NovelToon NovelToon
Callie Si Bocah Genius

Callie Si Bocah Genius

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia
Popularitas:80.7k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Season Terakhir dari Keluarga Roberto.

Baca Dulu Season Sebelumnya:
1. Anak Genius Milik Sang Milliarder
2. Pesona Si Kembar (Ada Cerita di Balik Gerbang Sekolah)
3. Pesona Si Kembar 2 (Cinta Tersembunyi di Balik Gerbang Kampus)
4. Pesona Si Gadis Badas

Callie Noura Eleanor, bocah cilik berusia 3 tahun dan merupakan anak dari Rachel dengan Lucky. Si bocah cilik cerewet dan sangat genius. Usianya yang baru menginjak 3 tahun itu, dia sudah pintar berbicara dan memainkan senjata andalannya. Begitu licik, hingga membuat keluarga hanya bisa geleng-geleng kepala.

Jika sepupunya seringkali merahasiakan identitas keluarganya, justru berbeda dengan Callie. Dia akan terang-terangan mengaku dari Keluarga Roberto. Hal itu membuat dia selalu berada dalam bahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tampar Balik

Berhenti...

Lima orang satpam sekolah langsung berteriak untuk melerai Callie yang menyuruh wali siswa untuk menggeruduk Ibu Mara. Bahkan lima orang satpam itu berdiri di depan Ibu Mara. Ibu-Ibu bisa saja menggeruduk dan langsung menangkap Ibu Mara. Hanya saja kasihan pada satpam yang akan menjadi korban. Akhirnya mereka berhenti di depan lima satpam itu dengan menatap tajam pada Ibu Mara. Bahkan para guru yang tak mengetahui apa permasalahannya juga tampak kebingungan dengan tuduhan itu.

Sedangkan para siswa ketakutan melihat adanya aksi protes Ibu-Ibu itu. Dimulai dari siswa TK dan SD yang ketakutan karena banyak sekali Ibu-Ibu ikutan. Untuk anak SMP dan SMA, justru mereka melihat kejadian itu dengan santai. Dani dan Faro yang melihat Ibu Mara akan dikeroyok pun saling gandeng tangan karena ketakutan. Ibu Kasih, orangtua dari Faro dan juga guru di sekolah itu pun terlihat takut.

"Tolong Ibu-Ibu tenang dulu. Kita minta penjelasan dari dua belah pihak. Tidak bisa kita hanya mendengarkan cerita dari salah satu pihak saja," ucap Pak Ari, selaku satpam di sekolah itu.

Tang...

"Ndak bisa. Olang itu salah sudah menampal Kakakku. Anak-anaknya juga suka bully teman," seru Callie sambil memukul wajan dengan spatula di depan wajah satpam itu.

"Sabar, adik ma..."

"Ndak usah gombal sama Callie. Ndak mempan. Callie ndak suka yang tua-tua kecuali ada dolalnya," sela Callie membuat para wali siswa menahan tawanya. Sedangkan satpam itu langsung kicep terkena mental.

"Tenang, semuanya. Saya akan menyelesaikan masalah ini," seru seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah Ibu Rosa, kepala sekolah datang menggunakan pengeras suara.

"Aduh... Pahlawan sesiangan. Dali tadi kemana itu olang?" seru Callie sambil menggelengkan suaranya.

Di tengah suara hening itu, tiba-tiba Callie berceletuk membuat Ibu Rosa sedikit panik. Citranya sebagai kepala sekolah seakan dijatuhkan oleh anak kecil usia 3 tahun yang tidak dirinya ketahui siapa. Pasalnya Arthur pun tidak dia ketahui siapa keluarganya. Lucky dan Rachel tidak terlalu mencolok di dalam keluarga Roberto. Sehingga mereka tidak dikenal sebagai bagian keluarga konglomerat. Bahkan datang ke sekolah pun menggunakan mobil biasa seperti orangtua siswa lain.

"Mama, tampal balik buluan itu olangnya." Callie menyuruh Rachel untuk menampar Ibu Mara sebagai tanggungjawab dari perbuatannya. Tak peduli dengan ucapan Ibu Rosa yang akan menyelesaikan masalah itu.

"Benar, enak saja anakku ditampar." Rachel langsung menarik tangan Ibu Mara yang berada tak jauh di belakang satpam. Bahkan beberapa satpam ingin menghalangi, tapi dengan sigap Lucky melindungi istrinya. Kelima satpam itu bahkan kalah dengan tatapan tajam dari Lucky.

Plakkk...

"Ini balasan karena kamu menampar anakku," seru Rachel yang berhasil menampar Ibu Mara. Bahkan sudut bibirnya sampai keluar darah. Semua yang melihat begitu ngilu apalagi tamparan itu terdengar sangat kencang.

"Lihat ini anakku. Bekasnya sampai sekarang terlihat karena tamparanmu," lanjutnya sambil menarik Arthur.

Mama...

Semua orang yang tadinya tidak memperhatikan pipi Arthur, langsung melihat. Bekas tamparan itu masih ada dan memerah serta sedikit membiru. Sengaja Rachel tidak memberi Arthur obat untuk penghilang bekas tamparan itu sebagai bukti. Jika nanti pihak sekolah ngeyel, masih ada bukti yang melekat pada pipi Arthur.

"Pecat itu guru," seru Bimo yang tiba-tiba datang. Tadi dia kesiangan saat sampai sekolah sehingga baru tahu bahwa keluarga Arthur sedang melakukan demo.

