NovelToon NovelToon
Younger, Yet More Mature

Younger, Yet More Mature

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dinar

dr. Nayla Azzura percaya satu hal bahwa cinta tidak pernah benar-benar tinggal.

Menjadi salah satu saksi pernikahan orangtuanya yang hancur sejak usianya masih kecil, membuat Nayla tumbuh menjadi perempuan yang dingin, mandiri, dan sulit mempercayai siapapun. Baginya, memiliki pasangan hanya pandai memberi harapan sebelum akhirnya meninggalkan.

Sampai akhirnya sebuah tragedi kecelakaan kerja mempertemukan Nayla dengan Arsen Mahardika, pengusaha muda yang keras kepala, hangat dan yang paling mengganggu adalah usianya tiga tahun lebih muda dari Nayla.

Awalnya Nayla mengganggap semua hanya lelucon biasa, tapi bagaimana mungkin jika lelaki yang usianya lebih muda tapi pandai bicara tentang sebuah keseriusan?.

Namun Arsen berbeda, iya tidak datang membawa janji besar justru ia datang dengan sejuta kesabaran. Saat Nayla menjauh, menunggu saat Nayla merasa takut, dan membuktikan bahwa tidak semua rumah berakhir hancur.

Karena terkadang... Lelaki yang lebih muda justru lebih tahu cara men

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 - Lelaki Yang Terlalu Tangguh

Pagi di Rumah Sakit Bintang Medika selalu sibuk dengan suara roda brankat yang berlalu-lalang dilorong, aroma kopi dari pantry bercampur dengan antiseptik yang terlalu familiar. Beberapa dokter berjalan cepat sambil memegang map pasien.

Salah satu ruangan praktik lantai tiga dr. Nayla Azzura sedang berusaha menjaga kesabarannya, sebab dihadapannya saat ini ada seorang laki-laki yang sejak lima belas menit lalu terlalu banyak bicara untuk ukuran pasien.

" Jadi, menurut dokter saya harus istirahat total?" tanya Arsen.

" Iya" Nayla menulis sesuatu di map pasien tanpa mengangkat kepala.

" Berapa lama?".

" Tiga sampai lima hari".

" Terlalu lama, dokter" jawab Arsen lagi penuh drama.

Nayla akhirnya mengangkat wajahnya, tatapannya yang dingin langsung mengarah pada laki-laki didepannya.

" Kalau mau cepat sembuh, dengarkan dokter" jawab Nayla.

Arsen bersandar santai di kursinya, masih dengan senyum yang entah kenapa terasa terlalu santai. Seolah dirinya bulan seorang pasien, tapi lebih seperti seseorang yang sedang mengobrol biasa.

" dokter galak banget, Ya?".

" Kalau pasiennya keras kepala, iya" jawab Nayla cepat.

" Kalau pasiennya nurut?" tanya Arsen penasaran.

" Jarang ada".

Arsen terkekeh kecil dan sialnya suaranya tawa laki-laki itu cukup menyenangkan didengar oleh telinga Nayla, dan seketika dokter Nayla langsung mengalihkan pandangannya.

" Tidak... Jangan mulai aneh-aneh dia cuma pasien yang terlalu cerewet".

" Obatnya diminum sesuai aturan dan kurangi aktivitas berat" Nayla menyerahkan resep.

Arsen langsung menerimanya perlahan, namun bukannya langsung pergi tapi laki-laki itu masih dalam posisi duduknya tanpa beranjak. Memandang dokter terlalu lama, bahkan Nayla merasa semakin tidak nyaman.

" Kenapa?" tanya Nayla dengan heran.

" dokter capek, Ya?" Arsen menggelengkan kepalanya pelan.

Nayla sedikit mengernyitkan keningnya, pertanyaan itu... Asing bahkan sudah lama tidak ada yang bertanya seperti itu padanya. Biasanya orang hanya melihat dirinya sebagai seorang dokter yang hebat, perempuan kuat, profesional, tidak pernah ada yang benar-benar bertanya apakah ia lelah?.

