NovelToon NovelToon
Warisan Sembilan Naga : Sang Penakluk

Warisan Sembilan Naga : Sang Penakluk

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

**INI ADALAH BOOK KE 2 DARI SEMBILAN GULUNGAN NAGA LEGENDARIS.**

Ketika seluruh semesta terancam, satu pemuda harus memilih: menjadi monster yang menyelamatkan dunia, atau tetap manusia dan membiarkan semua musnah.

Lin Tian, kehilangan segalanya, karena invasi entitas misterius yang melahap dimensi. Kini, sebagai pewaris teknik "Orkestrasi Sembilan Naga," ia melintasi batas dimensi untuk berburu Master mereka: Pemangsa Dimensi yang mengancam 30 dimensi sekaligus.

Di Dimensi Asura, dimensi pejuang brutal, Lin Tian menemukan kekuatan... tapi hampir kehilangan kemanusiaannya. Antara latihan mematikan, pertarungan melawan entitas cerdas, dan persahabatan yang tak terduga, ia belajar kebenaran paling sulit: kekuatan tanpa hati adalah tirani, tapi hati tanpa kekuatan adalah kehancuran.

Bisa kah ia menyelamatkan alam semesta tanpa kehilangan jiwanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 : Misi Pertama

Ruang perang milik Kharos dipenuhi peta dimensi, simbol energi, dan berbagai laporan pertempuran.

Aura tempat itu terasa jauh lebih serius dibanding arena latihan.

Kharos berdiri di depan meja strategi besar sambil memandang keempat muridnya.

"Turnamen sudah selesai. Kalian telah membuktikan kemampuan kalian."

Tatapan emasnya menyipit tajam. "Sekarang waktunya menghadapi pertarungan sesungguhnya."

Suasana ruangan langsung berubah hening.

"Misi."

Kharos menggerakkan tangannya, memperlihatkan wilayah tertentu di peta dimensi.

"Dimensi Asura sesekali mengalami entitas penyusup. Beberapa titik penghalang dimensi melemah dan makhluk-makhluk itu berhasil menyusup masuk."

Tatapannya menyapu keempat muridnya satu per satu. "Tugas kalian adalah menyelidiki salah satu titik lemah tersebut."

"Jika memungkinkan, hancurkan ancamannya."

"Jika terlalu berbahaya, mundur dan laporkan."

Lalu ia mulai menjelaskan detail misi. Lokasi target berada di Zona Perbatasan Theta-7.

Jaraknya sekitar dua ratus kilometer dari wilayah utama Asura.

Perjalanan diperkirakan memakan waktu satu hari penuh.

Tujuan misi mereka jelas: Mengidentifikasi titik lemah penghalang dimensi, menghitung jumlah dan kekuatan Entitas, mengeliminasi mereka jika memungkinkan dan mundur bila situasi tidak dapat dikendalikan

Tatapan Kharos berubah serius. "Tingkat bahayanya tinggi, kekuatan musuh masih belum diketahui dan bahkan kematian sangat mungkin terjadi."

Kesunyian beberapa detik memenuhi ruangan. Lalu Lin Tian langsung merasakan jantungnya menegang.

Entitas, akhirnya.

Selama berbulan-bulan ia memburu mereka sendirian. Dan sekarang, misi resmi ini justru sejalan dengan tujuan pribadinya.

Kesempatan untuk mendapatkan informasi baru. Kesempatan untuk mendekati dalang sebenarnya.

"Siap." Lin Tian menjawab tanpa ragu. Yang lain langsung menyusul. "Kami siap."

Kharos mengangguk puas.

"Bagus, berangkat besok saat fajar dan malam ini gunakan untuk persiapan."

Tatapannya berhenti sedikit lebih lama pada Lin Tian.

"Dan Lin Tian. Kau harus ekstra berhati-hati. Entitas adalah musuh yang sudah pernah kau hadapi sebelumnya. Gunakan pengetahuan mu, tetapi jangan gegabah."

Lin Tian mengangguk pelan. "Dimengerti."

Malam Sebelum Keberangkatan, Keempat murid berkumpul untuk mempersiapkan perlengkapan dan strategi.

Zhen'ar langsung mengambil peran sebagai pemimpin seperti biasa.

"Misi ini berbeda dengan turnamen, ini bukan pertarungan latihan."

Tatapan peraknya tajam.

"Ancaman kali ini nyata, prioritas utama kali ini adalah investigasi, untuk pertempuran hanya dilakukan bila perlu. Dan bertahan hidup lebih penting daripada ego."

Semua langsung mengangguk setuju.

