Suatu hari, setiap umat manusia dari bumi diseret secara paksa ke dunia apocalypse dimana monster berada. Mereka menerima Aspek, sistem, dan satu tujuan tunggal yakni bertahan hidup.
Player 991 tidak panik. Dia tidak bergantung pada siapapun. Dia tidak mencari bantuan. Dia hanya mulai membunuh.
Sementara yang lainnya membentuk kelompok untuk memastikan keselamatan mereka, Player 991 mendaki papan peringkat global satu demi satu melalui jumlah kill yang dia kumpulkan sendirian.
Namun bertahan hidup saja tidak cukup. Ketika sistem memilih enam pemain terkuat sebagai Sovereign dan memberi mereka kekuasaan untuk membangun kembali peradaban manusia di dunia yang baru, Nate Leicester menemukan dirinya bukan hanya sebagai pemain terkuat — tapi sebagai salah satu dari enam penguasa yang akan menentukan masa depan seluruh umat manusia.
Papan peringkat tidak pernah berbohong. Dan saat ini, hanya ada satu nama di puncak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RyzzNovel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3
[Monster (Murneth) Rank F / Lv. 1 Telah Dikalahkan!]
[Monster (Murneth) Rank F / Lv. 1 Telah Dikalahkan!]
[Monster (Murneth) Rank F / Lv. 1 Telah Dikalahkan!]
[Monster (Murneth) Rank F / Lv. 1 Telah Dikalahkan!]
[Monster (Murneth) Rank F / Lv. 1 Telah Dikalahkan!]
[+9 EXP]
[+90 Credit]
[+9 Kristal Esensi (Murneth) Rank F / Lv.1]
[+4 Bungkus Mie Instant]
[+2 Botol Air]
"Pheeeww, untungnya ini tidak sesulit itu."
Nate mendesah lega. Dengan ini dia sudah setengah jalan menuju level berikutnya.
Dan tepat saat itu, notifikasi sistem kembali muncul.
[Quest Selesai: Serangan (Murneth)]
[Performa: Sempurna]
[+5 EXP]
[+100 Credit]
[+1 Ramuan Pemulihan Stamina Rank F / Lv.1]
"Oh! Ada EXP tambahan? Sempurna, sekarang aku hanya perlu memburu lima Murneth lagi."
Tidak seperti awalnya ketika dia merasa agak tegang, sekarang Nate mulai beradaptasi. Pikirannya terasa lebih tenang, lebih jernih, dan lebih terbuka dari sebelumnya.
Dalam dunia seperti ini, kekuatan adalah hal pertama yang harus dia fokuskan. Karena itu, Nate tidak langsung kembali ke ruangannya atau beristirahat, dia berniat untuk kembali berburu. Monster-monster sebelumnya bahkan tidak cukup untuk membuatnya benar-benar kelelahan. Dia berkeringat, memang, tapi itu lebih karena tegang daripada kelelahan fisik.
Di saat yang sama, Nate tidak berniat untuk tetap tinggal di tempat yang sama. Tidak ada yang bilang bahwa dia tidak boleh berpindah tempat, kan?
Dengan banyaknya bangunan yang hancur, dia bisa tinggal di mana saja selama tempat itu tidak berpenghuni.
"Mari kita lihat."
Nate meninggalkan apartemen itu dan menemukan dirinya di pinggir jalan raya yang kacau balau. Dia berdiri tepat di samping sebuah mobil yang sudah bonyok, bannya amblas menembus aspal yang retak, sementara bagian belakangnya hancur berkeping-keping seperti diremuk dari arah yang salah.
Sejenak, Nate tidak menemukan apapun. Tapi hanya sesaat, sebelum akhirnya dia melihat sesuatu yang mendekat dari arah jalan yang lebih jauh.
Gerakannya aneh. Makhluk itu berjalan dengan satu kaki, menggerakkan jari-jari kakinya untuk melangkah maju, sementara tubuh bagian atasnya terhubung melalui seutas tali gelap dan mengambang seperti balon, dan bagian yang mengambang itu menyerupai Murneth, hanya saja lebih besar dan tampak lebih sadar. Makhluk ini juga punya satu mata, tapi tatapannya terasa jauh lebih awas dibanding Murneth.
'...Atau Murneth memang makhluk yang kesulitan melihat dalam kegelapan?'
Entah apa jawabannya, Nate segera memeriksa nama dan peringkat dari monster itu, salah satu fitur sistem yang dia temukan melalui obrolan chat.
[Monster (CryBallon) Rank F / Lv.1]
Awalnya hanya ada satu, tapi setelah beberapa detik berlalu, beberapa lagi keluar dari bangunan-bangunan terbengkalai di kanan dan kiri jalan, menuju ke arahnya. Bukan hanya CryBallon, beberapa Murneth juga mengekor dari belakang.
Nate memandang mereka semua, lalu mulai menghitung dalam hati.
"Dua belas... Enam belas... Dua puluh tiga... Sempurna."
Total dua puluh lima. Jumlah EXP yang luar biasa untuk permulaan ini.
Nate menghunus sabitnya. Sebelum monster-monster itu sempat mengepungnya, dia memanfaatkan posisi mereka yang masih terpencar dan segera menerjang lebih dulu.
Dia berlari, bukan dengan gaya seorang petarung yang terlatih, melainkan dengan gerakan kaku yang mengandalkan insting. Sabitnya besar, jangkauannya jauh, dan itu sudah cukup. Dia mengayunkannya lebar ke samping, menebas seekor CryBallon hingga tubuh atasnya yang mengambang itu pecah dengan bunyi letupan basah.
