Novel Ketigabelas💛
Kirana adalah seorang ibu tunggal dengan satu orang anak perempuan yang masih SMP. Suatu hari, Sienna, putri dari Kirana, bersama dengan teman-temannya dan didampingi oleh sang ibu, datang ke sebuah konser boy group asal Korea Selatan, Stray Kids.
Tanpa sengaja Kirana bertemu dengan Hyunjin, center dari grup idola tersebut dan secara ajaib mereka saling jatuh cinta. Segala kerumitan terjadi setelahnya. Namun bukannya membuat hubungan mereka berakhir, hubungan Kirana dan Hyunjin malah terjalin lebih kuat.
Bagaimana kisahnya? Apakah akhir bahagia akan Kirana dan Hyunjin dapatkan?
Unofficial Soundtrack: Always Love (D4vd ft. Hyunjin)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lalalati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18: Virtual
Alunan musik yang terdengar dari panggilan video Hyunjin mengubah suasana menjadi lebih intens. Dan perlahan musik itu mulai memengaruhi Kirana. Ditambah, Hyunjin menggerakkan tubuhnya yang tak berbalut apapun, menggiring pikiran Kirana untuk mengingat kembali saat Hyunjin menyentuhnya.
Nafas Kirana menjadi berat. Entah bagaimana perlahan ia melepas kancing kemeja tidur yang digunakannya. Jantungnya berdebar tak karuan apalagi kini Hyunjin kembali duduk di depan ponselnya dan memerhatikan yang Kirana lakukan. Hyunjin mulai mengatakan kata-kata nakalnya, membuat Kirana semakin terpengaruh. Kemeja dan celananya sudah berhasil lepas dari tubuh indah Kirana.
Aksi Kirana pun berlanjut. Ia menanggalkan kaitan yang tertaut di belakang punggungnya, segitiga yang membalut tubuh bawahnya, hingga Kirana bertubuh polos secara virtual di depan Hyunjin. Begitu pula Hyunjin, sudah menampakkan bendanya yang gagah secara virtual di depan Kirana.
Hyunjin di sana, dan Kirana di sini. Mereka menyentuh area sensitif masing-masing dan membayangkan disentuh oleh satu sama lain. Hingga kemudian mereka mengerang bersamaan.
Nafas Kirana terengah setelah melalui puncak kenikmatannya. Ia membaringkan tubuhnya di tempat tidur dengan tubuh yang masih polos. Begitu juga dengan Hyunjin melakukan hal yang sama.
"Terima kasih, Baby," ujar Hyunjin sambil bertelungkup di tempat tidurnya juga.
"Terima kasih juga... Baby," sahut Kirana dengan senyum bahagia.
"Kau tahu, aku memang terpuaskan, tapi aku jadi semakin merindukanmu. Aku ingin melakukannya langsung denganmu," keluh Hyunjin.
"Aku juga. Bersabarlah, minggu depan bukankah kita akan bertemu?"
"Kau benar-benar akan datang?" Hyunjin tak percaya.
Kirana mengangguk. "Minggu depan Sienna akan berlibur dengan Oscar. Aku bisa pergi ke Paris untuk menemuimu."
"Aku sangat menantikannya," ujarnya bahagia
Setelah itu mereka kembali menggunakan pakaian mereka dan menyudahi video call dan kemudian tertidur.
Keesokan harinya, Kirana menjalani rutinitasnya seperti biasa. Bangun pagi, menyiapkan sarapan, mengantarkan Sienna ke sekolah, kemudian ke toko rotinya. Bekerja hingga sore, sampai waktunya menjemput Sienna pulang. Setelah itu ia akan membeli makan malam untuk di bawa pulang, makan bersama sang putri, membersihkan diri, bersantai, dan kemudian tidur.
Tak ada yang berubah dari rutinitasnya kecuali di sela-sela apapun yang dikerjakannya, selalu Kirana sempatkan untuk berbalas pesan dengan Hyunjin. Jika Hyunjin sedang tidak bisa membalas pesan, Kirana akan membuka aplikasi youtube, instagram, atau tiktok untuk mencari kabar terbaru tentang sang kekasih.
Itulah kelebihan memiliki kekasih orang terkenal, kabarnya ada di mana-mana. Namun, kekurangannya, Kirana harus bisa maklum saat para fans Hyunjin begitu memuja kekasihnya itu.
Tapi Kirana selalu ingat, Hyunjin hanya memiliki perasaan terhadapnya. Para fansnya, hanya bagian dari pekerjaannya.
Hingga kemudian, satu minggu pun berlalu.
"Bunda, harus banget solo travelingnya sampai ke Paris?" cemberut Sienna.
"Iya dong. Kamu juga 'kan mau ke Thailand sama ayah." Kirana sambil sibuk menggunakan make up di depan meja riasnya.
"Aku pengen ikut Bunda aja ya? Please..." mohon Sienna. Ia benar-benar ingin ikut Kirana ke salah satu kota tercantik di dunia itu.
Kirana sudah memperkirakan, sehingga ia sudah menyiapkan kata-kata bujukan untuk sang putri. "Kasihan ayah dong, Princess. Lagian Tante Giselle juga pengen liburan sama kamu. Dia 'kan sibuk terus sampai kalau ada acara sama kamu, seringnya dibatalin karena ada aja yang harus dia kerjain. Jadi kamu pergi dulu sama ayah untuk sekarang. Nanti Bunda janji, kita bakal ke Paris kalau kamu beres ujian akhir dengan hasil yang bagus. Gimana?"
Sienna masih cemberut untuk sesaat. Tapi kemudian ia pun bisa memahami. "Ya udah, tapi janji ya kalau nilai aku bagus, Bunda ajak aku ke Paris?"
"Janji, Cintaku," ujar Kirana seraya meraup pipi sang putri dan mencium gemas kedua pipinya. "Pokoknya, sekarang belajar yang rajin setelah dari Bangkok ya. Nanti kita ke Paris, berdua aja. Okay?"
"Iya deh."
Kemudian Kirana mengecek lagi penampilannya sebelum pergi. Tiba-tiba, Sienna memekik, "Bunda, pesen tiket pesawatnya first class?! Terus, hotelnya ini bintang lima. Ini 'kan mahal banget?!"
Kirana sontak mengumpat dalam hati. 'Sial, aku harus ganti password HP mulai sekarang.'