NovelToon NovelToon
Ustadzah Pengganti Pengantin

Ustadzah Pengganti Pengantin

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Malam yang seharusnya menjadi hari paling bahagia bagi Adrian berubah menjadi mimpi buruk ketika ia mendapat kabar bahwa calon istrinya, Liana, mengalami kecelakaan fatal. Saat tiba di lokasi kejadian, Adrian terkejut menemukan Liana meninggal bersama seorang pria bernama Jamie, yang ternyata adalah kekasih Fatma.
Fatma, seorang ustadzah yang salehah, hancur mengetahui pria yang dicintainya telah berselingkuh dengan wanita yang bahkan tidak dikenalnya. Di tengah duka dan amarah, Adrian melampiaskan kesalahannya kepada Fatma dan menuduhnya tidak mampu menjaga Jamie. Meski Fatma menegaskan bahwa dirinya juga korban pengkhianatan, Adrian yang dipenuhi emosi membuat keputusan nekat: pada malam yang sama ia memaksa Fatma untuk menjadi istrinya.
Dari tragedi yang menyatukan dua hati yang sama-sama terluka, dimulailah kisah penuh konflik, luka, dan takdir yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Di ujung koridor, derap langkah kaki yang tergesa-gesa memecah ketegangan. Abah dan Umi akhirnya tiba.

Begitu melihat Hakam yang berdiri tertunduk dengan baju basah bernoda merah, serta Adrian yang duduk bersimbah darah di lantai dengan wajah babak belur, tangis Umi langsung pecah seketika.

Beliau histeris, hampir tidak sanggup menopang tubuhnya sendiri saat membayangkan apa yang tengah terjadi pada putri tunggalnya di dalam ruangan itu.

Abah, sosok ulama yang biasanya selalu tenang, teduh, dan berwibawa, kali ini tampak sangat berbeda.

Tubuh sepuhnya bergetar hebat menahan gejolak amarah dan ketakutan yang berkecamuk di dalam dada.

Pandangan mata Abah yang tajam langsung tertuju pada menantunya.

Dengan langkah berat, Abah mendekat dan menuntut kebenaran.

"Apa yang sebenarnya terjadi pada putriku, Adrian?!" tanya Abah, suaranya berat dan bergetar, menahan petir yang siap meledak.

Sebelum Adrian sempat mengeluarkan sepatah kata pun, pintu ruang IGD terbuka.

Seorang dokter dengan raut wajah lelah namun lega melangkah keluar.

"Keluarga Ibu Fatma?" panggil dokter tersebut.

Abah, Umi, serta orang tua Adrian langsung merapat.

"Bagaimana keadaan putri saya, Dokter?" tanya Abah cepat.

"Alhamdulillah, pasien berhasil melewati masa kritisnya setelah kehilangan banyak darah melalui sayatan di pergelangan tangannya. Kami sudah menjahit lukanya dan melakukan transfusi darah. Namun, kondisinya saat ini masih sangat lemah dan belum sadarkan diri," jelas dokter.

Napas lega sempat berembus, tetapi raut wajah dokter itu kembali berubah menjadi sangat serius.

"Maaf, boleh saya berbicara dengan pihak keluarga inti secara privat di ruangan saya? Ada laporan medis penting yang harus saya sampaikan."

Abah, Umi, serta Papa dan Mama Adrian kemudian melangkah masuk ke ruangan dokter dengan jantung yang berdebar kencang.

Di dalam ruangan itu, sang dokter menghela napas panjang sebelum membuka berkas rekam medis Fatma.

"Sebagai pihak medis, saya wajib menyampaikan ini secara transparan," ujar dokter dengan nada berat.

"Saat memeriksa seluruh tubuh Ibu Fatma untuk membersihkan pakaiannya yang basah, kami menemukan adanya bukti kekerasan fisik yang sangat parah. Terdapat banyak sekali luka cambukan ikat pinggang di punggung dan lengan pasien yang merobek kulitnya hingga melepuh."

Umi langsung menjerit histeris, menangis sejadi-jadinya di pelukan Mama Adrian yang juga ikut menangis syok.

Dokter itu melanjutkan dengan berat hati, "Selain itu, dari hasil pemeriksaan dalam, kami juga menemukan tanda-tanda trauma fisik akibat hubungan seksual yang dilakukan secara paksa.

Terjadi pendarahan robekan akibat pemerkosaan dalam rumah tangga (marital rape). Luka fisik dan psikis inilah yang tampaknya mendorong pasien untuk nekat mengakhiri hidupnya."