Dduumm—!
[Monster (CryBallon) Rank F / Lv. 1 Telah Dikalahkan!]
Mengabaikan notifikasi itu, Nate langsung memutar pandangannya dan menerjang ke arah yang lain.
Sraaang—!!
[Monster (CryBallon) Rank F / Lv. 1 Telah Dikalahkan!]
Sraaang—!!
[Monster (CryBallon) Rank F / Lv. 1 Telah Dikalahkan!]
Buum—!
[Monster (Murneth) Rank F / Lv. 1 Telah Dikalahkan!]
Buum—!
[Monster (Murneth) Rank F / Lv. 1 Telah Dikalahkan!]
[Level Up!]
[Level 0 > 1]
[+2 Poin Stat]
"Sisa dua puluh."
Nate tidak lagi memanfaatkan posisi mereka yang terpencar. Sekarang dia malah menunggu, membiarkan mereka semakin berdekatan satu sama lain, lalu menghabisi mereka dalam satu ayunan lebar.
Sabitnya punya daya tebasan yang luar biasa. Jangkauannya yang luas benar-benar sempurna untuk grinding semacam ini.
Sraaang—!!
[Monster (CryBallon) Rank F / Lv. 1 Telah Dikalahkan!]
[Monster (CryBallon) Rank F / Lv. 1 Telah Dikalahkan!]
Buum—!
[Monster (Murneth) Rank F / Lv. 1 Telah Dikalahkan!]
[Monster (Murneth) Rank F / Lv. 1 Telah Dikalahkan!]
Kepuasan itu menyelimutinya. Semakin dia menebas, semakin deras notifikasi sistem datang berderetan, dan ada sesuatu yang aneh dari itu, sensasi yang sulit dijelaskan tapi nyata dan memabukkan.
Selama sepuluh menit penuh, gerakan Nate yang semula kaku perlahan-lahan membaik. Ayunan sabitnya semakin presisi, langkahnya semakin terukur, hingga akhirnya, monster terakhir di lingkungan itu roboh tanpa sempat melakukan apapun.
Awalnya Nate memperhitungkan jumlah mereka dua puluh lima, tapi ternyata monster itu terus berdatangan sepanjang pertarungan, dalam jumlah yang membuat Nate mulai kelelahan dan kewalahan tanpa sempat menyadarinya.
Nate terengah-engah, keringat mengalir di wajahnya. Pakaiannya penuh dengan percikan darah hitam, dan bau busuk menyebar tebal di udara sekitar.
Dia mengulurkan tangannya, dan sebuah botol kaca kecil berisi cairan hijau muncul di genggamannya. Nate meneguknya tanpa ragu, ramuan itu memulihkan setengah dari staminanya yang benar-benar terkuras. Dia mendesah pelan, membiarkan jantungnya yang berdebar kencang perlahan kembali tenang.
Nate menatap sekelilingnya.
Jalanan itu kini banjir darah hitam yang merembes ke celah-celah aspal yang retak. Tumpukan tubuh monster berbentuk bola gelap berserakan di mana-mana, sebagian masih mengeluarkan asap tipis dari luka yang ditinggalkan korosi sabitnya.
Dengan ketidakpedulian yang dingin, Nate memeriksa statusnya.
"Status."
\=\=\= STATUS \=\=\=
Nama: Nate Leicester (991)
Usia: 19 Tahun
Aspek: Purple Reaper [F]
Level: 3
EXP: 16/160
STR: 1
AGI: 1
MP: 1
STA: 1
VIT: 1
INT: 1
Poin Stat: 6
Credit: 1.610
Senjata: Violet Reaper [F]
Title: -
\=\=\= LOKASI: S86 \=\=\=
\=\=\= SENJATA WARISAN \=\=\=
Nama: Violet Reaper
Peringkat: [F]
Deskripsi:
Sabit sebesar tubuh manusia dengan gagang
yang terasa dingin saat disentuh. Asap ungu
terus merembes dari gagangnya tanpa henti,
menghilang lalu kembali muncul dari tempat
yang sama seperti pengulangan waktu yang
tak berujung. Bilahnya berwarna hitam pekat
dengan warna ungu pudar yang menghiasi
bagian atasnya.
Skill:
— [Corrosion]: Setiap serangan meninggalkan
efek korosi pada target. Target kehilangan
darah setiap detik hingga mati. Hanya bisa
dihentikan oleh ramuan Purify atau
kemampuan penyembuhan sejenis, atau daya tahan terhadap korosi yang tinggi.
Syarat Ascension [F] -> [E]:
— Kill Monster Peringkat F: [151/600]
\=\=\= SENJATA WARISAN \=\=\=
"Seratus lima puluh satu monster..." Nate terkekeh lelah. Dia tidak menyangka akan datang hari di mana dia bergerak ke sana kemari melakukan pembantaian, dalam jumlah ratusan pula.
Dia melirik ke arah sistem, dan inventorinya muncul sesuai pikirannya. Isinya penuh dengan benda-benda yang sangat membantu untuk kehidupan sehari-hari. Dengan begini, dia tidak perlu lagi khawatir soal makanan dan air untuk sementara waktu.
"...Kurasa aku akan istirahat dulu. Aku juga perlu memikirkan alokasi statistikku, dan memeriksa kemajuan yang lain di obrolan chat."
Dengan itu, Nate kembali memasuki apartemen dan mengambil kamar paling dekat yang bisa dia gunakan.
***