Mira'tok mencoba mencairkan suasana dengan senyum kecil.

"Aku belum pernah melawan Entitas sebelumnya, pasti ada gugup sedikit…"

Ia tertawa kecil.

"Tapi kita punya tim. Itu membuatku jauh lebih percaya diri."

Khor'sal menyilangkan tangan nya sambil mendengus.

"Bahaya mereka sudah sering kudengar, tapi kita sudah berlatih keras. Aku sudah siap."

Sementara itu, Lin Tian justru terdiam cukup lama. Pikirannya dipenuhi ingatan.

Berbulan-bulan memburu Entitas, ribuan yang sudah ia bunuh. Namun semua itu tidak bisa ia ceritakan sepenuhnya.

Terlalu banyak pertanyaan akan muncul. Dan misinya yang sebenarnya masih harus dirahasiakan.

Zhen'ar memperhatikan perubahan ekspresi kecil itu.

"Lin Tian, apakah ada yang mengganggumu?"

Lin Tian menghela napas pelan sebelum menjawab. "Aku pernah menghadapi mereka sebelumnya."

Semua langsung menoleh padanya.

"Di Alam Rendah entitas pernah menyerang dunia kami."

Tatapan Mira'tok langsung membesar. "Jadi kau benar-benar punya pengalaman melawan mereka?!"

Lin Tian mengangguk pelan. "Beberapa informasi mungkin bisa membantu."

Ia mulai menjelaskan secara singkat.

"Entitas memiliki beberapa tipe, biasanya tidak punya kecerdasan, untuk prajurit lebih kuat dan lebih terorganisir."

"Sedangkan Pemimpin mereka memiliki kecerdasan tinggi."

Tatapannya berubah serius.

"Titik lemah mereka ada di inti spiritual. Biasanya berada di bagian tengah tubuh. Kalau inti itu tidak dihancurkan, mereka bisa beregenerasi."

Ekspresi Khor'sal langsung berubah lebih fokus. "Jadi serangan biasa tidak cukup."

"Benar." Lin Tian melanjutkan. "Mereka juga sering menyerang dalam jumlah besar."

"Semakin lama pertarungan berlangsung, semakin berbahaya situasinya."

"Karena itu kita harus membunuh seefisien mungkin."

Zhen'ar mengangguk pelan. "Informasi ini sangat berharga. Strategi kita akan disesuaikan, target utama: inti spiritual."

Lin Tian merasa sedikit lega. Setidaknya informasi itu akan membantu timnya bertahan hidup. Dan untungnya, mereka tidak terlalu banyak bertanya soal masa lalunya.

Keesokan paginya, mereka berangkat saat fajar.

Empat murid Kharos bergerak dalam formasi perjalanan standar.

Dimensi Asura sendiri sebenarnya sudah cukup keras dan berbahaya. Namun semakin mendekati Zona Perbatasan... Lingkungannya berubah jauh lebih buruk.

Tanah mulai retak-retak tidak stabil. Ruang di beberapa tempat terlihat bergetar aneh.

Energi dimensi terasa kacau dan tidak seimbang. Bahkan udara terasa lebih berat untuk dihirup.

Dan semakin jauh mereka melangkah, semakin jelas satu hal terasa.

Kehadiran Entitas.

Tekanan asing yang dingin dan menjijikkan perlahan memenuhi area sekitar.

Setelah dua belas jam perjalanan, mereka akhirnya mulai mendekati Zona Theta-7.

Dan suasana langsung berubah jauh lebih mencekam.

Zhen'ar langsung menghentikan langkahnya. Tatapan peraknya menyipit tajam ke depan.

"Aku mendeteksi energi asing. Kehadiran Entitas sudah dipastikan, sementara jumlah pastinya belum jelas."

Ia perlahan mengangkat tombaknya.

"Siapkan Formasi tempur, dan maju dengan hati-hati."

Keempatnya langsung bergerak ke posisi masing-masing tanpa ragu.

Zhen'ar berada di depan sebagai pengintai utama karena kemampuan indra spiritualnya paling kuat.

Khor'sal berdiri sedikit di depan sebagai pelindung garis utama.

Mira'tok bergerak di sisi luar sebagai penyerang cepat dan respons darurat.

Sementara Lin Tian berada di belakang sebagai pendukung sekaligus pendeteksi Entitas.

Mereka terus maju perlahan melewati wilayah yang retak-retak akibat ketidakstabilan dimensi.

Lin Tian memejamkan mata sesaat.

Indra spiritualnya langsung menyebar luas ke area sekitar.

Beberapa detik kemudian, ekspresinya berubah serius.

