Ini adalah kelanjutan cerita si wanita miskin dan sistem,didalam cerita masih banyak kerandoman Dinda yang selalu menjalankan misi dari sistemnya,meski percintaan nya penuh dengan tantangan dan masalah,dia akhirnya menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marwiyah Ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kehebohan di sekolah Kenji
Ke esokan harinya pagi-pagi sekali ke 4 cucu Dinda sudah berdiri di depan pintu kamarnya,mereka sudah ada 1 jam berdiri disana dengan wajah lesu nya.
" kenapa nenek tidak keluar juga ? padahal sudah lama kita menunggu disini "keluh Kenji sembari memijit kakinya karna merasa kebas.
" sudahlah jangan mengeluh,bagaimana pun caranya kita harus meminta maaf pada nenek,aku tidak mau nenek mendiamkan kita apalagi mengusir kita dari rumah nya " ketus Felix ,dia merasa takut jika neneknya mengembalikan mereka pada kedua orangtuanya.
mereka terdiam dan apa yang diucapkan Felix benar mereka juga merasa takut.
" ini semua ulah wanita itu..!! kenapa dia harus datang di waktu yang tidak tepat..?? dan kenapa juga dia bisa memasuki mansion sesuka hati nya " ujar Jaxton dengan kesal.
" lebih baik kita pikirkan dulu bagaimana cara membujuk nenek,,lalu setelah semua kelar kita pikirkan lagi bagaimana caranya membuat mereka tidak mendatangi mansion nenek lagi " ucap jasper dengan serius.
mereka mengangguk dan terdiam sembari melihat ke arah pintu dengan pandangan kosong.
CEKLEK
Dinda membuka pintu kamarnya, dia tersentak melihat ke 4 cucunya sedang menatap ke wajahnya dengan pandangan berkaca-kaca,dia jadi merasa heran.
" kenapa kalian masih ada disini ??? dan ada apa dengan wajah kalian semua??" tanya Dinda dengan dingin,melihat wajah mereka dia yakin pasti tadi malam mereka ber 4 tidak tidur.
sontak Kenji menghampiri neneknya dan memijit bahu nenek nya dengan tersenyum lembut.
" nenek apakah akhir-akhir ini bahu nenek terasa pegal ?? kalau begitu biarkan aku memijitnya nek "Ucapnya dengan tersenyum manis.
mereka yang melihat itu tidak mau kalah,Felix langsung maju dengan wajah berkedip-kedip lucu.
" nenek apakah nenek merasa kaki nenek kebas biarkan aku melihatnya dulu.ya ampun...aku merasa kaki nenek ini harus di pijit " ucapnya dia berjongkok dan memeriksa tulang neneknya kemudian memijit kaki neneknya dengan lembut.
sedangkan Dinda merasa bingung dengan tingkah mereka, dia ingin berbicara tapi dia mendengar suara cucu tertua nya.
" nenek lihat lah kenapa rambut nenek terlihat berantakan,,,tunggu nek biarkan aku mengambil sisir dan menyisir rambut nenek dulu " ujar jasper dan langsung masuk kedalam kamar neneknya,setelah menemukan sisir dia membawa nya keluar dan menyisiri rambut neneknya dengan hati-hati.
Dinda yang ingin membuka suara lagi mendengar suara cucu ke 2 nya.
" ya ampun nenek lihatlah ini...!! kenapa bisa nenek berkeringat seperti ini,,tunggu sebentar..nahh biarkan aku mengipasi nenek agar merasa nyaman " Jaxton membuka bajunya dan mengipasi neneknya dengan tersenyum lembut,dia hanya mengenakan singlet hitam.
Dinda yang merasa pusing melihat kelakuan cucunya merasa kesabaran nya sudah habis.
" berhenti...!!! kalian berhentilah bertingkah konyol cepat kalian berdiri dihadapan nenek..!! "perintahnya setengah berteriak.
mereka tersentak dan merasa takut,mereka akhirnya berdiri dengan kepala menunduk dihadapan neneknya.
" kenapa kalian masih disini?? "tanya Dinda dengan wajah datarnya.
bukannya mendapat jawaban dia malah mendengar cucunya menangis terisak.
" hikkkkssss...nenek jangan usir kami hikkksss...kami tidak mau meninggalkan nenek " Isak jasper dengan sedih.
" nenek aku tidak mau kembali kerumah itu lagi hikksss..jangan usir kami ya nek " isak Jaxton lagi bahu nya terlihat bergetar.
" Nenek asal nenek tau kami tidak nyaman tinggal dirumah ayah,,karna disana ada anak pungut nya hikkkkkssss " beritahu felix dengan tangisan..
Dinda memijit pelipisnya tidak yang tua,tidak yang muda kenapa sekarang terlihat konyol fikir nya,,dia menatap kenji yang terdiam.
" Kenji...?? Apa kamu juga akan menangis seperti kakak mu ini ?? "tanyanya melihat kenji yang mendongak dan tersenyum.
Kenji menghampiri neneknya dengan menyugar rambutnya,dia melihat kakaknya yang sedang menatapnya dengan heran.
