kehidupan yg tidak pernah di ingin kan oleh Kang Hana, putri dari seorang wanita karir bernama Go Haeri dan almarhum suami nya yg bernama Kang Min Ho.
Hana adalah seorang gadis yg ceria, usia nya baru menginjak 20 tahun. ia juga seorang gadis yg rajin dan tekun belajar. Hana juga salah satu mahasiswi di Seoul National University (SNU)
2 tahun lagi ia akan menyelesaikan pendidikan S1 nya, namun semua berubah karena perjodohan yg di lakukan oleh ibu nya. kehidupan yg tadi nya baik-baik saja berubah menjadi kacau.
yuk ikuti cerita nya.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Jimin pun menghampiri Hana "kenapa malah buka laptop, bukan nya udh mau tidur... "
Hana pun memutar arah duduk nya "emm, aku membaca nya sebentar saja. oppa duluan saja" ucap Hana memandang Jimin
Jimin pun hanya diam memandang wajah Hana "kalau begitu aku akan menunggu"
"tapi.... "
"tidak ada tapi" Jimin pun duduk di tepi ranjang
Hana pun bergegas menutup leptop nya "besok saja aku baca, ayo istirahat. besok kita janji bertemu dengan dokter jam 10.00 kan" Hana pun berjalan mendekati Jimin dan mengulurkan tangan nya
Jimin pun hanya melihat nya "apa yg kau lihat, ayo.... " Hana pun meraih tangan Jimin dan membantu nya berbaring di ranjang
Jimin yg menerima perlakuan Hana itu pun hanya menurut tanpa perlawanan.
ke esok kan pagi nya, Hana pun bangun lebih awal dari Jimin. Hana memandang wajah Jimin sebelum ia bergerak bagun "dia pasti sangat lelah"
setelah Hana bersiap, Hana pun membangun kan Jimin. namun seperti nya pagi itu Jimin sulit sekali bangun. Hana pun duduk di samping nya, dan mencoba nya lagi "oppa, oppa... ayo bangun, sekarang sudah jam 09.00" Hana masih berusaha
saat itu, Hana pun mencoba menyentuh tangan Jimin "hei.... " Hana sedikit terkejut, karena suhu tubuh nya seperti orang demam. untuk memastikan nya lagi, Hana pun memegang kening Jimin "dia benar demam" ucap Hana saat itu
Hana pun membuka selimut yg menutup tubuh Jimin, membuka kaos kaki yg Jimin kenakan, juga membuka kaos yg Jimin pakai. Hana juga mematikan pendingin ruangan. Hana bergegas ke kamar mandi untuk mengambil handuk kecil dan membasahi nya dengan air hangat, untuk mengompres Jimin.
Jimin yg belum sadar itu, menarik tangan Hana hingga wajah nya dan wajah Jimin sangat dekat. Hana pun hanya bisa diam memandang wajah Jimin. tiba-tiba "astaga, apa ini. kenapa dengan jantung ku" ucap Hana menarik wajah nya dan memegang dada nya
Hana pun tersadar dan lanjut mengurus Jimin. Hana pun bingung, mau memesan layanan kamar atau pergi keluar untuk membeli sarapan. karena di lihat oleh nya di seberang hotel ada mini market. tapi Hana tidak bisa meninggal kan Jimin yg sedang demam. akhirnya Hana memutuskan untuk memesan layanan kamar.
Hana pun meraih ponsel nya dan menelfon ibu mertua nya "halo ibu... "
"Hai sayang... ada apa!?? "
"ibu, bisakah aku minta tolong!?? "
"tentu saja sayang. apa Jimin menyulitkan mu!?? "
"bukan ibu, bukan itu. begini bu, Jimin demam. aku sudah mengompres nya tapi dia belum bangun. bisakah ibu menelfon dokter untuk menjadwalkan ulang pertemuan nya. masalah nya sekarang juga sudah pukul 10.00" pinta Hana dengan sopan kepada ibu mertua nya
"ooh begitu ya. baiklah ibu akan menghubungi dokter nanti. ibu akan mengabari mu lewat pesan, ibu titip Jimin ya" ucap nyonya Min Seo
"baik bu, terimakasih banyak. masalah Jimin, ibu jangan khawatir. aku pasti akan menjaga nya. maaf sudah mengganggu tidur mu di jam segini"
"tidak masalah sayang. baiklah, ibu tutup dulu ya"
"emm.... "
Hana pun langsung meletakkan ponsel nya dan kembali melihat Jimin. "ooh bagus sekali, dia mulai berkeringat. " ucap Hana duduk di samping Jimin dan mulai mengusapkan handuk basah itu untuk menyeka keringat nya. Hana benar-benar menghawatirkan Jimin kala itu.
sampai layanan kamar pun tiba, Hana pun meminta tolong pada orang yg mengantar makanan untuk membelikan beberapa keperluan yg di butuh kan Jimin. ia menulis nya dan memberikan nya pada waiters. walaupun Hana belum lulus kuliah kedokteran, tapi sedikit banyak nya Hana tau apa yg harus di lakukan.
setelah 30 menit menunggu, waiters itu pun kembali membawa apa yg di minta Hana. Hana pun langsung menyeduh bubur siap saji yg di beli nya dengan air panas, dan tak lupa telur rebus sebagai pelengkap.
Hana pun memberanikan diri untuk membangun kan Jimin lagi "oppa... oppa... " panggil nya dengan lembut
"hemm.... " saut Jimin dengan suara yg hampir tak terdengar
"ayo bangun lah, kau harus makan sesuatu agar bisa minum obat" ucap Hana di dekat telinga Jimin
"hemm... " Jimin yg masih belum sepenuhnya sadar pun mencoba membuka mata nya dan melihat wajah Hana yg cukup dekat dengan nya. namun pandangan itu masih samar.
"oppa... " panggil Hana lagi
dan akhirnya Jimin pun sadar "Hana... " panggil nya dengan suara serak karena baru bangun tidur
"iya aku disini... " ucap Hana memegang pipi Jimin
Jimin pun mengusap wajah nya, dan Hana pun membantu nya untuk duduk. "kemana baju ku!?? " tanya Jimin yg menyadari kalau ia bertelanjang dada
"aku yg membuka nya. kau tadi demam, suhu tubuh mu sangat panas. jadi aku membuka baju dan mengompres mu sebagai pertolongan pertama yg bisa ku lakukan. sekarang sudah tidak sepanas tadi, tapi tetap saja harus segera minum obat. " jelas Hana sembari mengambil mangkuk bubur yg sudah di buat nya "ayo makan, setelah itu minum obat dan istirahat lah lagi" Hana pun menyendok kan bubur itu untuk Jimin....