NovelToon NovelToon
Perjalanan Dewa Yang Terbuang

Perjalanan Dewa Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Fantasi Isekai
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bang Jun

Zhou Ming, seorang pekerja kantoran di Bumi yang mati karena kelelahan bekerja berlebihan, tiba-tiba terbangun di dunia yang asing—dunia tempat para kultivator bertarung demi kekuatan, umur panjang, dan kedudukan tinggi. Ia masuk ke dalam tubuh tuan muda keluarga Zhou yang terkenal sebagai orang sampah: tidak memiliki akar spiritual, tidak bisa berkultivasi, selalu dihina, disiksa, dan akhirnya dibuang ke Hutan Kematian yang penuh bahaya saat tubuhnya sudah penuh luka parah.

Di saat harapan hampir lenyap, sebuah Sistem Poin Tak Terbatas muncul di pikirannya. Poin yang didapatkan dari setiap tindakan, pencapaian, atau bahkan hal kecil bisa ditukar menjadi segala sesuatu yang diinginkan: batu spiritual, teknik dewa, tubuh sekuat dewa, senjata legendaris, akar spiritual tingkat tertinggi, bahkan langsung menaikkan tingkat kultivasi dalam sekejap.

Dengan pengalaman hidup, pengetahuan, dan barang-barang unik yang hanya ada di Bumi—mulai dari masakan lezat yang bisa meningkatkan energi,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Jun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18: Rahasia Sistem, Tulang Emas Naga, & Air Mata Yue’er

Di dalam ruang tengah gua, suasana penuh kepanikan dan kesedihan. Darah merah segar terus merembes membasahi lantai batu yang bersih, aroma besi darah yang tajam menyebar ke seluruh penjuru ruangan. Yue’er memeluk tubuh Zhou Ming yang dingin dan lemas dengan erat, air matanya mengalir deras tanpa henti, suara tangisnya yang menyayat hati bergema di ruang yang biasanya damai itu.

Ia sudah berusaha sekuat tenaga: mengerahkan energi dasar tubuhnya untuk menahan darah, mengompres luka dengan kain bersih, bahkan memindahkan tubuh Zhou Ming ke atas kasur empuk dengan susah payah. Tapi luka di dada Zhou Ming terlalu parah, tulang rusuknya hancur berantakan, organ dalamnya terluka hebat, dan energi hidupnya perlahan-lahan semakin lemah, seolah-olah nyawanya bisa melayang pergi kapan saja.

“Kakak… Tolong jangan pergi… Aku mohon… Jangan tinggalkan aku sendirian…” isak Yue’er dengan suara parau, tangannya gemetar menyentuh wajah pucat Zhou Ming yang tidak bergerak sedikit pun.

Ia merasa sangat takut dan tidak berdaya. Di matanya, Zhou Ming adalah orang terkuat, orang yang tidak mungkin terluka, orang yang selalu bisa melindunginya dari segala bahaya. Tapi sekarang, orang yang menjadi sandaran hidupnya itu terbaring seperti orang mati, dan ia sama sekali tidak tahu harus berbuat apa untuk menyelamatkannya.

Di saat kepanikan Yue’er mencapai puncaknya, tiba-tiba suara dingin dan tenang terdengar jelas di dalam benak Zhou Ming, suara yang tidak bisa didengar oleh orang lain selain dirinya sendiri.

[SISTEM AKTIF OTOMATIS!]

[TERDETEKSI: Tuan Pemilik mengalami luka parah, tulang rusuk hancur, organ dalam rusak, energi hidup menurun drastis, berada di ambang kematian!]

[Mengaktifkan Modus Penyelamatan Darurat…]

[Memeriksa kondisi tubuh…]

[Ditemukan dasar tubuh Dewa Naga yang belum sempurna. Mendeteksi kesempatan emas untuk melakukan perubahan mutlak pada struktur tulang!]

[Memulai proses perbaikan & penyempurnaan tubuh – BIAYA: 0 Poin (Gratis untuk Modus Darurat)]

Seketika itu juga, cahaya keemasan yang lembut namun sangat murni dan hangat keluar dari tubuh Zhou Ming, menyelimuti seluruh badannya dari ujung rambut sampai ujung kaki. Cahaya itu bersinar terang, membuat seluruh ruangan gua dipenuhi kilauan emas yang indah dan suci.

Yue’er terkejut besar, tangisnya tiba-tiba terhenti, matanya membelalak kaget menatap cahaya emas yang menyelimuti tubuh Zhou Ming.

“Ini… apa ini?!!” bisiknya dengan suara gemetar, penuh rasa heran dan harapan.

Di dalam tubuh Zhou Ming, proses ajaib sedang berlangsung dengan cepat.

Di bagian dada yang terluka parah, tulang-tulang rusuk yang hancur, pecah, dan bengkok itu perlahan-lahan digerakkan kembali oleh kekuatan sistem. Cahaya emas masuk ke dalam setiap bagian tulang yang rusak, menyatukan kepingan yang pecah satu per satu, lalu… melakukan perubahan besar yang tidak pernah terjadi pada makhluk biasa pun.

