NovelToon NovelToon
Benih Rahasia Sang Mantan

Benih Rahasia Sang Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Single Mom / Penyesalan Suami
Popularitas:14.8k
Nilai: 5
Nama Author: Septi.sari

Satu malam kelam menumbuhkan benih kehidupan dalam diri Miranda. Namun naasnya, hubungan terlarang itu di ketahui sang Majikan, yang tak lain Ibu dari kekasihnya~Ezar Angkasa.

Merasa tidak terima atas hubungan itu, Majikanya memfitnah Miranda secara keji, dan mengharuskan gadis malang itu angkat kaki dari rumah dalam keadaan berbadan dua.

5 tahun berlalu~

Miranda mencoba bangkit. Melamar kerja pada sebuah perusahaan ternama di kotanya. Namun siapa sangka, Bos barunya itu.....? Dia adalah Ezar Angkasa, mantan kekasihnya 5 tahun yang lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septi.sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Ezar dan Bu Ria membolakan mata lebar. Miranda lagi? Itulah cuitan dari hati Ria yang menunjukan wajah geram. Sementara Ezar, adiknya merasa tak terima sekaligus penasaran, untuk apa Kakaknya menemui sang mantan kekasih.

Dewa sudah berjalan kembali. Mustahil akan menunggu balasan yang tak perlu dirinya jawab lagi.

"Mas... Tunggu!" Ezar mencoba menghentikan.

Dewa tetap saja berjalan sembari menjawab rendah, "Naiklah ke atas!" kalimat singkat itu membuat Ezar mengikuti ucapan kakaknya.

Dibawah, Ria menggeram. Napasnya mulai terengah tak terkendali. Ada perasaan cemas sekaligus benci, melihat kedua putranya masih terikat pada mantan Babunya dulu.

"Aku nggak bisa kalau hanya diam seperti ini. Aku harus mencari keberadaan anak itu. Dan aku nggak akan biarkan Babu itu sampai kembali lagi dengan Ezar!" Ria tampak mengeluarkan gawainya, lalu berjalan keluar sambil menghubungi seseorang.

Kali ini Dewa tidak masuk ke kamarnya. Ia membuka pintu teras, berdiri dengan tatapan dingin, hingga tak lama itu Ezar datang berjalan ke depan.

Ada perasaan tidak terima namun pria itu mencoba tenang, tak mungkin pria gila seperti Dewa tau apa artinya cinta. "Mas Dewa tahu dimana keberadaan Miranda?"

"Aku tahu semuanya. Termasuk kejadian 5 tahun yang lalu!"

Ezar terbelalak. Tarikan napasnya mulai berat. "Maksud Mas Dewa?"

Barulah Dewa menatap adiknya sangat kuat. Rasanya geram. Ingin meninju kepala Ezar sekuat mungkin. Bagaimana bisa adiknya bagaikan boneka? Diam saja. Hanya mengadalkan amarah. Lalu percaya saja dengan Ibunya.

"Aku sangka, selama ini kamu itu cukup pintar untuk mengelola perusahaan. Tapi nyatanya... Mengungkap kasus hal yang menimpa Miranda saja tidak bisa. Untuk apa kamu sekolah sampai ke Luar Negeri jika tidak dapat menemukan siapa pria yang meniduri Miranda pada saat itu!"

Kecaman Dewa membuat Ezar cukup tersentuh. Selain kagum mendengar Kakaknya dapat bicara sebanyak itu, Ezar juga cukup berpikir mengenai siapa pria itu. "Mas... Aku sudah melihat bukti rekamannya. Tapi...."

"Tapi kamu lebih percaya begitu saja kepada Mamah, tanpa mencari tahu kebenaran yang sesungguhnya!" sambar Dewa.

Ezar kembali terdiam. Kalimat itu tercekat dalam tenggorokanya saja.

