NovelToon NovelToon
Perjalanan Sang Kaisar Pedang Surgawi

Perjalanan Sang Kaisar Pedang Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Action / Anak Genius
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: DafToon

Satu Hari 5 Bab... bantu saya untuk terus berkarya😎😎

Di Kota Xiang, seorang jenius muda bernama Xiao Ba pernah dipuja sebagai harapan terbesar Keluarga Xiao karena memiliki Akar Spiritual Suci Tingkat 9, bakat langka yang bahkan sulit ditemukan dalam seribu tahun. Namun semuanya berubah ketika akar spiritualnya hancur secara misterius, membuatnya jatuh dari langit ke dasar kehinaan dalam semalam.

Dulu dipuji, kini dihina.

Dulu didekati, kini dijauhi.

Bahkan keluarga yang pernah memohon perjodohan dengannya datang untuk memutuskan hubungan sambil mempermalukannya di depan semua orang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DafToon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Antara Pemburu dan diburu Part 2

Xiao Tian menatap Xiao Ba dengan tatapan yang mencoba membaca seberapa serius ancaman pemuda itu. Ia sudah melihat sendiri bagaimana Xiao Ba membubarkan rombongan Keluarga Wang. Ia juga sudah mendengar laporan tentang bagaimana empat petarung Keluarga Yun dikalahkan.

Namun, tetap saja, di depannya berdiri seseorang yang seharusnya tidak bisa berkultivasi.

"Kamu tidak mau bermusuhan denganku, Xiao Ba," kata Xiao Tian dengan nada yang berusaha terdengar seperti peringatan yang tulus. "Di dalam keluarga, masih ada hal-hal yang bisa diselesaikan dengan cara yang lebih baik dari ini."

Xiao Ba menatap Xiao Tian dengan ekspresi yang tidak bisa dibaca.

"Kamu benar," ucapnya akhirnya. "Masih ada hal-hal yang bisa diselesaikan dengan cara yang lebih baik. Tapi pilihan untuk cara apa yang digunakan sudah kamu buat sejak lama, jauh sebelum kita masuk ke kawasan tebing ini."

Xiao Tian membuka mulutnya untuk menjawab.

Namun sebelum kata-kata itu keluar, sesuatu yang lain terjadi.

Indra spiritual Xiao Ba menangkap aura yang sudah ia kenal dengan baik, bergerak cepat ke arah mereka dari jarak yang tidak terlalu jauh.

Penatua Utama Keluarga Yun.

Pria tua itu sudah mengubah arah pencariannya dan kini bergerak menuju kawasan antara tebing tiga dan empat, tepat ke arah di mana mereka berlima sedang berdiri.

Situasi berubah seketika.

Xiao Ba melirik ke arah Fu Jingmi.

Wanita itu sudah merasakan sesuatu, dari cara matanya sedikit menyipit ke arah yang sama dengan arah yang menjadi perhatian Xiao Ba.

"Pergi," kata Xiao Ba pelan, cukup untuk hanya didengar oleh Fu Jingmi. "Sekarang. Ambil jalur kiri."

Fu Jingmi menatapnya sejenak dengan ekspresi yang sulit diartikan. Lalu, tanpa berkata apa-apa, ia bergerak ke kiri, memasuki celah sempit di antara dua formasi batu yang ada di sana, menghilang dari pandangan.

Xiao Tian menatap kepergian Fu Jingmi, lalu kembali ke Xiao Ba dengan ekspresi yang mempertanyakan.

Xiao Ba tidak memberikan penjelasan.

"Kalian berdua juga sebaiknya bergerak," ucapnya kepada Xiao Tian dan Xiao Xiyun dengan nada yang tidak memberikan ruang untuk debat. "Ada seseorang yang datang ke arah ini dan keberadaan kalian di sini tidak akan membuat situasi menjadi lebih baik bagi keluarga kita."

Ia tidak menyebut nama.

Namun dari cara ia berbicara, dan dari cara aura di sekitar kawasan ini tiba-tiba terasa lebih berat dari sebelumnya, Xiao Tian cukup peka untuk merasakan bahwa ada sesuatu yang jauh melampaui urusan kristal dan pertikaian antar junior yang sedang mendekat ke arah mereka.

Xiao Xiyun menarik lengan Xiao Tian.

"Kakak Tian."

