NovelToon NovelToon
Warisan Gaib

Warisan Gaib

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Mata Batin / Hantu
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Its Zahra CHAN Gacha

Menjadi seorang dukun bukanlah sebuah pilihan atau cita-cita, tapi sebuah panggilan jiwa...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyakit aneh

Hingga suatu hari saat hari Joko mengalami kelelahan yang luar biasa setelah menyelesaikan event khusus di hotelnya. Ia tidur pulas di hari dimana Dewi Poncowati datang menemuinya.

Saking lelahnya ia bahkan meminta maaf kepadanya karena tidak bisa melayaninya.

"Nuwun sewu Nyai, maafkan aku malam ini aku tidak bisa memberikan nafkah batin padamu, aku lelah sekali," ucap Joko

Joko memejamkan matanya dan terlelap.

Namun siapa yang tahu jika penolakan Joko merupakan sebuah awal bencana yang akan membuat hidupnya berubah.

Angin berhembus kencang membuat jendela kamar joko tiba-tiba terbuka sendiri. Hempasan angin membawa hawa panas yang membuat Joko seketika terjaga.

"Nyai!" serunya dengan wajah ketakutan.

Namun sosok Dewi Poncowati sudah menghilang. Bahkan saat Joko memanggilnya wanita itu tidak datang.

"Apa yang terjadi??" gumamnya

Ia kemudian bangun dari tidurnya dan melangkah keluar.

Ia terkejut saat melihat sang istri jatuh terkapar di lantai.

"Niken!" serunya panik

Ia buru-buru menghampiri wanita itu.

Tubuhnya dingin seperti es. Wajahnya pucat pasi. Joko begitu panik.

Ia memapah sang istri kemudian membawanya ke rumah sakit. Setibanya di rumah sakit, tiba-tiba saja Niken sadar. Ia seperti orang yang baru bangun dari tidur. Wajahnya kembali bersinar dan suhu tubuhnya seketika kembali normal

Bahkan dokter memeriksanya mengatakan jika Niken baik-baik saja.

Joko sejenak terdiam. Tidak mungkin istrinya baik-baik saja, ia melihat sendiri bagaimana tubuh Niken seperti mayat hidup. Kaku dengan suhu tubuhnya yang begitu dingin.

Namun ia tak mau berdebat dengan dokter karena ia tahu mereka tidak akan percaya dengan ceritanya.

Malam itu juga Joko membawa istrinya pulang, walaupun sebenarnya ia enggan pulang. Firasatnya mengatakan sesuatu yang buruk akan terjadi pada istrinya jika ia pulang ke rumah.

Namun Niken terus merajuk. Wanita itu tidak betah berada di rumah sakit. Baginya rumah adalah tempat ternyaman untuknya.

"Ayolah mas, aku mau pulang, aku rindu masakan rumah, pokoknya aku gak mau makan kalau aku gak boleh pulang!" ucap Niken merajuk

Wanita itu memasang wajah muram membuat Joko tak bisa menolak keinginannya. Joko memang sangat mencintai wanita itu hingga membuatnya selalu menuruti semua keinginannya. Baginya Niken adalah satu-satunya wanita yang ia cintai dan membuat hidupnya berwarna jadi wajar saja jika ia akan melakukan apapun demi wanita itu.

Dalam perjalanan pulang Niken terlihat begitu ceria. Seperti biasanya ia selalu bersenandung selama perjalanan. Lagu favoritnya membuat Joko merasa yakin jika Niken memang baik-baik saja.

Ia bahkan meminta Joko untuk membeli makanan favoritnya. Tak ada yang aneh dengannya. Ia bersikap manja dan ceria seperti biasanya.

Dalam perjalanan pulang, karena lelah Niken pun terlelap. Setibanya di rumah. Joko hendak membangunnya. Namun melihat wajah damai Niken yang terlelap, membuatnya tak tega untuk membangunkan istrinya itu.

Ia kemudian menggendong wanita itu. Namun aneh, tubuhnya terasa sangat berat, padahal berat badan Niken hanya empat puluh lima kilo, tapi ia seperti mengangkat beban satu kuintal beras.

Langkah demi langkah Joko berusaha bertahan menggendong tubuh Niken. Namun semakin ia masuk kedalam rumah, tubuh wanita itu semakin bertambah berat. Keringat dingin bercucuran dari wajahnya, ia bahkan tak sanggup lagi menggendong tubuh Niken hingga ia menjatuhkan nya di lantai ruang tamu.

"Aduh!" Niken terbangun

Wajahnya mengernyit menahan sakit. Ia menatap Joko dengan wajah kesal.

"Ish sayang, kenapa sih aku di lempar, jangan bilang mas sudah gak sayang aku lagi!" ucapnya sedih

"Maaf sayang, Mas gak sengaja!" Joko buru-buru menghampiri wanita itu.

Ia pun menjelaskan kenapa ia melepaskan dirinya.

"Aku benar-benar tidak sengaja, walaupun tubuhmu sangat berat aku berusaha untuk tetap menggendong mu. Tapi tubuh ini tiba-tiba saja lunglai dan tubuh mu terjatuh dari gendongan ku," ucap Joko

"Masa sih aku berat, perasaan berat badanku masih sama," Niken buru-buru bangun kemudian berlari ke kamarnya.

Tak lama ia kembali lagi dengan membawa timbangan di tangannya.

