NovelToon NovelToon
Gluttony Sovereign

Gluttony Sovereign

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:675
Nilai: 5
Nama Author: Xian Nying

Dunia baru, aturan baru: yang kuat makan, yang lemah dimakan.

Yudha terbangun di dunia asing dengan membawa Apocalypse Hunger System—kekuatan yang bisa melahap apa saja untuk menjadi lebih kuat, tapi dengan harga: ia harus selalu lapar, atau dunia ini yang akan menanggung akibatnya.

Dingin, pragmatis, dan tidak percaya pada siapa pun, ia hanya punya satu tujuan: bertahan hidup, menjadi yang terkuat, dan tidak akan pernah lagi merasakan kelaparan atau diinjak-injak seperti masa lalunya.

Segalanya berubah saat ia bertemu Carmelia—anak kecil polos yang ia anggap hanya sebagai petunjuk jalan dan alat bantu. Di balik senyum dan sikap lembutnya, tersembunyi sesuatu yang jauh lebih tua, jauh lebih gelap, dan jauh lebih berbahaya daripada sistem yang ada di dalam tubuh Yudha sendiri.

Dari pemangsa, ia perlahan sadar: ia mungkin bukan yang berburu... tapi justru yang sedang diburu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xian Nying, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 : Retakan pada Zirah Ego

Aku menyandarkan punggung pada dinding gua yang lembap dan dingin di lantai lima puluh dua. Napas masih terasa panas membakar paru‑paru, dan sisa bau ozon dari ledakan inti energi Void Core tadi masih menempel kuat di kulit, terasa menyengat sampai ke hidung. Di hadapanku, Lyra dan Carmelia duduk bersandar di batu, tubuh mereka basah oleh keringat dan noda darah yang mengering. Lyra—si "Sutradara" yang dulu sering kupikir sok tahu itu—wajahnya kini pucat pasi, nyaris tak punya tenaga lagi untuk bergerak. Sedangkan Carmelia, si bayangan yang selalu menjadi perisai, tubuhnya penuh bekas luka dan sayatan yang seharusnya tak perlu ada jika saja dia sedikit lebih cerdik menghindar.

Aku menatap tanganku sendiri—tangan yang beberapa saat lalu sempat mati rasa sama sekali karena racun yang masuk ke dalam tubuh.

Sialan.

Perasaan itu datang lagi: rasa mual yang terasa seperti api menyala di dalam dada. Aku, Yudha, predator puncak yang seharusnya mampu melahap segala sesuatu tanpa jejak, nyaris mati dengan cara yang sangat memalukan hanya karena kesombongan dan ambisiku sendiri. Rasa malu? Tentu saja ada. Rasanya seperti menelan pecahan kaca tajam setiap kali aku teringat posisiku yang tadi benar‑benar tak berdaya. Bagaimana bisa seseorang sepertiku, yang bertekad menjadi penguasa rantai makanan di dunia ini, malah berubah menjadi beban berat bagi dua orang yang seharusnya hanya menjadi perpanjangan tanganku saja?

Aku melirik mereka berdua sekali lagi. Lyra mencoba meraih botol air yang tergeletak tak jauh dari tempat duduknya, tapi tangannya gemetar begitu hebat hingga botol itu terlepas dan berguling‑guling di atas lantai batu yang keras. Sedangkan Carmelia? Dia bahkan tak lagi sanggup mengangkat kepalanya, napasnya terdengar berat, terputus‑putus, lemah sekali—suara yang terdengar sangat menyedihkan di telingaku.

Mereka berdua benar‑benar habis tenaga. Dan semua ini terjadi karena aku.

Melihat keadaan mereka yang terlihat tak berguna lagi seperti barang bekas yang rusak, timbul rasa tak nyaman yang aneh di dadaku. Bukan, ini bukan rasa iba atau belas kasihan—jangan harap aku punya perasaan lemah seperti itu, perasaan yang hanya dimiliki para pahlawan murahan yang mudah tergerak hati. Ini lebih tepatnya rasa kesal melihat aset berhargaku rusak begitu saja di depan mataku sendiri. Membiarkan mereka mati sekarang sama saja membuang sumber daya berharga dengan cara yang sangat boros dan tidak efisien—dan aku, lebih dari apa pun, sangat benci segala sesuatu yang tidak efisien.

