Kini berbagai pertanyaan muncul ketika Raelynn terbaring di atas meja operasi. Mempertaruhkan nyawa, berjuang untuk bisa melahirkan bayinya dengan selamat … sendirian. Ya, dengan tubuhnya yang kurus, Raelynn menandatangani surat pernyataan untuk dilakukan operasi untuk dirinya sendiri.
Apakah semua kemalangan ini bermula ketika dia menerima pernikahan di atas kerta yang pria berikan? Ataukah semua ini berawal saat dia mengetahui tentang kehamilannya sekaligus penyakit mematikan yang tidak dia sadari sebelumnya? Atau semenjak malam itu … di saat keluarganya sendiri menyiksa dan menjadikannya pelayan dan bahkan menjualnya demi kepentingan bisnis mereka?
Raelynn rasa, tidak! Bahkan sebelum semua itu terjadi kemalangan mulai menjadi hari-harinya sejak saat itu. Ya … Raelynn ingat sekarang. Semenjak hari itu, dimana dia menolak perjodohan yang di atur oleh keluarga demi untuk mengejar cinta pertamanya.
Mampukah Raelynn bertahan dengan semua kemalangannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20. Penyesalan & Rasa Bersalah
Gavin membalik perkataan Logan, menegaskan dengan jelas inti permasalahannya dan bahkan dia tidak menggunakan panggilan normal lagi. Karena dia sedang bicara sebagai sahabat baiknya, bukan sebagai bawahan maupun asistennya.
Gavin sedari tadi sudah terima selalu disalahkan, karena itu memang kesalahannya dan dia bahkan mengakui itu dengan lantang. Namun, yang membuatnya menjadi marah sekarang karena Logan dengan mudahnya lepas tangan terhadap Raelynn, wanita malang yang tanpa sengaja dimanfaatkan oleh mereka.
Sementara Dr. Ava hanya diam di antara pertengkaran Logan dan Gavin, dia tidak berani bersuara karena dia juga merasa bersalah atas kejadian itu. Dia hanya bisa menundukkan wajahnya, menangis penuh penyesalan karena keterlibatan dirinya membuat hidup seorang wanita menjadi hancur seperti ini.
“Maafkan aku! Maafkan aku, Nona Raelynn. Aku sangat bersalah padamu,” ucap Dr. Ava dalam hatinya.
Gavin yang selama ini berada di samping Logan, tentu merasa tidak tega melihat Tuan sekaligus sahabatnya yang terus mencintai satu wanita yang bahkan sekarang tidak bisa dimiliki lagi. Sahabat yang sejak kecil tumbuh bersama, bangkit bersama dan berjuang bersama, Tuan yang dari awal dia ikuti hanya selali menunggu Viola.
Menunggu wanita itu meraih mimpinya sebagai model terkenal, mendukungnya secara diam-diam dan memberinya apapun yang diinginkannya. Namun, tiba-tiba saja wanita itu menghilang dan kemudian terdengar kabar tentang pernikahannya dengan Javier rekan bisnis Logan sendiri. Lalu sekarang Viola bahkan sedang mengandung.
Akan tetapi, mendengar pernyataan dari Logan barusan membuat Gavin menyesali perbuatannya semalam untuk seumur hidupnya. Dimana Logan dan Raelynn telah melakukan hal seharusnya hanya boleh dilakukan oleh sepasang suami istri.
Dan kini Logan sama sekali tidak mau bertanggung jawab terhadap nasib Raelynn untuk kedepannya. Dan Gavin … hanya bisa menyesali semua itu sepanjang hidupnya. Bahkan dia rela berlutut selamanya agar waktu bisa terulang, sehingga dia tidak akan pernah merencanakan hal bodoh ini.
“*Tidak! Aku tidak boleh menyerah sekarang. Aku sudah berjanji pada Ava dan diriku sendiri untuk memperjuangkan pertanggung jawaban dari bajingan ini yang sialannya adalah sahabatku yang bodoh dan buta akan cintanya pada Viola*!” Gavin bertekad dalam hatinya.
“Jika kau memang hanya mencintai Viola, lalu seberapa mengodanya Nona Raelynn seharusnya kau pasti tidak akan pernah menyentuhnya sama sekali, bukan? Tapi apa sekarang? Kau bahkan menidurinya dalam keadaan dirimu yang masih sadar. Lalu sekarang kau bilang akan setia pada Viola saja? Cih … Omong kosong macam apa itu, Logan?”
Gavin terus mencecar Logan dengan berbagai pertanyaan dan fakta yang ada, hingga Logan beberapa kali tidak bisa berkutik atau pun membalas ucapannya sama sekali. Sebab semua yang Gavin katakan adalah kenyataan yang tidak bisa Logan elak lagi. Sampai detik ini pun Logan masih bertanya-tanya bagaimana bisa dia berakhir menyentuh Raelynn di saat hatinya masih milik Viola. Dia sendiri bingung dengan perasaan yang dia rasakan sekarang.
Akan tetapi, akibat adu mulut antara Logan dan Gavin yang menggunakan nada tinggi membuat Raelynn terbangun. Dan yah … dia mendengar semuanya dari awal, dimana lagi-lagi keberadaannya ditolak. Rasa sakit pada area bawahnya, tidak sesakit hatinya ketika mendengar perdebatan Logan dan Gavin.