Ia kemudian naik ke keatas timbangan itu dan menunjukan angkanya kepada Joko

"Tuh lihat, masih sama kan!" serunya

"Jangan bilang Mas kecapean karena merawat Niken seharian!"

Joko menggeleng.

"Aku tidak akan pernah lelah merawat mu sayang, karena kamu adalah istriku dan sudah kewajiban aku menjaga dan merawat mu, tapi... sudahlah, mungkin aku akan menjelaskannya esok pagi," ucap Joko

Ia kemudian menggandeng Niken dan mengajaknya untuk beristirahat.

"Aku gak mau jalan, aku kau gendong," ucap Niken manja

Joko tersenyum, meskipun ia merasa sangat lelah namun ia tak bisa mengecewakan wanita itu.

Ia kemudian menggendongnya.

"Aku gak mau gendong belakang, aku mau gendong depan!" seru Niken

"Iya, iya!" Joko segera menggendongnya

"Gimana berat tidak??" tanya Niken

Joko menggeleng.

"Tuh kan, berarti tadi Mas itu kecapean,"

Sementara itu dari balik tirai tiba-tiba muncul bayangan hitam yang mengawasi keduanya.

Tatapan matanya seolah menyiratkan kecemburuan yang dalam melihat kemesraan mereka berdua.

Udara di ruangan itu tiba-tiba berubah panas. Meskipun kediaman Joko dilengkapi AC Central , malam itu benda tersebut tidak berfungsi.

Saking panasnya rumah itu hingga membuat Joko harus mengipasi Niken selamalaman agar istrinya itu bisa tidur.

Sementara itu Joko sendiri merasakan tubuhnya tiba-tiba tidak enak. Dadanya terasa sesak hingga beberapa kali ia batuk. Tapi batuknya bukan batuk biasa, ia bahkan selalu mengeluarkan darah dan benda-benda tajam seperti paku, jarum dan silet saat batuk.

"Ada apa denganku," ucap Joko dengan wajah panik

Sementara itu bayangan hitam itu tersenyum lebar saat melihat Joko terus batuk-batuk. Joko tidak bisa tidur malam itu. Batuknya membuat ia tak bisa memejamkan matanya.

Ia kemudian duduk bersila untuk melakukan ritual. Kali ini ia ingin memanggil Dewi Poncowati sang istri gaib.

1
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
insyaallah....
aamiin ya rabbal alamiin Pak Kyai Rahman
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
Berneda tapi sama --> Berbeda tapi sama
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
wooooooooooow
jaaadiiii yang barusan aja keluar dari mulut Joko itu adalah seekor kalajengking toooh😱😱😱😱
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
apa.... aaapaaaa yang barusan aja keluar dari mulut Joko ????
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
waaaduuuh apakah Dewi Poncowati marah ama Joko yaak sehingga Joko langsung aja dihempaskan begitu kerasnya sehingga semua santri yang ada di pesantren keluar semua seeeh
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
angin aja ampe bisa mengibaskan rambut Joko, berarti saat ini Joko rambutnya gondrong donk
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
Joko merasa panas tinggal di pesantren karena udah terbiasa pake AC atau karena di pesantren banyak santri yang melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an tuuuh
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
btw kapan Maryati cerita ke Kyai Rahman neeeh..
apakah Maryati sebelum dirinya wafat kali yaaa 👉👈
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
astaghfirullah....
begitu sulit ujian yang harus dialami Joko saat Joko memutuskan untuk hijrah
emeng seeeh....memulai segala sesuatu yang menuju kebaikan itu selalu aja ada banyak godaan yang akan datang taapiiiii insyaallah jika kita bisa melewati semua ujian itu maka kita akan naik level ke pribadi yang lebih baik dari sebelumnya
aamiin ya rabbal alamiin
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
Alhamdulillah ternyata kematian Maryati dapat membuat Joko untuk hijrah kembali ke jalan yang di ridhoi oleh Allah
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
......r kalinya wanita itu berpamitan kepadanya kemudian ia --> ini kayaknya paragrafnya kepotong ya kak ??
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
saat wanita itu menemui dirinya ia diampill oleh orang-orang --> saat wanita itu menemui dirinya, ia diapit oleh orang-orang
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
Saat Ia pingsan di kaki Maryati Joko kembali mendapatkandapatkan perjalanan spiritual --> Saat ia pingsan di kaki Maryati, Joko kembali mendapatkan perjalanan spiritual
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
Pagi itu setelah menang adzan berkumandang di liang lahat ibuku, tiba-tiba saja sok kau merasakan pusing hingga --> maaf kak Bunga...
maksudnya paragraf ini bagaimana yaa kalimatnya kak 👉👈
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
waaaduuuh bau wangi yang mirip saat Joko melakukan pernikahan ghaib 🤔🤔🤔
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
Alhamdulillah Maryati wafat dengan wajah yang tersenyum 😍😍😍
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
waah Maryati kok udah kayak kasih sinyal jika dirinya akan segera menghadap ke Allah, sang pencipta alam semesta seeeh 😭😭😭
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
wooooow di seluruh tubuh Maryati memar ???
mosok di gebukin ama makhluk ghoib seeeh🤔🤔
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
haaadeeeh baru juga Maryati mau memejamkan matanya untuk tidur eeeeh lha kok mendadak bau dupa seeeh, ini pasti Joko sedang melakukan ritual deeeh
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
begitu besar pengorbanan yang dilakukan oleh Maryati demi Joko😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!