NovelToon NovelToon
Misteri Hantu Penculik Bayi

Misteri Hantu Penculik Bayi

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Mata Batin / Hantu / Tumbal
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lili Aksara 04

Namanya Arumi, seorang gadis yang tinggal di desa Dukuh Asem.

Arumi adalah seorang gadis yang baik hati dan suka membantu orang tuanya.

Namun, ketenangan itu perlahan menghilang, saat bayi-bayi di desanya mulai meninggal satu-persatu dengan darah yang mengering.

Arumi juga mulai sering melihat penampakan aneh, bahkan sampai hampir disakiti oleh sesosok kuntilanak merah.

Kuntilanak itu selalu mengatakan, kalau ibunya Arumi telah membuat hidupnya hancur.

Arumi dan adiknya, yang bernama Bella, mulai merasa curiga dengan kedua orang tuanya.

Apalagi, mereka sering tampak terlihat aneh.

Arumi juga merasakan keanehan dengan dirinya, sebab dirinya sering melihat penampakan aneh.

Sebenarnya, apakah yang terjadi? Dan mampukah Arumi mengungkap semuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lili Aksara 04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Matahari menyelinap malu-malu dari celah jendela.

Arumi bangun dengan semangat pagi itu.

Ia akan pergi bersama Nyai Sekar Arum.

Tidak hanya dengan sukma seperti kemarin, tetapi dengan fisiknya juga.

Arumi berjalan ke kamar mandi, mencuci mukanya seperti biasanya.

Saat gadis itu melewati meja makan, bau dari ciken ayam dan sambal tercium.

Arumi cepat-cepat berjalan pergi dari sana, tidak ingin tergoda dengan menu makanan tersebut.

"Ya Allah, enak banget itu," ucap Arumi.

Sayang seribu sayang, ia tidak bisa memakan makanan tersebut, karena Arumi masih berpuasa.

Rasa dingin dirasakan oleh Arumi, kala air kamar mandi menyentuh wajahnya.

Namun, Arumi tak mengindahkan rasa dingin itu, ia tetap lanjut mencuci muka.

"Haiii, gadis manis," sapa sebuah suara.

Dagh.

Gayung yang dipegang Arumi langsung jatuh ke tanah, kala sesosok hantu muncul di hadapannya.

Wujud hantu itu adalah pocong dengan kain kafan lusuh.

Tubuhnya diikat dari kepala, leher, dan kaki.

Wajahnya tampak gosong, dengan kulit yang mengelupas di beberapa bagian.

Yang lebih mengerikan, pocong itu tidak memiliki kedua bola mata.

Matanya hanya ada rongga kosong yang berwarna merah.

Tentu saja Arumi merasa terkejut dengan penampakan pocong itu.

"Pergi kau, jangan menggangguku," usir Arumi mencoba berani.

"Hahahahaaaaa, takut ya?"

Pocong itu tertawa mengejek, karena melihat Arumi yang berusaha berani itu.

"Aku bilang pergi ya pergi," ucap Arumi mulai kesal.

Arumi mengambil gayungnya kembali, dan dipegang dengan erat.

"Kamu cantik, aku mau sama kamu aja, ya," ucap pocong itu.

Karena kesal, Arumi memukulkan gayung di tangannya ke arah pocong itu dengan sekuat tenaga.

"Kabuuuur!" teriak pocong itu sambil menghilang.

Padahal kalau gayung itu terkena pun tidak akan sakit, paling hanya menembus begitu saja.

"Fuuuh, ada-ada aja sih," gumam Arumi.

Ia sungguh kesal, pagi-pagi begini sudah diganggu saja oleh mahkluk gaib.

Namun, Arumi sudah tidak terlalu takut sekarang, mungkin ia sudah mulai terbiasa.

***Arumi keluar dari kamar mandi dengan wajah segar.

Gadis itu melangkahkan tungkainya ke teras depan.

Angin berhembus sepoi-sepoi, menerbangkan dedaunan.

Arumi duduk di teras dengan santai, kakinya di selonjorkan ke depan.

Biasanya, jika ia tidak berpuasa, Arumi akan duduk sembari menikmati segelas susu hangat atau teh manis.

Namun, hari ini tidak bisa.

Tak, tak, tak.

Suara langkah kaki terdengar keluar dari rumah.

Langkah itu tampak terburu-buru, dan tidak santai sama sekali.

"Pagi, Kakaaak," ucap Bella dengan heboh.

"Iya, pagi, kau ini udah berisik aja sih pagi-pagi gini," jawab Arumi.

"Ya, biarin,"

Bella duduk dengan santai.

Gadis itu memakai piama tidur berwarna merah maroon.

Rambutnya berantakan, dibiarkan terurai begitu saja.

Bella memang gayanya seperti itu.

Terkadang berangkat sekolah pun dengan style semaunya sendiri, rambut juga di rapikan asal-asalan, di sisir pun yang penting sisirnya tertempel saja.

"Rambutmu ini kenapa sih, berantakan terus perasaan, keramas dong," ucap Arumi.

"Aku itu keramas sering tahu, tapi ya emang males aja sih nyisirnya," jawab Bella.

"Ya, terserahlah," imbuh Arumi.

Ia sungguh tidak tahu lagi harus menasehati adiknya bagaimana lagi agar dia merapikan rambutnya.