" Tentu saja tidak nek, untuk apa aku menangis ?? Lagian aku sangat percaya nenek tidak akan mengusir ku ,,aku kan cucu kesayangan nenek " ujar nya dan memeluk dinda dan mencium pipinya.
Dinda memberikan jempol untuk cucu bungsunya.
" Kamu memang cucu nenek yang paling tau apa yang nenek pikirkan..! Dan kalian nenek hanya bertanya kenapa kalian tidak bekerja dan aneh nya kalian malah menangis,,bukannya menjawab pertanyaan nenek mu ini.." ucapnya melototi semua cucunya.
Mereka yang mendengar itu merasa malu dan meringis buru-buru menghapus air matanya.
" Nenek sepertinya aku sudah terlambat berkerja,,aku pergi dulu nek " ucap jasper dia mencium tangan neneknya dan pergi dari sana dengan telinga memerah.
Jaxton dan felix saling memandang dan meringis melihat senyuman adiknya.
" Nenek aku pergi bekerja dulu " pamit Jaxton dan pergi dari sana.
mereka terdiam melihat kepergian jaxton dan mendengar suara felix.
" Nenek sebenarnya kita mau mengajak nenek liburan ke Swis ! Apa nenek mau ?? "Dia mengalihkan pertanyaan neneknya dan melawan rasa malunya.
Benar saja mata dinda berbinar mendengar kata liburan ,dia mengangguk dengan setuju.
" Tentu saja nenek mau,,kalian memang cucu nenek yang paling pengertian " ucapnya mencium pipi kenji dan felix dengan raut wajah bahagianya, dan memasuki kamarnya.
Kenji dan felix menghela nafasnya.
" Untungnya kita hanya salah paham sama nenek, apakah hari ini kamu tidak ke sekolah ??" tanya felix.
Kenji juga mengangguk dan melihat jam tangannya.
"tentu saja aku sekolah apalagi hari ini aku pergi ke sekolah dengan adik ku, Aku harus segera pergi, pasti adik sudah menunggu " kenji langsung pergi dengan tergesa-gesa.
Felix yang tinggal sendirian pergi kembali ke kamarnya lagi,hari ini dia tidak kuliah.
************
Disekolah terlihat sudah banyak siswa yang berdatangan dan sibuk dengan kegiatannya.
Sedangkan sahabat kenji sedang nongkrong di parkiran sembari menunggu bos nya.
"Aku masih tidak menyangka nenek bos kita kembali muda ,dan jika mengingat neneknya aku teringat dengan gaya kerennya " celetuk boy tiba-tiba.
Mereka yang sedang sibuk bermain handphone langsung menatap boy dan menyimpan handphone nya di sakunya.
" Kamu benar,,aku juga merasa shock hingga saat sadar aku sudah berada dirumah sakit...aku jadi iri dengan bos punya nenek keren seperti neneknya " ujar bara dengan cemberut.
Mereka mengangguk karna mereka juga merasa iri,sedangkan nenek mereka semua sudah tua bahkan berjalan pun mereka sudah merasa kelelahan.
" tapi wajar sih nenek nya hebat,apa kalian tidak mengingat bos memberitahukan pada kita nenek si bos pembalap legendaris ?? kalau aku tau nenek nya pembalap legendaris aku ingin berfoto dengannya agar semua orang tau pembalap legendaris itu nyonya tua keluarga blackwood " ucapnya dengan serius .
Mereka terdiam karna melupakan meminta foto nenek kenji,,,tiba-tiba mereka mendengar suara motor kenji sontak mereka melihat ke arah gerbang.
Tapi mata mereka melotot melihat bos mereka sedang membonceng seorang gadis diatas motornya.
Semua orang juga penasaran siapa gadis yang beruntung itu.
BRUMMMM....BRUMMMMMM
suara motor kenji membuat orang semua melihat kearahnya ,dan mereka terkejut pemuda populer disekolah membonceng seorang wanita.
" Coba lihat sepertinya kenji punya cewek baru,,,aku tidak menyangka dia sudah memiliki pacar "
" Kamu benar,,lihatlah mereka terlihat mesra,,kira-kira siapa gadis itu aku sangat penasaran "
" Aku juga sangat penasaran dengan gadis itu,dia sangat beruntung mendapatkan kenji yang tampan dan kaya raya "
Sesampai diparkiran kenji langsung membuka helmnya dan melihat sahabatnya yang berjalan ke arahnya.
" Kenapa kamu tidak membuka helem mu adik ??? "tanya kenji dengan heran ,dia melihat Calsa yang masih mengenakan helm.
Calsa yang melihat semua orang menatapnya merasa takut dan mendengar pertanyaan kakaknya.
" Anu kak..aku merasa malu.bisakah aku memakai helm ini ke dalam kelas..?? "cicitnya menunduk.
Kenji terkekeh lucu mendengar nya dia membantu membuka helm adiknya.
" Sudah tidak usah malu adik, jika mereka berbuat macam-macam padamu katakan saja pada ku " ucapnya setelah itu Kenji membuka helm Calsa.
calsa hanya mengangguk saja dan melihat semua orang dengan meringis.
