NovelToon NovelToon
Aku Dan Dia Yang Suka Ngehalu

Aku Dan Dia Yang Suka Ngehalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:363
Nilai: 5
Nama Author: Di Persingkat Saja DPS

Mengisahkan tentang kisah kehidupan dari seorang pemuda biasa yang hidupnya lurus-lurus saja yang secara tidak sengaja bertemu dengan seorang perempuan cantik yang sekonyong-konyong mengigit lehernya kemudian mengaku sebagai vampir.
Sejak pertemuan pertama itu si pemuda menjadi terlibat dalam kehidupan si perempuan yang mana si perempuan ini memiliki penyakit yang membuat nya suka ngehalu.
Dapatkah si pemuda bertahan dari omong kosong di Perempuan yang tidak masuk akal itu?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Di Persingkat Saja DPS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketua kelas bisa masak toh

Beberapa saat kemudian tibalah kami di rumah yang mana ketika aku tiba aku langsung berbaring di atas sofa klasik yang sudah usang.

Hanya dalam beberapa detik saja aku langsung terlelap tidur dan untungnya kali ini si Ketua Kelas tidak menggangguku.

Jam tiba sore aku pun bangun dalam keadaan terkejut. "Astaghfirullah! Aku kan harus kerja hari ini!" Aku langsung bangun dengan penuhi kepanikan.

Tapi juga aku langsung terdiam karena perhatianku teralihkan pada sesuatu yang tidak aku sangka-sangka.

Yaitu ada makanan hangat yang sepertinya baru matang terletak di atas meja di dekat aku tidur.

Karena baru bangun tidur aku masih agak Ling-lung dan hanya diam sambil menatap makanan itu untuk beberapa saat.

Hingga akhirnya si Ketua Kelas datang. "Kamu sudah bangun ya. Kebetulan aku juga baru selesai masak jadi ayo kita makan!".

Otakku masih dalam keadaan memuat pada saat itu jadi yang aku lakukan hanya menatap si Ketua Kelas tanpa berkata apa-apa.

Beberapa adalah kemudian kami pun makan bersama yang mana aku cukup terkejut ternyata makanan yang di buat si Ketua Kelas sangat enak.

"Aku gak tahu kamu bisa masak!?" Aku tanya sambil mengunyah makanan.

"Tadinya tidak. Tapi beberapa waktu ini aku mulai belajar karena Ibuku bilang itu penting jadi aku belajar!" Dalam hati aku terpukau dengan keahliannya.

'Hanya dalam beberapa hari si Ketua Kelas sudah bisa membuat masakan seenak ini?... Dia punya bakat jadi seorang koki...'

Pada saat itu alis mata ku terangkat sebelah tapi bukan karena tiba-tiba makanannya bermasalah, tapi karena merasa ada sesuatu yang aku lupakan.

"Hm... Kok sepertinya ada yang aku lupakan ya?..." Beberapa saat aku mengingat-ingat sesuatu itu sambil makan.

Akhirnya aku ingat.

"Astaghfirullah! Aku harusnya bekerja sekarang!" Aku langsung bangun meskipun tanganku masih memegang piring.

Tadinya aku sudah sangat panik tapi kemudian si Ketua Kelas mengatakan sesuatu.

"Oh. Kamu gak perlu khawatir tentang itu!"

"Tadi aku menghubungi Bibi Sara dan dia bilang kalau kamu memang libur untuk hari ini karena kamu lembur semalam!" Aku yang tadinya mau berangkat langsung duduk kembali.

"Begitu ya... Syukur deh!" Setidaknya mereka masih punya hati memberiku libur hari ini setelah membuatku bekerja semalaman.

Beberapa hari kemudian.

Sore itu sangat cerah dengan cahaya matahari senja yang begitu indahnya menyinari gedung-gedung yang ada di kota.

Dari jendela aku melihat keluar sambil memegang sapu kebanggaanku.

Tidak hanya tubuhku yang terasa hangat karena di sinari Matahari sore tapi hatiku juga sedang sangat hangat nan bahagia.

Itu karena selain bisa menikmati keindahan yang di buat oleh yang maha pencipta dengan kedua mataku, hari ini aku juga akan mendapatkan gajiku.

"Huff... Haahh... Akhirnya hari gajian tiba!" Setelah menatap keindahan kota yang di sinari Matahari sore aku kemudian membereskan alat-alat kebersihanku.

Dengan senyuman riang aku berjalan ke tempat dimana gajiku akan di berikan.

Di sana sudah ada banyak orang yang mengantri yang juga datang untuk mendapatkan bayaran  atas kerja keras mereka di sini.

Aku mengantri dan dengan sabar menunggu uang itu datang ke tanganku.

Akhirnya setelah sabar mengantri uang itu akhirnya berada di tanganku sekarang dan kini ukuran amplopnya sangat tebal.

Namun aku merasa ada yang salah...

"Eh, bentar... Gajiku memang cukup besar tapi seingatku dari yang sudah-sudah ukuran amplopnya gak akan sebesar ini!"

Karena penasaran aku melihat isinya.

Mana tahu ada kesalahan seperti isinya malah martabak dan bukan uang.

Tapi ternyata aku itu beneran uang dan aku bisa menghela nafas. "Syukurlah. Aku kira ada prank di sini!"

Langkah pertama dalam perjalanan pulang aku ambil tapi sebelum sempat satu langkah itu menyentuh permukaan aspal aku langsung berhenti.

Aku membeku di tempat karena masalahnya belum selesai hanya karena isi amplopnya bukan martabak.

"Apa mungkin gajiku ini malah tertukar dengan gaji orang lain ya...!" Sejenak aku ingin mengabaikan hal itu dan mengambil saja.

Tapi kalau gajinya tertukar dan aku mengambil hak orang lain maka aku akan dapat dosa dan uangnya juga gak berkah.

Akhirnya aku balik lagi untuk mengecek apa ada kesalahan.

Setelah di periksa staf yang memberikan uang padaku berkata. "Tidak ada kesalahan di sini!"

"Gaji anda bertambah karena jabatan Anda naik jadi kepala kebersihan, bonus dari CEO karena menjadi teman anaknya, bonus dari bekerja membantu dalam acara pada beberapa malam sebelumnya!"

"Dan ada tambahan lain lagi seperti karena kinerja anda bagus dan dapat dipercaya jadi gaji yang Anda dapat sudah benar!"

Akhirnya aku bisa menghela nafas lega dan bisa berbahagia karena yang ada di tanganku adalah hasil kerja kerasku sendiri dan bukan hak orang lain.

Setelah semuanya jelas aku pun benar-benar pulang ke rumah.

1
Naruto Uzumaki
Terima kasih telah menulis cerita yang menghibur, author.
Di Persingkat Saja DPS
Sabar ya, masih di periksa ulang
PetrolBomb – Họ sẽ tiễn bạn dưới ngọn lửa.
Loh kok belom update? Lanjutin dong thor, gak sabar nungguin kelanjutannya 😫
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!