"Dek, aku mau ngasih tahu kamu sesuatu," ucap Arumi serius.

"Mau ngasih tahu apa, Kak? Bella penasaran.

Arumi mendekati adiknya, bicara dengan pelan supaya tidak terdengar oleh siapapun orang selain keduanya.

"Nanti siang, aku bakal pergi sama Nyai Sekar Arum, penjagaku itu. Nah, orang rumah katanya akan tidur, karena Nyai Sekar Arum pake ilmu sirep. Ini supaya aku bisa pergi dari rumah, dan Bapak sama Ibu nggak curiga," ucap Arumi menjelaskan.

"Wah, berarti aku juga bakalan tidur dong," kata Bella.

"Ya iyalah, semuanya bakal tidur,"

"Ih, nggak enak banget tidur lama," ucap Bella sembari mencebikan bibirnya.

"Ya gimana? Kamu kan ada di rumah, masa kamu aja yang bangun sendirian, ya mencurigakan dong," jawab Bella.

"Iya sih, tapi nanti beliin es krim, ya," pinta Bella.

"Aih, masa udah gede masih pengen es krim sih," ucap Arumi heran.

"Xixixi, biariiiin. Pokoknya aku mau, beliin ya, Kaaak," mohon Bella dengan menunjukkan wajah melasnya.

Begitulah, Bella itu memang sikapnya manja jika pada kakaknya ini.

"Iya, nanti aku beliin," jawab Arumi pada akhirnya.

"Yey, Kak Arumi emang baik," sorak Bella senang.

"Giliran gitu aja baru bilang aku baik, Dek," kata Arumi.

"Kamu itu bagaimana sih, kalau nggak ada apa-apanya kan nggak akan aku bilang baik," Bella menjawab enteng sambil tersenyum.

"Iya, terserah kamu ajalah, repot debat sama kamu mah, nggak beres-beres," ucap Arumi.

Bella hanya tertawa mendenar itu.

"Dek, kamu mau ikut sama aku beberes rumah, nggak?" tawar Arumi.

"Kenapa sih harus beberes, Kak? Kan ada Bibi," jawab Arumi.

Bella tidak paham dengan pikiran saudarinya tersebut, jelas-jelas di rumah itu ada banyak asisten rumah tangga, lalu kenapa harus repot untuk beberes rumah sendiri?

"Bella cantik, dengerin kakakmu ini ya. Kita ini perempuan, pasti bakal jadi istri. Walaupun kita punya asisten rumah tangga, beberes itu harus bisa. Kan nggak lucu ya, semisal mertua kamu minta tolong kamu buat beberes, masa kamu nggak bisa? Jadi, kamu ini harus belajar dari sekarang. Dan nggak boleh juga kamu malas-malasan karena ada asisten, kamu harus tetep rajin," ucap Arumi.

Bella terdiam, mencerna ucapan kakaknya itu.

"Iya deh, ayo," ajak Bella akhirnya setuju.

"Nah, itu baru adikku," jawab Arumi senang.

Kedua gadis itu akhirnya memutuskan untuk nyapu terlebih dahulu.

Arumi menyapu jalan di depan rumah, sementara Bella menyapu dalam rumah.

Jangan lupa like dan komen ya, teman-teman, semoga masuk 20 bab terbaik nanti.

1
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
ayoo cari tahu alasannya arumi
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
dahar heula,, lapar aing eui😄
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
mangan saetik😄
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
kayak disirep ya ini, buat orangnya jadi lupa ingatan beberapa saat
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
Thor, yang paling kusukai dari novel ini adalah gaya penceritaan nya, pemilihan kata yang sederhana dan bahasa sehari-hari.
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
pake istilah yang kekinian, cetaaaakkkkk
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
😄 aku suka sama istilah kamu Thor, ilmu melipat bumi
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
aduh, ya iya ada dong,, kayak kita Mauk ke dalam dunia cermin, nah dalam kamuflase cermin itu ada pantulan matahari juga, gitu kan yaa
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
emang iyaa dengan meditasi bisa fokus, trus fikiran tentang hantu akan hilang
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
di Sumatera istilah begu juga ada dipakai, begu artinya setan di salah satu daerah
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
ini tahapan-tahapan bersemedi yah
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
kayaknya meditasi kalau di dalam gua cocok bagi yang perlu liburan weekend kelar mumet kerjaan numpuk yaa
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
berat kalau jalani tirakat yaaa, tapi nanti semua keinginan sikabulin begitu kah
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
tenaga dalamnya terkuras ya Arumi
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
terima kasih sudah menyajikan cerita horor atau misteri dengan sederhana. Saya jadi tak parno membacanya
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
Thor tahu gak, kamu membuat sebuah cerita misteri jadi terkesan dialog sehari-hari antar sesama manusia, padahal mah setan dan cs semua tokoh-tokoh pembantunya
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
kenapa gak beli aja Arumi
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
oh ini toh kujang
Lili Aksara
Nah guys, sekarang saya udah tahu ya caranya nambahin ilustrasi ke dalam bab, jadi mungkin sedikit saya akan masukan ilustrasi supaya nggak terlalu ngebosenin.
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
emang tubuh yang sudah ditakdirkan dirasuki leluhur
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!