Dunia terlalu kejam untuk dia yang hanya terus menangis.
Bumi ini sangat jahat untuk wanita yang hanya mengandalkan dirinya sendiri, berbekalkan keberanian dan tekad untuk bisa bertahan hidup di tengah tengah gempuran kesulitan.
Haeyla Seraphine layak mendapatkan kemenangan atas hidup nya, cinta dan ketulusan layak untuk dia menangkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pupybear, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 18.
Kehidupan sebagai remaja memang menyenangkan bagi sebagian orang, namun ada juga yang harus mati matian berjuang agar bisa tetap hidup di masa remaja yang seharusnya bisa merasakan kesenangan saja.
' Hari ini rasanya semua rumit, cinta, cinta itu ternyata sangat rumit langit, banyak orang yang terluka karena cinta itu sendiri, aku takut, takut kalau nantinya cinta yang akan melukai aku nantinya. Semoga ketika aku siap untuk cinta itu, dia tidak akan datang bersama dengan lukanya. '
Hari ini Haeyla bekerja dan masuk pukul 16:00, hari ini Haeyla mendapat sift sore, dan yang pastinya dia akan pulang malam.
Warung bu Atih.
" Ibu, saya mau nasi sama soto ya, pake bawang goreng yang banyak. " pesan Haeyla.
" Mbak Haeyla, kemana aja nih?, akhir akhir ini mbak jarang makan di warung ibu. "
" Iya bu, akhir akhir ini saya lumayan sibuk, jadi kadang saya juga gak sempat buat makan. "
" Aduh mbak, jangan gitu, kesehatan itu paling penting loh. "
" Hehe, iya bu, makasih loh udah ingetin saya. " Haeyla sudah sangat kenal dengan bu Atih pemilik warung jadi sudah pasti dia hafal kalau wanita satu ini tidak datang ke warung nya untuk makan.
" Disini ternyata. " Bumi menghampiri Haeyla yang sedang duduk menyantap makanan nya.
" Uhukk, Bumi!, kamu ini ada dimana mana ya. " kaget Haeyla
" Minum. " Bumi menyodorkan air putih untuk Haeyla karena dia sampai tersedak.
" Kamu tau darimana aku ada disini?. "
" Tau aja. "
" Oke. " Haeyla tidak terlalu memikirkan darimana Bumi tau kalau dirinya sedang berada di warung makan bu Atih.
" Oh ya La, kamu mau kerja kan?, aku anter."
" Aku jalan kaki aja, lagian aku udah biasa jalan, jangan ngerepotin diri kamu sendiri."
" Tidak menerima penolakkan. " sahut Bumi
" Kayanya itu kata kata andalan kamu ya, haha. " Haeyla awalnya merasa canggung dengan Bumi, tapi lama kelamaan ya biasa saja layaknya teman yang lain.
Sementara Cilia saat ini sedang berada di salah satu toko kue, dia ingin membeli beberapa kue untuk meyenangkan dirinya.
' Apapun masalah hidup gue tetap aja, solusi yang paling ampuh adalah dengan makan cheese cake favorit gue. ' Perdebatan antara dirinya dan Divo tadi sangat menguras energi Cilia, jadi saat ini kondisi Cilia sedang tidak baik baik saja.
Cilia memilih sebuah cheese cake dengan toping peach di atasnya.
" Eh ehh, gue mau ambil yang itu duluan. " ucap Cilia saat kue pilihan nya di ambil oleh seseorang.
" Sory, tapi gue yang ambil duluan kan?, so its mine. " jawab seseorang tersebut.
" Please!, gue harus banget makan kue itu saat ini, kalau gak gue gak akan ada kekuatan. " pinta Cilia dengan pupy eyes nya.
" Tapi gue juga harus punya kue ini, adek gue pesen tadi. "
" Gue bakal ganti sama kue apapun deh, tapi gue mau kue yang ini please. " pinta Cilia lagi, cheese cake ini memang tinggal satu satunya di toko kue itu, jadi siapa cepat dia yang dapat.
" Yaudah, nih buat lo, aneh banget. "
" Omg, thank you, oke adek lo suka kue apa lagi selain ini biar gue yang beliin. "
" Gak perlu, gue gak butuh uang lo. " orang itu langsung pergi dan mengambil strawberry cake sebagai pengganti cheese cake yg di minta Cilia tadi.
' Ganteng banget itu manusia ya, cool juga, tiba tiba banget di toko kue gini ketemu sama cowo random yang oke gitu.' Seseorang yang mengambil kue Cilia tadi adalah seorang lelaki.
Cafe Fourtune.
Hari ini sepertinya akan ada pemindahan pekerjaan untuk Haeyla, tapi belum tahu Haeyla akan di pindahkan ke bagian yang mana.
