NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Tuan Presdir Cacat

Pengantin Pengganti Tuan Presdir Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Terpaksa Menikahi Suami Cacat
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ausilir Rahmi

Demi melunasi hutang sang ayah, Maureen terpaksa menggantikan kakak nya sebagai mempelai. la dinikahi oleh Alarick Carlson, pria yang digambarkan kejam dan buruk rupa, hingga keluarga nya enggan menyerahkan Maura putri kesayangan mereka.

Kini Maureen harus menghadapi pernikahan yang sarat misteri dan ketidakpastian dari suami nya. Mampukah ia menjalankan takdir yang dipaksakan kepada nya? Dan mampu kah Maureen bertahan dengan pernikahan yang dilandasi keterpaksaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ausilir Rahmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

"Tidak! Bagaimana bisa seperti itu? Semua hadiah mas kawin itu sudah seharus nya menjadi milik kami, kalian sekarang lebih baik pergi," Maki Susan mengusir mereka.

"Jangan halangi kami nyonya, apa kalian lupa sudah menipu tuan dan tuan muda Arik." Tegur salah satu dari ketua pengawal Hans.

Lalu menatap rekan nya, untuk segera mengambil barang-barang mewah kemarin dengan cara menggeledah nya di setiap kamar,

"Hey kalian, jangan asal masuk dan membawa barang-barang nya!" Bentak Susan.

Baru saja dia akan menghalangi mereka, Herman segera menghentikan nya.

"Mama sudah. Sudah biarkan saja mereka membawa barang-barang itu. Jika kita menolak ayah tidak ingin jika Hans dan Arik lebih marah lagi." ucap Herman.

"Tidak! Barang itu sudah menjadi milik kita, kenapa mereka mau mengambil nya. Papa ini kenapa terlalu lembek sana pergi temui mereka, lalu apa untung nya menikahkan Maureen juga." marah Susan.

Ketika kedua nya tengah berdebat, suara telepon berbunyi terlihat panggilan itu dari tuan Hans. Tanpa membuang waktu dia segera mengangkat lalu bertanya, kenapa mahar pernikahan yang telah mereka terima harus di ambil lagi.

Suara berat Hans mulai menjawab, jika itu adalah perintah nya putra nya Arik. Herman tidak bisa berkutik, memang dia merasa salah karena telah melanggar kesepakatan mereka.

"Kau boleh menolak untuk mengembalikan mahar pernikahan itu, tapi aku juga akan menarik dana untuk upah para karyawan mu." ancam Hans. Hans tergugu, dia sangat bingung saat besan nya memberikan kedua pilihan untuk nya.

           ***

Beberapa jam kemudian, Susan terlihat sangat kesal saat melihat para pengawal tadi membawa semua mahar pernikahan yang sudah di berikan pada nya.

"Astaga Pa! Kenapa Papa membiarkan mereka membawa barang -barang berharga kita," Maki Susan sembari berkacak pinggang tak rela.

Herman menghela nafas kasar, setelah orang-orang utusan Hans pergi membawa barang-barang mewah yang kemarin di berikan.

"Sudah ma, jangan membuat Papa pusing lagi pula Arik yang menyuruh mereka, kita bisa apa? Sudah tidak di penjara saja sudah untung," ucap Herman terduduk lemas.

Rasa nya dia bingung mencari cara agar bisa membujuk Hans mau berubah pikiran lagi, dan masih memiliki negosiasi yang menguntungkan untuk nya.

"Heh! Papa menyebalkan, Mama tidak ingin bicara. Semua perhiasan itu sekarang malah di ambil," ujar Susan menggerutu kesal. Lalu pergi ke kamar nya dan membanting pintu dengar kasar.

Herman hanya terduduk lesu, mengingat finansial keluarga nya yang kini makin merosot. Apa lagi jika Arik selama nya tidak bisa menerima Maureen.

Bisa-bisa besan nya mengambil perusahaan satu-satu nya yang telah dia bangun dari nol sampai sekarang. "Aaakkh, sial!" Umpat nya.

\*\*\*

Setelah menghadapi beberapa wartawan tadi. Arik dan Maureen kini kembali melanjutkan acara makan malam yang terjeda tadi.

Suasana di meja makan terasa hening hanya ada suara-suara denting sendok dan garpu saling beradu. Membuat Maureen yang baru pertama kali makan bersama dengan orang yang cukup banyak, membuat ia sedikit gugup dan tegang.

Jeevan yang diam-diam memperhatikan Maureen yang malah bengong, membuat dia spontan bertanya.

"Maureen! Kenapa hanya diam saja? Makanlah. Tapi jangan makan seafood nanti alergi nya kambuh lagi," kata Jeevan keceplosan.

Membuat semua orang di sana kaget, lalu melirik tajam pada Jeevan dan Maureen, apa lagi Arik yang sampai tersedak saat adik nya terlihat sangat perhatian pada Maureen.

