seorang wanita cantik turun dari motor merapikan rambut panjang yang sedikit berantakan tertiup angin,lalu ia melangkah menuju fakultasnya,karna melangkah sambil menunduk melihat handphone kakinya tersandung batu, tubuhnya tersentak ke depan Aluna memejamkan mata karna dia yakin tubuh nya sebentar lagi akan mencium tanah, tapi setelah beberapa saat dia tidak merasakan sakit justru dia merasa tubuh nya ada yang menahan, saat Aluna membuka mata pandangan nya berhenti pada sorot mata tajam nan dingin..
penasaran dengan ceritanya? yuk lanjut baca🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen kaka Agustin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Pagi2 sekali Aluna sudah rapih mengenakan setelan kantor nya
Dia menuruni tangga dengan langkah pelan menuju dapur
Rencananya hari ini dia akan membuat bekal makan siang untuk dirinya dan Alfian
Kemarin dia mengeluh kepada calon suaminya
Kalau dia mulai bosan dengan makanan kantin
Jadi dia berinisiatif membuat bekal untuk makan siang nanti
Aluna mengenakan apron
Lalu mulai memasak
Dia akan membuat sambal goreng,
Tumis tempe kacang panjang dan
ayam goreng bawang putih
Semalam dia melihat food vloger
makan ayam goreng bawang putih rasanya dia juga ingin sekali mencobanya
Jadilah sekarang dia memasak menu itu.
Setelah 30 menit Aluna selesai, masakan nya sampai tercium ke penjuru rumah
Aluna memasak agak banyak sengaja,
Untuk orang rumah juga,
Dia mengambil tempat bekal
Lalu menata nasi dan lauk untuk di bawanya nanti.
Sera melangkah masuk kedapur
"wah harum sekali, kamu masak apa sayang" tanyanya penasaran , karna baunya tercium hingga ruang tamu.
"Luna masak, tumis ,sambal sama ayam goreng bawang putih, ayo mommy harus cicipi dulu bagaimana rasanya karna ini resep baru yang Aluna liat tadi malam di aplikasi toktok" jawabnya antusias
Mata Sera berbinar lalu duduk dan mulai mencicipi masakan putrinya
"ini enak sekali sayang, benar2 enak," ucapnya sambil menyuap daging kedalam mulut.
Bisa Aluna lihat ibunya sangat menikmati masakan nya .
"duh mommy ingin nambah tapi Daddy dan abangmu belum turun, sebentar mommy panggil dulu" ucapnya sambil berlalu menuju lantai atas .
Aluna tertawa kecil melihat tingkah mommy nya,
Dia lalu menyimpan kotak bekal ke dalam paperbag 2 botol air mineral , buah2 yang sudah dia potong dan terahir cemilan sehat ,
Tak lama terdengar langkah kaki
Daniel,Sera dan Darren duduk di meja makan
Aluna pun ikut duduk
"mas kamu harus coba masakan putri kita,rasanya sangat enak" ujarnya dengan antusiasme,
Daniel tersenyum hangat " iya mom, baunya saja berbeda dari masakan biasanya" jawabnya
Sera mengambil nasi dan lauk untuk daniel
Lalu untuk dirinya juga
Begitu pula Darren dan Aluna sama2 mengambil nasi
Mereka makan dengan tenang dan lahap
Mata Daniel dan Darren berbinar mereka sangat menikmati masakan Aluna
Ternyata benar yang di katakan istrinya
masakan putrinya sangat sedap dia sampai nambah 2 kali
biasanya jika sarapan Daniel jarang nambah
Katanya masih pagi , jadi harus secukupnya
Tapi ucapannya tidak berlaku untuk pagi Ini
"dek, ini resep baru yah, enak sekali Abang suka, tolong buatkan bekal untuk Abang nanti makan siang yah" ucap Darren
"iya itu resep baru bang, syukurlah kalau semua suka, nanti setelah makan Aluna buatkan bekal untuk Abang" jawabnya bahagia ...
Daniel pun sama dia ingin di bawakan bekal juga oleh istrinya ,
setelah selesai membuat bekal untuk abangnya Aluna merapikan penampilan nya sedikit
Lalu berpamitan ke orangtuanya, karna Alfian sudah menjemputnya di depan Mansion.
Darren juga berangkat di waktu yang sama,
Sera yang juga sudah menyiapkan bekal untuk suaminya ,
Dia mengantar Daniel sampai depan Mansion.
......................
Di kantor
Aluna benar2 sibuk, dia mengerjakan semua pekerjaannya Hari ini karna besok dia sudah mulai cuti,
Dia mau semua selesai
Agar saat cuti dia merasa tenang
Karna sudah bertanggung jawab dengan pekerjaan nya.
Rencananya saat dia cuti nanti pekerjaan nya akan di handle orang kepercayaan papa Ammar .
