NovelToon NovelToon
Petualangan Dua Bersaudara

Petualangan Dua Bersaudara

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:257
Nilai: 5
Nama Author: LanLan.CNL

membalas dendam atas kematian keluarga dari seorang penghianat.

bercerita tentang Kenzie Laurent dan Reinzie Laurent yang telah menjadi yatim piatu, dua sosok saudara yang memiliki sifat yang berbanding terbalik Kenzie memiliki selera humor yang teramat konyol dan santai sedangkan Reinzie memiliki sifat normal dan sangat serius.

mereka berdua melakukan petualangan di dunia. Kaka beradik ini ingin membalas nyawa pada seorang penghianat yang telah membunuh orang tua mereka.

dan keduanya diseguhkan oleh petualangan yang mengubah takdir dari yang konyol menjadi sosok yang sangat di hargai serta di agungkan dan yang satunya akan menjadi seorang pendekar hebat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanLan.CNL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 3

...3: PERPISAHAN DI BAWAH HUJAN...

...****************...

"Para Pangeran, sebaiknya kita segera pergi dari tempat ini sebelum Valdrik atau para monster mendeteksi keberadaan kita," interupsi Arvendel tegas, memotong pusaran duka yang ada di tempat itu agar mereka tidak terjebak lebih lama di tanah kekaisaran yang telah runtuh, arvendel sengaja berbohong demi menghemat waktunya agar mereka segera pergi dari tempat kacau ini.

...----------------...

Pada saat ini arvendel menggunakan alasan ancaman fiktif tentang kembalinya Valdrik Mortis untuk membujuk para pangeran agar mereka segera pergi. namun kenyataannya, jiwa Valdrik telah terkoyak parah oleh tekniknya dan tidak akan berani kembali dalam waktu dekat. Namun, bagi Arvendel yang sangat menghargai efisiensi, menyaksikan drama tangisan tersebut hanya akan membuang waktu berharganya.

Sembari memasang wajah datar, Arvendel diam-diam membuka jalur komunikasi batin, melakukan telepati pikiran dengan Vargan.

– Arvendel: "Bagaimana kalau kita berpisah di sini? Kita bawa dan poles mereka di tempat yang berbeda. Secara terpisah?"

– Vargan: "Ide yang bagus. Tapi, bagaimana cara kita memisahkan ikatan batin kakak-beradik yang sedang berduka ini?"

– Arvendel: "Tenang saja, aku punya cara. Kamu hanya perlu mengikuti alur skenarioku."

– Vargan: "Baiklah, aku serahkan mekanismenya padamu."

Setelah kesepakatan batin tercapai, Arvendel kembali menatap kedua pangeran. "Kami akan membawa kalian keluar dari wilayah ini Sekarang juga. Namun, demi keselamatan, kita harus berpencar. Tuan Muda Pertama akan ikut denganku, sementara Tuan Muda Kedua dan gadis kecil ini akan pergi bersama tuan vargan." tunjuk arvendel kearah vargan

"Tapi Tuan!" Kenzie langsung menyela, melayangkan protes. "Aku tidak ingin berpisah dengan adikku. Aku adalah kakaknya, akulah yang harus menjaga mereka!"

"Kalian tidak boleh terus bersama," sela Arvendel dingin, memberikan argumen mutlak. "Valdrik Mortis telah menandai aura kalian berdua. Jika kalian tetap berada di satu tempat yang sama, maka kalian hanya akan mempermudah musuh untuk menemukan keberadaan kalian dan secara otomatis ia akan menghabisi kalian berdua dalam satu kedipan mata." ujar arvendel memberi nasihat

Vargan menimpali demi memperkuat sandiwara rekannya, "Benar apa yang dikatakan tuan arvendel. Berpisah adalah strategi terbaik untuk saat ini. Kami telah sepakat untuk menempa kekuatan kalian di dua tempat terisolasi yang berbeda."

Reinzie yang masih sesenggukan mendongak, menatap kedua pendekar misterius itu dengan dahi berkerut. "Apa maksud kalian, Dan... mengapa kalian bersikeras ingin membantu serta melatih kami? Apa motif kalian sebenarnya? Dan siapa kalian berdua ini?!." tanya pangeran berusia dua belas tahun itu dengan rentetan pertanyaan yang tajam.

Kenzie ikut menatap menyelidik. "Benar. Mengapa kami harus menuruti keputusan kalian?. Dan Kami juga tidak mengenali anda berdua!"

