NovelToon NovelToon
Wasiat Terakhir Ibu

Wasiat Terakhir Ibu

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Dokter / Romansa
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yehppee

🍀AYO, MAMPIR 🍀
Galang Langit jatmika sama sekali tidak mengenal sosok Hanum Sekar Salsabila.

Tapi di ranjang kematian ibunya, ia di paksa mengucap ijab Kabul untuk menikahi gadis itu.

"Nikahi Sekar, jaga gadis itu untuk ibu."

Pernikahan tanpa cinta, masa lalu yang datang, dan rumah tangga yang semakin terasa hambar.

Tapi bagaimana kalau wasiat itu justru jadi jalan satu-satunya untuk menyembuhkan hati mereka berdua yang penuh luka?


Yuk, cari jawabannya di sini 🍀

°°°°°°°°

Jangan lupa subscribe, like, vote, dan komen🫶

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yehppee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17. Dr. Arif Ramdan Nugraha

Tepat pukul delapan malam, suasana instalasi bedah sentral RSUD dr. Slamet Garut berubah tegang.

Suara roda brankar menggema cepat di lorong rumah sakit. Seorang pasien laki-laki korban tabrak motor baru saja di dorong masuk ke area IGD dengan kondisi penuh darah di bagian kepala. Bau khas antiseptik bercampur udara dingin pendingin ruangan memenuhi sepanjang koridor.

"GCS turun!"

"Tekanan darah drop!"

"CT scan udah keluar belum?"

Suara perawat dan dokter bersahutan cepat.

Di ruang persiapan operasi, Galang berdiri di depan wastafel stainless sambil mencuci tangan sesuai prosedur steril. Air mengalir membasahi kedua tangannya hingga siku. Wajah laki-laki itu terlihat fokus dibalik masker hijau medis yang menutupi sebagian besar wajahnya.

Seorang perawat anestesi mendekat tergesa.

"Dok, hasil CT scan keluar. Ada pendarahan intrakranial." ucap perawat anestesi menghampiri Galang.

Galang langsung menoleh.

"Bedah saraf udah di hubungi?" tanya Galang tenang.

"Sudah, Dok. Dokter baru lagi naik ke IBS, kalau gak salah namanya dokter Arif apa dokter Nugraha ya." Ucapnya seraya mengingat-ingat.

Galang mengangguk singkat.

Ia mengambil handuk steril lalu mengeringkan tangan. Kepalanya langsung bekerja cepat menghitung kemungkinan selama operasi nanti. Trauma kepala berat seperti ini tidak bisa menunggu terlalu lama.

Beberapa menit kemudian suasana lorong IBS mendadak berubah sedikit riuh.

"Dokter Arif datang."

"Cepat juga...."

"Itu dokter baru yang dari Jakarta ya?"

"Katanya bedah sarafnya bagus banget."

Percakapan pelan para perawat terdengar samar.

Sosok laki-laki tinggi dengan scrub hijau tua berjalan cepat memasuki area steril. Penutup kepala sudah terpasang rapi, masker menutupi wajahnya, menyisakan sorot mata tajam yang terlihat fokus.

Arif.

Ia baru datang dan resmi masuk sebagai dokter bedah saraf di rumah sakit itu, tetapi namanya sudah lebih dulu terdengar kemana-mana. Sebagian karena reputasinya, sebagian lagi karena latar belakang keluarganya.

Namun malam ini tidak ada waktu untuk membicarakan itu.

"CT scan mana?" tanya Arif langsung.

Seorang residen segera menyerahkan hasil scan.

Arif membacanya cepat.

"Subdural hematoma." Nada suaranya tenang tetapi tegas. "Kita gak bisa tunggu lama."

Ia langsung berjalan memasuki ruang operasi utama.

Galang yang sedang memeriksa alat anestesi sempat mengangkat pandangan sekilas ketika Arif masuk. Hanya sekilas. Profesional. Darat.

Sedangkan Arif pun tidak terlalu memperhatikan dokter anestesi di ruang itu.

Di balik scrub, masker, dan penutup kepala, wajah mereka nyaris sulit di kenali.

Lagipula pertemuan singkat di basement Ciplaz tadi siang bukan sesuatu yang terus dipikiran Arif sekarang.

