NovelToon NovelToon
Ku Pilih Jodoh Pilihan Bunda

Ku Pilih Jodoh Pilihan Bunda

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Depi Delita

Iqram, seorang laki-laki yang sudah cukup umur dan sudah mapan dalam pekerjaan nya,menerima jodoh yang di carikan bunda nya karena kecewa pada wanita yang dia cintai .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Depi Delita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

jodoh pilihan bunda

 Iqram tidak menghiraukan ucapan Vania,dia langsung masuk ke dalam mobil nya dan melajukan mobil itu meninggal rumah keluarga Vania.

 " Apa ini jawaban doa ku tadi ya Allah. Engkau sudah memberikan ku tanda kalau hubungan kami ini tidak baik untuk kami satu sama lain" ucap Iqram sambil menyetir.

 " Melarang aku untuk mengirimkan uang buat bunda ku,tapi mewajibkan aku untuk menafkahi orang tua nya. Sangat konyol sekali. Aku tidak pernah mau perhitungan kalau soal uang. Dia mau memberi uang orang tua nya dari gaji ku tidak akan aku permasalahan. Tapi kalau hanya orang tua nya yang harus aku nafkahi tapi orang tua ku tidak boleh,maka lebih baik semuanya dia akhiri sekarang " ucap Iqram lagi.

 " Sebaiknya aku pilih jodoh pilihan bunda. Aku yakin bund tidak akan asal pilih untuk ku" ucap Iqram sambil tersenyum.

 Tak terasa Iqram sudah sampai di kontrakan nya. Disana ternyata Ilham sehabat mubsudah menunggu nya.

 " Dari mana bro" tanya Ilham.

 " Dari rumah Vania" jawab Iqram sambil tersenyum.

 " Wah,kayak nya udah mau lamaran nih" ucap Ilham menggoda.

 Iqram langsung menggeleng sambil membuka pintu kamar kontrakan nya. " ayo masuk dulu. Kita ngopi di dalam" ajak Iqram.

 Ilham pun masuk ke dalam kontrakan itu mengikuti langkah Iqram. Iqram membuat dia cangkir kopi dan duduk di dekat Ilham. Kemudian dia menceritakan semua nya pada Ilham.

 " Gila,lebih baik Lo mundur sekarang bro,dari pada nanti Lo harus milih istri atau ibu Lo" saran Ilham.

 Iqram langsung mengangguk," sudah. Gue udah langsung mundur di hadapan ke dua orang tua Vania "jawab Iqram.

 " Pernikahan itu menyatukan dua keluarga. Gue berjanji akan menganggap keluarga istri gue seperti keluarga gue sendiri. Gue juga pingin istri gue menganggap keluarga gur seperti keluarga nya sendiri. Kalau dari awal saja sudah seperti ini, bagaimana nanti nya. Istri nomor satu,bunda pun nomor satu. Tapi di posisi mereka masing masing" ucap Iqram lagi.

 Ilham langsung tertawa mendengar ucapan Iqram," yang awalnya manis saja bisa berantakan ujung ujungnya,apa lagi yang sudah jelas begitu. Memang mundur jalan satu satu nya" ucap Ilham yang di anggukan oleh Iqram.

**

 Sementara itu di rumah Vania, tampak Vania uring uringan setelah Iqram pergi. " Kamu tenang aja,besok dia juga bakal nyamperin kamu lagi" ucap buk Yanti mama nya Vania.

 " Kalau tidak gimana ma. Kna rugi kalau aku harus kehilangan calon suami perfect seperti dia. Dia juga tidak pelit selama ini pada ku. Mama dan papa bikin rencana ku hancur berantakan " ucap Vania.

 Pak Zainal tersenyum pada Vania," kamu tenang saja. Papa yakin kalau Iqram itu tidak akan bisa lepas dari kamu. Dari sorot mata nya papa bisa lihat kalau dia cinta mati sama kamu. Besok pasti dia nyamperin kamu lagi. Kamu nggak perlu galau" ucap nya.

 Vania terdiam sejenak, kemudian dia tersenyum. " papa benar. Iqram itu cinta mati sama aku. Paling lama besok dia pasti sudah ngubungin aku buat minta maaf" ucap nya penuh percaya diri.

 " Dan kamu harus tetap pada permintaan mu tadi. Rumah yang akan dia beli harus atas nam kamu. Dan uang bulanan buat papa dan mama tidak boleh kurang dari tiga juta sebulan " pesan buk Yanti.