"Jeevan! Jaga sikap mu nak. Sekarang Maureen sudah jadi istri dari kakak mu, bicaralah dengan sopan pada nya." Tegur nyonya Marisa tak senang.

"Benar, panggil Maureen kakak dia adalah Kaka ipar mu," Sambung tuan Hans.

Seketika wajah Maureen memucat, rasa nya dia tidak nyaman berada di sana. Jika ini makin menjadi bahkan bermasalah, ini akan memancing emosi Arik.

"Maafkan aku Pi, Mi. Tadi hanya spontan saja. Aku hanya mengingatkan jika kakak senior ku itu alergi udang," Jelas Jeevan.

Wajah Arik semakin muram, saat melihat adik nya yang terlihat sangat akrab dan begitu peduli pada wanita yang telah resmi dia nikahi.

Maureen segera meraih segelas air dan selembar tisu, sebagai seorang istri ia berusaha memberanikan diri memberikan nya.

“Hati-hati mas, makan nya pelan.” Peringat Maureen bernada lembut.

Pandangan mereka berdua bertemu dan saling memandang satu sama lain. Arik tertegun, dia terpaksa menerima segelas air itu lalu meneguk nya.

Hingga perlahan Maureen meminta maaf dan berusaha membantu menyusut sudut bibir merah nya karena ada sisa-sisa makanan. Membuat Lelaki itu seketika patuh mengingat begitu banyak keluarga yang melihat nya.

Melihat hubungan mereka yang harmonis membuat Oma Eva memancarkan senyum sumringah hati nya sangat bahagia. Karena menurut nya Arik sangat beruntung memiliki seorang istri lembut dan penyayang.

Begitu juga dengan Nyonya Marisa dan tuan Hans, mereka berharap Arik bisa menyukai Maureen juga.

"Arik kamu sangat beruntung nak, memiliki istri seperti Maureen. Tidak salah pilih," Sanjung Oma Eva.

Seketika wajah Maureen memerah sampai tertunduk malu, meskipun Arik beberapa kali mengingatkan agar dia berperan sebagai istri yang baik di depan semua keluarga nya, tapi Maureen melakukan semua itu dengan tulus dari hati.

Arik tidak menggubris pujian nenek nya, dia segera beranjak dari kursi nya karena sudah tak berselera makan lalu pamit untuk beristirahat mengingat besok begitu banyak jadwal meeting penting untuk project baru nya.

"Maureen! ayo cepat, tidur!" Ajak Arik dengan sikap dingin dan wajah datar nya.

Maureen tersentak, dia pun patuh dan segera mengikuti suami nya setelah ijin pamit beristirahat pada semua orang.

'Baru saja mereka berjalan beberapa langkah, terdengar suara nenek nya yang lagi-lagi mengingatkan mereka untuk segera pergi bulan madu.

Arik merespon nya dengan santai, meskipun penuh sandiwara. Jika dia akan memikirkan hal itu setelah semua project baru selesai.

Jantung Maureen berdegup sangat kencang, saat berjalan di belakang mengikuti Aruk menuju ke kamar mereka, mengingat malam ini mereka di haruskan untuk menginap di sana.

"Dia kenapa diam terus ya?" Batin Maureen bertanya-tanya, entah kenapa ia memiliki perasaan tidak enak mengingat tadi Jeevan menyinggung tentang makanan yang suka membuat alergi untuk nya.

Maureen berharap, jika hal itu tidak menyalahkan dirinya lagi. Sampai di sepanjang jalan menaiki tangga gadis cantik itu terus melamun.

"Kenapa hanya bengong, masuk!" Titah Arik.

Mendengar suara bariton Arik, seketika Maureen tersadar dalam pemikiran nya sendiri, spontan menatap lelaki yang bergelar suami nya itu.

"A-apa kita akan menginap di dalam kamar yang sama ini?" tanya Maureen berhati-hati dengan ucapan nya, ia takut dengan kemarahan Arik.

\*

Bersambung.......................

1
Ariany Sudjana
bodoh kamu Maureen, jangan diam saja dong, lawan suami yang ga tahu diri itu
Reni Anjarwani
mending sama jevan aja mauren yg benar2 cinta , buar arik bucin sama maureen thor
Ariany Sudjana
ga kebayang gimana reaksi Oma Eva kalau tahu Arik dan Maureen hanya menikah pura-pura, dan status Maureen hanya pengganti Maura
Ariany Sudjana
Brian saja tahu kalau mereka nikah pura-pura, entah gimana reaksi Oma pas tahu kejadian yang sebenarnya
Ariany Sudjana
jangan-jangan nanti calon istrinya Brian tergoda sama Arik lagi 😂😂🤣🤣
Helen@Ellen@Len'z: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!