NovelToon NovelToon
The Emerald And Her Four Mates

The Emerald And Her Four Mates

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Misteri
Popularitas:931
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

Hidup Evelyn hancur sejak kepergian ayahnya. Diasingkan ke Kota Vespera yang kumuh dan divonis mati dalam hitungan bulan, ia memutuskan untuk mengakhiri penderitaannya. Tapi seutas tali tambang yang lapuk justru menggagalkan niatnya, menyeretnya masuk ke dalam dunia supranatural yang selama ini tersembunyi.

Darah Evelyn membawa rahasia besar. Ia adalah seorang Multi-Mate yang terikat pada empat penguasa ras immortal terkuat: Naga, Demon, Elf, dan Mermaid.

Di tengah sisa umurnya yang kian menipis, Evelyn terjebak dalam perebutan takdir cinta, perebutan kekuasaan antar-ras, dan konspirasi masa lalu yang perlahan terkuak. Ikuti kisah megah sekuel ketiga dari semesta Alan the Pegasus dan Mnemosyne: The Lost Memory dalam: The Emerald and Her Four Mates.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17. Terkurung di Penjara Bawah Laut

"Wow... tempat apa ini?!" gumam Evelyn dengan mata yang membulat sempurna, sama sekali tidak menyadari bahwa ia baru saja masuk ke sarang serigala laut yang membenci garis takdirnya.

Namun, kekaguman itu tidak bertahan lama. Dari arah depan, sepasang pasukan penjaga kerajaan tiba-tiba datang menyerbu ke arah Evelyn.

Mereka semua membawa tombak bermata tajam yang berkilau dingin. Wajah mereka tampak sangat rupawan dengan rambut hitam ikal bergelombang, serta manik mata sebiru safir yang jernih. Indah, namun jelas sangat mematikan dan berbahaya bagi gadis manusia seperti Evelyn.

"Lancang sekali kau berani memasuki teritori kami!" bentak salah satu dari mereka.

Para penjaga itu mengepung dan menjaga jarak, sembari menodongkan ujung tombak mereka tepat ke arah dada Evelyn.

Evelyn terkunci di tempat, tidak bisa mundur ataupun kabur. Matanya membelalak sempurna saat menyadari bentuk fisik mereka dari pinggang ke bawah. Mereka adalah mermen—makhluk yang selama ini selalu ia anggap sebagai mitos pengantar tidur di dunia manusia.

"Bagaimana bisa manusia sepertimu bernapas di dalam air dan menembus gerbang tempat ini?!" ucap penjaga lain dengan nada menginterogasi yang mengancam.

Evelyn hanya bisa menggelengkan kepala dengan cepat. Ia benar-benar bingung, takut, bahkan ia sendiri tidak tahu apa alasan dan jawaban mengapa tubuhnya bisa bergerak sendiri dan berakhir di tempat mengerikan ini.

"A-aku... aku tidak tahu..." lirih Evelyn dengan suara bergetar.

"Tangkap dia sebelum Raja tahu! Kita masukkan dia ke penjara bawah tanah!" perintah sang pemimpin penjaga memberikan komando.

"Jangan, kumohon! Aku tidak mau! Aku tidak bersalah dan tidak tahu apa-apa! Tolong, lepaskan aku!" teriak Evelyn sekuat tenaga.

Namun, teriakannya sia-sia.

Dengan gerakan serentak dan tanpa perasaan, para penjaga itu langsung mencengkeram lengan Evelyn, menyeret tubuhnya secara paksa menuju lorong penjara bawah tanah yang gelap gulita, sunyi, berbau amis menyengat, dan teramat menyeramkan.

Begitu sampai di depan sel besi, mereka melempar tubuh ringkih gadis itu begitu saja ke lantai batu yang dingin.

Bruk!

Pintu jeruji besi langsung ditutup dan dikunci rapat tanpa belas kasihan.