 Vania mengangguk," beres ma" ucap nya.

 Ke esokan lagi nya, handphone Iqram berdering. Ada panggilan masuk dari nomor bunda nya. Iqram langsung tersenyum.

 " Assalamualaikum bunda" ucap Iqram saat mengangkat panggilan itu.

 " Waalaikumsalam nak. Kamu sudah sarapan" tanya buk Vita bunda nya Iqram.

" Sudah Bun. Bunda udah sarapan belum " jawab Iqram.

" Alhamdulillah baru selesai. Oh ya nak, bagaimana hubungan dengan Vania. Sudah bicara kearah pernikahan " tanya buk Vita.

" Nggak jadi Bun. Setelah aku pikir pikir,aku lebih memilih jodoh yang bunda pilihkan " jawab Iqram yang membuat bunda nya langsung tertawa.

" Kamu serius nak" tanya buk Vita.

" Aku serius bunda. Nggak mungkin untuk hal sepenting ini aku bercanda" jawab Iqram.

" Trus Vania gimana" tanya buk Vita.

" Mungkin kamu tidak jodoh Bun. Ada hal yang membuat aku mundur dari hubungan kami" jawab Iqram.

" Oh iya Bun,rencana nya bunda mau jodohin aku sama siapa " tanya Iqram penasaran.

" Sama anak nya almarhum ustadz Yahya, sahabat nya Aisyah adik mu" jawab buk Vita.

Tubuh Iqram mendadak kaku mendengar jawaban bunda nya.

" Kamu masih ingat sama Cahaya kan" ucap buk Vita lagi yang membuat Iqram ingin meloncat kegirangan.

Iqram mencoba menahan diri nya agar tidak berteriak kegirangan mendengar nama gadis pilihan bunda nya yang memang sudah lama dia taksir saat dia masih di kampung.

Iqram terpaksa memendam rasa cinta nya karena mendapatkan kabar kalau Cahaya sudah di jodoh kan oleh ayah nya dengan seorang pemuda yang saat itu sedang kuliah di Kairo Mesir.

" Ibu jangan bercanda, Cahaya kan sudah di jodohkan ayah nya dengan Fikri. Mana mungkin dia mu dengan ku" ucap Iqram.

" Cahaya menolak perjodohan itu karena umi nya Fikri minta syarat yang banyak dari keluarga Cahaya untuk pernikahan mereka " jawab buk Vita.

" Buk Saidah pernah mendatangi bunda untuk menanyakan kamu. Apa kamu bersedia untuk menikah dengan Cahaya " ucap buk Vita.

" Apa Cahaya mau menikah dengan ku Bu" tanya Iqram.

" Ibu sudah tanya langsung ke Cahaya. Katanya semuanya terserah pada kamu. Kalau kamu bersedia,maka dia juga akan bersedia" jawab buk Vita.

Iqram langsung tersenyum lebar," Bun,tolong belikan ciincin untuk Cahaya,aku akan kirimkan uang nya sekarang juga. Dan tolong bunda antarkan cincin itu ke rumah Cahaya sekarang juga. Katakan itu tanda aku mengikat dia. Aku akn minta cuti dari kantor agar bisa pulang untuk melamar nya secara langsung. Kapan bisa nya nanti akan aku kabar kan langsung ke bunda" ucap Iqram penuh semangat.

" Alhamdulillah,bunda senang dengernya nak. Bunda akan lakukan seperti yang kamu minta" ucap buk Vita.

" Udah dulu ya Bun. Aku mau berangkat ke kantor. Nanti aku hubungi lagi Bunda. Assalamualaikum " pamit Iqram.

" Iya nak, waalaikumsalam " ucap buk Vita. Panggilan ltu kemudian berakhir.

Iqram dengan cepat membuka aplikasi mobile banking nya dan langsung mengirim kan sejumlah yang ke rekening bunda nya.

Setelah itu Iqram langsung tersenyum," kalau jodoh memang nggak akan kemana. Dulu aku pernah jatuh hati pada nya, sekarang jalan ku terbuka untuk bisa menghalalkan nya" ucap Iqram sambil tersenyum.

" jodoh pilihan bunda memang nggak kaleng kaleng. Terima kasih ya Allah, terima kasih atas semua petunjuk mu" ucap Iqram lagi.

Dia kemudian berjalan sambil memainkan kunci mobil nya dan pergi melaju menuju kantor tempat dia bekerja.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!