NovelToon NovelToon
REVOLUSI ERA

REVOLUSI ERA

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:90
Nilai: 5
Nama Author: amatir author

Tahun 1989, desa Suka tani belum tersentuh yang nama teknologi canggih tidak seperti di kotanya. Desa itu mengandalkan alat tradisional khasnya sendiri.

Lampu lentera minyak tanah atau obor minyak tanah menjadi alat utama penerangan rumah, berpergian malam hari. bisa juga di gunakan sebagai penerangan kegiatan pribadi.

Tidak ada namanya motor dan mobil mewah . Delman dan sepeda ontel menjadi opsi alat transportasi. Itu pun hanya di miliki oleh orang kaya saja, orang sederhana tidak memiliki. Mereka mengandalkan kakinya.

Tidak ada ponsel canggih, hanya ada ponsel jadul harus memasuki wilayah terdapat sinyal agar bisa di gunakan menghubungi seorang. Namun ponsel tidak berguna di desa itu. Di mana tidak terdapat listrik.

Tidak ada namanya SMS, maupun pesan teks seperti WA. Orang mengirim pesan lewat surat tertulis di kirim lepat kantor pos maupun lewat temannya hanya sekedar berpesan pada kekasih.

Sebagian besar penduduk asli desa suka tani menekuni sebagai petani, dan nelayan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon amatir author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rena

"hais.. Kamu bebal sekali aku kasih tahu kenyataan. terserah kamu saja, aku berkata fakta bukan membual." Ucap Selly.

"Kamu sungguh terlaluan mempermainkan perasaan ku seperti ini. aku datang kesini untuk mu, berani sekali membuat ku seperti ini." Ucap sidik dengan raut wajah kecewa.

"Haiss...

"Apalah kamu seperti itu. kita belum memiliki janji, apa yang kamu kecewakan. kita masih kecil jangan dulu membahas perjodohan, aku fokus menuntut ilmu." Ucap Selly menggelengkan kepalanya.

"Emang aku sudah di jodohkan, namun bukan berarti aku fokus dengan percintaan." Tambahnya.

"Huh..

"Aku beruntung sekali, dan sadar sebelum ketemu mereka. Ternyata kehidupan di kota tidak seindah hidup di sini. Aku tahu tidak semua orang di kota sepertinya. Tapi aku akan salah langkah memilih dia menjadi calon suami ku masa depan." Guman di hati Selly merasa bersyukur.

"Tapi, kamu pernah bilang padaku, kamu  akan menerima ku lewat surat." Ucap sidik masih tidak menyerah.

"Betul sekali, kamu jangan keterlaluan seperti. Jika ayahmu tahu akan marah besar." Timpal Bais.

"Sungguh konyol, kapan aku mengirim surat seperti itu padanya. Aku hanya mengirim surat salam saja untuk kedua orang tuamu sebagai silaturahmi. Bukan untuk nya secara pribadi."

"Lagian aku juga tidak tertarik lagi dengan mu, aku harap jangan berlebihan dan jauhi ku dari sekarang." Jawab Selly.

"Itu...

Guman Sidik.

"Betul sekali, sebaiknya kamu jauhi Nona Selly, calon ku. Aku tahu persis keinginan nya, tidak dulu namanya percintaan secara serius, fokus saja dulu mencari ilmu untuk masa depan." Ucap Abdul.

"Maaf tuan muda sidik, aku mendapatkan informasi tentang nya. dia anak miskin, tidak pantas untuk nona Selly." Ucap bais.

"Ha ha.

SIDIK tertawa terbahak-bahak setelah tahu identitas calon suami wanita yang dia cintai. Lebih rendah, dari seorang pencundang miskin.

"Ternyata seorang miskin, pasti dia sudah melakukan hal buruk pada pikiran mu nona Selly."   Ucapnya.

"Betul sekali, ku kira dia anak orang terpandang di desa ini, ternyata hanya pencundang miskin." Timpal bais.

"Emang benar statusnya sangat sederhana, tapi dia sangat beruntung meluluhkan ayahku. Dia baik." 

"Sedangkan kalian, Aku saja sangat jijik memandang mu." Jawab Selly santai tidak terlihat kesal dan marah.

"Kamu...

Guman muram sidik .

"Satu lagi tuan muda sidik, aku mencari calon suami nanti bukan untuk kepuasan batin semata di dalam urusan ranjang maupun materi. Nanti aku cari pria bisa membimbing ku dengan baik." Ucapnya lagi menatap Asep bukan ke arah Abdul.

"Betul sekali nona Selly, kebanyakan pria kaya mata Buaya, ada yang bening berselingkuh. Aku juga mengalami hal itu sekarang. Contoh nya anak laki-laki itu." Timpal teman wanita sidik menatap kesal Bais.

"Sekarang aku berhati hati memilih pria, tidak peduli dia pria sederhana asal bisa memahami ku, melindungi ku, dan selalu ada di sisiku dalam keadaan apapun."  Ucap nona Rena sangat setuju dengan jalan pikiran Selly.

"Aku sudah menemukannya. Dia ada di samping ku, calon masa depan." Tambahnya 

Kedua matanya mengalihkan pandangannya ke Asep sambil tersenyum.

"Huh..

"Dia terpincut dengan satu kalimat yang di ucapkan. Aku tidak akan biarkan dia dekat dengannya." Guman di hati Selly.

"Aku juga bingung, kenapa pria dewasa melakukan perselingkuhan dengan wanita lain, apa milik wanita lain bentuknya beda? kan sama saja bentuk dan rasanya tetap sama walaupun di pakai beberapa kali." Tambahnya.

"Betul sekali, bukan pria saja. wanita dewasa juga melakukan hal sama, aku juga berpikir apa burung pria lain berbeda rasanya, kan sama rasanya bikin sakit. Kehidupan orang dewasa cukup rumit, namun di buat sendiri." Ucap Abdul.

"Sudahlah jangan membalas hal tabu soal kehidupan orang dewasa, sebaiknya kita bahas yang pantas saja." Ucapnya Asep.

"Ayo kita pulang dik, sebentar lagi waktu ashar. Ibu ayah pasti memarahi ku jika pulang telat." Ucap Asep lagi.

"Baik kak, ayo kita segera pulang. Selly tidak ingin kakak di salahkan." 

Mereka melangkah pergi meninggalkan Sidik dan temannya. Rena ikut dengan rombongan Asep.

"Hey gendut. Kamu mau kemana?" Ucap bais.

Rena menghentikan langkahnya, menatap bais dengan raut muramnya.

"Jaga ucapanmu, aku tidak suka di panggil oleh mu seperti itu. Kita bukan teman lagi, aku mau kemana apa urusan mu." Jawabnya  lalu melangkah lagi mengejar rombongan Asep.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!