NovelToon NovelToon
Ibu Susu untuk Putra CEO

Ibu Susu untuk Putra CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Pengganti / Pengasuh
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: aera_yong

Di malam persalinannya, Aisha diusir oleh suami dan mertuanya yang kejam setelah bayinya dinyatakan meninggal. Luntang-lantung di tengah hujan dengan dada yang sesak karena terus memproduksi ASI, Aisha pingsan di jalanan.

Di sisi lain, Adrian—seorang CEO dingin—sedang frustrasi karena bayinya yang baru lahir kritis dan menolak semua susu formula.

Takdir mempertemukan mereka. Saat bayi Adrian didekap oleh Aisha, sang bayi langsung tenang dan mau menyusu. Adrian akhirnya mempekerjakan Aisha sebagai ibu susu rahasia lewat kontrak ketat. Namun, seiring berjalannya waktu, Aisha mulai menyadari sebuah rahasia kelam: bayi yang ia susui memiliki ikatan batin yang sangat kuat, mirip dengan darah dagingnya sendiri yang hilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aera_yong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejutan yang Menanti

Hari-hari menjelang *gala dinner* tahunan Arkan Group berlalu dengan ketegangan yang kian menebal di balik dinding-dinding megah mansion. Di paviliun belakang, Aisha mencoba mengubur kecemasannya dalam-dalam dengan mencurahkan seluruh perhatiannya pada Kael dan Fatih. Kedua bayi itu kini sudah mulai bisa merespons suara dengan tawa renyah yang menggemaskan, menjadi satu-satunya penghibur bagi jiwa Aisha yang didera kegelisahan.

Sore itu, dua minggu sebelum acara besar digelar, sebuah mobil van hitam mewah berhenti di depan pelataran paviliun. Dua orang wanita paruh baya berpenampilan sangat modis turun dengan membawa beberapa kotak besar berlogo perancang busana papan atas Paris.

Aisha yang sedang menyusui Fatih terkejut saat pintu paviliun diketuk pelan. Bi Asih masuk mendampingi kedua wanita tersebut.

"Nak Aisha, ini kiriman langsung dari Tuan Adrian," ujar Bi Asih dengan senyum lebar yang misterius.

Salah satu wanita perancang busana itu maju dan membuka salah satu kotak besar, menampilkan sebuah gaun malam (*evening gown*) berwarna biru dongker satin yang sangat elegan. Potongannya sederhana namun memancarkan kemewahan yang berkelas, bertaburkan payet-payet halus di bagian dada yang berkilau layaknya bintang di langit malam. Di kotak lainnya, terdapat sepasang sepatu hak tinggi berlapis beludru senada dan kotak perhiasan perak.

Aisha terpaku, tangannya refleks menutupi mulutnya. "Bi... ini untuk apa? Saya tidak salah lihat, kan?"

"Tuan Adrian memerintahkan kami untuk mengukur tubuh Anda, Nona Aisha," ucap perancang busana itu dengan ramah dan penuh hormat. "Tuan mengatakan bahwa Anda akan menjadi tamu kehormatan beliau di acara *gala dinner* Arkan Group dua minggu lagi."

Dunia Aisha serasa berputar. Menjadi tamu kehormatan di acara yang akan dihadiri oleh seluruh sosialita, pengusaha internasional, dan media massa? Mengingat ancaman dan makian Farida tempo hari, Aisha tahu bahwa melangkah ke acara itu sama saja dengan menyerahkan diri ke dalam sarang serigala.

"Tuan, saya tidak bisa..." bisik Aisha lirih setelah para perancang busana itu selesai mengukur tubuhnya dan pamit undur diri.

"Nak Aisha, Tuan Adrian melakukan ini bukan tanpa alasan," sela Bi Asih, menggenggam jemari Aisha yang sedingin es. "Tuan ingin menunjukkan kepada dunia, terutama kepada Nyonya Besar Farida, bahwa Anda berada di bawah perlindungan mutlaknya. Beliau tidak ingin Anda terus bersembunyi di paviliun ini seolah-olah Anda adalah sebuah kesalahan."

