NovelToon NovelToon
Mari Kita Bercerai,. Tuan Stone!

Mari Kita Bercerai,. Tuan Stone!

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Dijodohkan Orang Tua / Penyesalan Suami
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Minaaida

Setelah lima tahun menikah, miliarder Axel Stone yakin bahwa istrinya, Olivia Stone, tidak mencintainya. Olivia juga yakin bahwa suaminya masih mencintai mantannya dan pernikahan mereka hanyalah pernikahan demi kepentingan semata. Axel menyerahkan surat gugatan cerai kepadanya, tetapi segera menyesali keputusan impulsifnya itu. Dalam upaya putus asa untuk memenangkan hatinya kembali, Axel menunda proses perceraian tersebut. Olivia, yang sudah muak dengan pertemuan-pertemuan suaminya dengan mantannya, memutuskan untuk tetap melanjutkan proses perceraian.

Apa yang akan dilakukan Axel ketika ia menyadari bahwa ia telah membuat kesalahan terbesar dalam hidupnya? Akankah Olivia membuatnya membayar atas pengkhianatannya atau justru jatuh cinta padanya lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Minaaida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 18. Kedatangan Mertua

Olivia....

Alex pergi untuk perjalanan bisnis selalu tiga hari, dan selama itu juga kami tidak pernah berbicara. Demikian pula dengan kedua orangtuaku. Mereka juga tidak berbicara dengan ku dengan alasan mereka masih menunggu kepulangan Alex dari perjalanan bisnisnya. Mereka memutuskan untuk kembali lagi nanti.

Carol, adik Alex, sebelumnya telah mengirimkan pesan padaku . Dia mengabarkan bahwa kedua orang tua mereka akan datang ke kota ini. Orang tua Alex menetap di Singapura dan hanya datang sesekali di kota ini untuk mengunjungi kami.

Ketika mereka di kota ini, mereka akan tinggal di rumah Alex. Dan itu berarti akulah yang menemani mereka sebab aku tidak tahu kapan Alex akan pulang.

Aku juga tidak bertanya karena aku tidak ingin bicara padanya. Aku hanya menunggu dia pulang sehingga kami bisa menyelesaikan masalah perjanjian perceraian kami.

Aku tidak bisa melanjutkan pernikahan dengan seseorang yang tidak bisa menghargai aku

Orang tua Alex akan tiba sore ini dan waktu berjalan terasa begitu lambat. Aku menghabiskan sepanjang pagi ini untuk memastikan bahwa rumah dalam keadaan bersih.

Aku juga meminta Nani untuk membuat beberapa jenis hidangan untuk orang tua Alex. Itu adalah kegiatan yang selalu kami lakukan sebelum orang tuanya tiba.

Saat aku yakin semuanya sudah sempurna, aku kembali ke atas untuk mandi. Setelah mandi, aku pun beristirahat, tidur siang sebelum mereka datang.

Beberapa jam kemudian, aku mendengar pintu kamarku di ketuk oleh seseorang dan aku langsung membuka mata. Aku masih mengantuk tapi aku harus bangun dan melihat siapa yang mengetuk pintu.

Bangun dari tempat tidur aku menyeret kakiku menuju pintu. Saat membuka pintu aku menemukan Nani berdiri di depan pintu. "Mereka telah sampai." ucapnya dengan wajah gugup yang tidak bisa dia sembunyikan.

Aku memang memintanya untuk segera memberitahu jika orang tua Alex telah datang.

"Oke, terima kasih, aku akan ke bawah sebentar lagi." ucapku.

Aku kembali ke kamar dan mengunci pintu. Kedua orangtua Alex sangat baik tetapi aku benar-benar merasa tidak nyaman saat berada di sekitar mereka. Aku merasa sangat rendah diri meskipun mereka tidak pernah merendahkan aku.

Aku berulang kali mengganti pakaian yang pantas sebelum turun ke bawah. Untung saja, Carol menemani mereka. Setidaknya, dengan adanya Carol, aku sedikit merasa tenang.

"Hei mom, hei dad!" aku menyapa keduanya dan memberikan pelukan hangat.

"Olivia, gimana kabarmu!" Laura bertanya padaku dengan aksen Britishnya yang kental. Laura, mommynya Alex berasal dari Inggris, namun dia telah lama tinggal di Singapura semenjak menikah dengan ayahnya Alex. Dia telah menetap di Singapura dalam waktu yang lama namun logat Inggrisnya tidak pernah hilang.

"Kabarku baik - baik saja, bagaimana penerbangan kalian?"

