NovelToon NovelToon
Sembilan Phoenix Agung : Jalan Kultivasi Terlarang

Sembilan Phoenix Agung : Jalan Kultivasi Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Lin Chen, seorang pemuda yang dianggap sampah karena memiliki Meridian Spiritual rusak, secara tidak sengaja menyentuh Phoenix bayi yang sedang bereinkarnasi. Pertemuan itu justru memberinya warisan terlarang tertinggi — "Sembilan Ikatan Phoenix Abadi".

Teknik kultivasi ini mengharuskan ia menikahi dan melakukan kultivasi ganda dengan Sembilan Phoenix Agung. Semakin banyak Phoenix yang ia taklukkan, semakin kuat ia. Namun, teknik ini dianggap melanggar tatanan langit, sehingga seluruh dunia kultivasi ingin membunuhnya.

"Dunia bilang aku terlarang? Baiklah… aku akan menikahi semua Phoenix dan membakar langit ini hingga hangus!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 : Malam Penilaian

Tiga hari setelah pertemuannya dengan Yue Suyin di taman, Klan Lin mengadakan Malam Penilaian Tahunan.

Acara itu merupakan tradisi yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Setiap anggota klan yang berusia antara dua belas hingga dua puluh tahun diwajibkan mengikuti penilaian untuk mengukur perkembangan kultivasi mereka di hadapan para tetua klan.

Hasil penilaian tersebut bukan sekadar catatan biasa.

Dari sanalah ditentukan siapa yang berhak memperoleh sumber daya terbaik, siapa yang layak menerima bimbingan langsung dari para tetua, dan siapa yang hanya mendapatkan jatah standar.

Bagi sebagian orang, malam itu adalah kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Bagi sebagian lainnya, malam itu adalah pengingat akan jarak yang memisahkan mereka dari para jenius.

Aula Penilaian dipenuhi oleh anggota klan muda yang berbaris rapi menunggu giliran. Di bagian depan aula berdiri Batu Pengukur, sebuah kristal besar berwarna biru kehijauan setinggi hampir satu meter.

Kristal itu mampu mengukur kekuatan energi spiritual seseorang.

Semakin kuat energi yang disalurkan ke dalamnya, semakin terang cahaya yang dipancarkannya.

Lin Chen berdiri di salah satu barisan belakang sambil memperhatikan jalannya penilaian.

Satu demi satu peserta maju ke depan.

Sebagian besar berhasil menunjukkan hasil yang cukup baik.

Sorak-sorai dan tepuk tangan sesekali terdengar dari para anggota klan yang hadir.

Tidak lama kemudian, giliran Wei Hao tiba.

Pemuda itu melangkah maju dengan penuh percaya diri.

Begitu telapak tangannya menyentuh permukaan kristal, cahaya biru terang langsung memancar ke seluruh aula. Kilau itu stabil, kuat, dan memenuhi hampir seluruh bagian Batu Pengukur.

Beberapa anggota klan langsung berseru kagum.

Senyum puas muncul di wajah para tetua.

Tetua Lin Dao yang bertugas mencatat hasil penilaian mengangguk sambil melihat perubahan warna pada kristal.

"Tahap Pembentukan Inti tingkat menengah, hampir mencapai tingkat akhir."

Suaranya terdengar jelas di seluruh aula.

"Sangat baik, Wei Hao. Perkembanganmu melampaui perkiraan."

Wajah Wei Hao semakin berseri mendengar pujian itu.

"Sebagai penghargaan, kau akan menerima Pil Inti Langit pada alokasi minggu ini."

Tepuk tangan langsung menggema.

Wei Hao membungkuk sopan kepada para tetua sebelum kembali ke tempat duduknya dengan senyum bangga yang tidak berusaha ia sembunyikan.

Penilaian terus berlanjut.

Ada yang berada di Tahap Pembentukan Inti tingkat awal.

Ada pula yang masih berada di Tahap Kebangkitan Roh tingkat delapan atau sembilan, tetapi menunjukkan kemajuan yang memuaskan.

Bahkan beberapa murid yang baru berusia dua belas tahun telah mencapai Tingkat Keempat Kebangkitan Roh hanya dalam waktu kurang dari setahun.

Dibandingkan mereka, pencapaian Lin Chen tampak begitu jauh tertinggal.

Akhirnya, namanya dipanggil.

"Lin Chen."

Suasana aula sedikit berubah.

Beberapa orang saling bertukar pandang.

Ada yang berbisik pelan.

Ada pula yang menatap dengan rasa penasaran.

Lin Chen berjalan menuju Batu Pengukur dengan langkah tenang.

Ia berdiri di depan kristal besar itu dan meletakkan telapak tangannya di permukaannya.

Aula mendadak sunyi.

Semua orang menunggu hasilnya.

Beberapa saat kemudian, kristal mulai bersinar.

Namun cahaya yang muncul begitu redup.

Kilau kuning kecokelatan berkedip lemah di permukaannya, seolah berusaha menyala sebelum akhirnya hampir padam.

