BIANCA DEALOVA, gadis tengil yang suka sekali dengan tantangan,ia menjadi pusat perhatian di SMA Karya Bakti semua murid cowok pasti mengenalinya.Hingga pada akhirnya, dia ditantang oleh teman-temannya untuk menaklukkan hati seorang siswa baru, EDGAR GRISSHAM pemuda berwajah dingin dan misterius.
"apakah Allexa berhasil menaklukkan hati seorang pemuda dingin itu atau tidak.yuk, Kepoin kisah mereka selanjutnya!!"👋🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon crowell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31 Days Of Chasing Love
Bianca keluar dari dalam ruang ganti, gadis itu memakai seragam yang dibelikan Edgar, awalnya ia menolak hanya Edgar terus memaksanya. Setelah selesai berganti pakaian, Bianca duduk di samping ranjang UKS dan Edgar yang mengobati.
"Auhh, sakit, bisa pelan-pelan nggak Ed?" rintih Bianca saat Edgar mengoleskan Bioplacenton di tangan Bianca yang tampak melepuh.
"Sakit yah?" tanya Edgar, memperhatikan reaksi Bianca.
Bianca gadis itu menggunakan kepalanya untuk mengangguk
Huu... huuu...
Edgar meniup tangan Bianca, mencoba mengurangi rasa sakit. Bianca memandang Edgar tanpa berkedip
"ganteng banget sih, pengen gue cium"batin Bianca
Edgar terus mengobati tangan Bianca dengan hati-hati, tidak ingin membuatnya semakin sakit.
"Sudah, hampir selesai," ujar Edgar, mencoba menenangkan Bianca. Bianca mengangguk, merasa sedikit lebih baik dengan sentuhan lembut Edgar.
Bianca tersenyum lembut setelah Edgar selesai mengobati tangannya. "Thanks," ujar Bianca, dengan tulus.
"Soal...?" Edgar mencoba melanjutkan pertanyaannya, tapi Bianca sudah memotongnya.
"Gue bukan anak pembantu, lebih tepatnya gue anak yang kurang kasih sayang," jawab Bianca cepat, dengan sedih.
"Tadi adek tiri Lo?" tanya Edgar lagi, mencoba memahami situasi Bianca. Tapi Bianca langsung menjawab dengan tegas.
"Bukan, sampai kapan pun gue gak pernah anggap manusia itu adek gue," jawab Bianca, dengan nada yang keras dan penuh kebencian.
mereka asik mengobrol tanpa sadar Wilona gadis itu memperhatikan mereka dari balik pintu UKS yang sedikit lebih terbuka
"kita Lihat dengan cara seperti ini Lo masih dekat dengan Edgar atau tidak"ujar Wilona tersenyum sini mengotak Ngatik ponselnya kemudian langsung meninggalkan UKS
Ting
Bianca membuka pesan yang terkirim dari nomor yang tak di kenal,membuka notifikasi itu
08***":ngak usah jadi pelakor jauh jauh dari Edgar,dia cuman milik kakak gue dan bentar lagi jadi milik gue
Bianca tak membalas pesan itu gadis itu menatap Edgar
"Ed, boleh tanya ngak?" tanya Bianca sambil menatap wajah Edgar.
"Hmm, apa?" tanya Edgar dengan wajah datar, menatap Bianca.
"Ini... Lo yah?" tanya Bianca, memberikan ponselnya kepada Edgar.
"Hmm, itu memang gue," jawab Edgar, tidak menunjukkan ekspresi apa pun. Bianca memperhatikan reaksi Edgar.
"Dia sapa Lo?" tanya Bianca penasaran, tapi ada rasa cemburu di hatinya yang tidak bisa disembunyikan.
"Orang yang buat senyum gue lenyap, dia tunangan gue," jawab Edgar, menatap wajah Bianca dengan mata yang serius.
"Oh, gitu," jawab Bianca, menganggukkan kepalanya, mencoba menyembunyikan perasaannya. Mendengar jawaban Edgar, Bianca merasa seperti ada yang menusuk hatinya.
"Dapat dari mana foto gue?" tanya Edgar, memperhatikan ponsel Bianca.
"Dari nomor ini, gue gak kenal," ujar Bianca mendongakkan kepalanya cepat memperlihatkan nomornya.
"Gue pinjam ponsel Lo untuk kedepannya," ujar Edgar, meminta ponsel Bianca.
"nih"Bianca memberikan ponselnya kepada Edgar, dengan cepat Edgar mengambil nya dan memasukan ponsel milik Bianca ke dalam kantong celana nya
"Lo ngak punya ponsel?" tanya Bianca, penasaran.
"Punya banyak malah, bahkan kalo dibuat toko ponsel pakai ponsel bekas gue udah bisa," ujar Edgar, tersenyum santai. Bianca memperhatikan Edgar, tidak percaya dengan apa yang dia katakan.
"Banyak amat," ujar Bianca, menggelengkan kepala.
"Hmmm, kalo Lo nanti jadi istri gue, Lo ngak bakalan susah. Lo tinggal pangku kaki, panggil pelayan datang urusin Lo habis," jawab Edgar, santai dan percaya diri.
"Ekhmm, istri nih? Gue mau dijadiin istri?" tanya Bianca, mencolek dagu Edgar dengan mata yang penuh penasaran.
"Apaan, siapa yang bilang istri coba?" elak Edgar, mencoba mengalihkan perhatian.
"Gue mau kok, jadi istri Lo, jadi ibu dari anak-anak Lo," jawab Bianca, dengan nada yang manis dan genit.
Edgar pemuda itu menatap Bianca dengan wajah datarnya, tapi wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus.
"Kenapa muka Lo, salting yah?" tanya Bianca, menunjuk-nunjuk wajah Edgar dengan mata yang penuh ejekan.
"Terserah Lo deh," ujar Edgar, pasrah. Edgar keluar dari UKS, meninggalkan Bianca yang sedang terkekeh renyah.
"Edgar lah kok Bianca ditinggal, nanti disamperin Aksara baru tau," kata suara tak terlihat.
Edgar: "Benar juga yah, thanks Thor udah ingatin."
Pemuda itu berbalik dan menghampiri Bianca, dengan raut wajah datarnya.
"Lah kenapa balik?" tanya Bianca, yang sudah mau turun dari ranjang UKS.
"Gue gak mau kuman itu deketin Lo," jawab Edgar, menarik gadis yang tingginya dekat dengan dadanya.
"Lo kok, mungil banget?" tanya Edgar, saat mengetahui tinggi Bianca.
"Lo yang kayak Titan, makanya gue mungil," jawab Bianca, dengan nada yang santai. Edgar memperhatikan Bianca, dia memang si lebih tinggi dari Bianca.
Ini Bianca yang kependekan atau Edgar yang terlalu tinggi yah, jadi bingung kan