Arvendel mendengus pelan, hampir tersenyum melihat kewaspadaan kedua anak didepannya. "Aku arvendel dan ini vargan." katanya memperkenalkan nama lalu, "Kami berdua melihat potensi yang ada dalam diri kalian berdua, dan kami sangat tertarik untuk menjadikan kalian sebagai murid!. Dan lagi setelah melihat keadaan kalian yang begitu terpuruk membuat hati kami merasa kasihan!."

Mendengar penjelasan itu, kecurigaan Kenzie mereda. Secara logis, memang keadaan mereka saat ini sangat terpuruk, jadi tidak heran jika kedua pendekar asing tersebut begitu ibah melihat keadaan mereka berdua.

"Lalu, pertanyaanku adalah mengapa kalian ingin melatih kami secara terpisah? Dan apa hubungannya dengan valdrik jika kami berpisah?," desak Kenzie lagi, menuntut kepastian. "karena valdrik telah menandai aura kami berdua, apakah kami akan terhindar dari pelacakan jika kami berpisah?"

"Hmm... Rupanya kamu tipe orang yang penuh analisis," gurau Vargan santai.

"Singkatnya," Arvendel memotong dengan tegas, "kami memisahkan kalian karena hal tersebut sebab jika kalian bersama, itu akan membuat valdrik lebih mudah menemukan kalian berdua!.."

Arvendel mengibaskan jubahnya, mengisyaratkan bahwa waktu diskusi telah habis. "Jangan bertanya lagi. Jika masih ada yang mengganjal di kepalamu, tanyakan nanti setelah kita tiba di tempat persembunyian."

Kenzie menarik napas dalam-dalam, menatap adiknya dengan berat hati. "Baiklah, aku mengerti dan akan menuruti keputusan ini. Tuan Vargan... kumohon dengan penuh hormat, tolong rawat dan bimbinglah adikku dengan baik."

"Tapi Kak Ken... aku tidak mau berpisah dari Kakak!" tangis Reinzie kembali pecah, mencengkeram jubah Kenzie erat-erat.

"Ini demi kebaikan kalian berdua, serta gadis kecil kalian ini, jadi kamu tidak boleh egois," hibur Vargan lembut, mencoba menenangkan pangeran muda itu. "Kita berpisah hari ini agar di masa depan, tidak akan ada lagi hal buruk yang bisa merenggut paksa apa yang kamu sayangi."

Kenzie memegang pundak Reinzie, menatap matanya dalam-dalam. "Benar, Rein. Terkadang, kita harus berani mengambil keputusan yang menyakitkan demi mencapai tujuan yang lebih besar. Jika kelak kita telah menjadi pendekar hebat! Mari kita bertemu dan hidup bersama lagi." senyum kenzie begitu hangat memberi rasa aman pada reinzie.

Melihat keteguhan para pangeran, Chelsea ikut melangkah maju, menggenggam jemari Reinzie. "Kalau begitu, aku juga akan berlatih bersama Rein! Aku bersumpah akan menjadi perisai yang membantu Rein di masa depan!" ujar chelsea yang imut itu, dengan wajah yang penuh keteguhan ia berkata dengan sangat percaya diri.

"Bagus. Kalau begitu, mari kita berangkat. Kita sudah terlalu lama membuang waktu di tempat sekacau ini," ucap Arvendel tegas.

Arvendel mengambil satu langkah maju, merentalkan kedua tangannya ke atas langit malam yang mulai menurunkan rintik-rintik gerimis.

“Aetherion Vahl Astra... Bukalah jalur langit dan hadirkan kendaraan terbang!”

Mantra pemanggil kuno diucapkan dengan lantang yang bergema. Seketika itu juga, awan badai di atas mereka berputar hebat. Energi berwarna biru laut khas aura milik Arvendel membelah kegelapan, menurunkan dua kereta kuda megah tanpa awak dari balik lapisan langit.

Bersamaan dengan rintik hujan yang kian menderas membasahi bumi, kedua kereta itu bergerak turun menjemput sang empu.

...----------------...

Akhirnya kedua saudara itu berpisah dan menentukan nasib di tempat yang berbeda. Mereka bersedih hati karena harus menempuh kehidupan secara terpisah.

Melalui jendela kereta yang basah, Kenzie dan Reinzie saling melambaikan tangan, mengunci sebuah janji tak tertulis untuk pertemuan mereka berikutnya sebagai sosok yang jauh lebih kuat.

Di dalam keheningan kereta kuda yang melaju menembus malam, Arvendel menatap Kenzie yang masih memandang keluar jendela dengan wajah murung.

"Jika kamu ingin mencapai puncak kejayaan tertinggi, kamu harus belajar melepaskan apa yang paling kamu cintai," ujar Arvendel, memberikan nasihat pertamanya. "Jangan biarkan dirimu terbelenggu oleh keterikatan emosi, karena musuhmu akan memanfaatkan celah itu untuk menghancurkanmu."

