NovelToon NovelToon
Istri Yang Terasingkan

Istri Yang Terasingkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Ibu Mertua Kejam
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: hafit

Kisah seorang istri yang selalu direndahkan dan dimanfaatkan oleh keluarga suami nya hanya karena dia bukan berasal dari keluarga terpandang yang kaya.....Nasibnya begitu miris bahkan selalu dibandingkan dengan istri adik suaminya sendiri yang dianggap dari keluarga terhormat oleh sang mertua.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hafit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana licik

****

Begitu Tania keluar, Raka sudah tidak terlihat lagi.

"Apa aku salah liat ya?" Batin nya ragu.

Tania mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi suaminya.

Tut...

Tut...

Raka tidak menjawab telpon darinya.

Tania kembali mencoba menghubungi lagi, dan lagi-lagi telpon nya tidak diangkat.

Tiba-tiba perasaan nya mendadak jadi tidak enak, Tania juga nggak tau kenapa.

***

Dirumah...

"Mas, tolong, jangan tinggalkan aku sendiri. Aku takut banget Mas." Bella menahan tangan Raka yang hendak pergi setelah mengantar nya pulang kerumah.

Setelah Tania pergi tadi, Bella merencanakan sesuatu, dia sengaja menghubungi Raka dan meminta nya menemui dirinya sebuah kafe.

Yang Tania lihat tadi memang lah benar suaminya Raka.

Bukan tanpa sebab, Raka yang awal nya sedang sibuk mengurus pabrik tiba-tiba ditelpon oleh Bella.

Flashback..

"Mas, tolong aku, aku tadi rampok dan mau dilecehkan sama preman. Tolong Mas." Isak Bella saat itu menelpon Raka.

"Jangan bercanda Bella, aku sedang sibuk sekarang." Raka tidak percaya, dan segera mematikan panggilan nya.

Namun, wanita itu tidak menyerah begitu saja. Ia meraih kembali ponsel dan mulai mengotak-atik nya kembali benda pipih itu.

Ting...

>Mas, aku tidak sedang bercanda. Tolong aku, tolong Mas, aku beneran takut, aku trauma sekali Mas. Aku sekarang ada di sebuah kafe....Tadi aku ditolong sama orang, dan dibawa ketempat ini. Aku mau pulang, tapi aku takut Mas."

Raka berdecak kesal, dan terpaksa mengiyakan permintaan Bella. Meminta Bella mengirim kan alamatnya.

Bella tersenyum licik, dan mulai mengatur siasat agar Raka tidak curiga.

>Makasih Mas, jangan lama ya Mas, aku takut..."

Ting

Raka kembali menerima pesan dari Bella, namun ia mengabaikan nya.

Bella sengaja memberantakkan penampilan nya sendiri, dengan merobek sedikit lengan baju agar terlihat menyakinkan.

"Mas aku takut, hiks..." Bella langsung menghambur memeluk Raka begitu lelaki itu sampai.

"Bella, tolong jangan begini." Raka mencoba melepas tangan wanita itu yang melingkar erat di pinggang nya.

"Mas aku takut, tolong, untuk kali ini saja." Lirih Bella memelas.

Raka akhir nya pasrah karena tidak tega melihat Bella yang terus menangis.

"Udah, kamu nggak usah takut. Sekarang saya antar kamu pulang." Ucap Raka setelah merasa Bella jadi sedikit tenang.

Bella mengangguk, dan menghapus air matanya.

"Mobil kamu nanti biar saya suruh karyawan pabrik ambil dan antarkan kerumah. Sekarang kita pulang pakai mobil saya, karena setelah ini saya harus segera kembali ke pabrik." Ucap Raka datar.

begitu Raka berdiri, Bella juga ikut bergegas berdiri dan memeluk lengan kekar Raka.

"Bella, aku mohon.....Jangan seperti ini, aku nggak mau orang-orang jadi salah faham melihat kita, jangan buat masalah." Raka mencoba melepas tangan Bella, ia khawatir ada yang mengenali mereka dan berpikir yang macam-macam tentang mereka berdua.

Setelah mengatakan itu Raka segera melangkah keluar dari kafe itu tanpa menunggu Bella lagi.

