NovelToon NovelToon
System Pohon Ajaib Warisan Kakek

System Pohon Ajaib Warisan Kakek

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Lelah dengan kehidupan keras sebagai budak korporat di kota besar dan duka setelah kehilangan kedua orang tuanya, Lin Ye memutuskan untuk pulang ke Desa Qingshui, tempat kakeknya dulu tinggal.

Di sana, ia menemukan ladang dan rumah kakeknya yang sudah terbengkalai, kecuali sebatang pohon raksasa misterius di belakang rumah yang anehnya tetap subur dan hijau.

Saat tangan Lin Ye yang terluka menyentuh pohon tersebut, Sistem Warisan Alam yang terkunci sejak kematian kakeknya mendadak aktif, mengenali garis keturunannya sebagai pewaris sah.

Kini, dengan bantuan sistem yang memudahkan pekerjaan bertani dan kehadiran roh-roh alam fantasi, Lin Ye memulai kehidupan barunya yang santai namun penuh keajaiban untuk membangun kembali kejayaan ladang kakeknya, melawan intrik tetangga yang rakus, dan perlahan menjadi kaya raya di tengah kedamaian pedesaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Didorong rasa penasaran, dia mengulurkan tangan kanannya perlahan untuk menyentuh kulit batang pohon itu. Tanpa dia sadari, ada sebuah duri tajam berukuran besar dari semak liar merambat yang melilit kuat di dasar batang pohon tersebut.

Sret.

"Aw," keluh Lin Ye secara refleks.

Duri tajam itu menggores telapak tangan kanannya cukup dalam. Darah merah segar langsung menetes deras dari lukanya. Karena terkejut dan kehilangan keseimbangan, dia secara refleks menekan tangannya yang berdarah itu kuat-kuat ke kulit batang pohon raksasa untuk mencari pegangan agar tubuhnya tidak jatuh terjungkal ke belakang.

Darah segar dari telapak tangannya menempel tebal di kulit kayu pohon raksasa itu.

Tiba-tiba, kejadian yang sangat tidak masuk akal dan di luar nalar terjadi di depan matanya. Darah yang menempel di kulit kayu kasar itu tidak menetes jatuh ke tanah. Darah itu justru tersedot masuk dan meresap dengan cepat ke dalam guratan-guratan kayu. Sedetik kemudian, guratan kayu itu menyala terang dengan cahaya merah redup yang berdenyut seperti detak jantung.

Lin Ye terbelalak kaget. Dia merinding ketakutan dan mencoba menarik tangannya sekuat tenaga, tapi telapak tangannya terasa lengket menempel pada kayu, seolah ditarik paksa oleh daya hisap yang sangat kuat dari bagian dalam inti pohon.

Cahaya merah yang berdenyut di batang pohon perlahan berubah warna menjadi cahaya hijau terang yang menyilaukan mata. Seluruh daun zamrud di atas pohon itu berdesir sangat hebat menciptakan suara gemuruh, meskipun pada saat itu sama sekali tidak ada hembusan angin yang bertiup di sekitar mereka.

Sringgg.

Sebuah suara mekanis yang datar, namun anehnya terdengar sangat alami seperti gema tetesan air di dalam gua bawah tanah, tiba-tiba muncul dan bergema tepat di dalam kepala Lin Ye.

"Inisialisasi Darah terdeteksi."

"Menganalisis kemurnian garis keturunan biologis..."

"Garis keturunan cocok dikonfirmasi: Keturunan langsung dari generasi kedua dari Pemilik Sistem Pertama, Lin Tian."

"Membuka kunci segel. Mengaktifkan Sistem Warisan Alam tahap awal."

"Pemilik baru berhasil didaftarkan ke dalam inti: Lin Ye."

Daya hisap di tangan Lin Ye menghilang tiba-tiba. Lin Ye terhuyung mundur ke belakang hingga akhirnya jatuh terduduk keras di atas tanah berlumpur. Dia memegangi kepalanya dengan kedua tangan. Jantungnya berdebar sangat kencang seakan mau melompat keluar dari dadanya.

"Apa itu tadi? Suara siapa yang baru saja bicara di kepalaku?"

Dia menatap sekeliling halaman belakang dengan panik dan napas terengah-engah. Tidak ada siapa-siapa di sana selain dirinya dan ladang yang hancur. Dia kemudian melihat ke arah telapak tangan kanannya yang tadi tergores duri tajam hingga berdarah. Matanya melebar sempurna. Lukanya hilang tak berbekas. Kulit telapak tangannya kembali mulus, tidak ada bekas goresan sama sekali, yang tersisa hanya noda sisa darah yang sudah mengering.