"Membusuk-lah di dalam sana. Ini jauh lebih baik daripada kita semua dihukum oleh Raja karena dianggap lalai dalam menjalankan tugas," cibir salah satu penjaga.

"Benar sekali. Dan kau tidak akan dibiarkan lolos begitu saja, wahai manusia fana. Hahaha!" timpal penjaga lain diiringi tawa mengejek.

Mereka semua melangkah pergi, meninggalkan gema langkah kaki yang perlahan lenyap dan menenggelamkan Evelyn dalam kesendirian di penjara yang pengap.

Evelyn perlahan bangkit berdiri sambil meringis menahan sakit di badannya. Ia mencengkeram jeruji besi dengan tatapan mata zamrudnya yang menyala marah.

"Duyung sialan! Awas saja kalian, akan kugoreng kalian satu per satu nanti!" umpat Evelyn geram pada kegelapan.

Di sisi lain, Kaelen yang sedari awal sudah menyadari kehadiran Evelyn hanya bisa menyaksikan pemandangan itu dari balik jendela kamarnya yang tinggi. Ia menatap dengan pandangan datar, dingin, dan sarat akan kebencian saat melihat tubuh Evelyn diseret paksa oleh para penjaga kerajaan.

"Akhirnya kau datang menyerahkan dirimu, Evelyn," desisnya tajam.

Pemuda mermen itu membalikkan badan lalu melangkah keluar dari kamarnya. Tujuannya sudah sangat jelas: penjara bawah tanah tempat Evelyn dikurung saat ini.

Sementara itu, kondisi Evelyn tampak kian memprihatinkan. Di dalam sel batu yang pengap, ia tengah meringkuk di pojokan sembari menekuk kedua lutut erat-erat ke dada. Tubuhnya bergetar hebat karena kedinginan. Tampaknya, fisik manusianya belum mampu beradaptasi sepenuhnya dengan suhu ekstrem di dasar lautan sedalam itu.

"Kau tampak sangat menyedihkan, Gadis Kecil."

Suara itu bergaung rendah, memecah keheningan. Namun, itu bukan suara berat milik Kaelen, melainkan sebuah suara asing yang berasal dari arah sel di seberang jeruji besi Evelyn.

Evelyn mendongak dengan napas tertahan. Ia menyipitkan kedua mata zamrudnya, berusaha menembus kegelapan pekat demi melihat lebih jelas sosok seperti apakah yang tengah mengamatinya di seberang sana.

Dari balik kegelapan sel seberang, sesosok makhluk menyerupai naga namun tidak bersayap perlahan merayap maju. Sisik-sisik di sekujur tubuhnya yang berwarna biru keperakan mendadak memancarkan pendar cahaya benderang, mengusir kepekatan malam di dalam penjara bawah laut.

Makhluk agung itu adalah sejenis Leviathan-Born atau The Trench Dragon—Naga Palung Laut kuno yang sangat langka.

Evelyn tersentak kaget hingga memundurkan langkahnya. "Hah?! Ada ular... eh, bukan! Naga?!"

Rasa penasarannya mengalahkan rasa takut. Gadis itu kembali melangkah maju, mencengkeram erat jeruji besi sel demi bisa melihat makhluk mistis tersebut dari jarak dekat.

"Ini benar-benar di luar logika manusia... tapi nyata," gumamnya takjub.

"Kau terpukau hanya karena melihat wujud nagaku? Ini bahkan belum seberapa," sahut naga laut tersebut dengan suara bariton yang berat.

Tak lama kemudian, pendar cahaya keperakan kembali menyelimuti tubuhnya. Siluet naga itu menyusut, bertransformasi dengan anggun menjadi sosok pria tampan bertubuh tegap dengan rambut abu-abu perak. Sepasang matanya jernih sebiru air laut terdalam.

Evelyn memicingkan mata, mendadak merasa sangat familier dengan guratan wajah pria asing itu. "Kau... bukankah kau pria berambut merah yang kutemui di daratan tadi? Kenapa warna rambut dan matamu bisa berubah? Dan... kenapa kau bisa dikurung di tempat ini?"