Dengan gerakan kasar dan tergesa, aku merogoh bagian terdalam dari tas ruang simpananku. Jari‑jariku menggenggam botol‑botol kaca yang terasa dingin dan berat di tangan. Isinya adalah ramuan Mana Potion tingkat paling pekat—cairan berwarna biru tua sewarna batu kobalt, kental seperti madu—yang selama ini kusimpan rapat‑rapat hanya untuk keadaan paling darurat, sebagai semacam asuransi jika aku benar‑benar terjebak di ujung tanduk. Nilai satu botol ramuan ini saja setara dengan tumpukan emas yang biasa aku gunakan untuk memancing monster‑monster langka dan kuat di pasar gelap.

Aku melempar botol‑botol itu tepat di depan kaki mereka. Klontang! Suara kaca yang membentur batu terdengar keras dan mengganggu di tengah keheningan yang mencekam.

"Minum," kataku dengan nada ketus, bahkan tak berani menatap mata mereka secara langsung. "Sebelum kalian mati hanya karena kebodohan diri sendiri."

Lyra dan Carmelia menatap botol‑botol itu dengan mata terbelalak, seolah‑olah aku baru saja melempar sebuah bom berbahaya ke arah mereka.

"Jangan lihat aku dengan wajah seperti itu," ujarku sarkas, sambil membuang muka ke arah lorong gelap di sebelah. "Ini bukan berarti aku sedang berbuat baik atau apa. Aku hanya tidak mau irama permainan musik Lyra jadi berantakan hanya karena nadanya goyah dan lemah akibat kelelahan, dan aku juga tak butuh Carmelia yang bergerak secepat siput saat kita turun ke lantai berikutnya. Kalian berdua sekarang kondisinya rusak, dan aku sangat benci barang rusak yang potensi aslinya belum sempat aku manfaatkan sampai batas maksimalnya."

Mataku tetap terpaku pada dinding batu di hadapanku, berusaha keras menghindari tatapan mereka. Memberikan ramuan senilai harga satu rumah besar milik bangsawan kepada dua orang yang selama ini hanya aku anggap sebagai alat bantu latihan saja? Sungguh, ini benar‑benar tindakan gila yang tak masuk akal. Tapi entah kenapa, melihat mereka hampir tewas di tempat tadi, ada suara aneh di dalam kepalaku yang berteriak: membiarkan aset berharga ini kehabisan tenaga dan mati sia‑sia justru adalah tindakan yang jauh lebih bodoh dan tidak masuk akal.

"Ramuan ini punya efek samping yang cukup berat," jelasku dengan nada datar dan terstruktur, berusaha menyembunyikan rasa canggung yang mulai menjalar ke seluruh tubuhku. "Aliran sihirnya akan mengalir masuk dan terasa seperti api yang membakar pembuluh darah kalian dari dalam. Tapi itulah harga yang pantas dibayar untuk menyelamatkan nyawa yang nyaris melayang tadi. Tenang saja, rasa sakitnya tak akan lebih buruk daripada rasa penyesalan yang akan kalian rasakan jika benar‑benar mati di sini."

Aku menunjuk botol‑botol itu hanya dengan gerakan dagu, tatapanku menjadi tajam dan tegas.

"Aturan mainnya aku ubah mulai sekarang. Kalian boleh menggunakan ramuan penyembuh dan pengisi tenaga ini, dan mulai detik ini juga, persediaan ini menjadi bagian dari jatah kalian. Tapi ingat baik‑baik: setiap tetes cairan yang masuk ke tenggorokan kalian adalah utang. Utang besar yang harus kalian bayar dengan hasil kerja dan kemampuan kalian di lantai‑lantai berikutnya. Aku tidak mau kalian hanya menjadi orang di belakang yang cuma bisa menangis atau hanya ikut‑ikutan saja. Tunjukkan padaku kalau kalian bukan sekadar sampah kebetulan yang punya bakat sihir. Mulai sekarang, aku ingin melihat kalian bukan hanya sekadar bisa bertahan hidup, tapi benar‑benar mengeluarkan seluruh potensi terbaik yang kalian miliki."

