NovelToon NovelToon
Warisan Dewa Elemen

Warisan Dewa Elemen

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: LaQuin

Wen Yu sedang berpetualangan dengan mendaki bukit seorang diri di sebuah tempat wisata alam. Lalu sebuah kebetulan, ia bertemu seekor kucing yang memiliki sepasang sayap. Tanpa rasa takut dan hanya memiliki rasa penasaran yang tinggi, Wen Yu mengikuti kucing itu dan berusaha menangkapnya. Alih-alih berhasil, ia malah terperosok pada sebuah goa di dalam tanah yang ternyata sedang mengalami peristiwa aneh. Cahaya kebiruan bersinar melingkar seperti sebuah pintu lorong waktu yang sering ia tonton di film-film fantasi. Tak lagi bisa mengelak, Wen Yu jatuh ke dalam lingkaran biru itu dan menghilang seketika. Dan tiba-tiba terbangun di dunia antah berantah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Final Yang Menegangkan

Final Yang Menegangkan

Di tribun yang jauh dari tempat Ze Kai berada, Zhang Wei berdiri bersama beberapa senior akademi yang telah mereka ajak untuk mencelakai Ze Kai. Mereka sedang menyaksikan pertandingan dengan ekspresi yang awalnya penuh keyakinan, namun kini wajah mereka penuh dengan keterkejutan dan tidak percaya.

"Bagaimana mungkin?! Bukankah dia hanya bisa mengendalikan Elemen Tanah saja?!" teriak Zhang Wei dengan suara yang sedikit bergetar, matanya melotot melihat Ze Kai yang dengan tenang mengalahkan lawannya.

Lalu salah seorang senior terlihat mengerutkan keningnya, menatap arah arena dengan pandangan yang semakin gelap.

"Ternyata bocah itu menyembunyikan kemampuannya, Zhang Wei. Kau salah mengira dia lemah."

Saat suara sorak dan tepukan tangan dari penonton semakin menggelegar, mereka melihat beberapa senior akademi yang telah mereka bayar untuk mencelakai Ze Kai sedang berdiri dengan wajah memerah karena kebingungan dan rasa malu. Salah satu senior bernama Lin Feng mendekat dengan langkah tergesa-gesa.

"Zhang Wei, sepertinya rencana kita tidak akan berhasil," ujarnya dengan suara gemetar. "Ze Kai ternyata bisa mengendalikan dua elemen sekaligus. Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Dia menggunakan Elemen Tanah untuk membela diri dan Elemen Air untuk membuat kabut yang menyembunyikan gerakannya."

Zhang Wei menjatuhkan cangkir teh yang sedang digenggamnya ke lantai dengan keras, membuat suara "CRASH" yang terdengar jelas di sekitar mereka. "Bodoh sekali kalian semua! Aku sudah bilang untuk membuat dia terluka parah, bukan hanya membuat dia kalah saja!"

"Maafkan kami," kata Liu Jin dengan suara rendah, menundukkan kepalanya. "Kita tidak menyangka dia bisa mengendalikan dua elemen sekaligus. Bukankah dia baru saja masuk akademi beberapa bulan yang lalu?"

Zhang Wei kembali melihat Ze Kai dari kejauhan. Tubuhnya menjadi panas karena kemarahan yang meluap-luap. Ia menggigit bibirnya hingga putih karena mencoba menahan emosi.

Bagaimana mungkin dia bisa menguasai dua elemen sekaligus?! Itu mustahil bagi seorang pemula!

Ia segera berbalik dan menarik salah satu murid bernama Wu Jiang yang sedang berdiri dengan wajah pucat karena kaget. "Kau harus menangkapnya di babak selanjutnya, Wu Jiang! Pastikan dia tidak bisa melanjutkan pertandingan sampai tidak bisa bangun lagi!"

Wu Jiang mengangguk dengan ragu, melihat arah arena dengan pandangan yang penuh kekhawatiran.

"Tapi Tuan Zhang Wei, kemampuannya jauh di atas ku. Aku melihat dia mengendalikan kedua elemen dengan cukup baik, meskipun masih tahap awal."

"Jangan banyak omong!" ucap Zhang Wei dengan suara tinggi yang membuat beberapa orang di sekitarnya menoleh. "Keluarga kita punya nama baik yang harus dijaga. Jika kalian tidak bisa menangkapnya, aku akan mencari bantuan dari keluarga yang lebih kuat lagi!"

Di sisi lain tribun, Ze Kai sedang berjalan menuju salah satu bangku di tribun itu. An Qi yang sedang berjalan bersamanya dengan senyum bangga melihat reaksi penonton yang penuh kagum.