"Sistem Warisan Alam berhasil diikat secara permanen ke jiwa pengguna. Selamat datang kembali di Ladang, Lin Ye."

Suara gema air itu muncul lagi di dalam kepalanya, kali ini terdengar lebih jelas. Bersamaan dengan suara misterius itu, sebuah layar panel cahaya tembus pandang yang melayang secara ajaib muncul tepat setengah meter di depan wajah Lin Ye. Layar itu bersinar dengan warna hijau muda, sangat mirip seperti tampilan antarmuka menu status di dalam permainan video simulasi yang sering dia mainkan semasa kuliah.

Lin Ye mengusap kedua matanya dengan kasar berulang kali. Dia memukul pipinya sendiri. Dia merasa mungkin pikirannya sudah gila karena kelelahan perjalanan jauh atau dia sedang berhalusinasi parah karena menghirup gas beracun dari tanaman liar. Tapi rasa sakit di pipinya terasa nyata, dan layar bercahaya itu tetap tidak hilang dari pandangannya. Layar itu bahkan mengikuti arah gerakan kepalanya.

"Apa-apaan benda ini? Sihir? Teknologi alien?" tanya Lin Ye dengan suara bergetar pelan.

Layar di depannya menampilkan beberapa baris tulisan dengan huruf bercahaya yang sangat jelas untuk dibaca.

Nama Pengguna: Lin Ye

Level Sistem: 1 (Pemula)

Saldo Koin Alam: 0

Status Ladang: Hancur Total (Level Kritis)

Status Energi Pohon: Kritis (Mati secara permanen dalam 24 Jam jika tidak ada aktivitas penanaman)

"Tunggu dulu, mati dalam dua puluh empat jam?" Lin Ye membaca sebuah tulisan peringatan berwarna merah yang berkedip-kedip terang di bagian paling bawah layar panel tersebut.

"Peringatan Darurat: Energi kehidupan Pohon Ajaib sangat lemah setelah masuk ke mode tertidur selama lima belas tahun tanpa nutrisi. Pengguna diwajibkan segera melakukan proses penanaman bibit pertama di sekitar area terluar akar pohon dalam batas waktu 24 jam untuk memulihkan sirkulasi energi kehidupan. Jika gagal melakukan penanaman, Pohon Ajaib akan mengering dan mati. Sistem Warisan Alam akan hancur selamanya dan tidak bisa diwariskan lagi."

Lin Ye terdiam kaku di atas tanah. Kepanikan awalnya perlahan mereda, digantikan oleh otak analitisnya sebagai mantan pegawai kantoran yang terbiasa memecahkan masalah dalam kondisi tertekan. Berbagai teori mulai terbentuk di kepalanya. Dia teringat kembali cerita aneh mendiang ayahnya saat dia masih duduk di bangku sekolah dasar.

Ayahnya pernah bercerita dengan suara berbisik bahwa kakek memiliki rahasia besar di ladangnya. Rahasia itulah yang membuat hasil panen kakek selalu berukuran lebih besar, rasanya jauh lebih enak, dan selalu diburu serta dibeli dengan harga sangat mahal oleh para bos besar dan orang-orang kaya dari ibu kota. Rahasia yang membuat seluruh tetangga, terutama Zhao He, sangat iri dan menginginkan tanah ini dengan segala cara.

"Apakah ini yang dimaksud rahasia kakek selama ini? Sebuah sistem ajaib di dunia nyata, persis seperti alur cerita di dalam novel web fiksi fantasi yang sering kubaca lewat ponsel saat bosan menunggu kereta komuter pulang kerja?" batin Lin Ye, mencoba mencerna realita baru di depannya.

"Misi Pemula Diaktifkan: Buka Jalan Baru Menuju Kejayaan."

"Tugas Utama: Bersihkan tumbuhan liar di lahan seluas dua meter persegi tepat di dekat akar utama pohon dan tanam Bibit Kubis Energi."

"Hadiah Penyelesaian Misi: 10 Koin Alam, 1 Botol Mata Air Murni, dan Pembukaan Fitur Toko Sistem Level 1."

"Apakah Anda ingin menerima Paket Hadiah Bantuan Pemula sekarang?"

