Renata seorang istria dan ibu rumah tangga, dia mengabdikan hari-harinya untuk sang suami tercintanya Raditya dan anak semata wayang mereka Rindiani.
Dulunya Renata merupakan seorang direktur diperusahaan yang saat ini dipegang oleh suaminya tapi karena dia sudah memiliki anak jadi memilih untuk menyerahkan jabatan ke Raditya suaminya dan akan mengurus anaknya saja dirumah.
Tapi sepertinya keputusan dia salah, karena sang suami ternyata berselingkuh dibelakangnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atul Maronge, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 Full Time untuk Rindiani
Setelah Rindiani ganti baju dengan pakaian santai barulah mereka berangkat ke pusat perbelanjaan terbesar yang ada dikota itu, karena disana permainan timezonenya lebih lengkap dan super luas.
Di jamin anak-anak pasti akan suka.
"Kamu mau main yang mana dulu sayang?" Tanya Raditya saat mereka sudah sampai dipusat perbelanjaan.
"Mau main itu pa" Tunjuk Rindiani pada mainan mesin capit.
"Okee ayo sayang" jawab Raditya.
Setelah puas bermain hampir semua mainan dicoba oleh mereka berdua, namanya anak-anak pasti tidak ada lelahnya jika bermain. Berbeda dengan Raditya yang mulai kelelahan.
"Nak kita istirahat dulu ya, kamu pasti lapar" Ucap Raditya.
"Iya pa, ayok kita makan di pizza Hut ya" Jawab Rindiani.
"Iya sayang, habis makan kita jalan-jalan aja gak usah kesini lagi gak apa kan? Kan udah hampir semua permainan kakak coba" Ucap Raditya.
"Hmm iya deh pa" Jawabnya.
Raditya kini menggandeng anaknya ke arah restoran favorit putrinya ketika lagi jalan-jalan di mall, banyak pasang mata yang menatap mereka berdua.
Karena Raditya masih sangat tampan, atletis dan juga keren membuat wanita yang ada disana geleng-geleng melihatnya apalagi melihat Raditya dengan sayangnya mengajak sang buah hati bermain dan jalan-jalan.
Padahal itu semua hanya hari ini Raditya memanjakan sang putri sampai seharian. Sebelumnya paling cuma beberapa jam saja karena urusan kerjaan.
Mungkin jika mereka tahu kelakuan Raditya tak akan mengaguminya sebagai papa keren atau duda keren.
"Kamu tunggu sini, jangan kemana-mana papa mau pesenin makanan buat kakak" Ucap Raditya pada putrinya yang sudah duduk disalah satu kursi direstoran itu.
"Iya pa" Jawabnya.
Raditya segera beranjak ke kasir untuk memesan makanan untuk dia dan putrinya, saat Raditya tengah berada didepan ada tiga orang wanita menghampiri Rindiani yang sedang duduk dengan bermain barbie ditangannya.
Barbie yang baru saja dibelikan Raditya saat mereka berjalan kesini, sang anak minta dibelikan boneka dulu.
"Hai cantik, boleh tante duduk disini?" Tanya wanita yang memakai rok sepaha dan blouse putih ketat.
"Tapi tante disana kan ada tempat duduk kosong, kenapa disini? Nanti papa aku duduk dimana kalau tempatnya tante dudukin" Jawab Rindiani dengan polosnya.
"Hehe cuma sebentar sayang, habis ini tante pindah kesana" Ucapnya dan hampir saja mencubit pipi Rindiani, tapi dengan cekatan dia menutupi pipinya agar jangan sampai dicubit.
Rindiani memang selalu di wanti-wanti oleh keluarganya kalau tidak boleh sembarangan orang mencubit pipinya, karena bisa saja tangan orang tersebut kotor dan sebagainya.
"Ohh maaf cantik" Ucapnya merasa bersalah melihat Rindiani menutup pipinya.
"Hmm kamu kesini cuma sama papa?" Tanya wanita itu sedangkan kedua temennya cuma duduk menemani.
"Iya tante" Jawab Rindiani.
"Memangnya mama kamu kemana?"
"Mama lagi ke kantor, tadi pagi aku sekolahnya diantar oma terus pulang dijemput sama papa. Soalnya papa hari ini gak kerja" Jawab Rindiani menjelaskan tanpa harus ditanya.
"Kamu dirumah tinggalnya sama oma juga?" Kini wanita itu mulai kepo karena dia tertarik dengan Raditya, kalau Raditya masih memiliki istri dia rela menjadi simpanannya.