Xiao Tian menatap Xiao Ba satu kali lagi, tatapan yang mengandung terlalu banyak hal untuk bisa disederhanakan menjadi satu emosi, lalu berbalik dan pergi bersama Xiao Xiyun melalui arah yang berlawanan dari arah Fu Jingmi tadi.

Dan kemudian Xiao Ba sendirian di platform batu itu.

Ia berdiri menghadap arah dari mana Penatua Utama Keluarga Yun sedang mendekatinya.

Angin laut berhembus dari celah tebing, mengaduk rambut hitam panjangnya ke belakang. Di bawah sana, jauh di bawah kaki tebing, ombak menghantam batu karang dengan suara yang bergema naik melalui permukaan tebing seperti detak jantung bumi yang tidak pernah berhenti.

Xiao Ba memejamkan matanya sejenak.

Ia menghitung.

Jarak Penatua Utama itu ke posisinya sekarang. Kecepatan pergerakannya. Berapa waktu yang ia punya.

Dua menit.

Mungkin kurang.

Tidak cukup untuk lari ke tempat yang benar-benar aman.

Namun cukup untuk membuat satu keputusan.

Ia membuka matanya.

Dan dalam ketenangan yang tidak dibuat-buat, ia memilih untuk tidak lari.

Bukan karena tidak bisa.

Melainkan karena ada momen tertentu dalam perjalanan seseorang di mana melarikan diri bukan lagi pilihan yang tepat. Bukan karena melarikan diri adalah tindakan pengecut, melainkan karena momen itu justru adalah kesempatan untuk mengukur diri dengan lebih akurat dari yang bisa dilakukan di tempat latihan mana pun.

Menghadapi lawan yang jauh lebih kuat bukan untuk mengalahkannya.

Melainkan untuk tahu seberapa jauh jarak yang masih harus ia tempuh.

Langkah kaki yang berat namun tenang terdengar dari arah celah tebing di depannya.

Dan sosok Penatua Utama Keluarga Yun muncul di ujung platform batu itu, berhenti, lalu menatap Xiao Ba yang berdiri sendirian di tengah platform dengan ekspresi yang tidak bisa ia baca sama sekali.

Keduanya saling menatap selama beberapa detik dalam keheningan yang hanya diisi oleh suara angin dan ombak.

Lalu Penatua Utama Keluarga Yun berbicara.

"Anak yang menarik," ucapnya. Suaranya mengandung sesuatu yang jauh dari nada mengancam yang Xiao Ba harapkan. "Aku sudah mencarimu sejak kemarin. Dan kamu berdiri di sini menungguku."

Xiao Ba tidak menjawab.

"Aku ingin melihat sesuatu," lanjut Penatua Utama itu sambil melangkah satu langkah ke depan. "Sesuatu yang sudah mengganggu pikiranku sejak kemarin."

Ia melepaskan auranya.

Prajurit Surgawi Tingkat 9.

Tekanan yang tercipta dari pelepasan aura itu menghantam seluruh platform batu seperti tangan raksasa yang menekan dari segala arah. Batu-batu kecil di permukaan platform bergetar dan beberapa di antaranya meluncur ke tepi, jatuh ke laut jauh di bawah sana.

Namun, pemuda yang berdiri di tengah platform itu tidak bergerak.

Tidak sedikit pun.

Rambut hitam panjangnya berkibar lebih keras diterpa tekanan aura itu. Jubah putihnya bergetar. Namun kaki yang menginjak batu karang itu tidak bergeser bahkan satu milimeter.

Penatua Utama Keluarga Yun menatap pemandangan itu dengan ekspresi yang berubah dari penasaran menjadi sesuatu yang jauh lebih serius.

"Aku paham sekarang," gumamnya pelan.

Ia menarik kembali auranya.

Tekanan yang menghantam platform itu mereda.

Dan dalam keheningan yang kembali menyelimuti kawasan itu, Penatua Utama Keluarga Yun menatap Xiao Ba dengan tatapan yang tidak lagi mengandung niat membunuh.

Melainkan sesuatu yang jauh lebih rumit dari itu.

"Siapa kamu sebenarnya, anak muda?"

Xiao Ba menatap balik tanpa mengalihkan pandangannya.

"Xiao Ba," jawabnya sederhana. "Tuan Muda Keluarga Xiao dari Kota Beira."

