Dunia memiliki sistem mutlak yang ditetapkan jutaan tahun lamanya. Sistem rimba, yang terkuat dialah yang berkuasa dan yang lemah akan tersingkir. Sistem itulah awal terlahir kasta antara mahkluk hidup, sebuah hukum yang tidak dapat diubah dan akan terus berjalan. Tahun berganti, hukum mulai goyah. Keadilan tidak diberikan pada yang hak. Namun pada yang berkuasa. Jutaan tahun berlalu. Langit menciptakan hukum baru yang berpusat pada keseimbangan. Malaikat penyelamat bagi mereka yang tersingkir, memiliki tujuan menghancurkan sistem yang telah goyah. Dewa agung menjadi dakwa yang berdosa telah menciptakan iblis berwujud cahaya. Mereka yang berkuasa melawan mereka yang dibuang, terus bertahan hidup untuk melanjutkan perang tiada akhir demi jawaban kebenaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arkara Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 003 —Darah Keturunan
Groooaarr!!
Raungan keras memecah keheningan, membawa semangat baru yang akan kembali berkobar seperti api. Mentari pagi muncul dari ufuk timur dengan kehangatan, yang menyelimuti tubuh dari dingin nya udara pagi.
Tes... Tes... Tes...
Bulir-bulir embun menetes dari daun, menyatu ke bulir lain. Sebelum akhirnya jatuh ketanah. Hembusan angin dingin, dan kehangatan mentari. Membawa sesuatu yang telah padam didalam jiwa yang tertidur.
Tap... Tap... Tap...
Langkah kaki penuh semangat terdengar dari balik pintu goa, menggema menjadi gelombang suara. Sepasang kaki keluar dari pintu mungil, sebelum akhirnya mata yang terpejam lama kini melihat. Dunia baru, yang lebih luas. Penuh kehidupan dan semangat, yang berbeda dari dalam sini.
"Huh... Hah!"Menarik nafas panjang, membiarkan udara segar masuk melalui hidung. Dan menyebar ke paru-paru, membawa perasaan lega dan ketenangan.
Mata penuh semangat itu, memandang langit biru diatas nya. Dengan ekspresi yang benar-benar berbeda , senyuman tipis terukir diwajah nya yang tampan. Mata penuh tekad yang bersinar seolah sedang melihat, sesuatu yang akan ia lalui didepan sana. Sesuatu yang tidak ia ketahui mungkin sedang menunggunya.
"Aku tidak tau akan memulainya dari mana! Yang jelas, aku akan mencari tujuan ku sendiri!"ucap zabarin penuh semangat, tekad membara yang menyala didada nya kini semakin besar. Membawa langkah nya menuju tempat-tempat baru.
Menoleh sedikit ke belakang, melihat kembali goa mungil yang menjadi tempat pertama, sekaligus rumah pertama untuknya. Kedepannya, mungkin ia tidak akan kembali lagi ketempat ini. Ia tidak bisa berdiam disatu tempat, dunia ini begitu luas. Dan tujuan nya juga seluas dunia ini.
Dengan berjalan mengelilingi setiap tempat yang akan ia kunjungi, membuat dunia menjadi rumah nya. gunung, hutan, laut. Akan menjadi teman nya, dimanapun ia berada. Ia tidak sendiri didunia ini, mereka juga mahluk hidup dengan evolusi yang berbeda.
Ia dan dunia ini adalah satu kesatuan, yang diciptakan langit untuk menemui jalan nya sendiri. Angin akan menuntun nya, cahaya akan menerangi jalan nya. Kegelapan akan terus disampingnya.
Membulatkan tekad serta menerima takdir hidup nya, ia berjalan pelan menuju sungai. Meninggalkan rumah pertama nya, yang suatu saat akan menjadi kenangan terindah yang pernah ia dapatkan.
"Sesulit apapun rintangan nya, sekeras apapun cobaan nya, Se berbahaya apapun jalan nya. Aku yakin, alam akan terus bersama ku!. Aku tidak akan pernah menyerah. cukup hari itu saja aku menyerah, dan tidak akan pernah lagi!" Gumam zabarin membatin, tekad yang ia bentuk kini benar-benar kokoh. Seperti sebuah benteng yang tidak bisa ditembus oleh apapun.
Perlahan menuruni tanjakan kecil, sembari menikmati suasana menyenangkan disekitarnya. Para dinosaurus yang berkeliaran di sekeliling tempat nya, dan burung-burung berkicau saling menyahut. Deru angin tipis menerpa daun, dan menggugurkan nya dari pohon.