Aku bangkit berdiri, mengabaikan rasa nyeri yang masih terasa di otot‑ototku. "Sampai aku sendiri mengakui kalian sebagai rekan kerja yang benar‑benar layak berdiri di sampingku, setiap tetes tenaga yang aku berikan harus sepadan dengan hasil kerja yang kalian berikan. Jangan sampai aku menyesal sudah menginvestasikan waktu, tenaga, dan barang berharga pada dua benda yang ternyata hanya rongsokan tak berguna."

Lyra meraih salah satu botol itu dengan tangan yang masih sedikit gemetar, lalu menatapku dengan tatapan yang sulit aku mengerti. "Terima kasih, Tuan."

"Cukup sudah ucapan itu," potongku segera, lalu mulai berjalan menjauhi mereka. "Ucapan terima kasih tak akan menambah kekuatan atau tenaga sihir kalian. Hanya hasil kerja keras dan kemampuan kalian yang bisa melakukannya. Ingat baik‑baik: jika kalian gagal nanti, jangan harap aku akan memberikan bantuan sebesar ini lagi."

Tiba‑tiba suara sistem Apocalypse Hunger terdengar jelas di dalam kepalaku:

[PERINGATAN: Stabilitas sistem emosional tidak normal. Terdeteksi munculnya reaksi perasaan manusiawi.]

Aku langsung membungkam suara itu dengan satu perintah keras di dalam pikiranku. Jika menjadi manusia berarti harus mengakui bahwa aku sebenarnya butuh tim yang bisa diandalkan dan dipercaya, maka aku akan menjadi pemimpin yang paling dingin, paling keras, dan paling kejam yang pernah ada. Aku akan membentuk mereka berdua menjadi senjata yang begitu kuat dan hebat, sampai‑sampai sistem ini pun akan merasa takut melihatnya.

"Berdiri," perintahku tanpa menoleh ke belakang, suaraku kembali keras dan tegas seperti biasanya. "Kita sudah buang terlalu banyak waktu di sini. Masih ada banyak mangsa yang menunggu kita di lantai‑lantai bawah. Dan satu hal lagi, Lyra... pastikan permainan musikmu nanti benar‑benar rapi dan teratur. Aku takkan mau mengulangi kesalahan bodoh yang hampir menewaskan kita semua seperti yang baru saja terjadi."

"Tentu, Tuan," jawab Lyra, dan kali ini nadanya terdengar jauh lebih mantap, lebih tegas, dan lebih percaya diri dari sebelumnya.

Aku melangkah maju dan berjalan memimpin di bagian paling depan. Kita bukan lagi sekadar tiga orang yang tersesat dan terjebak di dalam kegelapan bawah tanah ini. Tim Abyssal Chord sekarang benar‑benar menjadi sebuah kekuatan yang patut ditakuti. Dan untuk pertama kalinya dalam perjalananku, kegelapan yang terbentang di hadapanku tidak lagi terasa menakutkan atau asing—sebaliknya, rasanya seperti panggung pertunjukan besar yang sudah siap aku kuasai dan robek habis, dengan kerja sama tim yang terpaksa aku bentuk ini. Aku tetaplah predator puncak. Bedanya sekarang, aku sudah punya sekawanan pemburu yang tahu benar cara berburu bersama‑sama.

 

1
We wok
sampai tamat yah/Frown/
Xian Nying: Udah Baca Emangnya Kenapa?
total 3 replies
Xian Nying
Singkat aja: CERITA INI GAK ADA OBATNYA ENAK BANGET. Karakter, alur, bahasanya, semuanya pas. Gak sabar liat Yudha makan kekuasaan, makan dunia, makan apa aja deh pokoknya. LANJUT BOS, GW DUKUNG TERUS! 🔥"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!