---

Malam harinya, Adrian datang ke paviliun. Pria itu tampak lelah, dengan dasi yang sudah dilonggarkan, namun sepasang mata elangnya langsung melunak saat menatap Aisha yang sedang duduk gelisah di tepi ranjang.

"Tuan Adrian... mengenai gaun itu..." Aisha langsung berdiri, suaranya sarat akan permohonan. "Saya mohon, jangan paksa saya datang ke acara itu. Saya hanyalah seorang pelayan susu. Tempat saya di sini, menjaga Kael dan Fatih. Kehadiran saya di sana hanya akan mempermalukan Anda dan memicu kemarahan Nyonya Farida."

Adrian tidak langsung menjawab. Ia melangkah mendekat, memperkecil jarak hingga Aisha bisa merasakan hembusan napasnya yang berat. Adrian menatap lurus ke dalam manik mata bulat Aisha yang jernih namun dipenuhi ketakutan.

"Aisha, dengarkan aku," ucap Adrian, suaranya bariton, rendah, dan penuh dengan kepastian yang mutlak. "Kamu tidak akan mempermalukan siapa pun. Kamu adalah wanita yang menyelamatkan pewaris Arkan Group. Kamu memiliki hak lebih besar untuk berada di sana daripada orang-orang bermuka dua yang mengincar hartaku."

Adrian mengulurkan tangannya, dengan lembut menyentuh dagu Aisha agar wanita itu tidak memalingkan wajahnya. "Ibu dan Valerie mengira mereka bisa mengintimidasimu di dalam sangkar ini. Aku membawamu keluar agar mereka tahu, bahwa siapa pun yang berani menyentuhmu di depan umum, harus berhadapan langsung denganku. Apakah kamu tidak mempercayaiku?"

Pertanyaan *"Apakah kamu tidak mempercayaiku?"* yang keluar dari bibir sang CEO dingin itu meruntuhkan sisa-sisa keraguan di hati Aisha. Di dalam tatapan mata Adrian, tidak ada lagi kilat kontrak bisnis; yang ada hanyalah tekad seorang pria yang siap menjadi perisai bagi wanitanya.

Aisha menarik napas panjang, lalu mengangguk pelan. "Saya... saya mempercayai Anda, Tuan Adrian."

---

Sementara itu, di tempat lain, rencana kejam Farida dan Valerie telah matang. Di dalam sebuah kafe privat, Valerie sedang tersenyum puas sembari menggenggam sebuah amplop cokelat tebal yang baru saja diserahkan oleh seorang pria misterius.

Di dalam amplop itu terdapat salinan dokumen palsu yang telah direkayasa dengan sangat rapi, menyatakan bahwa Aisha terlibat dalam konspirasi pemerasan terhadap keluarga Arkan sejak malam pertama ia masuk ke mansion, serta catatan kriminal palsu masa lalu Aisha di kampung halamannya.

"Adrian pikir dia bisa melindungi pelayan itu dengan membawanya ke acara *gala dinner*," cibir Valerie dengan mata yang berkilat penuh dendam. "Dia tidak tahu, bahwa panggung yang dia siapkan untuk meninggikan wanita itu, akan menjadi tempat di mana kita akan mempermalukan dan menjatuhkannya ke titik paling rendah di depan seluruh dunia."

Farida yang duduk di seberangnya menyesap anggurnya dengan elegan. "Biarkan Adrian bersenang-senang sebentar, Valerie. Dua minggu lagi, kita akan melihat bagaimana wajah angkuh putraku itu hancur saat mengetahui wanita yang dilindunginya ternyata hanyalah 'penipu' di mata publik."

Dua kubu telah bersiap dengan rencana masing-masing. *Gala dinner* Arkan Group yang semula hanyalah acara bisnis tahunan, kini telah menjelma menjadi medan pertempuran kasta, harga diri, dan cinta tersembunyi yang akan mengubah takdir mereka semua selamanya.

---

Bersambung

1
Sumining 123
luar BB biasa
Aera_yong
Wah gays terimakasih udah baca karya aku yang ini ya gays udah nembus 3k hehheeh😍😍🥳🥳
Sumining 123
lanjutkan cerita nya menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!