Perbedaannya dengan cahaya yang ditunjukkan Wei Hao sebelumnya begitu jelas.

Tetua Lin Dao melihat hasilnya dan menghela napas pelan.

"Tingkat Pertama Kebangkitan Roh."

Suara sang tetua terdengar datar.

"Tidak ada perkembangan sejak tahun lalu."

Beberapa bisikan langsung terdengar dari berbagai sudut aula.

"Sama lagi."

"Benar-benar tidak berubah."

"Aku bahkan mengira dia sudah menyerah berlatih."

Meskipun mereka berusaha berbicara pelan, suara-suara itu tetap sampai ke telinga Lin Chen.

Namun ekspresinya tidak berubah.

Ia menarik tangannya dari Batu Pengukur dan berdiri dengan tenang.

Tetua Lin Dao menatapnya beberapa saat.

Di mata pria tua itu tidak ada kemarahan ataupun kebencian.

Yang ada hanyalah rasa kecewa yang sudah berlangsung terlalu lama.

"Lin Chen."

"Ya, Tetua."

"Apakah kau masih berlatih setiap hari?"

"Masih."

Jawaban Lin Chen singkat dan tegas.

Tetua Lin Dao terdiam sejenak sebelum berkata,

"Hasil yang terlihat tidak menunjukkan hal itu."

Kalimat tersebut diucapkan tanpa nada menyalahkan.

Justru karena disampaikan dengan begitu datar, kata-kata itu terasa jauh lebih menusuk.

"Kau boleh kembali ke tempatmu."

Lin Chen mengangguk pelan.

"Baik, Tetua."

Ia berbalik dan kembali ke kursinya di sudut aula.

Di atas panggung, penilaian terus berlangsung.

Para jenius menerima pujian.

Murid-murid berbakat memperoleh penghargaan.

Nama-nama yang menjanjikan dicatat untuk mendapatkan perhatian khusus dari klan.

Tawa, sorak-sorai, dan percakapan penuh semangat memenuhi ruangan.

Sementara itu, Lin Chen hanya duduk diam.

Seolah seluruh dunia sedang bergerak maju, sedangkan dirinya tertinggal di tempat yang sama.

Namun malam itu, ada sesuatu yang berbeda dalam dirinya.

Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun menerima penghinaan dan kegagalan, ia tidak merasakan kesedihan.

Ia juga tidak merasa putus asa.

Yang tumbuh di dalam hatinya adalah sesuatu yang jauh lebih berbahaya.

Kemarahan, kemarahan yang tenang, kemarahan yang diam-diam menyimpan semua penghinaan dalam ingatan.

Kemarahan yang mengamati setiap tatapan meremehkan, setiap bisikan, dan setiap tawa yang ditujukan kepadanya.

Lin Chen memandang panggung penilaian tanpa berkedip.

Wajah-wajah yang memandang rendah dirinya malam ini terukir jelas dalam ingatannya.

Para tetua.

Para murid.

Wei Hao.

Bahkan Yue Suyin.

Semuanya.

Perlahan, kedua tangannya mengepal di atas lutut.

Di dalam hatinya, sebuah janji lahir tanpa perlu diucapkan kepada siapa pun.

Suatu hari nanti, malam ini akan menjadi sesuatu yang mereka sesali.

Ia tidak tahu kapan hari itu akan datang.

Ia juga tidak tahu jalan seperti apa yang harus ditempuh untuk mencapainya.

Namun untuk pertama kalinya dalam hidupnya, keyakinan itu terasa begitu nyata.

Lebih nyata daripada penghinaan yang ia terima.

Lebih nyata daripada kegagalannya selama bertahun-tahun.

Dan jauh lebih nyata daripada belas kasihan yang diberikan orang-orang kepadanya.

Malam Penilaian masih berlangsung.

Tetapi bagi Lin Chen, sesuatu telah berubah.

Sesuatu yang mungkin akan menentukan seluruh jalan hidupnya di masa depan.

1
Green Boy
ayo lanjut lagi thor🙏🙏
Daryus Effendi
bosan bacanya terlalu lambat alzrnya.bertele tele
Hadi Hadi
up up 👍
Hadi Hadi
up up 😍😍
Anonymous
lanjut thor seru ceritanya🙏
Si Suka Baca
Vote meluncur
Ihwan12
mantap lanjut lagi thor💪💪👍👍
Xiao Lin—Gold Author
satu mawar 🌹
Xiao Lin—Gold Author
niceeeee👍👍👍
Xiao Lin—Gold Author
Mantap👍👍👍
Xiao Lin—Gold Author
Suyin mungkin udah ketagihan sama pedang ajaib Wei Hao🤔/Sly//Doge/
Celestial Quill: /Facepalm/
total 1 replies
Xiao Lin—Gold Author
Mantap👍
Shu Qing
Luar biasa
Fatih Al
awal yang bagus👍👍
Green Boy
Bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!