Saat waktu makan siang tiba
Aluna merenggangkan otot2nya yang kaku
menyandarkan tubuh di sandaran kursi
Memejamkan mata sejenak
Sebelum beranjak untuk makan siang di ruangan Alfian .
Sekarang dia sudah di ruangan Alfian
Duduk di sopa lalu membuka bekal yang dia bawa menatanya di meja
Alfian mencuci tangan lalu ikut duduk di sebelah Aluna
"masak apa yang, kok baunya harum sekali" tanyanya
"tumis tempe kacang panjang,sambal goreng dan ayam goreng bawang putih, mas harus cob ini menu baru yang aku masak" jawabnya sambil tersenyum hangat
"tentu saja mas akan mencobanya,, bau nya saja sudah enak apalagi rasanya" pujinya jujur
Bahkan perutnya sudah keroncongan
Aluna menyodorkan piring ke arah Alfian
Ada nasi dan lauk pauk lengkap
Lalu dia mengambil untuk dirinya sendiri
Alfian makan dengan lahap , matanya berbinar "ini enak sekali sayang, sangat " katanya
"terimakasih mas" jawab Luna
"mulai hari ini, menu ini jadi makanan favorit mas " jawabnya
Aluna tersenyum senang, dia sangat bahagia karna masakan nya disukai semua orang terutama calon suaminya.
"iya mas, " jawabnya
Mereka melanjutkan makan dengan tenang
Alfian bahkan sampai nambah
Untung saja Aluna membawa nasi agak banyak tadi.
selesai makan Aluna merapihkan tempat bekal dan meja
Lalu dia berpamitan untuk keruangan nya
Alfian mendekati Aluna
Mencium keningnya lama
"terimakasih untuk makan siang nya sayang"
"sama2 mas, Luna ke ruangan dulu yah masih ada sedikit pekerjaan" ucapnya lembut
"iya sayang" jawabnya
Aluna tersenyum tipis dan melangkah meninggalkan ruangan Alfian.
......................
Disebuah rumah sederhana seorang wanita muda
tengah protes kepada ibunya
"Bu aku gak terima, kenapa mas Fian malah nikah sama orang lain, bukan nya ibu bilang Bulik Mita mau menjodohkan aku sama mas Fian" ujarnya kesal
"ibu juga tidak tau, rencananya ibu hari ini mau kerumah Bulik mu, " jawabnya
"ya sudah tunggu apa lagi ayo kita ke sana sekarang" ajak si wanita sambil menarik tangan ibunya
ibunya menghela nafas berat, "ya sudah ayo"
Mereka berdua menaiki motor menuju rumah nenek Mita
mereka adalah kerabat jauh dari Hanggono.
Setelah sampai di depan rumah Hanggono
Ibu dan anak itu melangkah mendekati pintu
memencet bel
Tidak lama pelayan membukakan pintu
"apa mbak Mita ada bi" tanyanya
"ada Bu sedang minum teh di ruang tamu, mari silahkan masuk" jawabnya sopan mempersilahkan tamu untuk masuk.
Lalu ibu dan anak itu melangkah masuk
Di ruang tamu Mita yang mendengar langkah kaki langsung menoleh
Dia tersenyum tipis " Rahayu, ganis sini duduk" ucapnya
mereka duduk berhadapan dengan Mita
Sebenarnya Mita sudah tau 2 orang di depan nya ini datang untuk apa, tapi dia pura-pura tidak tahu, menyambut seperti biasa
menyuruh pelayan menyiapkan minum dan kudapan
"ada apa kalian kemari?, apa undangan pernikahan Alfian sudah sampai" tanyanya
Rahayu tersenyum kaku,sedang Rengganis memaksakan senyum manis di hadapan buliknya.
"sudah mbak, kemarin kami menerimanya" jawab Rahayu gugup
"syukurlah, lalu apa kalian akan hadir ? " tanyanya lagi
Rengganis yang greget ibunya tidak kunjung bicara
" maaf Bulik, bukan nya dulu Bulik berkata bahwa mas Fian akan Bulik jodohkan sama ganis" ucapnya
Mita tersenyum tipis, akhirnya dia bicara juga
"hm,, iya Bulik ingat tapi itu dulu, sekarang Alfian sudah memilih calon nya sendiri, Bulik tidak bisa memaksa" jawabnya santai
Rahang Rengganis mengetat, dia menhan emosi, raut wajah yang tadi terlihat anggun pun berubah saat mendengar ucapan santai Bulik nya
"tapi tidak bisa seperti itu Bulik, mas Alfian harusnya menikah sama aku, Bulik jangan ingkar janji" ucapnya nadanya naik satu oktaf
Rahayu terkejut mendengar putrinya membentak Mita
tapi mita hanya tersenyum miring mendengarnya
dugaannya benar wanita muda yang ada di depan nya ini memang tidak pantas untuk cucunya ..
udah baca ceritanya malah berhenti di tengah jalan lagi...
awas aja... 😤😤