"Hahaha!"

Suara tawa melengking seorang wanita dari balik sel di samping sang naga mendadak menyambar dialog mereka. Sesosok makhluk setengah manusia setengah ikan dengan penampilan yang mengerikan menampakkan diri. Giginya runcing-runcing laksana hiu, dan manik matanya sekelam lumut mati. Dia adalah seorang Siren bernama Elara.

"Aku tidak menyangka jika ada gadis manusia fana yang bisa mengenalimu, Zephyr," cibir Elara dengan nada mengejek.

Sementara itu, Evelyn hanya bisa membeku sekaligus syok melihat wujud Elara yang ia kira adalah putri duyung. Kenapa duyung yang ini kelihatannya menyeramkan sekali? Setahuku para putri duyung di film-film yang pernah kutonton semuanya cantik dan anggun. Dan astaga... bau badannya amis sekali! batin Evelyn menjerit seraya menahan napas.

"Kau salah, Elara! Aku sama sekali belum pernah bertemu dengan gadis ini sebelumnya," ralat Zephyr dingin. Pandangannya beralih menatap Evelyn dengan intens. "Mungkin maksudmu, kau pernah melihat salah satu kerabatku atau ras lain di daratan."

Elara mendekatkan wajah menyeramkannya ke jeruji besi, menghirup udara dalam-dalam. "Tapi aku bisa mencium dengan jelas bahwa dia bukan gadis biasa. Tubuhnya memiliki sebuah ikatan takdir khusus dengan bangsa Mermen. Hei, Gadis Kecil, apa pasanganmu adalah seorang Merman penguasa laut ini?" tanya Elara menyelidik.

"Tidak! Aku tidak punya pasangan, apalagi mengenal makhluk sebangsa kalian!" bantah Evelyn cepat. "Entah kenapa badanku bergerak sendiri dan datang ke tempat ini setelah mendengar suara nyanyian aneh dari arah lautan."

"Hahaha! Bodoh sekali! Itu bukan sekadar nyanyian biasa, Gadis Manis. Itu adalah gema dari ikatan takdirmu!" Elara tertawa terpingkal-pingkal hingga memperlihatkan deretan gigi taringnya.

"Sejatinya, jika seorang manusia atau makhluk immortal memiliki pasangan dari kaum Mermaid atau Merman, setelah mereka terikat oleh takdir The Heart Pearl, mereka tidak akan pernah bisa berjauhan! Kau tidak bisa membohongi indra penciumanku. Itu artinya, pasangan takdirmu adalah seorang Mermen, Gadis Bodoh! Maka dari itu lautan menyeretmu ke sini walau itu bukan kemauanmu sendiri. Hahaha!"

1
Eka Putri Handayani
Semangat thor lebih bnyk up lg dong, gayamu kael tunggu aja evelyn bertransformasi jadi lebih kuat uh bakal kelepek-klepek deh
Soobin Chan: makasih ya supportnya. maaf author cuma bisa up 1× sehari😄
total 1 replies
Soobin Chan
aslinya emang kuat ko dia, tahan banting pula🤣
Eka Putri Handayani
sumpah gak suka banget sm kael kasar, thor buat evelyn segera ninggalin raganya yg sakit² itu deh
Soobin Chan: iya di tunggu aja ya nanti di bab-bab selanjutnya🙏
total 1 replies
Eka Putri Handayani
thor lebih baik langsung buat evelyn kembali pada raga aslinya deh kesian bngt klo dia hrs menderita kya gtu🥺
Soobin Chan: sabar ya😄 nanti juga sembuh sendiri.
makasih banyak ya udah mampir dan mau baca cerita gaje dari author ini/Smile/
total 1 replies
Soobin Chan
masih sepi hihi/Sob/
Soobin Chan: komen dong guys🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!