Fokusnya hanya pasien.

"Dok anestesi, kondisi?" tanya Arif sambil mengenakan sarung tangan steril.

Galang menjawab tenang tanpa banyak basa-basi. "Tekanan darah fluktuatif. Saturasi aman sementara."

Arif mengangguk kecil.

"Kalau ada perubahan kasih tahu saya." Ucap Arif ringan.

"Siap." Jawab Galang.

Tim operasi mulai bergerak cepat.

Lampu operasi besar dinyalakan. Cahaya putih terang langsung menyorot tubuh pasien di atas meja operasi. Suara monitor jantung berbunyi ritmis memenuhi ruangan.

"Pisau." Seru Arif mulai mengintruksikan.

Instrumen berpindah ke tangan Arif dengan cepat.

Dan saat itulah sebagian besar orang di ruangan mulai benar-benar menyadari kemampuan dokter baru tersebut.

Gerakannya tenang, cepat dan presisi. Bahkan tidak banyak bicara akan tetapi setiap instruksinya sangat jelas.

"Retrakor." Pintanya.

Perawat langsung memberikan.

"Klem." Ujarnya.

"Suction." Pintanya.

Tidak ada gerakan yang sia-sia, semuanya singkat padat dan jelas. Seorang perawat instrumen pun sampai melirik rekannya diam-diam, membicarakan ke cekatan dari dokter baru tersebut.

"Gila...tenang banget." Bisiknya.

"Pantes langsung pegang CITO." jawab temannya.

"Senior juga tadi langsung kasih kepercayaan."

Bisik-bisik kagum itu samar terdengar dibalik suara medis.

Sedangkan Galang tetap fokus pada monitornya sendiri. Ekspresinya nyaris tidak berubah.

Ia sudah terlalu sering berada di ruang operasi untuk mudah terkesan hanya karena nama besar seseorang. Baginya yang terpenting adalah pasien selamat.

Namun diam-diam Galang mengakui satu hal. Dokter bedah saraf baru ini memang kompeten.

Di sisi lain, Arif sempat melirik sekilas ke arah monitor anestesi.

Dokter anestesi yang bertugas malam itu juga terlihat tenang, jarang bicara dan sigap.

Setiap kali tekanan darah pasien berubah sedikit, penyesuaian langsung dilakukan tanpa perlu diminta dua kali.

Kerja sama mereka malam itu berjalan mulus meski hampir tanpa percakapan personal.

Profesional.

Dingin.

Efisiens.

Satu jam berlalu.

Suasana ruang operasi tetap penuh konsentrasi.

keringat tipis mulai muncul di pelipis beberapa anggota tim meski pendingin ruangan terasa dingin menusuk.

Arif menarik napas pelan.

"Perdarahan mulai terkontrol." Ucapnya.

Nada lega samar terdengar dari beberapa orang di ruangan.

Galang melirik jam dinding sebentar, jarum jam menunjukkan pukul sembilan lewat dua puluh menit. Dalam hatinya berkata jika dokter baru ini lumayan cepat dalam penanganan kasus tersebut.

Arif kembali fokus menyelesaikan prosedur terakhir. Sorot matanya tajam di balik pelindung bening operasi.

Dan entah kenapa saat ia tak sengaja melirik dokter tersebut, Galang merasa pernah melihat mata itu sebelumnya.

Tetapi, ia lebih memilih untuk tidak terlalu sibuk memikirkan hal tersebut. Karena pada saat ini fokusnya hanya pada pasien dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Beberapa menit kemudian...

"Closing." Kata Arif seraya mundur dari meja operasi.

Ketegangan di ruangan perlahan menurun. Sebagian tim akhirnya bisa bernapas sedikit lega.

Operasi berjalan sukses.

Pasien masih kritis, tetapi peluangnya jauh lebih baik sekarang.

"Good job semuanya," ucap Arif sambil melepas sarung tangan steril.

Nada suaranya tidak terdengar arogan. Justru cukup hangat untuk ukuran ruang operasi. Beberapa perawat tampak langsung semakin kagum.

Dokter pintar, tegas, tetapi menghargai tim.

Sulit untuk tidak menyukai tipe seperti itu.