"Kau luar biasa, Ze Kai!" ujar An Qi dengan suara penuh kegembiraan. "Siapa sangka kau bisa menguasai dua elemen sekaligus!"

Ze Kai hanya tersenyum lembut, menyadari bahwa rahasia kemampuannya telah terbongkar sebagian. Namun sebelum ia bisa berkata apa-apa, Genesis muncul dengan wajah yang sedikit serius.

"Ze Kai, kau harus berhati-hati!" ujar Genesis dengan suara rendah. "Kau yang menguasai dua elemen ini pasti menarik perhatian yang tidak diinginkan, termasuk orang-orang yang pernah menyakitimu dulu."

Ze Kai mengangguk perlahan, memahami maksud Genesis. Ia tahu bahwa perjuangannya belum selesai dan bahaya masih mengintai di setiap sudut.

-

-

-

Di babak selanjutnya, Ze Kai menghadapi dua senior sekaligus, Liu Mei yang menguasai Elemen Air dan Zhang Tao yang ahli dalam Elemen Tanah. Keduanya bekerja sama dengan sangat baik, menyerangnya dari dua arah berbeda secara bergantian. Liu Mei mengendalikan air dari kolam di sekeliling arena untuk membuat tanah licin dan membentuk jarum es yang melesat dengan cepat, sementara Zhang Tao menggerakkan batu-batu besar dari tanah untuk menyerang dari atas.

Ze Kai terpaksa berlari dan menghindari dengan cepat di seluruh arena, terkadang harus melompat ke atas batu yang sedang terbang untuk menghindari serangan jarum es. Saat ia hampir terjebak di sudut arena dengan batu besar yang akan menghantam dari atas dan tirai air yang akan mengunci gerakannya dari depan, ia mengambil napas dalam dan menggunakan kombinasi teknik yang baru ia pelajari. Ia mengendalikan energi tanah untuk membuat pijakan sementara di dinding arena, melompat ke atas dengan cepat sambil mengendalikan energi air untuk membentuk pelindung udara di sekeliling tubuhnya.

Dari posisi tinggi itu, Ze Kai melemparkan beberapa bola tanah yang telah diperkuat dengan sedikit energi air, membuatnya menjadi seperti lempengan batu yang keras namun fleksibel. Bola-bola itu tepat mengenai titik-titik vital pada tubuh kedua seniornya, membuat mereka terpaksa berhenti menyerang dan mengakui kekalahan. Meskipun berhasil menang, Ze Kai mendapatkan beberapa luka kecil di lengannya dan betisnya akibat terkena serpihan jarum es dan gesekan dengan batu yang terbang.

-

-

-

Pada babak final, Ze Kai menghadapi Lin Chen, genius akademi yang sudah menguasai dua Elemen Api dan Tanah pada usia belasan tahun saja. Dan telah memenangkan turnamen ini selama dua tahun berturut-turut. Saat pertandingan dimulai, seluruh penonton terdiam karena melihat perbandingan yang tampak tidak seimbang antara siswa baru yang hanya dikenal menguasai dua elemen tahap awal dengan murid terbaik akademi.

Lin Chen mulai menyerang dengan gaya yang elegan namun sangat mematikan. Ia menggabungkan energi api untuk membuat tembakan cepat dan energi tanah untuk membuat medan yang menguntungkan baginya. Ze Kai terpaksa menggunakan sedikit lebih banyak kekuatan dari biasanya, mengendalikan Elemen Tanah hingga tahap menengah dan Elemen Air tahap awal, menciptakan kombinasi teknik yang belum pernah dilihat oleh siapapun di akademi.

Pertarungan mereka sangat sengit dan berlangsung lebih lama dari pertandingan lainnya. Lin Chen menggunakan jurus khusus yang bisa menggabungkan dua elemen sekaligus, membuat bola energi yang menghantam tanah dengan ledakan yang membuat seluruh arena bergoyang. Ze Kai dengan cepat mengendalikan energi tanah untuk membuat kubah pelindung yang kuat, namun masih terpental beberapa meter ke belakang akibat benturan yang dahsyat.

Babak terakhir telah memasuki babak klimaks yang membuat seluruh penonton tertegun. Ze Kai dan Lin Chen, genius akademi yang telah memenangkan turnamen ini selama dua tahun berturut-turut saling pandangan dengan tatapan tajam. Kedua belah pihak sudah menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Namun Lin Chen yang menguasai 2 Elemen tahap menengah masih memiliki keunggulan yang jelas.

Setelah beberapa putaran bertukar serangan, Ze Kai merasa energi tubuhnya mulai terkuras. Lin Chen dengan cepat mengeluarkan kombinasi jurus Elemen Api dan Tanah yang membuat Ze Kai terpaksa mundur terus-menerus, tubuhnya terkena beberapa serangan yang membuatnya semakin lemah.

