NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Cinta

Tiba-tiba Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:844
Nilai: 5
Nama Author: nisa_prafour

Aruna Prameswari tidak pernah tahu bagaimana hidupnya berubah menjadi runyam. Semenjak Kedatangan sosok Liam Noah Rajasa, Atlet bola sekaligus Pengusaha ibukota. Hidupnya dibuat kacau balau sejak laki-laki itu selalu merecoki harinya yang gitu-gitu aja. Kerja, lembur, nongkrong, dan pulang.

Laki-laki itu semakin gencar mendekati dirinya ketika tahu kalau dirinya baru saja putus dari pacarnya, padahal Aruna masih belum begitu move on. Namun Liam dengan segala usahanya hingga membuat dirinya menyerah dan cinta itu datang tiba-tiba.

akankah Cinta Aruna yang datang tiba-tiba berakhir dengan indah atau malah sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nisa_prafour, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 28

"Don't Chase!"

Rehan menahan Noah yang hendak mengejar Aruna. Ia menggelengkan kepalanya menatap Noah, menyuruh laki-laki agar tetap ditempatnya.

"Jangan dikejar. She's needs space for himself"

Dan berkahir dengan keduanya yang kembali duduk di bench. Kedua laki-laki itu saling terdiam hingga Noah berinisiatif untuk memecah keheningan. Lagipula banyak yang akan dia tanyakan pada Rehan.

"What's happening?"

"What?"

"Everything. About you and Aruna. Kurasa terlalu rumit"

Rehan tertawa. Ia mengadahkan kepalanya keatas. Menatap gumpalan awan hitam yang bergerak. Jelas sekali jika sebentar lagi hujan.

"It is my fault"

"....."

"Cita-cita Aruna adalah menjadi penari. She's really like it. Tapi aku dengan egoisnya mematahkan semua harapan dan cita-citanya"

"Why"

"Keluarga ku bukan dari kalangan atas Shayne dulu. Sepuluh tahun lalu we live in poverty. Namun, Aruna dengan segala kegigihannya datang pada ibu dan ayah. Dia bilang akan mengubah nasib keluarga kita. Ia ingin sekolah menari dan berjanji akan membuat kita semua bangga"

"....."

"Tapi seperti yang kamu tahu, sekolah menari waktu itu sangat membutuhkan biaya yang besar. Aruna nggak akan bisa mengikuti apapun jika tidak memiliki skill. Sedangkan menari tidak hanya butuh skill saja. Kita butuh pendidikan juga. Dan itu membutuhkan uang. Lalu aku dengan egoisnya masuk dalam kesempatan kecil itu. Aku memaksa ibuku untuk melanjutkan sekolah bolaku yang sempat terhenti. Aku merayunya dan memberi janji manis untuk mengubah kehidupan kita hingga akhirnya kedua orang tuaku setuju. Ibuku mengusahakan segala cara termasuk sebidang tanah satu-satunya waktu itu"

"....."

"Karena memang sudah jelas cita-cita ku dibandingkan cita-cita Aruna waktu itu akan lebih berguna Cita-cita ku untuk membawa perubahan keluargaku"

Noah yang paham menganggukkan kepalanya pelan. Ia paham laki-laki disampingnya ini jelas punya masa-masa tersulit dulu. Antara mengorbankan cita-cita adiknya dan memperjuangkan kehidupan keluarganya. Dan itu bukan keputusan yang main-main.

"Sejak saat itu lebih tepatnya keberhasilan ku membuat Aruna terpukul. Ia selalu menganggap jika akulah yang merebut semua waktu dan menyia-nyiakan kehidupan masa mudanya. Meskipun itu kenyataannya.Termasuk cita-citanya "

"Kamu memang berada di posisi yang salah dan benar. Tapi memang kamu nggak ada pilihan lain waktu itu. Jadi jangan terlalu menyalahkan dirimu. Aruna hanya perlu waktu. Aku yakin "

"Aku nggak pernah tahu bagaimana Aruna berubah secepat ini. You know, dia adalah gadis penurut. Bahkan dia rela mengorbankan waktu istirahatnya hanya untuk menemaniku bermain bola. Dia gadis yang manis" Rehan menerawang ingatan masa kecilnya itu. Bibirnya tersenyum tipis jika mengingat bagaimana Aruna kecil begitu memujanya dulu.

"....."

"Namun setelah aku berhasil dengan kehidupan ku yang lebih baik, Aruna berubah. Dia bukan lagi Aruna yang dulu. Penurut padaku. Dia berubah menjadi membenciku. Bahkan kamu tahu, waktu pernikahan ku dengan Jihan dia kabur ke Belanda ikut bekerja dengan bossnya. Itu pertama kalinya ia menolak seluruh hal yang berhubungan denganku"

"....."

"Aku memang berhasil dengan kehidupan ku. Namun aku tetap gagal menggapai bahagia ku. Begitu pula dengan Aruna"

.

.

.

Di sisi lain, di tempat konsesi, salah satu fasilitas dalam stadion, Aruna terduduk diatas bangku panjang yang tersedia. Kepalanya tertunduk untuk menyembunyikan tetes demi tetes Air matanya yang turun berjatuhan.

