NovelToon NovelToon
Destiny

Destiny

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong
Popularitas:446
Nilai: 5
Nama Author: Typ

Niat hati ingin mengabulkan permintaan adiknya yang sedang sakit, Larasati malah terjebak dengan berondong yang banyak digilai kaum perempuan. Gadis yang biasa dipanggil Laras itu dengan keras menolak kehadiran Aditya, tapi bukan Aditya namanya jika menyerah begitu saja. Bagaimana keseruan kisah mereka? langsung baca aja guyss

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Typ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Kemenangan

Kedatangan Laras mengalihkan perhatian Harto, kejadian singkat itu dimanfaatkan Aditya untuk memberikan penawaran menggiurkan pada Aditama. Aditya berjanji akan belajar bisnis dan mulai fokus pada perusahaan jika pria parubaya itu mau mendukung dan membantu dirinya mendapatkan Laras.

Aditama memaki dalam hati, sifat nakal dirinya ternyata menurun ke Aditya. Di saat Aditama sudah taubat dan menjalankan kehidupan dengan lebih baik malah, kini anaknya sukses membuat kepalanya pusing. Aditama melirik Melani kemudian tersadar, mungkin itu juga yang dirasakan Melani saat berurusan dengannya dulu. Memaksa Melani menerima dirinya di saat wanita itu baru lulus sekolah.

Rara, gadis seumuran dengan Aditya itu tidak henti-hentinya menatap Aditya beserta kedua orang tuanya. Gadis kecil itu tidak menyangka sang idola bertandan ke rumahnya. Entah apa yang sedang terjadi, perlahan ketegangan itu dirasakannya. Mata Rara mengamati semua orang di sana dan hanya dirinyalah yang bersikap seperti orang bodoh karena tidak tahu menahu masalah yang tengah terjadi.

Rara berinisiatif menarik Laras duduk di kursi yang tersisa. Gadis itu bisa merasakan keengganan kakaknya. "Ada apa sebenarnya?" bisik Rara, tidak ada jawaban apapun karena suara Harto menyambar menambah ketegangan di ruangan itu.

"Lelaki ini memintamu bertanggungjawab, Laras. Apa yang kalian lakukan?" Harto menatap putrinya dengan tajam.

Laras sedikit tersentak, tapi cepat-cepat menenangkan diri. Dirinya tidak salah, tidak perlu ada yang ditakuti. Pandangan Laras tertuju pada kedua orang tua yang diyakininya sebagai orangtua Aditya, tidak ada senyum. Gadis itu menatap keduanya dengan datar. Pun saat melirik Aditya. "Aku dipaksa. Tapi ayah tenang saja karena kami tidak melakukan apapun."

"Bagaimana ayah bisa tenang melihat fotomu dengan bajingan kecil itu?" Harto menunjuk Aditya dengan dagunya. Sari mengelus pundak suaminya selama mentransfer energi positif.

"Itu hanya foto ay... ."

"Hanya foto katamu?!"

"Foto itu bukti kemesraan kita berdua. Bagaimana jika tersebar?" Aditya menyela, seringai tipis keluar dan hanya bisa dilihat oleh Laras.

"Foto itu tidak akan tersebar jika kau tidak menyebarnya, sialan!" Laras memaki diakhir kalimatnya. Kalimat keras seorang Laras yang baru pertama kali di dengar keluarganya.

Rara yakin 100% saat ini kakaknya benar-benar dalam keadaan yang tidak baik. Dirinya tidak percaya Aditya segila itu. Rara kira hanya dirinya yang mampu membuat Laras emosi maksimal, ternyata Aditya lebih parah.

"Ayah tenanglah, jangan terbawa emosi seperti ini." Sari memeluk pundak Harto, seketika air mata pria itu luruh.

"Bagaimana ayah tidak emosi, anak ayah yang paling baik dan tidak neko-neko malah terlibat hal memalukan dengan bajingan seperti dia." Suara Harto melemah, merutuki, menyalahkan dirinya karena gagal melindungi putrinya.

Melani yang melihat kejadian itu langsung kalang kabut. Kelakuan anaknya benar-benar sudah tidak bisa ditolerir.

"Pak, Bu saya mohon maaf atas kelakuan anak kami. Saya benar-benar malu atas kelakuan Aditya." walaupun tidak berguna, Melani tetap memohon maaf.

Laras mengusap wajahnya gusar, ingin bicara tapi tidak tahu bicara apa.

Melani kembali meminta maaf, kali ini langsung pada Laras. "Nak Laras, saya malu dan meminta maaf atas kelakuan Aditya..."

"Akan saya maafkan jika Aditya tidak menganggu hidupku lagi." Laras menyela kalimat Melani. Persetan dengan sopan santun, dirinya sudah muak berhadapan dengan Aditya dan segala drama murahannya.

Aditya tidak terima dengan kalimat Laras. "Tidak bisa, kita harus menikah. Kamu enggak ingat ada bayi di dalam perutmu." Mana bisa, sudah berbuat sejauh itu, mengorbankan rasa malunya tapi rencana gagal. Aditya tidak akan menyerah.