" Apa hubungannya dengan dengan pemeriksaan?" tanya Nayla datar.

" Enggak ada, cuma tanya aja" Arsen tersenyum kecil.

Nayla terdiam sesaat... aneh, kenapa ada laki-laki asing yang seolah tengah memperhatikannya? Padahal mereka baru kenal.

" Kalau sudah selesai, silahkan keluar" ucap Nayla.

" dok...?" Arsen berdiri tapi lagi-lagi tidak langsung pergi.

" Apa lagi?" Nayla menarik nafasnya pelan.

" dokter belum sarapan?" tanya Arsen.

" itu bukan urusan pasien" Nayla memijat pelipisnya pelan.

" Ya Tuhan... Pasien ini kenapa banyak sekali pertanyaannya?"

" Kalau saya bawain sarapan untuk dokter?" tanya Arsen.

" Jangan... Karena saya tidak menerima pemberian pasien" jawaban Nayla tegas, dingin, seolah menciptakan tembok besar dengan kokoh.

Namun anehnya, Arsen malah tersenyum kecil bukan tersinggung, bukan menyerah justru semakin penasaran.

" Baik, dokter Nayla" ucap Arsen dan untuk pertama kalinya ia benar-benar pergi menutup pintu membuat suasana sunyi.

" Ya Tuhan... Kenapa laki-laki itu melelahkan sekali" Nayla menghembus nafasnya panjang dengan tangan yang sudah menyentuh dahinya.

Tapi...

Kenapa ruangan terasa sedikit lebih sepi setelah Arsen pergi, namun Nayla kembali menggelengkan kepalanya keras tengah mengusir pikirannya sendiri.

Tidak... Tidak... fokus kerja.

Namun ketenangan itu ternyata tidak bertahan lama, karena satu jam kemudian seorang perawat masuk ke ruangannya.

" dokter, ini ada titipan".

" Saya tidak pesan apa-apa, Sus" Nayla mengernyitkan keningnya.

Perawat itu tersenyum aneh, lalu meletakkan satu per satu paper bag di atas meja. Aroma makanan hangat langsung menyeruak, bubur Ayam, roti panggang, dan tidak lupa kopi hangat.

" Apa ini?" tanya Nayla menatap paper bag satu persatu.

" Dari pasien tadi, dokter" jawab sang suster.

Nayla langsung tahu siapa pengirim makanan ini, Arsen tentu saja diatas diatas paper bag ada sticky note kecil dengan tulisan tangannya yang rapi.

" Untuk dokter yang lupa sarapan,

Galak boleh, tapi jangan sampai sakit -- Arsen".

Nayla menatap catatan itu cukup lama, lalu mendecih pelan.

" Menyebalkan..." tapi anehnya, paper bag itu tidak ia buang.

🌟

Di sisi lain kota Arsen baru saja sampai di kantor pusat Mahardika Group, gedung tinggi menjulang dengan interior modern. Namun berbeda dari kebanyakan CEO, Arsen lebih suka suasana santai.

Kemejanya sedikit kusut, lengannya masih diperban saat masuk ruang meeting semua orang langsung berdiri.

" Pak Arsen, kondisi anda tidak apa-apa?".

" Masih hidup" jawab Arsen santai.

Tapi sebelum rapat dimulai pikirannya malah melayang ke rumah sakit, perempuan dingin itu bagaimana cara Nayla berbicara, cara dia memarahi pasien dan cara perempuan itu tampak ... lelah dan itu justru itu yang paling ia ingat.

" Pak Arsen?".

" Ya?" lamunan Arsen seketika buyar.

" Bapak dari tadi senyum sendiri" salah satu direksi terlihat bingung.

" Saya kelihatan?" Arsen batuk kecil.

" Lumayan, Pak" semua orang saling pandang.

" Jangan-jangan Bapak sedang jatuh cinta?" salah satu staff memberanikan diri.

" Iya, kayaknya " Arsen diam sesaat lalu menjawab santai.

