NovelToon NovelToon
Terikat Tanpa Pilihan

Terikat Tanpa Pilihan

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:14k
Nilai: 5
Nama Author: ludiantie

Tessa hanyalah gadis biasa yang hidupnya digerakkan oleh takdir dan kesalahan orang lain. Pernikahan mendadak dengan Nickolas Adhitama, pria kaya dan dingin, bukanlah pilihannya, tapi kenyataan yang harus dihadapinya.

Nick, yang terbiasa menguasai segalanya, kini berhadapan dengan Tessa, wanita lembut, teguh, tapi menantang yang membuatnya kehilangan kendali.

Sementara Tessa berjuang menjaga harga diri dan kemandirian, Nick harus belajar bahwa hati manusia tak bisa diatur dengan kekuasaan atau uang.

Di dunia di mana satu keputusan bisa menjadi perang psikologis, akankah cinta tumbuh di antara ketegangan dan luka masa lalu, ataukah mereka hanya menjadi tawanan takdir yang kejam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ludiantie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Mobil hitam itu berhenti di depan gerbang besi tinggi yang terbuka otomatis.

Rumah itu berdiri megah, dominan kaca dan marmer, memantulkan cahaya sore kota yang mulai redup. Halaman luas, taman tertata rapi, dan ada kolam di sisi kiri.

Semua terlihat sempurna.

Dan terasa kosong.

Nick turun dari mobil tanpa tergesa. Seorang asisten rumah tangga membukakan pintu utama.

“Selamat sore, Tuan Nick.”

“Hm.”

Ia masuk tanpa banyak bicara. Suara langkahnya menggema di lantai marmer.

Semalam ia berada di hutan, di balai desa, di tengah tuduhan dan tatapan menghakimi.

Hari ini ia kembali ke dunianya yang bersih dan terkontrol.

Seolah dua dunia itu tidak pernah bersinggungan.

Nick melepas jasnya dan menyerahkannya pada pelayan.

“Tidak ada yang masuk ke ruang kerja saya?” tanyanya singkat.

“Tidak, Tuan.”

“Baik.”

Ia menaiki tangga menuju kamar utama. Pintu terbuka otomatis dengan sidik jarinya.

Ruangan itu luas, minimalis, dengan jendela kaca tinggi menghadap kota.

Nick melepas jam tangannya, meletakkannya di atas meja. Lalu masuk ke kamar mandi.

Air hangat mengalir deras membasahi bahunya.

Ia memejamkan mata.

Dalam kepalanya, bukan suara warga desa yang terngiang.

Bukan juga kalimat ijab kabul yang baru saja ia ucapkan.

Melainkan satu hal yang mengganggu,

Reaksi Tessa saat mendengar kata perceraian.

Tidak ada protes.

Tidak ada harapan.

Tidak ada tuntutan.

Seolah ia memang tidak pernah berharap apa pun.

Nick membuka mata.

Air terus mengalir.

“Aneh, seharusnya saat dia sudah tau statusku, dia akan memanfaatkanku,” gumamnya pelan.

Ia mematikan shower dan keluar dengan handuk melilit pinggang. Mengenakan kaus hitam tipis dan celana santai, lalu menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur besar.

Ia berniat tidur.

Menghapus satu hari yang terasa seperti kesalahan administratif.

Matanya baru saja terpejam ketika ponselnya bergetar di meja samping ranjang.

Satu nama muncul di layar.

Komisaris Utama.

Nick menghembuskan napas pelan sebelum mengangkatnya.

“Iya.”

“Sudah pulang?” suara berat di seberang terdengar tegas, dominan seperti biasa.

“Sudah.”

“Bagaimana proyek di desa itu?”

“Selesai.”

Ada jeda pendek. Lalu pertanyaan yang sebenarnya.

“Dan soal calon istrimu?”

Rahang Nick mengeras.

“Belum ada yang perlu dibahas.”

“Kamu sudah tiga puluh dua tahun, Nickolas,” suara ayahnya meninggi sedikit. “Kamu pikir ayah akan terus membiarkan pewaris Adhitama Group hidup tanpa arah jelas?”

Nick bangkit duduk.

“Hidupku sangat jelas, ayah.”

“Tidak dalam urusan keluarga.”

Nick memijat pelipisnya.

“Aku sedang tidak ingin membicarakan ini.”

“Kamu tidak pernah ingin membicarakan ini!” potong ayahnya. “Beberapa keluarga sudah menanyakan kepastian. Kamu tidak bisa terus menolak. Perusahaan ini butuh aliansi.”

Aliansi.

Bukan pernikahan.

Nick tersenyum tipis tanpa humor.

“Saya tidak akan menikah demi negosiasi bisnis.”

“Kamu terlalu idealis.”

“Dan Ayah terlalu kalkulatif.”

Hening sesaat. Tegang.

Suara di seberang menjadi lebih rendah.

“Kamu pikir kamu bisa mengabaikan tanggung jawabmu sebagai anak tunggal?”

Nick menatap jendela kamar yang memperlihatkan lampu kota mulai menyala.

Tanggung jawab.