Sebuah tombol bercahaya bertuliskan YA dan TIDAK muncul di tengah layar cahaya itu, berkedip pelan menunggu jawaban.

Lin Ye menatap lekat-lekat pohon raksasa di depannya. Daun zamrudnya terlihat sangat indah. Dia mengalihkan pandangannya melihat hamparan ladang luas yang hancur lebur, mengingat wajah sombong dan nada meremehkan dari Zhao He, dan memikirkan rumah reyot bocor yang harus dia jadikan tempat bernaung mulai malam ini. Dia tidak punya banyak uang tersisa di tabungan. Dia tidak punya koneksi kenalan orang hebat di desa ini. Jika benda melayang di depannya ini benar-benar nyata dan bukan halusinasinya, ini adalah satu-satunya jalan keluar baginya untuk bangkit dari keterpurukan.

Lin Ye menarik napas panjang. Dia mengangkat tangan kanannya perlahan, mengarahkan jari telunjuknya yang gemetar ke layar cahaya tembus pandang itu, dan menekan tombol YA dengan mantap.

Ting.

"Paket Hadiah Bantuan Pemula berhasil dibuka."

"Pengguna Memperoleh: 1 buah Cangkul Kayu Besi Hitam (Alat Pertanian Level 1 - Efek Pasif: Meringankan beban kelelahan kerja fisik hingga 50%), dan 5 butir Bibit Kubis Energi Kualitas Rendah."

Sebuah pusaran cahaya hijau kecil tiba-tiba melintas berputar di udara kosong tepat di depan dada Lin Ye. Saat cahaya itu meredup, sebuah cangkul dengan gagang kayu berwarna cokelat yang sangat halus dan mata cangkul terbuat dari besi hitam pekat yang mengkilap jatuh dari udara, mendarat tepat di atas rumput di dekat kakinya. Benda itu disusul oleh jatuhnya sebuah kantong kain kecil berwarna cokelat yang berisi biji-bijian.

Lin Ye menelan ludahnya yang terasa kering. Dia mengulurkan tangan dan meraih gagang cangkul aneh itu. Ajaibnya, beratnya terasa sangat pas dan seimbang di genggamannya. Dan saat telapak tangannya memegang erat gagang kayunya, ada sensasi aliran energi hangat yang menjalar pelan dari cangkul itu, naik menyusuri lengannya, dan menyebar ke seluruh tubuhnya. Rasa lelah, pegal di punggung akibat duduk berjam-jam di bus, dan rasa gerah yang tadi menyiksanya seketika berkurang drastis seolah dia baru saja selesai mandi air hangat.

"Ini benar-benar gila. Semua ini nyata dan benar-benar gila," gumam Lin Ye berbicara pada dirinya sendiri, tapi sebuah senyum tipis yang penuh antusiasme mulai terbentuk di sudut bibirnya.

Dia memungut kantong bibit kain itu dan menyimpannya ke dalam saku celananya. Lin Ye berdiri tegak, membusungkan dadanya, dan menatap hamparan gulma tebal yang mengepung pohon raksasa tersebut. Kedua tangannya menggenggam gagang cangkul erat-erat.

"Zhao He bilang aku tidak akan bisa bertahan hidup di sini selama tiga hari," ucap Lin Ye dengan nada menantang kepada udara kosong. "Kita lihat saja nanti, siapa yang akan benar-benar menangis memohon saat panen pertamaku tiba."

Srrk.

Lin Ye mengangkat cangkul hitam itu tinggi-tinggi di atas bahunya dan mengayunkannya dengan tenaga penuh. Mata cangkul besi itu membelah tanah keras dan memutus akar rumput liar setebal ibu jari dengan sangat mudah, seringan memotong balok tahu. Kehidupan barunya sebagai petani di desa terpencil resmi dimulai pada detik ini juga.

1
Heri Susanto8246
😄😄 jadi ingat novel nelayan yang tidak pernah mendapatkan ikan saat memancing.
Gege
bukannya ada ruang penyimpanan sistem ya tor.. simpan saja sampe menggunung didalamnya...
Junior Ian
Bgus
Manusia Biasa
keren thor mekanik Sistem nya🤣 benar benar kaya game rpg
Manusia Biasa
jir kirain dapat ikan grade s atau gede🗿
Yui: harus out of the box kak/Smile/
total 1 replies
Amrye Jhon
next
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
next
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
next
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Manusia Biasa
jir ada fitu memancing juga asik🤣
Manusia Biasa
wkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!