Budi, seorang karyawan kantor biasa yang gaji bulanannya selalu numpang lewat karena harus melunasi utang warisan orang tuanya, tiba-tiba mendapatkan sebuah sistem aneh bernama 'System Lempar Dadu Monopoly'.
Sistem ini menampilkan papan permainan hologram mirip Monopoli lengkap dengan avatar chibi dirinya di atasnya, di mana setiap lemparan dadu bisa memberikannya reward uang dan item ajaib, atau hukuman memalukan yang harus ia jalani di dunia nyata.
Kini, hidup Budi berubah drastis menjadi sebuah pertaruhan harian di mana setiap petak yang ia injak perlahan-lahan mengangkatnya dari kemiskinan, asalkan ia bisa bertahan dari "kejutan" konyol yang disiapkan oleh sistem tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
Pintu kamar ditutup kembali dari luar menyisakan Budi sendirian di dalam.
Klak.
Begitu langkah kaki Bang Jali tidak terdengar lagi, pertahanan Budi langsung runtuh.
Kedua lututnya seketika lemas dan dia jatuh terduduk di atas kasur dengan napas memburu.
Hah hah hah.
"Gila, jantungku rasanya benar benar mau copot."
Budi mengusap keringat dingin yang mengucur deras di dahi dan lehernya.
Dia baru saja mempertaruhkan nyawanya dengan menggertak rentenir kelas kakap demi membekukan bunga utang.
Tapi Budi merasa sangat lega karena langkah beraninya itu berhasil mengurangi beban utang pokoknya.
Sisa uang fisiknya sekarang adalah 1 jutaan.
Jumlah itu sudah lebih dari cukup untuk biaya makan sehari hari sampai bulan depan.
Budi melihat ke arah jam dinding yang jarumnya perlahan mendekati angka delapan malam.
Waktu untuk putaran dadu harian sistem akhirnya tiba.
'Aku butuh sesuatu yang bisa melindungiku dari bos besar rentenir itu kalau negosiasiku gagal.'
'Sistem, tolong berikan aku keajaiban pertahanan malam ini.'
Ting.
Layar hologram biru bercahaya itu muncul tepat waktu membela keheningan kamar.
Papan Monopoli virtual kembali terbentang luas menyapa Budi.
Budi melirik angka Saldo Sistem di pojok kanan yang masih bertahan di angka enam ratus dua puluh lima ribu rupiah.
Tentu saja saldo dari ledakan restoran Pak Mamat belum masuk karena pembukuannya baru akan dihitung besok pagi.
Kotak dialog harian langsung muncul di tengah layar.
Pengguna mendapatkan satu kali lemparan dadu gratis hari ini.
Silakan sentuh dadu virtual untuk memutar nasib anda.
Dua buah dadu virtual putih bercahaya muncul dan berputar pelan.
Budi langsung menggenggam dadu itu dan memejamkan matanya untuk berdoa.
Klak klak klak.
Dadu itu melayang dari tangannya dan memantul di atas papan hologram.
Dadu pertama berhenti di angka empat.
Dadu kedua berguling menabrak bangunan kecil dan berhenti di angka lima.
"Sembilan langkah."
Avatar chibi Budi melompat bangun dan mulai berlari dengan penuh semangat.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan.
Karakter kecil itu mendarat di sebuah petak berwarna ungu terang dengan gambar perisai baja di tengahnya.
Tulisan di bawah petak itu adalah Kesempatan Perlindungan Khusus.
Wajah Budi langsung berbinar cerah menatap warna ungu yang menandakan item ajaib.
"Ya Tuhan, sistem ini sepertinya benar benar bisa membaca pikiranku."
Sebuah kotak notifikasi ungu metalik terbuka di tengah layar memberikan rincian hadiah.
Selamat, pengguna menginjak petak Kesempatan Perlindungan Khusus.
Merespons tingkat stres pengguna terhadap ancaman eksternal, sistem memberikan hadiah penyesuaian.
Pengguna mendapatkan satu Item Ajaib bernama Lencana Aura Bos Besar.
Cahaya ungu keluar dari layar hologram dan memadat menjadi sebuah benda fisik di udara.
Benda itu jatuh dengan lembut tepat ke telapak tangan Budi yang menengadah.
Tap.
Budi mengamati benda itu dengan saksama.
Itu adalah sebuah pin kerah baju berbentuk kepala singa berwarna emas gelap yang terlihat sangat elegan namun mengintimidasi.
Budi menatap layar sistem untuk membaca detail deskripsi dari benda tersebut.
Lencana Aura Bos Besar.
Kategori Item Berdurasi Khusus.
Deskripsi saat pengguna memakai lencana ini, pengguna akan memancarkan aura tekanan dan wibawa dari seorang pemimpin mafia tingkat tinggi.
Siapa pun yang memiliki niat jahat atau mengancam pengguna akan secara insting merasa ketakutan luar biasa dan tunduk pada perintah pengguna.
Peringatan lencana ini hanya memiliki total durasi pemakaian selama tiga puluh menit.
Budi tertawa pelan membaca peringatan durasi waktu yang sangat singkat itu.
"Tiga puluh menit sudah sangat cukup untuk membuat bos rentenir itu kencing di celana."
"Sekarang aku benar benar tidak sabar menunggu jawaban dari Bang Jali besok."
Budi menyimpan lencana emas itu ke dalam laci meja belajarnya yang paling aman.
Malam ini adalah malam yang panjang namun penuh dengan kemenangan strategi bagi Budi.
Dia mematikan lampu kamarnya dan merebahkan diri di atas kasur dengan senyum yang sangat lebar.
Semua bagian rencana Budi perlahan lahan mulai tersusun rapi seperti sebuah permainan papan yang sesungguhnya.
Dan Budi sudah siap memenangkan permainan ini.