Kami berbincang cukup lama sebelum aku membiarkan mereka beristirahat di kamar mereka di lantai dua. Kamar itu sudah di bersihkan oleh asisten rumah tangga tadi pagi.

Aku berpaling pada Carol, dan menyapanya. "Hai Carol, apa kabar?"

Sapaku.

"Aku baik-baik saja, bagaimana denganmu? Apa kamu baik-baik saja?" dia bertanya padaku dengan tatapan cemas. Aku tahu, dia mencemaskan keadaanku.

"Yah , aku baik-baik saja," jawabku sambil berjalan menaiki tangga.

Carol mencegat lenganku, "Maksudku, setelah apa yang terjadi dengan semua itu, apakah kamu masih baik-baik saja?" Yang dia maksud adalah kabar yang beredar di internet tentang kegagalan pernikahan kami.

Aku mengangkat bahu. "Aku mencoba untuk tidak terlalu memperdulikan pemberitaan di sosial media itu." jawabku, dan menghela nafas panjang. "Aku hanya menunggu abangmu pulang dari perjalanan bisnisnya."

"Jadi kamu belum bicara sama dia?"

"Dia juga tidak," jawabku, tanganku bergerak mempermainkan rambutku. Sebenarnya aku tidak merasa nyaman membicarakan tentang Alex dengannya. Mereka sangat dekat dan aku yakin Carol pasti mengetahui tentang segalanya yang terjadi.

"Aku yakin dia pasti memiliki penjelasan tentang semua yang terjadi." ucap Carol, sepertinya dia mencoba membela abangnya. Aku tidak menyalahkan Carol karena aku juga pasti akan melakukan hal yang sama untuk abangku.

"Kapan dia pulang?" tanyaku, mencoba mengubah arah pembicaraan yang terasa asing.

"Karena kedua orang tuaku ada di kota ini, maka dia akan segera kembali." jawab Carol, tanpa memberiku kejelasan tanggal Alex kembali.

"Oke," aku mengangguk, "Kalau begitu, ayo kita makan siang." saranku dan kami berdua turun ke bawah. Aku berjalan menuju ruang makan dan Carol mengikutiku di belakang.

"Apakah Nani yang membuat semua ini?" Carol bertanya dengan wajah gembira. Suaranya terdengar riang saat berjalan menuju ruang makan.

"Yeah, tapi dengan bantuanku." ucapku membuat kami berdua tertawa tergelak.

Saat kami mengambil tempat duduk di meja makan, orang tua Carol bergabung bersama kami. Mereka mencoba bercakap-cakap denganku meskipun itu hanya percakapan kecil. Mereka juga bertanya tentang kehidupanku. Sebelum ini, mereka memang tidak terlalu mengenalku, jadi saat ini mereka memanfaatkan waktu untuk lebih mengenalku.

Mereka pun menanyakan mengenai pernikahan aku dan Alex yang ku jawab dengan jawaban samar dan ambigu. Kedua orangtuanya tidak menggunakan media sosial dan juga tinggal di Singapura. Jadi, kurasa mereka tidak tahu mengenai kegagalan pernikahan kami.

Setelah beberapa saat, aku minta izin meninggalkan meja makan. Aku berjalan ke taman untuk mencari udara segar. Kehadiran Carol di meja makan membuat acara makan siang itu dapat ku atasi namun pertanyaan-pertanyaan kedua orang tuanya membuatku kewalahan.

Aku menarik nafas panjang dan mencoba menjernihkan isi kepalaku.

Aku merogoh saku bajuku, mengambil ponsel dan menelpon Sonya. Aku perlu berbicara pada seseorang untuk mengeluarkan unek-unek di hatiku.

"Hei, apa kabar?" suara Sonya terdengar dari seberang line saat telepon terhubung.

"Papa mama Alex datang ke rumah." jawabku, aku menghela nafas berat.

"Apakah Alex sudah pulang dari perjalanan bisnisnya?" tanya Sonya.

"Belum,"

"Apakah mereka bertanya sesuatu mengenai Alex dan Claudia?" suara Sonya penuh rasa ingin tahu.

"Tampaknya mereka tidak tahu apapun mengenai apa yang terjadi."

"Apakah mereka menekanmu?"

Aku menggelengkan kepala meskipun Sonya tidak bisa melihatku. "Tidak, tidak juga, hanya saja, aku merasa sedikit aneh ketika berada di dekat mereka."

Sonya dan aku masih berbincang-bincang beberapa saat sebelum aku mengakhiri panggilan dan kembali masuk ke dalam rumah.

1
Mariani Ajja
ini lakinya yg goblok nih
Mariani Ajja
lanjut Thor...
olyv
lanjut
Nessa
lanjut thor 💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻
Nessa
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!