Byur! Suara aliran air semakin terdengar jelas ditelinga nya, ikan-ikan berenang menimbulkan riak kecil dipermukaan air. "Hah! Mungkin sudah dua kali aku ingin bertanya. Kenapa dunia ini disebut menjadi neraka!" Ucap zabarin menggelap nafas.
Semua yang ia lihat adalah surga, bagaimana mungkin keindahan seperti ini dikatakan seperti neraka?."Ah... Sudahlah, perjalanan ku baru sampai sini. Masih banyak yang belum ku ketahui tentang dunia ini!" Gumam nya dan kemudian melompat ke sebrang sungai.
Hupp! Sungai yang tidak terlalu besar itu bisa ia lewati dengan sangat mudah, didepan nya kini terpampang hutan. Namun tidak seperti sebelumnya, hutan ini seolah dirawat. Tidak bertumbuh liar menjadi belantara.
Sreeek! Menyibak dedaunan yang menjuntai didepan nya, dan segera masuk kedalam hutan itu. Suasana teduh ia rasakan, namun ia terus maju, dan tidak membiarkan kenyamanan itu menghambat jalan nya.
Pandangan zabarin berkeliaran, mencari sesuatu atau lebih tepatnya jalan, yang akan ia tuju selanjutnya. Sampai pandangan matanya melihat sebatang pohon rindang, dengan area luas dan genangan air disekitarnya.
Kruukk! Perut nya mengeluarkan suara aneh saat melihat pohon itu, yang diatas nya terdapat buah berwarna merah yang sangat menggoda."Hah... Aku baru teringat, sejak kemarin aku sama sekali tidak mengisi perut ku!"ucap zabarin tertawa konyol, sembari menahan sakit diperut nya.
Saat sadar ia bertahan dengan perut kosong seharian, tubuh nya langsung lemas seketika."Karena kejadian itu, aku tidak teringat sama sekali dengan makan!"ucap zabarin pelan, dan berjalan sambil tertatih kearah pohon apel didepan sana.
Berjalan seperti mayat hidup yang mencari daging, zabarin benar-benar berusaha untuk bertahan agar tidak pingsan, sebelum ia mencapai pohon itu. Tenaga nya benar-benar habis, akibat tidak adanya nutrisi yang masuk ketubuh selama seharian.
Brukk! Akhirnya ia tiba dipohon itu, terduduk dengan lemas dibatang pohon. Ia menatap keatas, sekarang ia kembali bingung. Buah-buahan yang tumbuh dipohon ini berada tinggi diatas dahan. Bagaimana caranya ia bisa mengambil buah itu, sedangkan tenaga nya sudah habis.
"Kesialan hari ini datang lebih cepat dari dugaan ku!"ucap zabarin sedikit tertawa walaupun sedang dalam keadaan sulit, ia kemudian menjatuhkan kepala nya ke senderan batang pohon. Melihat sekali lagi keatas, dengan harapan ada salah satu buah yang jatuh.
Namun, setelah menunggu beberapa menit sambil menahan lapar. Tidak ada satupun buah yang jatuh"Yah, berharap pada yang tidak pasti hanya membuang-buang waktu!"ucap zabarin menertawakan kebodohannya.
Daripada menunggu entah sampai kapan, ia menguatkan dirinya untuk bangkit. Pohon ini tidak mungkin ia panjat, itu terlalu tinggi. Menggunakan kayu pun tidak akan sampai, karena tidak ada kayu yang bisa meraih buah yang ada diatas pohon.
Berjalan lagi, berkeliling hutan untuk mencari pohon buah. Yang sekiranya bisa ia gapai, semakin lama tenaga nya semakin habis. Matanya berkunang-kunang, kepala nya mulai berdenyut.
Plak! Plak! Namun, saat ilusi menguasai pikiran nya. Ia menampar pipinya sendiri demi bisa terjaga"hah... Hah... Ti-tidak mungkin, A-aku bisa bertahan lebih lama!"ucap nya terbata, nafasnya mulai berat. Kakinya gemetar menahan berat tubuhnya.
Kondisi nya benar-benar buruk, namun. Ia bingung, hanya sehari ia tidak makan dan minum. Kenapa dampak nya sampai seperti ini?. Apakah tubuhnya benar-benar lemah? Atau apa?.
Kesadarannya mulai menipis, namun ia tetap bertahan untuk terus berjalan maju. Tekad yang ia bentuk menjadi alasan ia terus bertahan. Tetapi, dengan tekad saja tidak cukup untuk mengatasi ini.