"Besuk Papah akan pulang! Rekaman Cctv aku sembunyikan di file laptop Papah. Mungkin jika di rumah ini, maka percayalah, semuanya akan musnah!" Mungkin jika Ezar bukan adik kandungnya, niscaya saja, dalam keadaan pikiran kosong, Dewa bela-belakan malam tidak tidur, dan segera memindahkan bukti rekaman Cctv ke laptop yang akan di bawa Papahnya tugas ke Luar Negri. Dan benar saja, setelah kejadian itu, Ria merusak akses Cctv di rumahnya sendiri.

Ezar masih belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Jika kejadian itu Papahnya di rumah, kenapa Pak Baskara hanya diam. Itulah beberapa asumsi yang dulu menyumpal dalam kepala Ezar.

"Kenapa Papah ngga tahu masalah ini? Papah tahunya jika Miranda keluar karena ketahuan tidur dengan pria lain," bantahnya.

"Papah baru tiba di rumah pukul 9 pagi. Sementara Mamah mengusir Miranda pukul 5 pagi, Ezar! Tapi untuk sekarang, semuanya percuma. Sekuat apa pun kamu mencari tahu... Miranda sekarang sudah berkeluarga. Dia sudah memiliki suami dan anak." Dewa kembali menatap ke depan. Disana, ada sebuah harapan yang baru saja hancur.

Ezar segera pergi entah kemana. Mungkin hanya sekedar memastikan, apakah Papahnya akan pulang besuk atau tidak.

*****

Pagi harinya,

Pagi sekali Miranda sudah megantarkan Tama ke rumah sang mertua karena pagi ini ia akan menuju konfeksi tempat pertamanya bekerja.

"Nanti kalau Bunda udah pulang, Bunda jemput. Tama jangan nakal ya kalau di sekolah," peringat Miranda.

"Oke, Bunda," setelah salim kepada Bundanya, Tama beregas masuk ke dalam bersama sang Nenek.

Masih pagi, mungkin setengah 7. Sementara kerja Miranda kata Afran masuknya setengah 8. Dalam perjalanan pulang itu, Miranda sudah tidak sabar, ingin segera memulai hari pertamanya dalam bekerja.

Akan tetapi-

Mobil? Miranda mengendurkan gas motornya, hingga ia tiba di depan rumahnya. Tepat di depan pagar rumahnya ada sebuah mobil cukup mewah. Dan setelah Miranda turun, berniat ingin menghampiri mobil tadi, seseorang keluar.

"Nanda? Ada apa?" Miranda terkejut melihat Asisten Ezar datang kepadanya.

" Mbak Miranda... Kamu diminta Pak Ezar berangkat ke kantor!"

Miranda mengernyit. Mendengar kalimat Ezar saja hatinya terasa muak. "Untuk apa? Saya sudah memutuskan keluar! Lebih baik bilang sama Bos kamu yang belagu itu, kalau saya nggak mau lagi kerja di kantornya. Lagian... Saya juga sudah dapat kerjaan!"

"Tapi Mbak... Pak Ezar akan marah jika Anda menolak!" Nanda masih berusaha, meskipun meyakinkan wanita bagaikan menguras seisi lautan.

Lelah. Percuma.

"Tapi saya tidak peduli, Mas Nanda! Mau raja sekalipun, jika saya sudah benci, nggak akan saya datangi lagi," kecam Miranda. Setelah itu Miranda masuk begitu saja meninggalkan Nanda seorang diri.

Nanda frustasi. Menggaruk kepalanya yang tiba-tiba terasa gatal dan panas.

"Jika kamu tidak dapat membawa Miranda kembali... Maka saya akan memotong bonusmu akhir pekan ini!"

Kalimat itu terngiang. Bahkan, dirinya rela sampai belum sarapan sepagi itu. Nanda tetap berusaha. Tidak menyerah begitu saja. Ia menghampiri ke rumah Miranda dengan menampakan wajah melasnya.

Tok!

Tok!

"Mbak, ayolah... Jangan mempersulit hidup saya," ucap Nanda di ambang pintu Miranda.

Di dalam, Miranda yang sibuk menyiapkan bekal, jelas merasa geram dengan pemaksaan itu. "Mas Nanda lebih baik pulang! Nanti kalau Bos kamu marah, suruh hubungi saya langsung biar saya marahi sekalian dia!" serunya dari dalam.