" Oke, kita sampe. " Bumi turun dari motor nya dan membukakan helm milik Haeyla.
" Aku bisa sendiri Bumi, gak perlu di bukain gini segala. "
" Terlanjur. " Mereka masuk bersamaan ke dalam cafe dan disana tampak Ardhana yang sudah menunggu kedatangan mereka.
" Sore kak, oiya kak kenalin, ini Bumi teman aku di sekolah. " Haeyla dengan polos nya mengenalkan Bumi pada Ardhana yang tak lain adalah sahabat dekat Bumi.
" Oo-o yaya, gue Ardhana, pemilik cafe ini."
" Gue Bumi. " Haeyla melihat itu semua tanpa rasa curiga, karena antara Bumi dan Ardhana sama sama tidak menunjukkan kecurigaan apapun.
" Yaudah La, aku duduk disana aja ya. " ucap Bumi meninggalkan Haeyla dan Ardhana.
" Oiya La, jadi mulai hari ini kamu kerja di bagian kasir ya, soalnya kasir yang lama gak masuk kerja lagi karena menikah. "
" Wah, bener kak?, kakak gak salah kan?. "
" Enggak dong, kamu gak mau?. "
" Mau banget kak, aku mau. "
" Yaudah, jadi mulai sekarang kerjaan kamu adalah sebagai kasir Haeyla, oke?. "
" Ya kak, makasih banyak. "
" Sama sama, yaudah kamu silahkan kerja, aku tinggal dulu ya. " Ardhana pergi untuk mengabari Bumi, mereka bertemu di toilet cafe.
" Aman Bum. "
" Haeyla terima?. "
" Iya, happy banget dia keliatan. "
" Serius lo?. "
" Gak ada untungnya juga gue bohong. "
Setelah beberapa kali mengamati pekerjaan Haeyla, Bumi sudah berniat akan lebih meringankan pekerjaan Haeyla, Bumi sengaja memindahkan Haeyla di bagian kasir agar pekerjaan Haeyla lebih mudah, dan dia tidak terlalu kecapekan ketika ada di sekolah nantinya.
' Syukur kalo kamu happy sama kerjaan baru kamu Haeyla, kalau kamu tau aku yang bantu kamu supaya dapat posisi itu kamu pasti nolak, tapi tanpa aku pun kamu memang layak ada di posisi itu dengan kemampuan kamu. '
Bumi memang benar benar baru mengenal Haeyla, berbeda dengan laki laki yang lainnya, bahkan Bumi dan Haeyla baru berkenalan hampir seminggu, tapi dalam waktu sesingkat itu Bumi menjatuhkan semua perhatian nya hanya kepada Haeyla Seraphine.
" Haii, kamu jadi kasir sekarang?. " Bumi datang menghampiri Haeyla
" Iya, aku juga kaget banget tiba tiba aku ada di posisi ini. "
" Bagus dong, itu artinya kinerja kerja kamu oke. "
" I dont know but, im happy today. " Haeyla tersenyum lebar, dan Bumi yang melihat itu kagum karena hanya karena hal kecil Haeyla bisa sangat bahagia.
" Bumi, kamu belum pulang pulang dari tadi?. "
" Kayanya aku tunggu kamu aja, gak ada kegiatan juga jadi biar gak bosen. " Alasan Bumi yang sebenarnya ingin mengawasi Haeyla terus menerus.
Di sela obrolan mereka ada tamu yang datang untuk memesan menu.
" Kak, saya mau pesan fried chicken sama milkshake strawberry ya. "
" Okey, itu aja?, silahkan di tunggu ya pesanan nya. "
" Kak, kamu Haeyla Seraphine anak Adiraha kan?. "
" Iya, kenapa ya?. "
" Aku kira kakak anak orang kaya ternyata kerja di tempat ini. " Celetuk wanita itu.
" Jadi menurut lo kalau anak orang kaya gak boleh kerja disini?. " Bumi memotong pembicaraan.
" Huss. " Haeyla mencubit Bumi agar diam.
"Aku orang biasa biasa kok, aku kerja karena aku mau, aku juga harus belajar mandiri kan?, lagi pula kita gak perlu harus jadi miskin baru boleh bekerja, orang orang yang sudah sukses pun masih giat bekerja, sudah ya, silahkan di tunggu pesanan nya. " Haeyla menjelaskan dengan sopam namun tegas.
Bumi yang melihat respon Haeyla ketika menghadapi ejekan orang orang dengan sesopan dan sesabar itu terlihat heran dan kagum, heran karena Haeyla bisa tetap santai dan kagum karena jawaban Haeyla yang bijak.
Bersambung.