Isakannya memang berhenti tapi air matanya masih setia mengalir di pipi halusnya.

"Pakai ini Aunty"

Kepalanya otomatis bergerak pelan dan dengan cepat ia mengusap kasar air matanya. Kedua netranya mendapati anak laki-laki dengan tas ransel yang menggantung disalah satu bahunya. Keningnya berkerut. Ditambah lagi anak laki-laki ini duduk begitu saja dengan berani di sampingnya.

"Kata ayahku, wanita cantik dilarang keras menangis. Apalagi sendirian"

Dan itu sukses membuat Aruna tersenyum, "Ayah mu pasti laki-laki yang hebat"

"Benar sekali. Dia adalah Ayah terhebat yang aku punya"

"Kenapa disini? Siapa namamu?"

"Aku sedang jalan-jalan dan namaku Nicky. You can call me Nick"

Aruna mengangguk lalu ia mengembalikan sapu tangan yang tadi diberikan bocah itu.

"Hallo Nick. Aku Aruna"

"I know"

Lagi, Aruna mengerutkan keningnya bingung. Dan kini ia menatap lamat-lamat bocah disampingnya itu, "How do you know?"

"Dari ayahku of course!"

Belum sempat Aruna berfikir, suara dari ujung dan sosok Marinos membuat matanya membulat sempurna. Aruna mencoba mengenali rasa yang tiba-tiba hadir dihatinya. Bukan, bukan debaran kerinduan seperti layaknya mantan kekasih yang bertemu pada umumnya.

Hanya rasa penasaran yang mendominasi.

"NICK!! Ayah mencari mu! Disini kamu rupanya"

"Hai ayah. Maaf aku bosan. Jadi aku jalan-jalan sebentar dan you know what i found?!!! Aunty Aruna !!"

Sedangkan Marinos terlihat salah tingkah ketika Aruna menatapnya penuh tanda tanya. Ia sampai menggaruk tengkuknya saking malunya.

"Hai!"

"Hai"

"How are you Run?"

"I'm Fine. How about you?"

"Feel better"

Aruna tersenyum kecil lalu bergantian menatap dirinya dan Nick bergantian, "So, he's little boy?"

"Ya. Is Nick"

"Gimana dia tahu aku Aruna?"

"Sorry about that Run. Aku menunjukkan foto mu saat ia ikut penerbangan kemari"

Kepala Aruna mengangguk paham. Kemudian ia beralih jongkok dibawah Nick. Menjawil hidung bangir laki-laki itu, "Mau ikut denganku?"

"Where?"

"What do you want?"

"Eat?"

"Oke. Kita makan! Kita sambil cerita-cerita ya Aunty ?"

"Of course. Aku akan ajak kamu ke tempat yang menyenangkan"

"Ternyata selain cantik aunty juga baik ya. Benar kata Ayah ternyata"

Diam-diam kegiatan Aruna yang berinteraksi dengan Nick tak luput dari pandangan Marinos. Laki-laki itu hampir menitikkan air matanya saat melihat tawa Nick.

Andai saja, ia tidak menjadi laki-laki brengsek yang membohongi Aruna, sudah jelas gadis itu masih menjadi miliknya sekarang. Bukan malah berpaling pada Noah. Ya, ia tahu itu. Ia bahkan masih selalu memantau perkembangan Aruna lewat salah satu kenalannya di Indonesia. Namun ia bersumpah sudah menghentikan hal itu sejak mengetahui jika Aruna bersama Noah Pattingga

"Ya?!" Marinos tersentak. Ia menatap Aruna yang sudah berdiri dengan menggandeng tangan Nick

"Aku boleh bawa Nick makan dan jalan-jalan?"

"You can"

"Oke. Nanti aku antar Nick kembali ya. Kamu di penginapan seperti biasanya kan?"

"Iya"

"Nick pamit dengan ayahmu dulu!"

"Run?"

"Ya?"

"Nick, dia ... Sama seperti ku"

"Makannya? Alergi kacang?"

"Mm"

Setelah mencium pipi sang Ayah bocah laki-laki dengan topi coklat itu mengikuti langkah Aruna yang menggandengnya. Bibirnya sesekali melontarkan pertanyaan dan dengan senang hati Aruna menimpali. Adanya Nick membuat Aruna lupa seketika akan kejadian beberapa saat lalu yang menghancur hatinya. Kesedihannya menguar begitu saja.

"Aunty may i ask you something?"

"Of course you can"

"Why did you suddenly break up with Daddy"

Oh my ... Aruna harus menjawab apa?

"....."

"Aunty ...?"

"Sayang ... Mmm you know masalah orang dewasa. Jadi sedikit rumit untuk menjelaskannya padamu"

"Bukan karena aku kan?"

Kini langkah Aruna sepenuhnya terhenti. Gadis itu menatap laki-laki kecil itu dengan pandangan kosong seketika.

"....."

"Aku harap kamu bisa kembali lagi dengan Ayah. Cause, he loves you very much"

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!