Tulang-tulang yang tadinya berwarna putih pudar, keras namun tetap bisa patah, perlahan berubah warna menjadi kuning keemasan yang berkilau indah. Teksturnya berubah dari tulang biasa menjadi benda yang jauh lebih keras, jauh lebih padat, dan jauh lebih kokoh dibandingkan baja terbaik di dunia ini.

[MEMPERBAIKI TULANG… SELESAI!]

[MENGUBAH STRUKTUR TULANG BIASA MENJADI: TULANG EMAS NAGA – TINGKAT TERTINGGI!]

Tulang Emas Naga: Jenis tulang paling kokoh dan mulia di seluruh alam semesta, hanya dimiliki oleh Raja Naga Purba tingkat tertinggi.

✅ Kekerasan: Tidak bisa dipatahkan, tidak bisa ditembus senjata apa pun, tahan terhadap api, es, petir, dan segala kekuatan elemen.

✅ Daya Tahan: Bisa menahan serangan Pembentuk Inti Tingkat 8 ke atas tanpa sedikit pun retak.

✅ Fungsi Tambahan: Menyimpan energi murni di dalamnya, mempercepat pemulihan luka, memperkuat seluruh tubuh secara permanen.

✅ Nilai: Tak ternilai, diimpikan oleh semua kultivator puncak dunia.

Tidak hanya tulang rusuk, seluruh tulang di tubuh Zhou Ming—tulang tangan, tulang kaki, tulang belakang, tengkorak, sampai tulang terkecil sekalipun—semuanya mengalami perubahan yang sama. Semuanya berubah menjadi Tulang Emas Naga yang berkilau indah dan kokoh mutlak.

Bersamaan dengan itu, organ dalam yang terluka, pembuluh darah yang pecah, dan jaringan tubuh yang rusak semuanya diperbaiki dengan sempurna, kembali menjadi utuh dan sehat bahkan lebih kuat daripada kondisi aslinya sebelum terluka.

Energi hidup Zhou Ming yang tadinya hampir habis perlahan kembali mengalir kuat dan hangat, dipulihkan sampai kondisi maksimal. Darah yang keluar pun berhenti sepenuhnya, luka besar di dadanya perlahan menutup sendiri, meninggalkan bekas samar berwarna emas yang indah.

Seluruh proses itu berlangsung sekitar satu jam penuh. Cahaya emas itu terus bersinar stabil, membuat tubuh Zhou Ming perlahan-lahan berubah dari pucat pasi menjadi berwarna kemerahan yang sehat, napasnya yang lemah kini menjadi panjang, teratur, dan kuat sekali.

Sementara itu, Yue’er duduk diam di samping kasur, matanya tidak pernah berkedip menatap Zhou Ming, tangannya kecil terus memegang tangan Zhou Ming yang mulai terasa hangat kembali. Selama satu jam itu, air mata Yue’er tidak berhenti mengalir, tapi kali ini bukan air mata kepanikan semata, melainkan campuran rasa sedih, khawatir, dan rasa lega yang mulai muncul perlahan.

Ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana luka mengerikan di dada Zhou Ming menutup sendiri, bagaimana warna wajahnya berubah menjadi sehat kembali, bagaimana napasnya menjadi kuat dan teratur. Ia tahu, sesuatu yang ajaib sedang terjadi, sesuatu yang luar biasa sedang menyelamatkan nyawa orang yang paling ia cintai.

Namun meskipun tubuhnya sudah sempurna kembali, Zhou Ming tetap saja belum membuka matanya. Ia masih terbaring diam, dalam keadaan pingsan yang dalam, kesadarannya masih belum kembali ke tubuhnya.

Setelah cahaya emas itu perlahan lenyap sepenuhnya, Yue’er segera meraba wajah Zhou Ming, meraba dadanya yang sudah halus dan tidak ada luka lagi, mendengar napasnya yang kuat dan tenang.

Rasa lega yang besar meluap di dadanya, tapi rasa sedih dan cemas masih belum hilang sepenuhnya.

“Kakak sudah tidak sakit lagi… Kakak sudah sehat kembali… Tapi kenapa Kakak belum bangun juga…?” bisik Yue’er pelan, air matanya kembali menetes jatuh ke pipi Zhou Ming.

Ia tahu Zhou Ming sudah aman, nyawanya sudah terselamatkan, tapi melihat orang itu tetap diam dan tidak sadarkan diri, hatinya masih terasa perih dan sakit. Ia masih ingat jelas bagaimana tadi tubuh Zhou Ming penuh darah, bagaimana rasanya memegang tangan yang dingin dan lemas, bagaimana ia merasa seolah-olah dunia runtuh di depan matanya.

