NovelToon NovelToon
I'M An Imperfect Mom

I'M An Imperfect Mom

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:891
Nilai: 5
Nama Author: Amanda Shakira

"Di kantor, Aruna adalah pemenang. Namun di rumah, ia adalah orang asing yang kehilangan tempat. Ketika mantan suaminya kembali membawa 'istri sempurna', hidup Aruna mulai retak.

Satu per satu barangnya hilang, ingatannya mulai dikhianati, dan putranya perlahan menjauh. Apakah Aruna memang ibu yang gagal, atau seseorang sedang merancang skenario untuk membuatnya gila?

Menjadi ibu itu berat. Menjadi ibu yang waras di tengah teror... itu mustahil."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Shakira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22: RAHASIA, TRAUMA, DAN SEDIKIT KEKACAUAN

Bab 22: Rahasia, Trauma, dan Sedikit Kekacauan

Suasana di atas kapal The Obsidian mendadak sunyi setelah suara tembakan itu merobek malam. Bimo terkapar, namun peluru itu rupanya hanya menyerempet pelipisnya karena kapal bergoyang dihantam ombak di detik terakhir. Dia pingsan, bersimbah darah tapi masih bernapas.

"Yah, gagal mati dia," gumam Raka sambil memeriksa nadi Bimo dengan ujung sepatunya. "Padahal saya sudah siap-siap mau pesan katering buat syukuran."

Aruna menghela napas panjang, mencoba menenangkan jantungnya yang mau copot. "Bawa dia ke helikopter. Jangan biarkan dia mati dulu sebelum dia buka mulut soal 'hadiah' buat Kenzo."

Dua hari kemudian, di rumah Aruna.

Ketegangan mulai mencair, berganti dengan kesibukan rumah tangga yang absurd. Aruna memutuskan untuk menambah tim keamanan, namun Adrian justru membawa seseorang yang di luar ekspektasi.

"Aruna, perkenalkan. Ini Bambang. Dia mantan intelijen, ahli IT, tapi... yah, kamu lihat sendiri," kata Adrian sambil memijat pelipisnya.

Bambang, seorang pria dengan kemeja flanel kebesaran, kacamata tebal yang diikat karet gelang, dan sedang asyik mengunyah kerupuk kaleng, nyengir lebar. "Halo, Mbak Bos. Saya Bambang. Ahli membobol sistem pertahanan Pentagon, tapi spesialisasi utama saya adalah membobol sandi Wi-Fi tetangga buat streaming anime."

Aruna bengong. "Adrian, kamu yakin dia orangnya?"

"Dia yang terbaik yang bisa kita sewa tanpa bikin polisi curiga," jawab Adrian pasrah.

Tiba-tiba, Bambang berteriak kegirangan. "WADUH! Mbak Bos, liat nih! Saya nemu 'hadiah' dari si Bimo itu!"

Aruna langsung waspada. "Apa? Bom? Racun?"

Bambang memutar laptopnya. "Bukan. Si Bimo ini ternyata mendaftarkan Kenzo di sebuah asuransi pendidikan internasional yang super ketat. Tapi masalahnya, password untuk mencairkan dananya adalah...

'BimoGantengSekali123'."

Aruna terdiam. "Serius?"

"Dan itu belum semuanya," lanjut Bambang sambil menahan tawa. "Dia juga memesan sebuah paket otomatis yang akan dikirim ke rumah ini setiap minggu selama sepuluh tahun ke depan. Isinya... stok popok dewasa ukuran Siska. Sepertinya dia sudah meramalkan Siska bakal stres berat di penjara sampai nggak bisa kontrol diri."

Aruna tak tahan lagi. Dia tertawa kecil di tengah rasa lelahnya. "Dia benar-benar terobsesi menghina Siska bahkan di saat-saat terakhirnya."

Namun, tawa itu berhenti saat Bambang menemukan file tersembunyi dengan kode 'Black Box'. Wajah Bambang yang tadi cengengesan mendadak serius. "Mbak... ini bukan komedi lagi. Bimo menyimpan rekaman pembicaraan antara dia dengan seseorang yang dipanggil 'Papa Besar'. Dan orang ini... dia baru saja mentransfer dana besar ke rekening sekolah Kenzo pagi ini."

Aruna menatap layar itu. "Dia mencoba membeli sekolah anakku?"

"Bukan cuma itu," bisik Adrian yang ikut mengintip. "Dia mencoba menjadikan Kenzo sebagai pewaris tunggal sebuah organisasi yang kita bahkan belum tahu namanya. Bimo bukan pemilik organisasi itu, dia cuma 'penjaga' yang gagal."

Aruna duduk lemas di kursinya. Baru saja mau santai sedikit karena password konyol tadi, sekarang dia sadar bahwa Kenzo bukan lagi sekadar anak kecil yang butuh hak asuh. Kenzo adalah target investasi sebuah sindikat.

"Bambang," panggil Aruna.

"Ya, Mbak Bos?"

"Simpan kerupukmu. Kita punya sistem yang jauh lebih besar buat dihancurkan."

Bambang menelan kerupuknya dengan susah payah. "Siap, Mbak! Tapi boleh ya kalau saya instal game Solitaire di komputer kantor? Biar nggak spaneng kalau lagi nunggu loading data."

Aruna hanya bisa menggelengkan kepala. Setidaknya, kehadiran Bambang yang aneh ini membuat atmosfer rumah tidak lagi terasa seperti pemakaman tiap harinya.

Bersambung....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Bab 23: Siapa Papa Besar?

...**Author Note:**...

...Nah, kan! Ada bumbu komedi dikit lewat si Bambang biar lo nggak tegang-tegang amat, Bestie! Tapi rahasia tentang 'Papa Besar' ini bakal jadi pintu masuk kita ke konflik yang lebih luas. Ternyata Kenzo punya peran penting yang nggak disangka-sangka!...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!