Sore harinya Nayla akhirnya punya waktu untuk istirahat, dan entah kenapa matanya malah melirik paper bag disudut meja. Masih ada dan belum disentuh, tangannya bergerak pelan membuka kopi hangat itu.

Dadanya terasa sedikit hangat juga, sudah lama sekali tidak ada orang asing yang memperhatikannya sesederhana ini. Tapi Nayla tahu hal ini berbahaya, perhatian kecil sering kali menjadi awal luka yang besar. Nayla tidak ingin terluka lagi, tidak mau.

Dddrrrrrttttt ... Dddrrrrrttttt....

Ponselnya tiba-tiba berbunyi menandakan pesan masuk dari nomor tidak dikenal.

" Sudah makan belum, dok? Jangan galak terus nanti cepat tua 😀 -- Arsen".

Nayla langsung membelalak, bagaimana bisa Arsen mendapatkan nomornya.

" Dari mana dapat nomor saya?"

Tanpa berpikir panjang, Nayla langsung mengetik balasan dengan cepat.

" Rahasia 😀.. Oh iya saya baru tahu ternyata dokter lebih tua dari saya tiga tahu".

Balasan datang kurang dari lima detik.

Nayla langsung berhenti, jantungnya entah kenapa berdetak sedikit lebih kencang.

" Tapi tidak masalah sih, Tetap cantik"

Pesan itu kembali masuk padahal belum sempat Nayla jawab.

Nayla menatap layar ponselnya terlalu lama, lalu untuk pertama kalinya setelah waktu yang sangat lama sudut bibirnya itu terangkat sedikit namun cukup nyata.

" Sembarangan.." gumam Nayla pelan meski anehnya ia tidak benar-benar kesal.

1
partini
Thor kehidupan Nayla mirip Vania novel berjudul jodoh pilihan mama ibu nya kaya iblis tapi di sayang bngttttttttttttttttt sama mertuanya
Almeera: Oh ya kak? nanti aku coba mampir yaa 😍😍


Hihihi tapi Nayla ini murni karangan aku aja kak 🙏🙏🥲
total 1 replies
SANG
Lanjut dek💪👍
SANG
Semangat ya dek💪👍
partini
suami nya kelihatan kecintaan Banggt kayanya ga mungkin deh slingkuh terus ningalin
partini: iya itu,,karma ga berlaku buat dia
total 2 replies
partini
udah hempas ke laut masa lalu yg menyakitkan,move on be happy kalian berdua seorang anak perempuan butuh ayah nya untuk jadi wali nikah kan
Almeera: Setujuu kak, hidup harus terus berjalan... kalau dia aja bisa santai kita bisa lebih cerah 😍😍
total 1 replies
partini
pastinya apa karam selalu ada berbuat baik di balas baik berbuat jahat di balas jahat juga,,kau memilih yg katanya hak is ok nikmati saja sekarang,kau meninggalkan suami dan anakmu nanti nya kamu dan anakmu di tinggal suami mu selingkuh
Almeera: Kakakkk setuju setiap perbuatan akan ada balasan dari semesta 🙏🙏

Terimakasih banyak sudah mampir dan meninggalkan jejak afirmasi positifnya dikarya sederhana ini 😍😍🙏
total 1 replies
SANG
Mantap banget dek💪👍
SANG: Masama dek
total 2 replies
SANG
Keren habis deh💪👍
SANG: Iya dek Kembali kasih
total 2 replies
SANG
Sembilan belas bunga untukmu dek/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
SANG: Oke dek. 👍💪
total 2 replies
SANG
Aku fokus ya dek😄
SANG
Like iklan plus komen💪👍
SANG
Semangat ya dek💪👍
SANG
Iya, seperti itu lah
SANG
Iya ada apa
SANG
Akhirnya
SANG
Nah bingung kan
partini
ibunya kaya ga bersalah,,dasar ibu lacknat semoga kena penyakit
Almeera: Hehehe 😁😁
total 1 replies
SANG
Baya bunga se kebon untuk adek/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Almeera: thankyou kak🙏
total 1 replies
SANG
Kok bingung dek
SANG
Hadir dek👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!