Wanita itu mengepalkan tangan nya dengan perasaan kesal.

"Kita lihat saja Mas, apa kamu akan terus menolak seperti ini?" Batin nya tersenyum licik.

Entah apa yang di rencanakan nya.

Didalam mobil Bella menceritakan awal mula dia dirampok.

Bella mengaku sedang menunggu teman nya disebuah gang yang jarang orang lewati, karena memang teman nya menyuruh dia menunggu disitu.

"Saat aku sedang menunggu, tiba-tiba saja datang dua orang lelaki berbadan besar dan merampas tas milik aku Mas, dan mereka mencoba menyeret tubuh aku ketempat yang lebih sepi. Beruntung aku berhasil menendang salah satu preman itu, dan aku kabur meminta bantuan ke warga yang kebetulan saat itu melintas dijalan itu juga." Bella bercerita panjang lebar.

"Aku nggak tau bagaimana nasib aku kalau sampai aku benar-benar dilec*hkan tadi Mas, aku takut banget." Bella kembali menangis.

Raka menoleh sekilas," Kamu nggak usah takut, yang penting sekarang kamu sudah aman. Kalau kamu mau, nanti biar saya bantu kamu lapor kan para penjahat itu ke kantor polisi."

Mendengar ucapan Raka, Bella menggeleng dengan cepat," Ja-jangan Mas." Wajah nya terlihat gugup.

Raka menatap Bella heran,"Kenapa?" Tanya nya lagi, lalu kembali fokus menyetir.

"Ma-maksud aku, aku nggak mau orang-orang tau masalah ini, aku masih trauma Mas, aku takut. Apalagi nanti kalau masalah nya diusut, aku bakalan ketemu lagi sama penjahat itu. Aku nggak mau Mas," Ucap Bella beralasan.

"Bisa-bisa kebohongan aku ketahuan kalau Mas Raka lapor polisi." Batin nya khawatir.

"Terserah kamu."

"Eum, Mas, boleh nggak kalau kamu anterin aku kerumah aku aja?" Tanya Bella hati-hati.

Raka hanya mengangguk tanpa mau menanyakan alasan Bella pulang kerumahnya.

"Makasih Mas." Ucap nya senang.

"Mungkin sekarang kamu masih bisa bersikap cuek dan dingin sama aku Mas, kita lihat saja nanti setelah ini." Batin nya diam-diam tersenyum licik.

***

"Bella, aku harus kembali ke pabrik, kamu sudah aman sekarang. Apa yang kamu takutkan lagi?" Raka sebenarnya sudah sangat muak sama sikap Bella yang menurutnya sudah benar-benar berlebihan.

Namun ia masih berusaha untuk tetap sabar.

Bella masih terus mencoba mencari alasan agar Raka tidak pergi.

Bukan tanpa sebab ia mengajak Raka kerumah nya, semua memang sudah ia atur.

Bella sengaja mengajak Raka kerumah nya karena memang dirumah nya tidak ada siapapun, kedua orang tuanya pun masih berada diluar negeri.

Dia tidak mau siapapun merusak rencana yang sudah ia susun dengan rapi.

"Aku minta maaf Mas, aku nggak bermaksud apa-apa. Aku hanya takut," Ucapnya pelan sembari menunduk, berharap Raka kasihan padanya.

Ia tau betul bagaimana sifat lelaki itu, Raka paling tidak bisa melihat wanita menangis.

Melihat Raka masih saja berdiri raut wajahnya seperti sedang gelisah, Bella tersenyum.

"Kalau Mas keberatan nemenin aku disini, nggak apa-apa, kamu pulang aja. Tapi, boleh kan aku kekamar mandi dulu, setelah itu kamu pulang saja. Aku takut sendirian dirumah Mas."

"Mas duduk aja dulu, aku ambilin minum dulu ya."

belum sempat Raka menjawab, Bella sudah lebih dulu pergi dan sesaat kemudian sudah kembali dengan membawa segelas jus untuk Raka.

"Minum dulu Mas, kamu pasti haus." Bella meletakkan gelas nya keatas meja dan pamit pergi kekamar mandi.

Raka hanya menoleh sekilas, dia sebenarnya sudah tidak mau berlama-lama lagi dirumah Bella.

