NovelToon NovelToon
Cinta Gus Khai

Cinta Gus Khai

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:17.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nana Kusumaningrum

Kai Adrian atau kerap di sapa Gus Kai, seorang anak kiyai terkenal, Gus Kai adalah seorang dokter spesialis jantung.

Gus Kai terkenal dengan ketampanannya dan juga prestasinya di bidang akademi dan juga Dakwahnya melalui media sosial pribadi miliknya.

Kepribadinnya yang tenang dan tidak sukanya huru- hara, membuat dirinya harus mengiklaskan calon istrinya untuk sang Kakak.

Namun apakah Gus Kai bisa mencari kebahagiaannya sendiri? dan adakah perempuan yang mampu membuatnya jatuh Cinta? Nantikan kisah perjalanan cinta Gus Kai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19

Jam menujukan pukul delapan , Setelah berganti pakaiannya dan mengisi tenaga sedikit, kini Najma dan juga Kai menuju ke lapangan yang berada di samping masjid yang biasanya untuk santri bermain Basket.

Najma mengenakan rok hitam serta baju kaos yang di berikan oleh mertuanya, kembaran dengan para pengajar, sedangkan Kai hanya menggunakan kaos oblong warna hitam serta celana hitam juga.

Mereka berjalan beriringan, sedangkan Balqis sudah lebih dulu ke asrama dan umi Siti sudah lebih dulu berangkat bareng abi Ibrahim.

Kai mengantarkan Najma ke tempat para perempuan yang sedang meracik bumbu dan masih ada yang santai, karena belum ada yang harus di kerjakan.

" Aku kesana dulu yaa" pamit Kai yang menujuk ke arah dimana para sapi dan kambing berjejer.

" Iya " jawab Najma.

Kai kemudian beranjak serta Najma kemudian segera menghampiri ustazah Nayya, salah satu ustadzah yang cukup akrab dengan Najma, kalau baru kenal beberapa hari.

" Assalamualaikum " sapa Najma kala sampai di dekat Ustazah Nayya.

" Waalaikumsalam Ning" jawab beberapa ustadzah dan juga Santri yang berada di sana dan sedang mengusap bawang putih dan bawang merah.

" Sini Ning, gabung ning" ujar Ustazah Nayya yang sedang mengupas bawang putih.

Najma kemudian duduk di antara ustadzah Nayya dan juga ustadzah Aiza, Najma tersenyum pada calon kakak iparnya, namun tampaknya Najma melihat kakak iparnya terpaksa tersenyum kepada dirinya.

" apa aku buat salah sama Mbak Aiza, kok kayaknya dia enggak suka aku datang " gumam Najma dalam hatinya.

Sedangkan Kai kini sedang bersiap untuk menyembelih hewan qurban, tahun ini pesantren Darussalam menyembelih 15 ekor sapi dan juga 25 kambing, banyak juga para Wali santri yang ikut qurban di pesantren.

Waktu berjalan begitu cepat, Najma yang tadinya mengupas bawang kini sudah beralih menjadi tukang timbang daging untuk di bagi kan ke warg sekitar.

Sedangkan Kai kini sudah membakar sate untuk tes bumbu, sebelum nanti di bakar oleh santri dan santriwati.

" Dek, cobain enak gak?" ujar Kai menyodorkan sate bekasnya ke arah sang istri.

Kai juga membawakan untuk yang lain, yang ia taruh di piring, Najma menerima suapan itu dan mulai mencoba sate buatan suaminya, " menurut umi kurang apa mi?" tanya Najma yang melihat mertuanya juga merasakan.

" kurang empuk, mungkin karena tadi langsung di olah yaaa" jawab Umi Siti.

" Kalau menurut kamu?" tanya Kai yang kembali menatap sang istri.

" bumbunya kurang berasa sih.. iya gak mi? sama kurang empuk, di marinasi pakai nanas aja dulu mas" jawab Najma.

Aiza melihat perilaku Kai ke Najma yang sudah berbeda membuat dirinya sedikit merasakan cemburu, karena seharusnya dia yang berada di posisi Najma.

"Iya, kemarin kalian beli nanas kan di blender terus di rendem kan masih nanti malam di bakarnya, sama bumbunya kasih penyedap sama kecap" jawab Umi siti

" ehhh tapi menurut saya pas kok gus" potong Aiza.

"saya percaya lidah umi" jawab Kai kemudian pergi meninggalkan Najma, Umi Siti dan juga Aiza.

