NovelToon NovelToon
AL - IHSANIYYAH

AL - IHSANIYYAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Duniahiburan / Murid Genius / Idola sekolah / Mengubah Takdir
Popularitas:11
Nilai: 5
Nama Author: blue_era

Di Pesantren Al-Ihsaniyyah, cinta, ilmu, dan takdir keluarga Ihsani bersatu. Warisan Abah Muzzamil diuji, pilihan Inayah mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blue_era, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengakuan di Taman Belakang: Antara Perasaan,Gelang, kebenaran terungkap

Dan kemudian semuanya sudah kembali ke ndalem tinggal tersisa Gus Rasel juga Ning Hana. Ning Hana bilang ke Gus Rasel. Gus saya mau ngajak panjenengan Ten taman sekedap ucap Ning Hana. taman pundi Ning tanya gus Rasel. Ten belakang e asrama Gus jawab Ning Hana. lalu Gus Rasel mengikuti Ning Hana dari belakang dan juga Ning Hana yg duluan. kemudian di taman Ning Hana bilang Gus, ngapunten Gus, Saestu Gus ngapunten, Kulo Bade ngomong tentang perasaan Kulo, Kulo nyaman Gus kalih njenengan, Kulo wonten roso Gus kangge njenengan, tapi sak derenge Kulo nggeh sadar, Kulo mboten yakin Gus, Gus saget Nompo Kulo, tapi jawaban e Gus Ten Kulo nopo ae Kulo tampi Gus ucap Ning Hana. Gus Rasel belum juga menjawab atupun membalas perasaan Ning Hana.

- (Setelah semua orang kembali ke ndalem, hanya tersisa Gus Rasel dan Ning Hana. Ning Hana memberanikan diri untuk mengajak Gus Rasel ke taman belakang.)

- Ning Hana (dengan gugup): "Gus, saya mau ngajak panjenengan ten taman sekedap (Gus, saya mau mengajak Anda ke taman sebentar)."

- Gus Rasel: "Taman pundi Ning (Taman mana, Ning)?"

- Ning Hana: "Ten belakang e asrama Gus (Di belakang asrama, Gus)."

- (Ning Hana berjalan lebih dulu menuju taman belakang, diikuti oleh Gus Rasel dari belakang.)

- (Sesampainya di taman, Ning Hana menghentikan langkahnya. Ia menatap Gus Rasel dengan tatapan yang penuh dengan keraguan dan harapan.)

- Ning Hana (dengan suara bergetar): "Gus, ngapunten Gus, Saestu Gus ngapunten (Gus, maafkan saya Gus, Sungguh Gus maafkan saya). Kulo bade ngomong tentang perasaan Kulo (Saya mau bicara tentang perasaan saya). Kulo nyaman Gus kalih njenengan (Saya nyaman Gus dengan Anda), Kulo wonten roso Gus kangge njenengan (Saya ada rasa Gus untuk Anda), tapi sak derenge Kulo nggeh sadar (tapi sebelumnya saya sadar), Kulo mboten yakin Gus (Saya tidak yakin Gus), Gus saget Nompo Kulo (Gus bisa menerima saya), tapi jawaban e Gus Ten Kulo nopo ae Kulo tampi Gus (tapi jawaban Gus ke saya apa saja saya terima Gus)."

- (Gus Rasel masih terdiam, belum memberikan jawaban apapun.)

Ning Hana masih menunggu jawaban dari Gus Rasel, tp Gus Rasel tidak menjawab melainkan memperlihatkan gelang hitam di tangan kanannya. Ning Hana belum paham kemudian tiba tiba Gus Rasel memeluk Ning Hana erat, dan bicara, Alhamdulillah Ning, kalau Ning punya perasaan ke saya, saya menerima Ning apa adanya Ning, saya mau beritahu sesuatu ke Ning tp Ning jangan kaget ucap Gus Rasel. apa Gus tanya Hana. sebenarnya Ning Hana ini adalah istri sah saya ucap Rasel. maksudnya Gus. Gus Rasel menceritakan semuanya secara jelas dan detail

- (Ning Hana masih menunggu jawaban dari Gus Rasel. Namun, Gus Rasel tidak menjawab dengan kata-kata. Ia justru mengangkat tangan kanannya dan memperlihatkan gelang hitam yang melingkar di pergelangan tangannya.)

- (Ning Hana mengerutkan keningnya, tidak mengerti apa maksud dari tindakan Gus Rasel.)

- (Tiba-tiba, Gus Rasel memeluk Ning Hana dengan erat. Ning Hana terkejut, namun ia tidak menolak pelukan itu.)

- Gus Rasel (berbisik): "Alhamdulillah Ning, kalau Ning punya perasaan ke saya, saya menerima Ning apa adanya Ning. Saya mau beritahu sesuatu ke Ning, tapi Ning jangan kaget."

- Ning Hana (dengan jantung berdebar): "Apa Gus?"

- Gus Rasel (dengan nada serius): "Sebenarnya, Ning Hana ini adalah istri sah saya."

- Ning Hana (terkejut): "Maksudnya Gus?"

- (Gus Rasel menceritakan semua tentang pernikahan mereka kepada Ning Hana, mulai dari awal pertemuan keluarga, perjodohan yang direncanakan sejak lama, hingga akad nikah yang dilaksanakan secara diam-diam.)

- (Ning Hana mendengarkan cerita Gus Rasel dengan seksama. Ia merasa sangat terkejut, bingung, dan tidak percaya.)

- Ning Hana (dengan nada tidak percaya): "Jadi... selama ini... Gus Rasel suami saya?"

- Gus Rasel (mengangguk): "Iya Ning, saya suami kamu Ning."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!