"Ze Kai, kau harus menggabungkan energi alam di sekitarmu dengan lebih maksimal!" suara Genesis terdengar jelas di benaknya. "Ini adalah kesempatan yang tepat untuk mencoba meningkatkan Elemen Air-mu ke tahap menengah!"

Tanpa banyak berpikir, Ze Kai menutup mata sejenak, merasakan setiap getaran energi alam yang ada di sekitar arena. Dari tanah yang kokoh di bawah kakinya, uap air dari kolam di pinggir arena, hingga angin yang berhembus lembut melintas di atas mereka. Ia mulai mengendalikan energi alam itu dengan segala kekuatan yang tersisa, menyatukannya dengan energi dalam dirinya.

Pada saat yang sama, Lin Chen menyerangnya dengan jurus khususnya "BOLA ENERGI". Sebuah kombinasi yang membentuk bola besar yang menyala dengan warna pelangi. Ze Kai dengan cepat membentuk perisai dari energi tanah yang tebal, namun perisai itu mulai retak akibat panas yang luar biasa.

Di saat-saat genting itu, energi Elemen Air di dalam tubuh Ze Kai tiba-tiba mulai berdenyut dengan kuat. Rasa dingin yang menyegarkan menyebar ke seluruh tubuhnya, dan ia merasakan bahwa batasan yang selama ini menghalanginya untuk mencapai tahap menengah mulai sirna. Tanpa sadar, ia telah berhasil meningkatkan Elemen Air-nya ke tingkat menengah!

Dengan kekuatan baru yang mengalir deras di tubuhnya, Ze Kai segera mengubah strateginya. Ia tidak lagi hanya membela diri, melainkan mulai menyerang dengan kombinasi yang lebih kuat. Ia membuat bentuk seperti pedang besar dari energi tanah yang kokoh sebagai bagian atasnya, dan melapisi seluruh permukaannya dengan energi air tingkat menengah yang membuatnya lebih tajam dan cepat.

"PEDANG BUMI!" teriak Ze Kai dengan suara yang penuh kekuatan, menyerang dengan kecepatan yang luar biasa hingga membuat udara berbunyi "SIUUSHH".

Lin Chen terpana melihat serangan yang datang dengan sangat cepat, terpaksa menggunakan seluruh kekuatannya untuk membentuk perisai ganda dari energi Api dan Tanah. Namun kekuatan kombinasi tanah dan air yang telah meningkat tingkatnya ternyata lebih kuat dari yang diharapkan. Saat kedua serangan bertemu, suara ledakan yang menggema terdengar "BROOOOM" membuat seluruh arena bergoyang.

Dalam proses menghadang serangan itu, Lin Chen membuat sedikit kesalahan dalam mengatur keseimbangan energinya. Kekuatan yang terlampau besar membuatnya terpental mundur dengan cepat, telapak kakinya menyentuh garis batas arena sebelum ia bisa menghentikan diri.

"PEMENANG BABAK AKHIR – ZE KAI!" teriak wasit dengan suara yang kuat dan jelas, membuat seluruh tribun penonton meledak dengan sorak dan tepukan tangan yang menggelegar.

Lin Chen dengan sopan mengangguk kepada Ze Kai, wajahnya penuh rasa hormat tanpa sedikit pun rasa kecewa.

"Kau layak menjadi pemenang," ujarnya dengan suara tenang. "Kemampuanmu dalam mengendalikan dua elemen, terutama Elemen Air yang baru saja kamu tingkatkan sungguh luar biasa."

Meskipun akhirnya Ze Kai harus mengakui bahwa Lin Chen masih lebih kuat darinya dan menempati urutan kedua, seluruh penonton terkesima dengan kemampuannya yang luar biasa untuk seorang siswa baru. Master Li berdiri dengan senyum bangga, sementara An Qi berteriak gembira dari tribun penonton. Namun di sudut jauh arena, Zhang Wei melihatnya dengan wajah penuh kemarahan dan dendam. Ia tidak bisa menerima bahwa Ze Kai bisa mencapai prestasi yang begitu tinggi, dan memutuskan untuk merencanakan sesuatu yang lebih kejam dan tidak bisa dilacak.

-

-

-

Bersambung...

Jangan lupa dukung Author dengan like dan komen ya, terima kasih 🙏😊

1
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
orang dewasa tau resikonya memilih lari, kalo anak2 pantang pulang sebelum menang
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
apa senjata leluhur?
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
nih biar yu sdar yg suka petualang itu anak kecil 😂
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
namanya sekarang jadi kai yu
Sangat Licin
tjakeup
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!