NovelToon NovelToon
OBSESI DENDAM Billie

OBSESI DENDAM Billie

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen / Teen Angst / Fantasi Wanita / Balas Dendam
Popularitas:11.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ratna Jumillah

"JANGAN GERAK!"

"Siapa!?"

"SHH!! Diam atau kita mati konyol!"

Pertemuan tidak sengaja Noah Christian dengan Billie Ashton di saat hidup kedua nya berada di ujung tanduk ternyata membuat Noah penasaran dan mencari identitas gadis yang membekap mulut nya di malam gelap itu.

Wajah nya tidak begitu terlihat, hanya suara parau dan tangan gemetar serta bau wangi yang membuat Noah tidak bisa melupakan nya. Dia terus mencari, keberadaan gadis yang sembrono dan misterius itu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS. 20. Eksekusi

Malam harinya, sekitar jam 9 malam Billie keluar dari apartemen nya sudah menggunakan pakaian serba hitam tapi tidak ketat, Billie benci pakaian ketat. Dia memakai topi dan rambut nya di biarkan terurai, dia membawa tas selempang hitam yang biasa untuk membawa keperluan olah raga. Dia jalan ke arah motor nya sendiri lalu dia pergi dari apartemen itu dengan kecepatan tinggi. Tujuan Billie kali ini adalah Alex..

Dia membelah jalanan kota Jakarta di malam hari dan sampai akhir nya dia sampai di sebuah bangunan yang jelas itu adalah club malam, tapi club itu bukan sembarang orang bisa masuk.. untuk datang kesana harus ada kartu identitas khusus, jika tidak punya maka tidak akan di perbolehkan masuk kecuali.. di bawa oleh salah satu orang yang memegang kartu identitas itu.

Billie turun dari motor nya dan dia melepas jaket hitam nya, kini Billie memakai kaos hitam polos tanpa lengan yang longgar seperti kaos basket, luka tembak nya dia tutupi menggunkan bandana slayer hitam yang makin memberi kesan unik, tidak akan ada yang sadar di balik bandana slayer itu ada luka tembak. Ia lalu masuk kedalam membawa tas nya tadi sambil mengikat jaket hitam nya di pinggang.

"Maaf, kartu identitas." Ucap penjaga pintu bar itu. Billie menunjukan kartu itu dan penjaga di sana mengangguk, Billie pun masuk.

"Anak kecil udah punya kartu identitas kelas Diamond, apa nggak salah?" Tanya salah satu penjaga pada rekan nya.

"Kamu nggak kenal dia?" Tanya rekan nya dan pria pertama tadi menggeleng.

"Siapa memang nya?" Tanya pria pertama.

"Siapa lagi, paling - paling anak orang kaya yang kebanyakan duit dan bingung mau habisin duit dimana. Dari muka nya aja masih kayak anak di bawah umur, paling itu kartu punya bapak nya." Ucap pria kedua, lalu di tempeleng oleh pria pertama.

"Tak kira kenal, sialan!" Ucap nya.

Kembali pada Billie yang sudah masuk kedalam, di dalam club itu terlihat serba mewah.. arsitektur dan gaya bar itu di buat seolah itu adalah bar atau kasino gelap para mafia berkumpul. Billie naik ke lantai dua dan dia masuk kedalam sebuah ruangan yang sudah dia pesan, VVIP tentu.

Di dalam nya lebih seperti hotel, ada satu ranjang, bath tub, dan lain nya dalam satu petak. Karena.. sebenar nya kamar itu biasanya di sewa atau di gunakan oleh orang - orang yang meginap di sana. Billie mengeluarkan alat - alat nya dari dala tas, laptop dan senjata rakitan.

Jika Billie membawa senjata itu utuh, sistem di pintu masuk akan mendeteksi dan Billie jelas bisa di larang masuk. Tapi dia membawa senjatanya dengan terpisah - pisah.

"Bang Lex.. sepuluh tahun lalu kamu yang ajarin ini ke gue. Kamu pasti nggak akan nyangka cara yang kamu ajarin ini, bakal jadi jalan kematianmu." Gumam Billie.