Bella tidak benar-benar pergi kekamar mandi, wanita itu mengintip dari balik tembok pembatas ruang tamu, berharap Raka mau meminum minuman yang tadi dia bawa.

Karena panas dan merasa haus, tanpa rasa curiga sedikitpun Raka meminum jus yang Bella buat.

Bella tersenyum puas," Kita tunggu beberapa menit lagi Mas."

"Aaarrgh...." Bella berteriak keras dari dalam kamar mandi, Membuat Raka sedikit terlonjak dari duduk nya.

"Mas....Tolong aku Mas." Pekik Bella dari dalam, Raka berdiri mematung, dia terlihat ragu untuk masuk.

"Mas, tolong Mas...." Karena Bella terus saja berteriak, Raka takut para tetangga mendengar dan mengira yang bukan-bukan, akhirnya ia menghampiri Bella.

Raka berdiri tepat didepan pintu kamar mandi lalu mengetuk

"Bella, kamu kenapa?"

"Mas, tolong aku, aku nggak bisa berdiri. Tadi aku jatuh Mas, aku nggak bisa jalan, tolong bantuin aku keluar Mas." Pinta Bella dengan suara memelas.

Karena tidak ingin membuang waktu lagi, akhirnya Raka nekat masuk.

"Bella," Raka tertegun sejenak melihat pemandangan didepan matanya.

Bella terlihat hanya mengenakan handuk setengah betis, kulit putih nya terekspos dengan jelas.

Ia juga terlihat meringis kesakitan sembari memegang kaki nya yang terlihat sedikit memar.

Raka buru-buru memalingkan wajahnya, walau bagaimanapun naluri kelakian nya akan bangkit kalau melihat seorang wanita berpakaian seperti itu didepan nya. Apalagi mereka hanya berdua saja.

"Mas, tolong, kaki aku benar-benar sakit Mas." Bella terus saja memelas berharap Raka menolong nya.

****

1
Suanti
tania keluar aja dri rmh gugat cerai aja raka biar tau rasa tuh 🤭
Fitrya Alyani: siap kaka😄
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
iya tania, jangan lemahh
Fitrya Alyani: benar banget
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
telpon ojek aja bu 🤪
Fitrya Alyani: biar ada alasan ja tuu mertuanya
total 1 replies
Suanti
lain kali tania rekam pki hp semua percakapan bella. dinda. dan ibu biar raka tau ngimna kelakuan ibu terhadap tania 🤭
Fitrya Alyani: benar sekali kak, lain kali lah ya🤭🥰
total 1 replies
Suanti
gitu dong tania harus tegas jgn mau di injak2 sama mereka harus berani melawan jgn melemah 🤭
Fitrya Alyani: jangan mau di injak-injak ya kak🥰
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
sebaiknya bicara baik-baik dulu ya tania. jangan langsung menuduh suamimu
Fitrya Alyani: jangan gegabah kan, ulat bulu memang bahaya😄😄
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
usaha yg sia-sia /Facepalm/
Fitrya Alyani: mulai menggatal sama suami orang 🤣🤣
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
cinta boleh Tania, bodoh jangan ya. ajak suami mu untuk pindah
Fitrya Alyani: terkadang cinta memang membuat orang buta😄🥰
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
Raka kalo memang kamu sayang tania, mending kamu minggat aja dah
Fitrya Alyani: setuju....Dari pada terus menderita ya kan
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
kalo udah jahat mah, memang ada saja idenya
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
beri tahu suami mu tania
Fitrya Alyani: percuma, suaminya lemah kalau soal keluarga😄
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
makanya jangan lemah tania. semakin kamu lemah, semakin kamu di siksa
Fitrya Alyani: jahat banget kan
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
mending kamu pakai uang itu untuk cari kontrakan aja
Fitrya Alyani: iya juga😄, tapi Raka nya terlalu memanjakan keluarga nya.
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
jangan lemah tania
Fitrya Alyani: mengalah terus Tania 🥰
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
makanya di suruh raka.
Fitrya Alyani: Raka nya lembek
total 1 replies
Fitrya Alyani
💪🥰
Fitrya Alyani
🥰💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!