Dunia seolah runtuh menimpa kepala Abah. Mendengar penjelasan dokter, runtuh sudah seluruh pertahanan dan kesabaran yang selama ini dipegang teguh oleh sang ulama.

Air mata kemarahan seorang ayah yang mendapati putri kesayangannya, mutiara yang ia jaga seumur hidup dengan penuh kehormatan di pesantren, telah dizalimi dan dihinakan seperti binatang oleh suaminya sendiri, akhirnya pecah tanpa bisa dibendung.

Abah keluar dari ruangan dokter dengan langkah lebar yang diselimuti amarah suci.

Pria paruh baya yang biasanya dikenal lemah lembut dan penuh kasih itu kini menghadapi Adrian dengan tatapan mata yang menghujam, seolah siap mencabut nyawa pria di hadapannya.

Abah mencengkeram kerah baju Adrian, memaksa pria pengecut itu untuk berdiri menghadapi wajahnya yang bersimbah air mata kemarahan.

"Apa salah putriku, Adrian? APA?!" teriak Abah dengan suara yang menggelegar, memenuhi seisi koridor rumah sakit.

"Aku menitipkannya kepadamu dengan terhormat! Aku mendidiknya untuk menjadi istri yang patuh! Kenapa kamu memperlakukannya seperti binatang?! APA SALAH FATMA KEPADAMU, ADRIAN?!"

Suara jeritan batin seorang ayah itu begitu menyayat hati. Namun, di tengah puncak kemarahannya yang luar biasa, dada Abah mendadak terasa dihantam oleh godam yang sangat besar. Napasnya terhenti seketika.

Abah melepaskan cengkeramannya, tangan kanannya bergerak cepat memegangi dada kirinya.

Jantungnya berdenyut luar biasa sakit, persis seperti firasat mimpi buruknya sepertiga malam tadi.

Wajah Abah seketika pias kebiruan, dan dalam hitungan detik, kesadaran sang ulama hilang sepenuhnya.

Tubuh sepuh itu ambruk, langsung pingsan di atas lantai rumah sakit.

"Abah!!!" pekik Umi dan Hakam histeris.

Melihat situasi yang semakin kacau dan kritis, Papa Adrian langsung bertindak cepat.

Beliau berteriak ke arah selasar IGD, "Dokter! Suster! Tolong kemari! Segera bawa brankar, cepat!!"

Beberapa perawat dan dokter dengan sigap mendorong ranjang darurat, melarikan Abah ke dalam ruang perawatan intensif untuk segera mendapatkan penanganan medis akibat serangan jantung mendadak yang dideritanya.

Lorong rumah sakit itu kembali menyisakan keheningan yang mencekam, hanya menyisakan gema langkah kaki yang terasa berat.

Umi melangkah keluar dari ruangan dokter dengan tubuh yang berguncang hebat. Air matanya mengalir deras tanpa henti, membasahi mukena yang dikenakannya.

Dengan langkah tertatih, wanita paruh baya itu berjalan mendekati Adrian yang masih bersimpuh lemas di lantai koridor, tak berdaya menghadapi kehancuran yang ia ciptakan sendiri.

Umi berlutut di hadapan menantunya, menatap Adrian dengan pandangan yang sarat akan luka mendalam seorang ibu.

"Nak Adrian, apa salah Fatma sampai kamu tega memperlakukannya seperti itu?" tanya Umi, suaranya parau, tersendat oleh isak tangis yang menyesakkan dada.

"Katakan pada Umi, Nak. Apa dosa putri tunggal Umi hingga kamu mencambuk dan menodainya sekasar itu? Di mana letak kesalahannya?"

Adrian hanya bisa menunduk dalam-dalam. Mulutnya terkunci rapat, tak mampu membalas tatapan penuh luka dari ibu mertuanya.

Rasa bersalah dan ngeri yang kini campur aduk di dalam dadanya membuat lidahnya benar-benar kelu.

"Dia tidak akan pernah bicara, Umi," sahut Hakam tiba-tiba, melangkah maju memecah kesunyian.

Dari balik jaketnya, Hakam mengeluarkan sebuah buku agenda bersampul kulit yang tampak agak usang dan robek di beberapa bagian.

"Sebab dia tahu, dirinya hanyalah seorang pengecut yang bertindak tanpa akal sehat."

Hakam menyerahkan buku itu ke tangan Umi yang gemetar.

"Ini buku harian Jamie, Umi. Hakam mengambilnya diam-diam semalam dari kamar mereka saat hendak menyelamatkan Mbak Fatma, tanpa sepengetahuan Mas Adrian."

Adrian seketika mendongak, matanya membelalak menatap buku harian yang kini berpindah tangan ke ibu mertuanya.