"Valo, lu di mana?" Tanya BIllie, dia menghubungi Valo.

"Di rumah utama, Bill." Ucap Valo.

"Om Lucas gimana?" Tanya Billie.

"Pak Lucas.. dia murung dari lu pergi Bill." Ucap Valo, Billie menghembuskan nafas nya.

"Bilang dia, malam ini jasad Alex nggak akan pulang karena mau gue kasih ke Ottan." Ucap Billie, Valo di sana terkejut.

"Bill.. lu serius?" Tanya Valo.

"Kapan gue main - main sama ucapan gue. Udah dulu, gue mau mulai." Ucap Billie, dia lalu mematikan panggilan nya.

Billie lalu mengarahkan senjatanya kedepan seolah sedang membidik dan memejamkan satu mata nya, setelah nya senyum dingin nya terbit. Billie memasukan senjata itu ke balik jaket yang menutupi pinggang nya lalu berjalan keluar dari ruangan itu. Billie berdiri dari atas dan menatap satu persatu orang yang ada di bawah, lalu tatapan nya jatuh pada seorang pria yang tampak sedang duduk di tengah dua perempuan, Alex.

Billie terus berdiri menatap nya, bukan dia ragu beraksi.. tapi dia menunggu momen cantik tiba. Billie menghubungi anak buah nya yang berjaga di luar untuk bersiap. Alex yang di bawah sana tidak sengaja melihat Billie sedang berdiri, dia terkejut melihat Billie, Billie pura - pura tidak melihat nya.

"Billie, kok dia di sini!?" Gumam Alex panik.

"Dia nggak liat gue, kan." Gumam Alex lagi. Billie lalu berjalan turun dari atas dan masuk ke arah ruang karaoke, Alex pun bangun dan tersenyum.

"Billie.. tanpa gue cari lu, lu dateng sendiri anter nyawa." Ucap Alex, karena dia memang ingin membunuh Billie.

Alex bangun dan dia berjalan mengikuti Billie ka arah ruang karaoke, tapi di lorong itu sangat gelap, ada lampu tapi hanya lampu strip yang menyala biru di lantai, Alex tidak melihat keberadaan Billie. Alex lalu mengecek satu persatu ruang karaoke dengan mengintip dari kaca pintu nya, dia sangat penasaran di mana Billie sampai dai tidak sadar seseorang sudah berdiri di belakang nya.

"Cari siapa bang Lex?"

Alex membeku seketika, karena dia merasakan sesuatu yang keras menekan pinggang nya. Alex menolah dan dia bisa melihat wajah Billie dengan tatapan dingin nya tersorot sedikit cahaya.

"Billie." Gumam nya, Alex menelan ludah nya dan dia sebisa mungkin berubah biasa saja lalu tersenyum pada Billie.

"Billie, ternyata benar kamu, abang pikir salah liat." Ucaap Alex dengan ramah.

"Udah posisi begini masih mau pura - pura?" Ucap Billie dingin dan makin menekan senjata nya pada Alex.

"Billie, apa kita ada salah paham? Kenapa kamu todong abang gini?" Tanya Alex, dia masih pura - pura.

"Salah paham?? Heng!" Billie kesal setengah mati.

"Jalan, kalo nggak peluru di dalam pistol ini nembus badan lu." Ucap Billie, dia memaksa Alex jalan tapi dia menuju ke pintu emergency. Billie memang sendiri tap Alex tau kemampuan berkelahi Billie mengunggulinya dan dia juga memagang senjata, Alex tidak berkutik.

"Bos." Ucap anak buah Billie.

"Masuk!" Ucap Billie dan Alex masuk.

"Lepasin celana sama bajunya, buang di jalan. Kita kita ketemu di sana." Ucap Billie.

"Siap bos!" Ucap anak buah Billie dan mulai melucuti pakaian Alex, sementara Billie sendiri kembali berjalan masuk ke dalam.

"Billie! Billie! Kamu nggak salah tangkep orang, kan?! Bill!" Teriak Alex, tapi dia di bekap dan pingsan.