Galang mulai melepas sarung tangannya sendiri. Ia berdiri sedikit menjauh sambil memeriksa ulang catatan anestesi pasien.

Lalu untuk pertama kalinya malam itu, Arif benar-benar memperhatikan laki-laki di depannya.

Tinggi, postur tubuh yang tegap ini terasa pernah ia temui sebelumnya. Namun sebelum pikirannya sampai ke mana-mana, seorang perawat lebih dulu menghampiri Arif.

"Dok, keluarga pasien udah nunggu di luar."

Arif mengangguk. "Saya keluar sebentar."

Ia berjalan meninggalkan ruang operasi setelah melepas gown sterilnya.

Sedangkan Galang tetap tinggal beberapa menit lagi memastikan kondisi pasien stabil sebelum dipindahkan ke ICU.

Suasana ruang operasi mulai lebih santai sekarang. Beberapa perawat langsung membicarakan dokter baru itu.

"Dokter siapa namanya?"

"Arif kalau gak salah."

"Keren banget,"

"Iya, auranya beda banget."

"Masih muda lagi."

"Kira-kira udah punya pacar belum ya?"

"Hust! Takutnya udah punya istri!"

Galang mendengar semua itu samar-samar sambil membereskan alat. Ekspresinya tetap biasa saja. Salah satu perawat anestesi bercanda pelan.

"Tapi Dok Galang juga tadi keren sih. Tenang banget."

Galang hanya mendengus kecil.

"Biasa aja."

Perawatan itu malah tertawa.

Sedangkan di luar ruang operasi, Arif berdiri di lorong rumah sakit sambil melepas maskernya perlahan.

Napasnya mengembus panjang setelah operasi panjang barusan yang cukup melelahkan baginya.

Lalu tiba-tiba bayangan wajah Sekar muncul begitu saja di kepalanya.

Wajah terkejut perempuan itu di basement parkiran Ciplaz siang tadi. Arif menatap kosong ke arah lorong rumah sakit beberapa detik.

Garut ternyata sempit juga, pikirnya pelan. Ia sama sekali belum sadar, bahwa laki-laki pendiam yang tadi bekerja satu meja operasi dengannya adalah suami Hanum Sekar Salsabila.

.

.

.

Waduh.... Kira-kira Arif ini bakal jadi vilain atau cuma sekedar masa lalu? Yuk cari jawabannya di episode selanjutnya....

Bersambung....

1
Gemuruh riuh
kiw, mulai ada rasa nih
Gemuruh riuh
awas aja kalo tiba-tiba jadi asing
Gemuruh riuh
cie cie 🤭
Gemuruh riuh
yu Galang Pepet terus istrimu! jangan sampe di ambil mantan nya😭
Gemuruh riuh
cie cie mulai gombal, pasti di ajarin Ardi nih🤣🤭
Gemuruh riuh
ah baru aja mau gosip🤣
Gemuruh riuh
Ardi ini tipe rusuh banget 🤭
Gemuruh riuh
iya sih rata-rata kenapa ya suka padanya kapan hamil, seolah pertanyaan itu tuh udah biasa
Gemuruh riuh
waduh 😲
Gemuruh riuh
Galang berantem yuk🫵
Gemuruh riuh
Bu Dian ini tipe tetangga kalau nurunin kulkas langsung kepanasan
Gemuruh riuh
nih orang blak-blakan banget 😭🤣
Alia Chans
Jleb😯😯
falea sezi
lanjut bkin cerai aja dah laki. bloon bgt dikira istrimu g ada yg suka apa
falea sezi
istrimu di gondol pebinor kapok lu lang😒 jd suami cuek bgt🤣 arif uda siap tuh nrima janda mu🤣
falea sezi
🤣kampret di prank
falea sezi
😍 ganteng amat dokternya aduhh
🍀 YEHPPEE 🍀: silahkan di pilih kak😁
total 1 replies
Gemuruh riuh
ih Galang jahat banget mulutmu! awas aja nanti-nanti nelen ludah sendiri
Gemuruh riuh
wkwkwkw teh Emi lucu nih, jangan sampe Sekar satu circle sama teh emi🤣
Gemuruh riuh
Jangan-jangan Sekar putus sama dokter Arif gara-gara milih nikah sama Galang ya???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!