Nanda benar-benar frustasi. "Ya udah deh! Tapi bener loh... Mbak Miranda yang tanggung jawab! Saya pamit!"

Huh... Miranda menghela napas dalam. Pagi-pagi sudah ada drama yang datang. Tak memikirkan Ezar lagi, Miranda bergegas mandi dan bersiap-siap.

"Bismillah...."

Motor Miranda kembali melaju membelah kepadatan Ibukota. Ia saat ini sudah tiba di depan perusahaan garmen terbesar. Sebelumnya, Afran meminta dirinya datang ke tempat itu terlebih dulu.

"Ada apa ya? Bukanya aku di suruh ke konfeksi. Kok jadi perusahaan ya?" Miranda masih bingung, berdiri di tengah-tengah halaman sambil membaca pesan Afran tadi malam.

Entah mengapa, perasaan Miranda mendadak cemas.

Di sebrangnya. Ada sebuah mobil bewarna putih berhenti. Seorang wanita cantik dibalik abaya mewah serta jilbab senada, kini turun dengan wajah tenang cukup menenggelamkan.

Lita.

Wanita cantik itu menghampiri Miranda.

"Ehem!" deheman itu membuat fokus Miranda teralihkan.

Miranda sedikit memiringkan wajahnya, lalu tersenyum kaku menatap wanita di depanya.

"Kamu yang bermama Miranda 'kan? Janda yang anaknya selalu mengejar-ngejar Mas Afran?!"

Kalimat sinis itu membuat Miranda tersentak. Janda? Haruskah kalimat itu keluar dari mulut wanita cantik dibalik jilbabnya.

Ya Allah... Apakah sehina itu menjadi seorang Janda?

Miranda menghela napas dalam, tiba-tiba saja dadanya terasa penuh. "Maaf, apa maksud kamu bicara seperti itu?"

1
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up thor
Meliandriyani Sumardi
lanjut kak
Nesya
dasar maruk wanita jahat, lanjut thor
Nesya
hhmm muak kali ama ezar
Anonim
Jangan lama lama bersambung nya dong🥹
Meliandriyani Sumardi
semoga jodohnya miranda itu dewa...
Ig:@septi.sari21: kita doakan ya kak❤
total 1 replies
delis armelia
sedih banget jadi miranda
Ig:@septi.sari21: sangat kak💔
total 1 replies
I Love you,
dasar cowo letoi😤😤😤😡
Nesya
masih aja zuudzon ama miranda pengen tk 👊🏻👊🏻 akan nyesel kamu erza setelah tau kebenaran tentang miranda
Ayesha Almira
ni c erza suka skli memfitnah miranda...smga miranda enggan kembali bersma erza...
Ig:@septi.sari21: agak agak emang💔
total 1 replies
Nesya
kasihan miranda selalu di kelilingi orang2 toxic
Ig:@septi.sari21: potek hatinya🥀💔
total 1 replies
Nesya
ibu kandung dewa
Ig:@septi.sari21: ibunya Ezar juga kak💔
total 1 replies
I Love you,
😤😤😤 kesel lama lama..jahat banget
Ig:@septi.sari21: miranda kek serba salah💔
total 2 replies
Nesya
ngeselin bgt si lita g beradab
Ayesha Almira
lom da kebahagian yg akn menghampiri miranda
Nesya
tenang dewa, miranda udah janda, janda cantik soleha lagi.. bebas pedekate wkwk🤭
Meliandriyani Sumardi
lita berjilbab tapi ga punya etika dan adab...percuma....ditinggal sama arfan baru tau kamu lit...lanjut kak
I Love you,
waduh😭😡😤 tidak di akui karna miskin?!!😤😤😤😡
Ig:@septi.sari21: kasihan kak💔
total 1 replies
I Love you,
waduh😭😡😤 tidak di akui karna miskin?!!😤😤😤😡
Nesya
dihh ibu durhaka
Ig:@septi.sari21: jahat banget ya kak💔
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!