Degh! "Aarghh!" Zabarin berteriak saat jantung nya berdenyut, rasa sakit ini. Seolah jantung nya sedang di kompres oleh sesuatu yang besar. Memeras inti sari cairan dari jantung nya.
Setelah rasa sakit yang begitu luar biasa, muncul lagi masalah baru. Seluruh syaraf disetiap tubuhnya seolah melilit. Aliran darah nya tidak seimbang, membuat wajah nya membiru. Suplai oksigen dari paru-paru nya mulai berhenti, membuat nya kehilangan nafas.
Brukk! Ini bukan lah kelaparan, melainkan sesuatu sedang terjadi dalam tubuhnya! Ia tidak tau apa itu. Namun terasa sangat menyakitkan, dan seakan itu sedang menyatu dalam darah nya.
Tubuhnya yang terjatuh ditanah mencoba bangkit, sekuat tenaga nya ia mencoba. Namun selalu gagal, tapi ia tidak menyerah. Jika melawan rasa sakit seperti ini ia tidak mampu, ia tidak akan mungkin bisa menanggung rasa sakit yang lebih besar kedepannya.
Ditengah hutan gelap itu, tubuhnya menggelinjang tak karuan. Nafas yang berhenti seolah akan membunuhnya. Ditengah kesadaran terakhir nya, ia melihat sesuatu datang mendekat kearahnya.
Pandangan mulai buram, melihat sesosok bayangan seseorang datang dari balik semak. Harapan baru mulai muncul, dibalik kesialan ini. Keberuntungan mempertemukan nya dengan seseorang. Semakin lama semakin mendekat, bayangan itu kini terlihat seperti seorang pria.
Beberapa saat setelah itu, semuanya menjadi gelap. Tidak dapat melihat apapun, tidak pula mendengar apapun. Hanya kehampaan kosong membawa jiwa nya kembali tertidur.
\*\*\*\*\*\*
Waktu terus berjalan, tidak dirasakan oleh zabarin. Tekad yang ia bentuk sebelumnya, dalam waktu beberapa jam saja. Ia sudah Idak berdaya, apa memang ia selemah itu? Untuk bertahan hidup saja tidak mampu, apalagi menjalankan tanggung jawab besar itu!.
"Hah!" Menghembuskan nafas berat, membuka mata secara spontan seperti baru terbangun dari mimpi buruk. Langit-langit kayu yang diterangi lampu obor kemerlap.
Mengedarkan pandangan ke sekelilingnya, ia berada di sebuah kamar sederhana, dengan dinding kayu yang tampak reot namun masih terasa kokoh. Bangkit dari tidur nya, ia kemudian duduk diatas dipan bambu sambil memegangi kepalanya yang masih terasa denyut.
"Dimana aku?" Tanya nya, dan mencoba mengingat saat-saat terakhir sebelum ia pingsan. Seseorang mendatangi nya, mungkin orang itulah yang telah menolongnya. Dan saat ini ia berada dikediaman orang itu.
Ciitt! Saat berbagai macam pertanyaan muncul di benak nya, seseorang masuk kekamar ini, dari pintu kayu yang berdecit karena bergesekan dengan lantai. Masuk lah seorang pria yang tampak seumuran dengan nya. Berambut pirang serta memiliki tanda seperti tapak kaki kucing di dahinya yang terlihat samar. Dan Mengenakan baju seperti seorang prajurit pemburu.
"Oh, kau sudah sadar rupanya!" Ucap pria itu ramah, sambil tersenyum hangat kearah nya. Tampak sangat baik hati, dan begitu ramah untuk siapa saja. Bahkan pada orang yang belum ia kenal.
"Aku menyelamatkan mu saat dihutan, untunglah aku berada disana saat kau butuh pertolongan! Dan soal gejala yang terjadi di tubuh mu, ada sesuatu yang membuatku ingin bertanya langsung!"ucap pria itu, kesan pertama yang ia tunjukkan. Ia adalah orang yang banyak bicara, ramah, dan baik hati.
"Gejala aneh?"tanya zabarin bingung, memang ia merasakan gejala aneh yang tidak bisa ia ketahui penyebab nya. Mungkin dengan memberikan sedikit informasi yang ia tahu, pria ini bisa membantu nya menyembuhkan penyakit ini dari dalam tubuhnya.
Pria itu mengangguk,"Ya, itu soal garis darah keturunan mu!"ucap pria itu serius, Zabarin membelalakkan mata karena terkejut.
"Garis darah keturunan?!"
judul : Professor & Student: Love Through Time.
ikuti setiap langkah bab barunya sampai tamat enggak setengah², terima kasih ☺️🙏🏻💪.