Arvendel memang berwatak keras, disiplin, dan sangat kaku terhadap waktu. Namun, dedikasi ekstrem pada ketepatan waktulah yang membentuk dirinya menjadi entitas yang memiliki kekuatan hebat di dunia.

Sepanjang hidupnya, Arvendel jarang mengeluh. Bahkan ketika fisiknya berada di ambang batas kehancuran akibat latihan berat, jiwanya menolak untuk menyerah pada rasa sakit.

Karakter Arvendel ini bagaikan dua sisi koin yang berbeda jika dibandingkan dengan Vargan. Arvendel adalah tipe eksekutor yang disiplin dan cepat mengambil keputusan krusial di bawah tekanan. Sebaliknya, Vargan adalah sosok yang santai, penuh perhitungan, dan selalu menunggu momen yang paling tepat sebelum bertindak demi mendapatkan kepuasan hasil yang mutlak.

Meskipun kontras, perbedaan sifat inilah yang membuat Arvendel dan Vargan menjadi partner sempurna yang saling melengkapi. Di mana mereka melangkah melakukan tugas-tugas penting, tidak akan ada yang berakhir dengan kegagalan.

"Sebelum kita menemukan tempat yang cocok untuk menempamu, ada sesuatu yang harus kupastikan darimu," suara bariton Arvendel membuyarkan lamunan Kenzie.

Kenzie menoleh, membetulkan posisi duduknya. "Baik, Tuan. Apa yang ingin Anda tanyakan?"

"Apakah kamu benar-benar yakin dan siap menerima setiap jengkal siksaan latihan di bawah bimbinganku?"

"Aku yakin, Tuan. Aku sangat ingin belajar di bawah pengawasan Anda," jawab Kenzie tanpa keraguan.

"Lalu, apakah kamu memiliki tujuan lain di dunia ini, selain dari sekadar melindungi adikmu?"

Mata Kenzie mendadak berkilat tajam, memancarkan hawa dingin yang pekat. "Aku ingin membuat Valdrik Mortis membayar mahal atas apa yang telah ia perbuat pada kekaisaran dan keluargaku!"

"Hanya dendam? Apakah tidak ada ambisi lain?" desak Arvendel, mencoba menggali lebih dalam.

Kenzie terdiam sesaat, wajahnya kembali meredup. "Untuk saat ini... aku masih bingung. Aku belum menemukan apa yang sebenarnya harus kulakukan di masa depan, selain melindungi Reinzie dan Chelsea serta menuntut balas dendam!."

"Artinya kamu masih menyimpan keraguan. Jiwamu masih tersesat tanpa tujuan hidup yang hakiki," simpul Arvendel datar.

"Seperti yang Anda katakan, Tuan..." Kenzie menunduk, menatap telapak tangannya sendiri yang terasa kosong.

Arvendel bersedekap, menatap lurus ke arah Kenzie dengan ekspresi yang sangat serius. "Kalau begitu, aku akan memberikan sebuah misi besar untukmu. Misi ini tidak hanya dibebankan padamu, tapi adikmu dan pengawal kecilnya juga akan memikul tugas yang sama di tempat berbeda."

Mendengar hal itu, rasa penasaran Kenzie terusik. Ia mendongak, memusatkan seluruh perhatiannya pada kata-kata gurunya.

"Misi kalian adalah memburu dan membasmi sisa-sisa roh jahat milik Zatrah Dvareht—entitas terkutuk yang telah menyebarkan petaka di dunia ini sejak zaman kuno."

...****************...

1
LanLan.CNL
Tolong dong setelah membaca novelnya berikan tanggapan kalian agar aku sebagai author bisa menjadi lebih semangat lagi updatenya🙏🙏

setiap bab yang kalian baca berikan tanggapan kalian agar author tau apa yang kurang dari novelnya /Grievance//Whimper//Whimper/
Ibar, {iba'rat Askar}
Dari sini kita tahu bahwa kebaikan seseorang bisa jadi adalah?...
Ibar, {iba'rat Askar}: @Abdul Halim @💕NEKO DES!🐈 @Mystorios _ Writer @Yedija Agung@أسوين سي @knovitriana @Yedija Agung @nia♡ @zichani @Gaizra
total 1 replies
LanLan.CNL
berbagi pengalaman itu adalah kebaikan.. jadi sering seringlah menerima kebaikan Kenzie ya🤣🤣
Ibar, {iba'rat Askar}
gue komentar pertama disini..
jadi ingat untuk memberi like yaa😄..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!