz biar louncing nafisa versi saset ato farid versi saset.banyak anak banyak rejeki
Agus Munib
top
nunik rahyuni
terlalu banyak liku liku ....kisah perjalann yg kurleb sama dg sebelum2nya
.langsung menuju pelaminan tanpa banyak acara
🌷tinull💞
inti nya komunikasi harus lancar jangan dipendem sendiri 😍
semangat terus Thor 👍
Hastutik cairn Brisbane
ruwet bin mbulet...simple lebih enak...bisa buat santai...
Tarwiyah Nasa
Nafis tu keras kepala
Susi Lawati
sepertinya trauma Nafis juga belum sembuh total, harus di sembuhkan dulu itu
Lee Mba Young
Nafis kelelahan tanpa mikir dirinya, pdhl anak nya masih butuh dia lo. kl terus bgini yg ada dia cpt mati.
bnyak TKW yg sakit hati tp masih bisa mikir, oiya kl Aku kerja rodi tanpa mikirin diri sendiri yg ada mlh rugi, kesehatan menurun ya kl ttp sehat kl sakit parah gimana nasib anak nya.

pdhl para TKW itu sdh nabung uang Dr luar Negri buat rumah eh suami di rumah mlh nikah lagi akhir nya rumah di bulldozer, tp mereka tau cara agar trauma hilang. healing tipis tipis, konseling juga.
kl nafis ini pdhl psikolog tp gk bisa nolong diri sendiri alasan trauma. yg ada mlh sakit sakit an. ya krn gk mau healing tipis tipis, nilmati Alam, nikmati karya Tuhan.
𝐈𝐬𝐭𝐲
Nafis suka abai dengan kesehatan selalu kerjaan yg di pikirkan sampai lupa tubuh juga perlu istirahat..
Siti M Akil
inaroh yang tidak tahu lelaki nya punya istri 🤣🤣
Adi Sudiro
panggilan nya umi tapi kelakuan nya umami🤭🤭🤭
Mayra Zahra: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Susi Lawati
wajar sih kalau zizah kecewa Ama bapaknya...
Kale
mertua laknat,,
Kale
sesakit itu ya menikah dng lelaki yg mengutamakan ibunya,,,hanafi jadi suami gk ada ketegasannya sama sekali,,,klau punya ibu sprti itu ,bukan surga yg kmu dapat fi,,,terimakasih kak author,,tokoh wanitanya gk menye",,,sukses slalu buat kak author/Rose/
Kale
apakah pak farid jodohnya nafis?
Kale
ya Allah,,,aku lihat suaminya pingin ikut gampar aja,,biar otaknya waras dikit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!