Akan tetapi, Raelynn tidak akan menyalahkan siapapun atas kejadian semalam. Jika bukan Logan, maka ada pria lain yang akan mengambil kesuciannya. Sebab dari awal semua ini sudah direncanakan oleh keluarganya sendiri.
Namun, mendengar perkataan Logan yang sudah dianggap sebagai teman dan rekan bisnis membuat luka hati Raelynn semakin dalam terasa. Rupanya tidak ada yang mau menerima keberadaan dirinya di dunia ini. Lalu haruskah Raelynn mati saja?
Tidak tahan mendengar perdebatan Logan dan Gavin yang semakin memanas, Raelynn akhirnya memutuskan untuk langsung menghentikan keduanya. Dia hanya mengenakan jubah mandi yang dia temukan di lemari. Sehingga sebagian luka ditubuhnya terlihat sangat jelas di mata mereka. Begitu juga dengan jejak keganasan Logan semalam yang memberikan banyak tanda di seluruh tubuhnya.
“Sudah cukup! Hentikan perdebatan kalian ini!”
Dengan langkah yang tertatih dan menyembunyikan perasaan sakit hatinya, Raelynn muncul dengan kondisi yang terlihat sangat berantakan. Raelynn sudah tidak bisa menahan lebih banyak mendengar kata penolakan dari orang lain pada dirinya. Cukup keluarganya saja yang tidak menginginkan dirinya, jangan ditambah dengan orang lain lagi.
“Raelynn!”
“Nona Raelynn!
“Nona!”
Logan, Gavin dan Dr. Ava secara tidak sengaja serentak berseru menyebutkan panggilannya. Mereka benar-benar terkejut ketika melihat kemunculan Raelynn yang tersenyum pedih menanggung semua rasa sakit baik fisik maupun hatinya. Mereka bertiga langsung salah tingkah, karena korban yang sesungguhnya di sini adalah Raelynn. Dia yang dirugikan dan juga ditolak oleh semua orang yang dia kenal.
“Aku tidak menyalahkan kalian semua tentang kejadian semalam, terutama kamu Tuan Logan!” ujar Raelynn yang masih menunjukkan wajah tersenyum, padahal hatinya sangat terluka sekarang.
“Jika bukan kamu, pasti ada pria lain yang akan melakukan itu padaku. Jadi, sudah cukup kalian saling menyalahkan seperti itu. Mungkin ini memang takdir hidupku seperti ini, jadi aku pun akan menerimanya,” lanjut Raelyn yang terdengar sangat tulus saat mengatakannya membuat siapapun yang mendengarnya akan merasa bersalah sekaligus kasihan.
Hal itu membuat Dr. Ava langgsung menangis terisak. Dia juga seorang perempuan, mungkin jika dia berada di posisi Raelynn sekarang. Dia akan menuntut keadilan pada pihak yang berwajib pada mereka semua yang terlibat atas hal buruk yang menimpa padanya. Namun, wanita yang dia ketahui bernama Raelynn ini menerima semuanya begitu saja. Dia bahkan masih menampilkan senyuman yang jelas mengandung sejuta luka di dalamnya.
“Kenapa? Kenapa kau tidak marah sama sekali? Hiks … Kau! Kau kehilangan kehormatanmu sebagai perempuan karena pria brengsek ini. Aku dan Gavin juga terlibat di dalamnya, kenapa kau tidak marah pada kami! Seharusnya kau melaporkan kami pada polisi! Seharusnya kau menangis, tapi kenapa kau malah tersenyum seakan kau sudah terbiasa terluka seperti ini. Hiks … Hiks ….”
Dr. Ava terus meraung dan menangis seolah mewakilkan Raelynn, sehingga membuat dua pria yang sedari tadi terus berdebat saling menundukkan kepala penuh rasa malu dan penyesalan. Berbeda dengan Raelynn yang malah berjalan mendekat dan meraih tubuh Dr. Ava ke dalam pelukannya seraya berkata, “Terima kasih, karena kau sudah mau menangis mewakili perasaanku!”
Sontak Ava semakin menangis histeris saat mendengar ucapan yang begitu tulus itu. Entah mengapa hatinya yang merasa sangat sakit dengan nasib malang yang Raelynn harus jalani. Bahkan wanita itu begitu saja dan berlapang dada dengan semua hal buruk yang terjadi di dalam hidupnya. Jika dirinya di posisi itu, maka Ava akan lebih memilih mati dibandingkan hidup dengan penuh penderitaan seperti yang Raelynn jalani sekarang.
Gavin sendiri tak kuasa menahan tangisnya, meski tak histeris seperti yang Ava lakukan. Gavin lebih memilih menangis dalam diam dengan air mata yang sudah bercucuran. Logan tampak tak meneteskan air mata sedikitpun, tetapi entah mengapa hatinya terasa sangat sakit dan bahkan dadanya sangat sesak melihat ketabahan seorang Raelynn.
Bersambung ….
Lagian Gavin ngga bilang sih, siapa anak Edwin Cameron yang dimaksud...
Masa Suho ngga tahu sih, kalo Edwin punya 2 anak perempuan 🤔
next kk