"Anak dia juga sering membully siswa lain. Orangtuanya membiarkan. Anak saya ini sudah melapor pada wali kelas juga tidak digubris. Sampai sekarang tidak ada tindakan," seru seorang Ibu-Ibu dengan raut wajah galaknya. Dia adalah Ibu dari Bimo, Arisya.

Huuuu...

Sebentar... Sebentar...

***

Keributan itu dilerai oleh pihak yang berwajib. Entah siapa yang melaporkan kejadian ini pada polisi sehingga mereka langsung datang. Bahkan mereka langsung membawa pihak yang berseteru untuk ke sebuah aula. Tak lupa dengan beberapa wali siswa yang ingin ikut melihat. Mereka ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Callie digandeng tangannya oleh Bimo karena sedari tadi terus ingin menyerang orang. Padahal Rachel, Lucky, dan Arthur sedang fokus menyelesaikan masalah ini.

"Napa ini pegang-pegang tangan Callie? Naksil ya kamu," tuduh Callie pada Bimo yang menggenggam tangannya erat. Padahal Bimo hanya tidak ingin kalau adik temannya itu melakukan sesuatu di luar nalar.

"Anak kecil masih pakai popok aja udah ngomong naksir. Ingat ya, naksir bukan naksil. Bahasa planet darimana itu," sindir Bimo membuat Callie mendengus sebal.

"Jadi bisa jelaskan apa yang terjadi?" tanya seorang polisi bernama Pak Toha itu dengan tegasnya.

"Dia tampal Kakaknya Callie, Pak polisi. Dali tadi juga sudah ngomong lho, masa ndak ngelti-ngelti masalahnya apa." seru Callie yang menjawab pertanyaan Pak Toha. Bimo menepuk dahinya pelan saat tahu ternyata Callie ini bermulut tajam.

"Sabar, Callie." ucap Bimo yang duduk di sampingnya.

"Ndak bisa. Masalah ini besal sekali, masa suluh sabal."

Callie melirik sinis ke arah Bimo yang membatasi pergerakannya. Sungguh Bimo pusing sendiri jika mempunyai adik seperti Callie ini. Rachel pun menjelaskan tentang anaknya yang ditampar oleh seorang guru. Arthur juga menjelaskan permasalahan utamanya. Begitu juga Bimo yang menjadi saksi di sana. Teman-teman sekolahnya pun mengadu bahwa Dani dan Faro sering menjahili mereka sampai tak mau masuk sekolah.

"Oh... Jadi dua orang ini yang bikin anakku takut masuk sekolah? Mereka dilindungi sama guru di sini," seru seorang wali siswa sambil menunjuk ke arah Dani dan Faro dengan jari telunjuknya.

"Benar, Ma." seru seorang siswa dengan raut wajah takut.

"Kolbannya sudah banyak lho, masa sekolah ndak ada tindakan apa-apa. Jangan menomalkan itu kenakalan anak kecil. Callie ini masih kecil tapi ndak nakal," seru Callie menambahi.

"Tapi dia hampir mematahkan jari telunjuk anak saya. Makanya saya refleks menampar," ucap Ibu Mara membela diri.

"Balu juga hampil, belum patah lho." seru Callie tetap membela Arthur.

Semua menganga tak percaya dengan ucapan Callie. Bocah cilik itu sangat santai sekali mengucapkan kata patah. Padahal mereka sudah ngeri sendiri mendengar bahwa jari telunjuk Dani dipelintir. Mungkin mereka akan menunjukkan reaksi hampir sama dengan Ibu Mara jika anaknya dipelintir tiba-tiba. Namun ternyata Ibu Mara hanya salah paham karena Arthur akan mengobati bukan menyakiti. Ini adalah posisi yang serba salah dan membingungkan.

"Ibu tidak terima tangan anak anda dipelintir jarinya padahal niat Arthur akan mengobati. Saya pun tak terima jika anda menampar Arthur. Anak anda pun membully Arthur," ucap Rachel dengan tegasnya.

"Dia juga membully anak lainnya tapi anda masih membelanya dan malah menghukum siswa itu," lanjutnya membuat beberapa fakta terkuak. Bahwa Ibu Mara beberapa kali menghukum siswa yang dibully oleh Dani dan Faro jika mengadu guru lain.

Dung... Dung...

Cayo, Mama Achel. Lawan itu olang,

Kelualkan dia dali sekolah,

Apa aku buat dia kejang-kejang dulu di sini ya? Bial jadi tontonan semua olang,

Bimbim...

Pukul itu wajannya,

Nggak, nanti dikira mau goreng telur.

Heh...

1
tia
su callie kurang kerjaan 😁😁
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 astaga gokil nih vadel
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Tang Bin
kali mambu itu 🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Sani Srimulyani
achel ga berani marahin Callie, soalnya dia juga kaya gitu dulunya.
Xin
🤣🤣🤭🤭🤭
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 telat
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣jawab aja
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rai Gojess
turunan mu itu Achel😄😄
tia
pingin cubit Callie 😁😁
Atik Kiswati
turunan si achel tu....
🤣🤣🤣🤣
Dewiendahsetiowati
kena prank ya opa Dulian
Atik Kiswati
tiwas yg bc ikutan serius....😄😄😄😄
Novita Sari
callie keturunan papa Fabio keren callie...
Rai Gojess
angkara Callie, opa Julian kena🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sani Srimulyani
hahahhaha enak kan kulmanya.....🤣😜
ririen handayani
enak klo kena kurma 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
hayoooo 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍🤣👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!