Emosi Laras kembali naik. "Bayi apa yang kau maksud? Jangan aneh-aneh Aditya. Kita tidak sejauh itu."

Rara yang sejak tadi menyimak, kini semakin tertarik dengan keputusan final. Kakaknya terlihat keren saat sedang marah, tapi kasian juga karena harus berhadapan dengan cowok gila seperti Aditya yang sialnya menjadi idolanya. Ah tidak, kini Rara tidak begitu menyukai Aditya, kadar kesukaannya turun 20 %

"Nak Laras. Maaf atas kelakuan putra kami, tapi mohon pikirkan baik-baik niat baik kami. Aditya hanya tidak ingin berita negatif muncul di luar sana dan berakibat buruk. Bagiamana keluarga mu akan dipandang buruk begitu foto itu tersebar."

Aditama mulai melancarkan dukungannya, pria itu benar-benar tidak memberi pilihan. Kalimat yang terucap begitu sopan, malah membuat Harto dan Sari semakin tertekan.

Harto tentu tahu siapa Aditama dan bagaimana pengaruhnya dalam dunia bisnis, pun sosial media. Sedikit saja keluarganya disinggung dan tersebar ke seluruh jagat maya, habis sudah masa depan keluarganya. Keluarganya mungkin akan dipandang rendah dan di kucilkan. Kantor tempatnya mengais rejeki mungkin akan mendepak dirinya karena telah berurusan dengan orang paling berpengaruh itu.

Harto tahu ini murni kesalahan Aditya, dan sebagai seorang ayah, Aditama berusaha melakukan yang terbaik untuk putra semata wayangnya. Termasuk mendukung rencana putranya.

"Ayah mertua, tolong terima niat baik saya untuk menikahi Laras." Aditya memohon. Wajahnya memelas.

"Ehhhhhhh?!" Rani membatin. Tidak bisa membayangkan jika kakaknya benar-benar menikah dengan Aditya.

"Bagiamana nasib anak kami jika dia lahir tanpa orang tua yang lengkap." Aditya tidak berhenti berbohong.

Laras hendak memprotes. Tapi Harto berkata, "Semua tergantung Laras."

"Yahhh.... " Laras tidak terima, gadis itu kemudian menatap ibunya meminta pertolongan. "Buuu."

"Kalian sebaiknya menikah, mungkin memang ini yang terbaik. Nak Aditya terlihat sungguh-sungguh, Laras."

Aditya mengangguk "Terimakasih ibu mertua, saya berjanji akan menjaga Laras."

"Bagaimana bisa aku menikah dengan cowok seperti dia? Cowok yang umurnya lebih muda dariku."

Tatapan Melani dan Aditama langsung berfokus pada Laras, keduanya baru tahu kalau Laras lebih tua daripada Aditya. Penampilan Laras masih terlihat segar, bahkan seperti seumuran dengan Aditya.

"Apalah arti sebuah angka. Lagi pula hanya beda 3 tahun."

"Tetap saja... ."

"Laras, mungkin awalnya tidak bisa diterima. Mungkin caranya salah, tapi saya yakin Aditya tidak akan mengecewakan." Melani berusaha meluluhkan hati Laras, membuat gadis itu memijit kepalanya.

Harto menarik napasnya dalam-dalam, dirinya berpikir dengan sangat keras. Tapi kini emosinya jauh lebih stabil. Sebagai kepala keluarga, dirinya harus bisa memutuskan yang terbaik untuk keberlangsungan semuanya. "Terima saja Laras, Ayah merestui kalian."

Walaupun berat, seorang ayah pasti menginginkan yang terbaik untuk putrinya. Harto tidak bisa membayangkan jika putrinya terus menolak dan berita menjijikan itu viral. Harto tidak ingin harga diri putrinya tergadaikan. Dimasa depan, pasti akan banyak pria yang akan memandang sebelah mata pada Laras karena pemberitaan itu.

Sedangkan Laras, gadis itu menghela napas. Dirinya benar-benar seorang diri. "Akan aku terima, tapi jika sampai terbukti aku tidak hamil kita harus berpisah dengan cara paling hormat." Keputusan besar itu Laras layangkan tanpa melihat ekspresi Sari dan Harto. Fokusnya kini pada Aditya, dalam hati, "jika kau nekat, aku juga bisa."

Aditama dan Melani hendak protes, tapi Aditya langsung menyenggol keduanya.

"Nak jangan permainkan pernikahan." Sari memperingati.

"Iya atau tidak." Laras masih dalam pendiriannya. "Ah satu lagi,aku tidak ingin ada perayaan mewah."

"Setujuu." Aditya sumringah.

1
TSQ
Up nya 3 bab perhari kak
typ: hamba tidak sanggup ya mulia 😭
Terlalu berat untuk manusia pemalas seperti hamba.
total 1 replies
TSQ
Up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!