Ketika efisiensi bertemu dengan kekacauan, siapa yang akan benar-benar menaklukkan siapa?
"Cinta bukan soal efisiensi, tapi tentang bagaimana ia membuatmu kehilangan kendali."
Kisah tentang Ben Arganza, asisten dingin dan merupakan bayangan Baron Frederick yang sedang menjadi target penaklukan seorang gadis ceroboh bernama Lala Narayan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bhebz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 Paket Misterius
Gita tidak bisa menahan rasa penasarannya. Sejak Ben memberikan jawaban singkat dan dingin tentang pemecatan Lala, intuisi Gita sebagai wanita mengatakan ada sesuatu yang tidak beres.
Ditambah lagi, desain lounge yang ditinggalkan Lala adalah satu-satunya hal yang membuat mansion ini terasa seperti "rumah" baginya.
Saat Ben bergegas ke pos keamanan untuk mencegat paket tersebut, Gita yang baru saja selesai memantau persiapan kamar bayi, menyelinap dengan langkah pelan menuju ruang pemeriksaan keamanan di lantai dasar melalui lorong samping.
Dari balik pintu yang sedikit terbuka, ia melihat paket berukuran sedang yang dibungkus dengan kertas kado artistik—sangat jauh dari kesan paket logistik biasa.
Ben berdiri di dekat meja, menatap paket itu dengan sorot mata yang sulit diartikan; antara waspada dan... sesuatu yang lebih dalam.
"Lala Priscilla?" bisik Gita pelan saat melihat label pengirim yang tertera di sudut kotak.
Matanya berbinar. Tanpa memedulikan risiko yang akan ia terima jika Baron tahu ia menguping, Gita melangkah masuk. "Ben! Itu paket dari Lala, kan?"
Ben tersentak, tubuhnya menegang seketika. Ia dengan cepat menutupi paket itu dengan tubuhnya, seolah-olah ia baru saja tertangkap basah melakukan sesuatu yang terlarang.
"Nyonya, Anda seharusnya berada di kamar. Tempat ini tidak aman," ucap Ben tegas, suaranya naik satu oktaf, mencoba mengalihkan perhatian Gita.
Namun Gita sudah terlanjur melihat nama itu.
"Aku mengenalinya! Itu nama yang ada di kartu nama yang dia berikan saat presentasi proyek lounge. Aku sangat terkesan padanya, Ben. Dia ceroboh, tapi visinya tentang interior sangat hangat. Kenapa dia mengirim paket? Apa dia mengirimkan desain untuk kamar bayi?"
Gita melangkah lebih dekat, mengabaikan tatapan tajam Ben. Dengan sisa tenaga yang ia miliki karena kehamilannya, ia berhasil melihat sekilas isi paket itu ketika Ben terpaksa sedikit bergeser karena refleks menjaga keseimbangan Gita yang hampir tersandung.
Di dalam kotak itu bukan hanya desain, melainkan sebuah lukisan cat air lembut bertema nursery dengan dekorasi gantung yang sangat cantik dan feminin—gaya yang sangat khas Lala.
"Lihat! Dia masih mengingat keinginanku tentang tema kamar bayi!" Gita bersorak girang, wajahnya memerah karena bahagia. "Ben, dia tidak benar-benar dipecat karena ceroboh, kan? Lihat betapa detailnya ini. Dia pasti masih ingin membantu kita!"
Ben terdiam. Rahangnya yang tadinya mengeras kini terasa kaku. Ia tidak bisa menjelaskan pada Gita bahwa paket ini bukan sekadar hadiah, melainkan sebuah sinyal.
Sebuah bukti bahwa Lala—gadis yang ia "lepaskan" tujuh bulan lalu—telah kembali ke radar, dan yang lebih buruk, gadis itu tahu persis bagaimana cara menembus pertahanan mansion ini.
"Nyonya, tolong dengarkan saya," Ben mencoba mengambil kembali kendali, tangannya terulur untuk mengambil paket itu dari jangkauan Gita. "Kita tidak tahu apa isi sebenarnya dari paket ini. Mungkin ada alat pelacak, mungkin ada sesuatu yang berbahaya. Tolong, serahkan padaku untuk diperiksa di laboratorium."
"Kau terlalu curiga, Ben!" Gita menarik paket itu, memeluknya erat seolah itu adalah benda berharga. "Jangan terlalu kaku! Dia hanya seorang desainer, bukan agen rahasia. Aku akan memberitahu Baron bahwa aku yang memintanya mengirimkan ide ini. Aku merindukan sentuhannya di rumah ini."
Ben terpaku. Ia melihat Gita berjalan keluar dari ruang keamanan dengan wajah berseri-seri, meninggalkan Ben yang kini hanya bisa mematung di tengah ruangan yang sunyi.
Ben menatap tangannya sendiri, lalu ke arah pintu. Ia tahu, dalam hitungan detik, Gita akan membawa "virus" itu masuk ke jantung rumah Frederick. Dan ia sadar sepenuhnya bahwa paket itu—yang kemungkinan besar berisi pesan tersembunyi—telah berhasil melompati pagar keamanan tercanggih yang ia bangun selama tujuh bulan terakhir.
Lala, apa yang sebenarnya kau rencanakan? batin Ben, sementara ia memutar otak untuk menyusun protokol darurat baru yang mungkin sudah terlambat untuk dijalankan.
***
jadi nikmati aja alurnya