Yue’er menundukkan wajahnya, menyandarkan kepalanya di dada Zhou Ming yang kini kuat dan hangat, mendengar detak jantung yang kencang dan sehat di sana.

“Kakak… Kamu jahat sekali… Kamu membuatku sangat takut… Aku pikir aku akan kehilanganmu selamanya…” isaknya pelan, suaranya penuh rasa sedih dan manja. “Kamu berjanji akan melindungiku, berjanji akan selalu ada di sisiku… Kenapa kamu sampai terluka begini… Siapa orang jahat yang berani menyakiti Kakak… Aku benci dia… Aku sangat benci…”

Air mata Yue’er membasahi baju di dada Zhou Ming. Rasa sedih, takut, dan marah yang tertahan selama ini akhirnya keluar semua. Selama Zhou Ming pingsan, Yue’er tidak mau pergi sedikit pun dari sampingnya. Ia tidak mau makan, tidak mau tidur, hanya duduk diam di sana, sesekali mengusap wajah Zhou Ming, sesekali berbisik pelan, sesekali menangis pelan karena rasa khawatirnya belum hilang.

Setiap kali ada sedikit pergerakan di tubuh Zhou Ming, Yue’er akan langsung terlonjak kaget, matanya berbinar penuh harapan, berharap Zhou Ming akan segera membuka mata dan tersenyum padanya seperti biasa. Tapi setiap kali harapannya itu belum terwujud, rasa sedihnya akan datang lagi perlahan.

Hari berganti malam, malam berganti hari. Sudah dua hari penuh berlalu, tapi Zhou Ming masih tetap tertidur panjang, belum ada tanda-tanda akan sadar. Tubuhnya semakin kuat, semakin bertenaga, aura kekuatannya bahkan jauh lebih dahsyat dan kokoh dibandingkan sebelumnya, tapi kesadarannya masih tertidur jauh di dalam.

Yue’er semakin sedih dan gelisah. Matanya yang besar dan jernih kini menjadi merah bengkak karena terlalu banyak menangis, wajahnya pucat dan lelah karena kurang tidur dan kurang makan, tapi ia tetap tidak mau meninggalkan sisi Zhou Ming.

Ia mengambil kain basah, lalu dengan lembut mengusap wajah, tangan, dan tubuh Zhou Ming, membersihkannya dengan penuh kasih sayang.

“Kakak… Cepat bangun ya… Yue’er kesepian… Yue’er takut sendirian… Rumah ini sepi sekali tanpa suara Kakak… Aku janji akan jadi anak yang baik, akan belajar keras, tidak akan nakal lagi… Tolong bangunlah…” bisik Yue’er pelan, air matanya kembali jatuh menetes di tangan Zhou Ming.

Di dalam hatinya, rasa cinta dan ketergantungan pada Zhou Ming semakin dalam dan kuat. Ia sadar betul, Zhou Ming bukan sekadar orang yang menitipkan ayahnya, bukan sekadar pelindung… Zhou Ming adalah segalanya baginya: keluarga, tempat berlindung, kebahagiaan, dan satu-satunya alasan ia merasa hidup di dunia ini indah.

Di saat Yue’er sedang menangis pelan sambil memegang tangan Zhou Ming, tiba-tiba jari-jari tangan Zhou Ming bergerak perlahan.

Gerakan kecil itu langsung dirasakan oleh Yue’er. Gadis itu langsung mengangkat kepalanya dengan cepat, mata merahnya membelalak lebar penuh harapan dan kegembiraan.

“Kakak…?! Kakak gerak?! Kakak mau bangun?!” serunya dengan suara gemetar antusias.

Ia segera menatap wajah Zhou Ming dengan saksama. Kelopak mata Zhou Ming yang tertutup itu perlahan bergerak, lalu perlahan terbuka sedikit demi sedikit.

Sepasang mata yang jernih, tajam, namun kini jauh lebih dalam dan kuat dari sebelumnya, perlahan terbuka, dan pandangannya langsung bertemu dengan mata Yue’er yang penuh air mata dan penuh cinta di depannya.

Zhou Ming perlahan menggerakkan bibirnya, suara lembut namun jelas terdengar di telinga Yue’er:

“Yue’er… maaf… membuatmu khawatir…”

1
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
novel aneh Thor..disitu ga bisa ngitung kok poin 5 bisa beli barang yg harga nya 20 poin
Bang Jun: maaf sahabat pembaca,autor kurang konsen pas nulis episode ini😁.sebagai ganti nya autor akan usahakan cerita selanjut nya lebih baik,dan lebih teliti kembali🙏
total 1 replies
verto
10 poin lagi dari mana? kan hargnya 20
Bang Jun: Aduh maaf kak,kesalahan dan kelalaian autor.maklum baru belajar nulis🙏,sebagai ganti nya,ke depan autor akan perbaiki lebih baik lagi.juga mohon dukungan dari para sahabat ya,kita usahakan tembus 300 episode kalau ramai tidak nutup kemungkinan 500 sampai 800 episode💪.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!