Penatua Utama Keluarga Yun diam selama beberapa detik.

Tatapannya tetap tertuju pada pemuda di depannya, seolah mencoba melihat sesuatu yang tersembunyi jauh di balik wajah tenang itu.

Lalu pria tua itu berbalik.

Ia melangkah pergi ke arah dari mana ia datang, tanpa kata-kata penutup, tanpa ancaman, tanpa penjelasan lebih lanjut.

Namun tepat sebelum sosoknya menghilang di balik celah tebing, langkahnya berhenti sejenak.

"Pertarungan kalian dengan Keluarga Yun adalah urusan yang sudah salah dari awal," ucapnya tanpa menoleh. "Aku tidak bisa membatalkan apa yang sudah direncanakan. Tapi anak muda yang bisa berdiri tanpa bergerak di bawah tekanan aura Prajurit Surgawi Tingkat 9 saat masih berada di alam Pengumpulan Qi seharusnya tidak menghabiskan hidupnya di Kota Beira."

Dan setelah mengatakan itu, ia benar-benar pergi.

Meninggalkan Xiao Ba sendirian di atas platform batu yang kini kembali sunyi.

Angin laut terus berhembus melewati celah-celah tebing. Ombak menghantam batu karang di bawah sana tanpa henti, menciptakan gema rendah yang terasa seperti suara dunia yang terus bergerak maju tanpa memedulikan siapa pun.

Xiao Ba menatap ke arah tempat pria tua itu tadi berdiri.

Kalimat terakhir itu masih terngiang di dalam benaknya.

"Seharusnya tidak menghabiskan hidupnya di Kota Beira."

Ia perlahan memutar pandangannya ke arah laut luas yang terlihat di kejauhan melalui celah antara dua tebing.

Cakrawala membentang tanpa batas, Begitu luas hingga Kota Beira terasa kecil, Kerajaan Ying terasa kecil.

Bahkan seluruh Benua Yancun terasa kecil dibanding dunia yang perlahan mulai terbuka di hadapannya.

Dunia Tengah.

Dunia Langit.

Nama-nama itu muncul kembali dari ingatan samar yang tersimpan di dalam lautan kesadarannya. Tempat-tempat yang begitu jauh hingga terasa seperti legenda bagi orang biasa, namun bagi dirinya justru terasa anehnya familiar.

Dan di suatu tempat di antara keluasan dunia itu...

Ada dua orang yang bahkan namanya belum sepenuhnya ia ketahui.

Dua sosok yang meninggalkannya bertahun-tahun lalu.

Dua orang yang mungkin sama sekali tidak tahu bahwa anak yang mereka tinggalkan kini berdiri di atas tebing yang menghadap lautan luas, dengan kekuatan yang terus tumbuh dari hari ke hari.

mungkin... suatu hari nanti, dapat menemukan jawaban atas semua hal yang selama ini tidak pernah mampu dijelaskan oleh siapa pun di Kota Beira.

Xiao Ba menarik napas panjang.

"Masih ada dua puluh hari sebelum pertarungan resmi Tebing Tujuh Roh berakhir." gumam nya pelan

Dua puluh hari sebelum gerbang kawasan ini dibuka kembali dan semua orang keluar membawa hasil masing-masing. Selain, Masih banyak yang harus ia lakukan, Masih banyak kristal yang harus dikumpulkan, Masih banyak teknik yang harus diasah.

Ada satu hal lain yang mulai ia tambahkan ke dalam rencananya. Sesuatu yang sebelumnya selalu ia anggap terlalu jauh untuk dipikirkan adalah .

"Hmmmm" sambil memikirkannya dalam.

"Persiapan untuk meninggalkan Kota Beira." pikirnya

1
sibaweh abduh
nice thor
Dafa Faiha Roshiq: Terima kasih bossku
total 1 replies
Jerry K-el
bagus ceritanya mengalir,tdk bertele-tele.
pertahankan👌
Protocetus
Mampir ya ke novelku Remontada
Dafa Faiha Roshiq: done yahhh
total 1 replies
Dafa Faiha Roshiq
teman aku butuh penilaian mu
Dafa Faiha Roshiq
Gimana masih ada yang kurang tidak bro
Dafa Faiha Roshiq
gesss harap dibaca dengan hikmat dan kalo ada kesalahan tulis tolong kasih tau ya🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!