"Enggak tante, aku dirumah cuma sama mama dan bibi saja" Jawabnya.
"Loh papa tinggal dimana?" Tanyanya. Dalam hati wanita itu dia berharap kalau Raditya duda.
"Papa tinggal dirumah barunya, itu papa datang. Tanya saja sama papa" Ucap Rindiani dengan menunjuk sang papa yang berjalan kearahnya dengan membawa nampan berisi makanan pesanan putrinya.
"Ngapain kalian duduk disini?" Tanya Raditya dengan tegas menatap tiga wanita yang tampilannya tidak jauh berbeda dengan Ratih.
"Emm cuma tanya-tanya saja kok mas, yaudah selamat makan. Dadah cantik" Ucapnya dan melambaikan tangan pada Rindiani.
Kini ketiga wanita itu memilih duduk di meja seberang Raditya, jadi dia dengan puas melihat wajah Raditya dari samping.
"Makan dulu sayang, mau papa suapin?" Tanya Raditya.
"Enggak mau pa, kakak kan sudah besar sebentar lagi umur enam tahun loh" Ucap Rindiani mengingatkan.
"Iya sayang, tapi menurut papa kamu masih gadis kecil papa. Kakak kalau tinggal sama mama gak boleh membantah apapun ya harus nurut sama mama" Ucap Raditya.
"Iya pa, kapan-kapan kakak main kerumah baru papa boleh?" Tanyanya dengan mengedipkan kedua matanya.
"Boleh sayang, udah ayok makan dulu sebelum makanannya diambil sama tante itu" Ucap Raditya dengan sedikit berbisik menggoda putrinya.
Alhasil Rindiani cekikikan membayangkan wanita tadi mengambil makanannya, apalagi dari tadi pandangan wanita itu selalu mengarah kesini.
Meskipun Raditya selingkuh tapi dia tidak suka dengan wanita yang super agresif seperti wanita tadi, rasanya risih.
Kini semua makanan milik Rindiani maupun Raditya sudah habis, saatnya mereka jalan-jalan berkeliling mall.
Raditya sengaja mensilent ponselnya agar tak mengganggu harinya bersama Rindiani, kapan lagi dia bisa seperti ini sama anaknya.
Dulu saat masih bersama dia selalu sibuk dengan pekerjaan dan selingkuh.
Sekarang sebelum Raditya membuka usaha dia akan menghabiskan waktunya untuk sang putri yang dua hari lagi akan berulang tahun.
"Pa mau itu" Tunjuk Rindiani pada kedai eskrim di ujung.
"Oke sayang, habis ini kita pulang ya udah sore mama pasti udah kembali dari kantor" Ucap Raditya dan melihat jam yang ada dipergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul empat sore.
"Iya pa, tapi kakak mau dibelikan dua eskrim boleh ya?" Ucapnya.
"Iya nak, ayok kita kesana kamu pilih sendiri mau rasa apa" Jawab Raditya dan menggandeng tangan kecil putrinya.
****************
"Dari mana saja sayang sama papa?" Tanya Renata saat Rindiani baru pulang diantar Raditya.
"Habis main di mall ma, terus makan sama beli eskrim. Ini kakak dibelikan boneka sama baju juga sama papa" Jawab Rindiani dan menunjukkan boneka barbie ditangannya.
"Bahagia kak?" Tanya Renata.
"Iya ma, kan jarang sekali papa mengajak main kakak sampai satu hari kayak tadi" Jawab Rindiani.
"Alhamdulillah kalau kakak bahagia, tadi udah bilang sama papa kalau dua hari lagi kakak ulang tahun?" Tanya Renata.
"Enggak ma. Tapi papa ingat kok, tadi aja papa mau nyuapin kakak tapi kakak gak mau karena udah besar" Jawab Rindiani.
"Ohh gitu yaudah, ayok kakak mandi dulu. Masak princess bau acem gini" Ucap Renata dengan mencium pipi sang putri.
Sebenarnya tidak asem hanya saja Renata ingin menggoda anaknya agar segera mandi kalau tidak gitu dia pasti ada alasan nanti dulu ma.
"Kakak mau makan malam dimasakin sama apa?" Tanya Renata.
"Mau ayam goreng mentega saja ma, kakak mandi dulu" Jawab Rindiani dan masuk ke dalam kamarnya.
Melihat sang putri tertawa bahagia membuat Renata merasa bersalah karena keluarganya saat ini tidak utuh seperti dulu lagi.