" Lidah orang beda- beda nduk... mungkin lidah Kai, cocoknya sama lidah umi" ucap Umi Siti menenangkan Aiza karena perkataan kai.

Umi Siti sebenarnya tidak memaklumi apa yang di perbuat kai, namun ia juga tidak bisa menyalahkan Kai jika sang putra masih sakit hati, atas apa yang terjadi dan menimpa keluarganya.

Waktu terus berjalan, mendengar adzan dhuzur seluruh kegiatan berhenti sebentar, kecuali yang sedang berhalangan.

Setelah sholat dhuzur semua orang kembali ke tugas masing- masing, kini Kai sedang berkeliling membagi kan daging qurban bersama dengan yang lainnya.

Sedangkan Najma kini sedang mempersiapkan makan siang untuk suaminya, tadi suaminya request untuk di masakan telur, karena giginya sudah cukup ngilu makan sate.

" Di luar masih banyak lauk loh, Ning" tegur Aiza yang melihat Najma sedang membuat sambel dan di sampingnya ada dua buah telur.

" nggeh mbak, ini buat mas kai, beliau minta di buatkan telur goreng dan sambel " jawab Najma, yang memanggil mbak pada Aiza karena permintaan umi siti.

" mubazir sekali, mentang- mentang belinya bukan pakai uang sampean (kamu)" gumam Aiza pelan, namun masih terdengar oleh Najma.

Najma hanya diam, mungkin Aiza sedang sensi pikir Najma, ia lebih memilih menlajutkan menguleg sambel yang ia bikin, Najma membuat lebih banyak.

" Bukannya itu kebanyakan? Gus Kai kan enggak suka pedas " ujar Aiza melihat sambal yang di buat oleh Najma.

" buat yang lainnya juga mbak, ini enggak pedes kok, mungkin buat Mas Kai ini kurang pedas " jawab Najma yang masih bersikap biasa pada Aiza , yang sedari tadi waktu di depan pun, selalu mengomentari apa yang di lakukan oleh Najma.

" Assalamualaikum " Ucap seseorang dari arah ruang makan, yaitu Ilham yang baru saja pulang membagikan daging bersama dengan Kai.

" Waalaikumsalam " jawab Najma dan Aiza secara bersamaan.

" ehh dek, kamu di sini? " tanya Ilham yang melihat calon istrinya yang berada di dapur.

" Iya Gus, saya di mintai tolong umi, buat blender bumbu, di luar blendernya di pakai semua" Jawab Aiza.

Najma menoleh ke arah meja makan,dimana gelas blender terletak, padahal blendernya sedang tidak di pakai, namun sedari tadi Aiza memelih mengomentari apa yang di lakukan Najma.

"dia di suruh umi, kenapa enggak dari tadi di lakukan, malah pilih jadi komentator " gerutu Najma dalam hatinya dan hanya Najma yang mendengar suara hatinya.

Tidak lama terdengar suara dua orang yang sedang berlari dan teriak, meraka adalah Kai dan juga Balqis tentunya.

" Mas, aku dulu " ujar Balqis.

" Mas dulu, mas yang request " sahut Kai yang berlari di belakang Balqis.

" enggak, aku dulu" teriak Balqis.

Balqis melebihi dulu sampai di dapur,ia segera mengambil piring dan Nasi, lalu menghampiri Najma yang tengah membuat Sambel, " Mbak aku mau juga" ujar Balqis.

"Dek... jangan di kasih, dia belom makan apapun" ujar Kai pada sang istri.

Sedangkan Ilham dan Aiza hanya melihat drama kakak beradik yang hanya berebut sambal, hingga teriak- teriak.

" kalian ini, apa perlu cuma gara- gara sambal, sampai berebut dan teriak- teriak tidak sopan seperti itu" Nasihat Ilham yang memang paling serius di antara mereka.

Kai segera menghampiri adiknya dan juga istrinya, "namanya juga kakak adik, hal kayak tadi juga biasa, mas aja hidupnya yang terlalu serius dan monoton" balas Kai.

" Di luar pasti banyak tamu, apa enggak malu? kamu juga seorang Dokter loh, masak enggak tau tata krama?" berdebatan panas di mulai.

" Sudah, ini cuma perkara sambal dan telur, saya mohon maaf buat semuanya, jangan ada yang berbedat lagi, kalian juga kakak adik, tapi untuk masalah sepele seperti ini, lebih baik jangan di perpanjang" ucap Najma yang sedari tadi diam.