"Mas Adrian melakukan semua kebiadaban ini karena dia sangat yakin kalau Mbak Fatma bersekongkol dengan Jamie untuk menculik Liana, mantan calon istrinya dulu," lanjut Hakam dengan suara yang meninggi, meluapkan seluruh kebenaran yang selama ini tersumbat.

"Dia menuduh Mbak Fatma menghancurkan masa depannya! Padahal, kenyataan yang sebenarnya sangat menjijikkan, Umi. Jamie dan Liana itu berselingkuh di belakang Mas Adrian!"

Umi terkesiap, memandangi buku harian di tangannya dengan pandangan tidak percaya.

Sementara Papa dan Mama Adrian yang berdiri di dekat mereka ikut terpaku mendengar penuturan anak bungsunya.

"Umi bisa baca sendiri di sana. Buka halaman-halaman terakhirnya," ucap Hakam, air matanya kini luruh membasahi pipinya yang lebam.

"Sudah tertulis sangat jelas dengan tinta tangan Jamie sendiri kalau Liana yang selama ini diagung-agungkan oleh Mas Adrian, justru yang mengejar-ngejar Jamie! Liana yang mengemis cinta, bahkan sampai mengajak Jamie berhubungan intim di belakang Mas Adrian sebelum hari pernikahan mereka!"

Hakam menunjuk kakaknya dengan telunjuk yang bergetar hebat.

Isak tangisnya pecah, berganti menjadi tangisan sesenggukan yang menyayat hati.

"Tapi kakakku yang sok jagoan ini, pria yang merasa paling berkuasa ini, malah memilih menutup matanya rapat-rapat, Umi! Dia terlalu angkuh untuk menerima kenyataan bahwa dia dikhianati oleh kekasihnya sendiri, lalu melimpahkan semua dendam kesumatnya kepada Mbak Fatma yang sama sekali tidak tahu apa-apa!" tangis Hakam pecah, suaranya parau memenuhi koridor rumah sakit.

Mendengar kalimat demi kalimat yang dilontarkan Hakam, Adrian merasa seolah-olah ada petir yang menyambar tepat di atas kepalanya.

Dunianya runtuh seketika. Buku harian yang selama ini ia anggap sebagai bukti kesalahan Fatma, ternyata menjadi bukti otentik atas kebodohan dan kesombongannya yang telah menghancurkan wanita suci yang kini tengah sekarat di balik dinding IGD.

1
ahs@
sakit jiwa,c adrian....
ahs@
Adrian stress... melampiaskan kekesalannya kepada fatma yang tidak tahu apa" .Liana sendiri yang selingkuh dengan Jamie..
falea sezi
mau like kasih hadiah yo males
falea sezi
🤣🤣 uda di aniyaya tp di beri kesempatan 🤣🤣 maaf ya thor. pantes like sepi wong goblok
falea sezi
males MC nya oon skip aja😒 emosi q liat cwek bloon lulusan pesantren tp goblok
falea sezi
goblok klo. uda. ketauan belangnya jangan ampe balikan mending crrai😒
falea sezi
🤣 orang gila cari tau dlu calon istri mu yg gatel nyalahin orang😒
Soviani
lanjut up ny
sri hastuti
huuhh goblok banget sih fatma ini, mau mati ya, sdh bongkar aja kejahatan suamimu, bikin jengkel, jd wanita jangan ngalah terus, km gak salah, ayolah thor kelamaan, cepet dibongkar kejahatan Adrian 😡😡😡
sri hastuti
huuh pengen tak bunuh aja adrian thor, bikin jengkel aja, kelamaan thor ,bisa mati itu fàtma, 😡😡😡😡
sri hastuti
pie to ini,sdh gila si adrian,ah jd males aku, orang kok goblok dan kejam spt itu dibiarkan thor , huuhhh bikin 😡😡😡
keynara
si Adrian emang bener bener udah gila nyiksa Fatma tanpa ampun
Himna Mohamad
lanjut kk
keynara
la kasian Fatma nggak tau apa apa jadi sasaran dendam si Adrian duh ujian Fatma berat banget💪
lanjut thor🙏
sri hastuti
konyol ini adrian thor, huuhhh pengen tak pukul aja ,jd laki2 kok spt itu, gak mau trima kenyataan, dasar pengecut , 😡😡😡
bikin jengkel aja thor 😡😡
my name is pho: sabar kak🤭🙏
total 1 replies
sri hastuti
dasar Adrian konyol, yg selingkuh tunangannya kok gak mau trima, dasarr laki2 bego, malah memaksa orang lain, sdh gila dia 😡😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!