"Aku mendeteksi sekitar dua puluh Entitas, sebagian besar prajurit rendah, dan ada beberapa prajurit menengah."

Ia berhenti sejenak.

"Dan kemungkinan satu Pemimpin."

Mira'tok langsung menoleh cepat.

"Pemimpin?"

"Itu yang cerdas?"

Lin Tian mengangguk pelan.

"Ya."

"Energinya jauh lebih kuat dibanding yang lain. Dan pola pergerakan mereka terlihat terlalu terorganisir."

Zhen'ar langsung memahami bahayanya. "Pemimpin nya berarti ancaman utama."

Lin Tian melanjutkan dengan nada serius.

"Minimal setara Jiwa Baru Lahir. Kalau yang ini lebih kuat… mungkin sudah mendekati Tranformasi Jiwa."

Khor'sal menggenggam pedangnya lebih erat. "Empat lawan dua puluh masih bisa diatasi. Tapi Pemimpin itu cukup mengkhawatirkan."

Zhen'ar segera mengambil keputusan.

"Prioritas pertama: Prajurit Bawah. Kedua: Prajurit Menengah. Dan terakhir Pemimpin mereka kita serang bersama-sama."

Tatapannya menyapu seluruh tim. "Tidak ada yang bertarung sendirian."

Semua langsung mengangguk. "Dimengerti."

Tidak lama kemudian, mereka akhirnya melihat sumber gangguan tersebut.

Di depan mereka terdapat robekan dimensi besar yang membuat ruang di sekitarnya terus retak dan bergetar.

Dan dari celah itulah para Entitas mulai keluar. Lima belas Prajurit Bawah langsung bergerak lebih dulu.

Makhluk-makhluk itu menyerbu tanpa pikir panjang seperti binatang liar.

Empat Prajurit Menengah muncul di belakang mereka dengan gerakan jauh lebih teratur.

Dan jauh di belakang nya, satu sosok berdiri diam sambil mengamati.

Pemimpinnya.

Lin Tian langsung berseru. "Prajurit rendah menyerang! Jaga formasi!"

Detik berikutnya, Khor'sal langsung meraung sambil maju paling depan.

"Prajurit Rendah ! Hancurkan!"

"Hantaman Gunung!"

BOOOOM!

Pedang raksasanya menghantam tanah dan langsung menghancurkan lima Prajurit Rendah sekaligus.

Di sisi lain, Mira'tok menghilang seperti kilat.

"Langkah Petir!"

"Badai Pedang!"

Tubuhnya bergerak cepat melewati medan perang sambil menebas empat Prajurit Rendah dalam hitungan detik.

Zhen'ar tetap berada di tengah formasi.

Tombaknya berputar dengan gerakan sempurna.

"Badai Sunyi — Bentuk ke Lima."

Tiga Prajurit Rendah langsung tertusuk tepat di inti spiritual mereka.

Sementara itu, Lin Tian mengangkat tangannya dari belakang.

"Napas Naga!"

Ledakan sembilan elemen langsung menyapu area depan. Tiga Prajurit Rendah terakhir langsung terbakar habis.

Seluruh Prajurit Rendah musnah hanya dalam lima belas detik. Namun pertarungan belum selesai.

Keempat Prajurit Menengah langsung bergerak maju.

Dan berbeda dari Prajurit Rendah, Mereka benar-benar menggunakan strategi.

Salah satu mencoba memancing perhatian. Dua lainnya bergerak memutar untuk memisahkan formasi tim.

Yang terakhir menyerang dari sisi buta.

Zhen'ar langsung memberi instruksi. "Mereka mencoba memecah formasi, rapatkan posisi."

Pertarungan langsung berubah lebih intens. Khor'sal bentrok langsung dengan satu Prajurit Menengah menggunakan kekuatan murni.

Mira'tok bertarung cepat melawan Prajurit Menengah lain yang ternyata mampu mengimbangi kecepatannya.

Zhen'ar menghadapi lawannya dengan teknik tombak yang jauh lebih kuat.

Dan Lin Tian menggunakan kendali elemennya untuk menekan Prajurit Menengah terakhir.

Pertarungan berlangsung sekitar tiga menit.

Namun akhirnya, keempat prajurit menengah berhasil dikalahkan.

Masing-masing inti spiritual mereka dihancurkan agar tidak bisa beregenerasi.

Lin Tian baru saja menghembuskan napas ketika tiba-tiba merasakan sesuatu.

Pemimpin nya mulai bergerak.

1
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Mat
seru, semangat thor💪
Rinaldi Sigar
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!