" itu juga gara- gara kamu" sahut Aiza.

Kai dan Balqis merasa tidak terima saat Najma yang di salahkan, karena sehari- hari mereka juga sering berantem seperti ini, Di saat Balqis ingin membela kakak iparnya, Najma segera menarik tangan Balqis dan menggelengkan kepalanya.

" Iya salah saya, jadi saya mohon maaf, buat ketidak nyamannya dan bukannya tadi ustadzah Aiza di minta umi buat blender bumbu ya... kebetulan blendernya nganggur, tapi sedari tadi ustadzah Aiza lebih berminat jadi komentator " jawab Najma yang membuat Aiza merasa di permalukan.

Balqis menahan tawa saat melihat wajah ustadzah aiza yang menahan amarah, entah kenapa semenjak kakak keduanya mengumumkan pernikahan dan kakak iparnya datang kesini, menurut Balqis Aiza berubah dan menjadi begitu menyebalkan .

Aiza segera beranjak dan mengerjakan apa yang diminta oleh umi Siti, sedangkan Ilham beranjak dari dapur.

" Mbak mau makan"

" Udah siap dek?" ucap Balqis dan Kai secara bersamaan.

" Nih.... belom mateng"

1
Ita rahmawati
perasaan wuuuss lgsg habis 🤦🤣
lebih terbuka dong kalian berdua lebih dari hati kehati gtu loh jgn canggung gtu,, najma blg aja kalo aiza tuh gimana gtu kekamu dn KAI kmu juga blg dong tntg masalalu antara mu,, Ilham dn aiza
Harniati Rifqy
Lanjut up nya kakak semangat
delis armelia
kakak nunggunya lama, bacanya nentar😭
Cah Dangsambuh
kay mulai gombal ya
Chelsea Aulia
aiza itu masih berharap sama Gus Kai ,,, minta di bejek bejek itu si Aiza ,,, smoga baik Gus Razan ato Gus Kai g salah paham ,,, lanjut up nya KK author 💪💪💪
Ita rahmawati
makin kesini makin idih SM si aiza,, bisa bisanya sok tau gtu ngasih yg bukan miliknya dn haknya ke orang lain dih 😏🤣🤣
Elly Maryani
gemes AQ sama aiza... angel angel ada gitu orang sok ikut campur bgt
Ita rahmawati
sabar ya Razan,,najma bkn jodohmu,,nti pasti akn ada bidadari lain yg tercipta utkmu 😂
Cah Dangsambuh
ooooh aiza ternyata hatimu berdebu ya
Chelsea Aulia
wahhhhh ,,,, apa mungkin najma mendengar semua ya ,,,, smoga ajah najma bertahan ,,,, ayo Gus Kai buktikan jika kamu memang cinta Najma ,,,, lanjut up nya KK author
Ita rahmawati
beneran krna lupa cuci tangan atau ada sesuatu nih najma 🤔itu si aiza kok makin menjadi 🤦
delis armelia
knp najma yah
Cah Dangsambuh
aaaaaah ada apa kok kita ga di kasih tau kronologinya,,ujug ujug ke ruang abi ,aiza berbuat apa tiba tiba di sidang para ustadzah di bawa ke ruang abi sampe ku secrol ke atas takute aku yg kelompat babnya🤣🤣🤣🙏
Ita rahmawati
jantungnya aiza kah yg deg itu 🤣🤣
baguslah KAI niatmu menjaga dn menjadikan najma satu satunya seumur hidupmu
Cah Dangsambuh
llllaaah nazma kan tadi nawarin cemilan ke s,uaminya ,suaminya minta di kupasin buah,kenapa malah kupas bawang hehe karna gugup ya jadi berbelok 🤣tar suaminya nyemil bawang
Elly Maryani
kupas buah Ning bukan kupas bawang 😅 suamimu mintanya buah
Ita rahmawati
lupa tuh najma mau kupasin buah nya Gus 😅
Cah Dangsambuh
udah ya masih pagi🤣🤣🤣berarti kalo nanti sore boleh makan banyak sambelnya nazma uuuuh gus kai perhatian tipis tipis tapi bikin kita swnyam senyum
Ita rahmawati
bab ini bahas bubur SM sambel doang tp udh seneng bacanya 🤣
delis armelia
nunggu baca ny bentar... tapi udh seneng udh up date
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!