Billie kemballi ke dalam dan dia melihat anak buah Alex yang sepertinya seang mencari Alex. Di antara banyak nya kerumunan Billie berjalan bagai bayangan dan melewati mereka, lalu mereka yang di lewati Billie tiba - tiiba jatuh ke lantai sambil memegangi perut nya yang mengeluarkan darah.

Billie menembak mereka semua saat Billie melewati mereka, tepat di perut tanpa ada yang menyadari aksi nya saking tenang nya wajah Billie. Setelah makin banyak yang berjatuhan barulah teriakan terdengar, teriakan ketakutan dari pengunjung yang melihat darah mengalir.

"Aaaaa!! Ada pembunuhan!!" Teriak mereka semua.

Billie lalu berjalan naik ke atas dan kembali ke kamar VVIP nya dan membongkar senjatanya dengan cepat lalu memasukan nya lagi ke dalam tas nya dan pergi dari sana, ikut di antara segerombolan orang yang lari ketakutan dan keluar dari bar itu. Billie dengan tenang berjalan ke motor nya lalu dia menghubungi Valo..

"Halo, Valo mulai bersihkan cctv." Ucap Billie, lalu dia mematikan panggilan dan memakai jaket nya kembali dan pergi dari sana.

"Jangan panik! Jangan panik!" Teriak petugas keamanan.

Bersihkan cctv? Valo memiliki ke ahlian meretas cctv bahkan membuat yang seharus nya ada menjadi tidak ada dan sebalinya. Dia memalsu kan cctv itu dengan menghapus jejak Billie yang datang ke bar itu, menghapus jejak Billie yang menggiring Alex di lorong karaoke dan menghapus jejak saat Alex di masukkan kedalam mobil. Dan sebalik nya, Valo malah membuat Alex lah yang menjadi pelaku pembunuhan di sana.

"Mayan seru." Gumam Billie.

...BERSAMBUNG!...

1
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅕🅗🅐🅝ˢ⍣⃟ₛ§𝆺𝅥⃝©🦐
cepet susul Billie noah.. bantu dia/Determined//Determined//Determined/
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅕🅗🅐🅝ˢ⍣⃟ₛ§𝆺𝅥⃝©🦐
hahaahha kmu kurang peka sihh🤣🤣🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅕🅗🅐🅝ˢ⍣⃟ₛ§𝆺𝅥⃝©🦐
mungkin dia diancem bakal Billie yg di siksa
≛⃝⃕|ℙ$°Siti Hindun§𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Semangat Billie... Kita senasib, perihal cinta pertama anak perempuan😄
≛⃝⃕|ℙ$°Siti Hindun§𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Jangan pernah mendebat orang yg lg bucin, percuma🤣🤣🤣
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
selama ga berkhianat kalian aman 😶
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
justru bumerang , bilson malah kurang ajar 😤
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
tuh mamamu anak tunggal 😶
🍃≛⃝⃕|ℙ$ ÑÙŔĹÌÀÑÀ §𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Kirain noah salah minum apaaa gituu 🤣 taun bucin akut
neni nuraeni
hahhaaaa Noah... Noah...
☠ SULLY
duit 5 miliarr
kaya 5 rebu beli kerupuk
ampunn kelakuan horang kayahh
😅
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
hahahaha... sakit jantung noah, boleh aq salah satu ahli waris g 😂🤣 dasar bucin it mah lagi jatuh love🤣
Nureliya Yajid
lanjut thor
🍃≛⃝⃕|ℙ$ ÑÙŔĹÌÀÑÀ §𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🤣 Hhmmm aya2 wae /Facepalm/
🍃≛⃝⃕|ℙ$ ÑÙŔĹÌÀÑÀ §𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Nah iya tuh perkaos aja rame2 tu si om na 😂
neni nuraeni
wiiih seruuu
🍃≛⃝⃕|ℙ$ ÑÙŔĹÌÀÑÀ §𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Nunggu apa coba bill langsung aja tu si tua di bantai
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
laaah nih orang sapa yak songong amat 🤮
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
mimpimu ga enak banget bil 🤔
Nureliya Yajid
semangat thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!