Lucu sekali.

“Ayah tidak perlu khawatir.”

“Kenapa?”

Karena saya sudah menikah hari ini.

Dengan perempuan yang bahkan tidak Ayah ketahui.

Kalimat itu hampir keluar.

Namun Nick menahannya.

Bukan karena takut.

Melainkan karena ia belum ingin menjelaskan kekacauan yang bahkan belum ia pahami sendiri.

“Karena hidupku bukan bahan rapat direksi,” jawabnya datar.

“Nickolas-,"

Nick menutup telepon.

Layar ponsel kembali gelap.

Ruangan menjadi sunyi lagi.

Ia meletakkan ponsel itu dengan sedikit lebih keras dari biasanya.

Untuk pertama kalinya, ia menyadari satu kemungkinan yang mengganggu,

Jika ayahnya tahu ia sudah menikah dan bukan dengan perempuan pilihan keluarga,

Masalah ini tidak akan berhenti pada perceraian sederhana.

Nick bersandar ke kepala ranjang.

Langit di luar jendela sudah gelap sepenuhnya.

Hari itu seharusnya selesai.

Namun justru terasa seperti awal dari sesuatu yang jauh lebih rumit.

1
Nur Halida
bravo tessa .. sekali2 nick harus di kasih tau jangan jadi orang egois terus
Nur Halida
nah gitu nick.. ngaku ..jangan gengsi aja di gedein😁
Nur Halida
cemburu lagi entar si nick orion deket2 sama tessa
itsmecancer: wkwk bisa jadi... 😭 nick lagi sensi banget sekarang sih🤫
total 1 replies
Nia Nara
Kalau belum menyerahkan diri sih masih mending, baru menyerahkan diri terus diginiin, sakitnya tuh berlipat2 rasanya
Nia Nara
Masa Nick gitu aja marah. Semua orang punya masa lalu. Tessa saja bukan wanita pertama Nick kan.
itsmecancer: iya tuh...si nick emang ngadi² aja😌🤫
total 1 replies
Nia Nara
Tessa definisi putri tidur ya, baru bangun jam 8 malam bisa tidur lagi 🤭
itsmecancer: definisi, bisa tidur kapan aja, dimana aja 🤫🤭
total 1 replies
Nia Nara
Kebayang jadi nick selelah apa dalam hidup. Mending duit cukup, makan enak, tidur nyenyak, pikiran tenang 😄
itsmecancer: wkwk andai hidup semudah itu ya 🤭
total 1 replies
Nur Halida
nick .. kamu buat tessa kecewa lagi dg menjawab tidak ..
itsmecancer: iyaa 😭 lagi-lagi dia salah langkah di sini😔
total 1 replies
Nia Nara
Terlalu banyak aturan. Ngerasa gak bisa napas 🤣
itsmecancer: wkwk iya ya kayak gak bisa napas jadinya🤭
total 1 replies
Nur Halida
nick kali ini kamu harus benar2 melindungi tessa dari kejulidan tante livia .. jangan sampe tessa terbojok dan membuatnya sedih cukup kamu saja yg buat tessa sedih dan kecewa
itsmecancer: huhu… tessa emang gak pantas disakitin lagi 😭 tapi nick nya lagi gak bener juga…
total 1 replies
Nur Halida
ada ya manusia macem nick ini..
munafik tau gak kamu nick😡😡😡
itsmecancer: dia sebenernya mau...tapi malu🤫
total 1 replies
Nur Halida
bagus tessa .. diemin aja terus si nick itu lama2 juga dia yg akan ngejar2 kamu
Jelita S
abaikan terus dia Tessa biar mampus sendiri dia
Nur Halida
dasar nick manja kalo gak disuruh tessa gak mau makan .. tapi tessanya di cuekin gak mau dilihat gak mau di dengar.. piye toh kamu nick... nick...🤔
itsmecancer: wkwk iya keliatan banget di part ini 😭
total 1 replies
Jelita S
apa sih maunya si Nick banci ini
Jelita S
malas banget liat Nick
Nur Halida
sumpah kesel banget sama nick ini... udah lah tessa sebaiknya kamu harus benar2 menjauh dari nick atau tinggakin aja sekalian .. darah tinggi aku lama2 dg sikap nick ini😡😡
itsmecancer: sabar.. sabar dulu ya...aku ngerti banget kenapa kalian pengen tessa ninggalin dia 😔🥺kita tunggu kelanjutannya dulu oke 🤫
total 1 replies
Nur Halida
kenapa gak pulang sih nick .. aku yakin walau kecewa tessa pasti tetap akan merawatmu dg lebih baik
itsmecancer: Nick : “kamu pikir semua bisa selesai cuma dengan pulang?" 😌
total 1 replies
Jelita S
GK usah pulang Nick kelaut z sana
itsmecancer: waduuhh.. kasian nanti Tessa nya dong😌
total 1 replies
Nur Halida
dasar nick cemen .. lari dari masalah .. kalo kamu gak pulang2 emang masalahnya bisa terselesaikan??
itsmecancer: bener banget lagi 😑
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!