Sontak mereka yang ada disanaa terkejut dan menutup mulut tidak menyangka.
" Ya ampun itu kan murid beasiswa di sekolah kita ,kenapa dia bisa bersama kenji ??? Apa mereka memang pacaran ,,,??? "
" Tidak mungkin pasti kenji hanya kebetulan bertemu dengan nya,,dan memberikan tumpangan untuk wanita itu "
" Tapi kenji membuka helem wanita itu,,mereka juga terlihat dekat sebenarnya apa yang terjadi "
" Jika memang dia berpacaran dengan kenji aku tidak akan membiarkan itu terjadi !!! Bahkan aku lebih kaya dan cantikk dari nya "
Mereka semua menyangkal ada yang percaya mereka pacaran, ada juga yang tidak percaya sama sekali.
Sedangkan di parkiran sahabat kenji langsung bertanya padanya.
" Apa dia kekasihmu bos ? "tanya boy melihat Calsa dengan pandangan sulit di artikan.
" bukannya kamu anak beasiswa itu kan ,?? "Tanya bara dengan serius.
Calsa hanya mengangguk dan tersenyum lembut.
" Berhentilah memojokkan adikku dengan pertanyaan kalian " geram kenji menatap mereka dengan tajam.
Mereka yang mendengar ucapan kenji sontak terkejut dan menatap wajah bos nya dengan kaget.
" Apa bos bilang ,?? Adik ,?? bagaimana mungkin dia tiba-tiba jadi adikmu " tanya sandi dengan penasaran.
kenji melihat wajah Calsa dia menepuk pundaknya dengan lembut.
" Jangan takut,,dan jangan pernah menunduk kamu itu adikku jangan membuat orang memandangmu jadi rendah,,dan kalian harus tau jika dia memang adik ku, ibu nya dan ayah ku saudara kandung dan dia adalah sepupuku juga cucu nenek ku " ucapnya melihat sahabatnya dengan serius.
mereka akhirnya mengerti dan mengangguk.
" Ohhh begitu,,jadi kalian baru tau jika kalian ternyata sepupuan ? "tanya boy entah kenapa dia merasa lega.
kenji mengangguk dan menceritakannya.
" bibi ku tidak pernah pulang setelah dia menikah,,jadi nenek ku datang menjemput bibi dan sepupuku kerumahnya " ujar kenji .
mereka akhirnya paham dan menatap Calsa dengan tersenyum ramah.
" Yasudah ayo kita masuk,,dan jika kamu butuh bantuan kami.. jangan ragu,,kami adalah sahabat kakak mu ,dan sudah pasti kamu sudah mengenal kami kan ? " ucap sandi pada Calsa.
Calsa mengangguk dan tersenyum lembut,setelah itu mereka berjalan dan masuk kedalam kelas masing-masing.
Didalam kelas, Celsi ?? dia sedang sibuk menelpon no kekasihnya karna sudah 1 minggu tidak ada kabar sama sekali,,tiba-tiba sahabatnya datang.
" Ehhhh cel kamu tau gak kehebohan apa yang terjadi diluar sana " ucap Ara dengan antusias
Celsi hanya menggeleng dan melanjutkan melihat handphonenya,.
" Kalau kamu mendengar berita ini pasti kamu akan shcokk " ujar ara lagi dia duduk di hadapan celsi .
Celsi mendongak dan menunggu sahabatnya selesai berbicara,dia jadi penasaran berita apa yang membuat sahabatnya jadi seheboh ini.
" Kamu tau gak anak beasiswa yang miskin itu,,kalau tidak salah namanya Calsa " ucapnya lagi.
Celsi tertegun memang semua orang disekolah tidak tau jika mereka adalah saudara kembar,karna Celsi merasa malu punya saudara seperti Calsa,jadi dia mengancam Calsa untuk tidak memberitahukan pada semua orang jika mereka saudara kembar.
Wajah mereka memang tidak mirip,maka dari itu semua orang tidak mengetahuinya.
" Memang nya ada apa dengannya ,?? Apa dia dibuli lagi " tanyanya dengan santai.
Calsa memang sering dibuli,tapi dia tidak pernah peduli.
" Bukan itu...asal kamu tau ya dia tadi dibonceng sama kenji..!! Kamu tau kenji kan yang ku ceritakan kemaren orang terkaya di dunia,nahh itu dia mereka terlihat sangat akrab dan banyak orang yang berfikir mereka itu pacaran. " heboh ara dia tidak melihat perubahan wajah celsi.
Deg
Celsi terkejut jantung nya berdebar kencang,tangannya mengepal.
" Apa karna dia sekarang tinggal dirumah mewah nenek ku makanya dia dengan mudah mendapatkan kenji ?? Tidakkk ,...!!! Aku tidak akan membiarkannya lihat saja nanti,hanya aku yang boleh mendapatkan kenji " gumamnya dalam hati dia akan menyiksa saudaranya nanti disaat jam istirahat.