NovelToon NovelToon
Warisan Dewa Elemen

Warisan Dewa Elemen

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: LaQuin

Wen Yu sedang berpetualangan dengan mendaki bukit seorang diri di sebuah tempat wisata alam. Lalu sebuah kebetulan, ia bertemu seekor kucing yang memiliki sepasang sayap. Tanpa rasa takut dan hanya memiliki rasa penasaran yang tinggi, Wen Yu mengikuti kucing itu dan berusaha menangkapnya. Alih-alih berhasil, ia malah terperosok pada sebuah goa di dalam tanah yang ternyata sedang mengalami peristiwa aneh. Cahaya kebiruan bersinar melingkar seperti sebuah pintu lorong waktu yang sering ia tonton di film-film fantasi. Tak lagi bisa mengelak, Wen Yu jatuh ke dalam lingkaran biru itu dan menghilang seketika. Dan tiba-tiba terbangun di dunia antah berantah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Musuh Baru

Musuh Baru

Setelah resmi diterima sebagai murid dengan Master Li sebagai pembimbingnya, Ze Kai mulai menjalani kehidupan baru di akademi. Ia selalu berhati-hati untuk tidak menunjukkan seluruh kekuatannya. Hanya menggunakan Elemen Tanah pada tingkat awal dan sedikit sentuhan Elemen Air saat diperlukan. Ia tidak ingin menarik perhatian yang tidak diinginkan atau membuat orang lain merasa iri.

Kesehariannya diisi dengan pelajaran yang sangat bermanfaat. Mulai dari teori dasar tentang empat elemen, teknik kultivasi yang benar, hingga sejarah para kultivator hebat yang pernah ada. Master Li juga sering memberikan pelajaran tambahan secara pribadi, mengajarkan Ze Kai tentang cara mengendalikan energi dengan lebih halus dan menggabungkan elemen dengan lebih efektif.

"Kau punya potensi yang luar biasa, Ze Kai," ujar Master Li pada suatu sore setelah pelajaran selesai. "Namun kau sepertinya selalu menyembunyikan sesuatu. Jangan biarkan rasa takut atau keraguan menghalangi mu untuk mengembangkan kemampuanmu sepenuhnya."

Ze Kai hanya tersenyum lembut tanpa menjawab. Ia tahu bahwa Master Li benar, tapi ia masih belum siap untuk memperlihatkan seluruh kekuatannya. Karena belum waktunya, pikirnya.

-

-

-

Suatu pagi, ketika Ze Kai sedang berjalan menuju ruang kelas melalui lorong belakang akademi yang sunyi, terdengar suara desisan dan jeritan kecil dari balik bangunan gudang. Saat ia mendekat dengan hati-hati, ia melihat sekelompok empat orang murid sedang mengelilingi seorang siswa baru yang tampak lebih muda dan kurus. Pemuda itu sedang terbaring di tanah dengan wajah pucat karena takut, sementara seorang murid tinggi dengan rambut bergelombang dan wajah sombong sedang menginjak tangan pemuda itu dengan sepatunya yang berat.

"Manusia seperti mu, tidak pantas berada di akademi ini!" teriak murid sombong itu dengan suara kasar. "Keluargaku adalah salah satu klan terkuat di kota, jika kau jadi babu ku, maka aku biarkan kau berada disini."

Ze Kai mengenalnya. Itu adalah Zhang Wei yang pernah berdebat dengannya saat pendaftar dulu. Zhang Wei terkenal dengan kesombongannya dan sering menindas murid lain yang lebih lemah.

Saat Zhang Wei hendak memberikan tendangan ke arah wajah pemuda itu, sebuah batu kecil melesat dengan cepat dan tepat mengenai pergelangan kakinya, membuatnya terpeleset dan menjatuhkan kaki dari tangan pemuda itu. Ze Kai mendekat dengan langkah yang tenang.

"Jangan mengganggunya," ujar Ze Kai dengan suara yang rendah namun jelas terdengar. "Kita sama-sama murid akademi, kenapa harus saling menyakiti."

Zhang Wei menoleh dan melihatnya dengan pandangan sinis.

 "Kau rupanya. Siswa miskin yang tidak punya keluarga atau klan apapun? Jangan berpikir kau bisa menggangguku!"

Tanpa berlama-lama, Zhang Wei melompat dengan cepat ke arah Ze Kai. Tangan kirinya membentuk bentuk tinju yang diperkuat dengan energi tanah hingga menjadi seperti besi, membentur udara dengan suara "SWOOSH". Ze Kai hanya sedikit menyundul badan ke samping, menghindari serangan dengan jarak yang sangat tipis, hingga tinju Zhang Wei hanya menyentuh sedikit seragamnya.

Sebelum Zhang Wei bisa menarik kembali tangannya, Ze Kai mengeluarkan tangan kanannya dengan cepat. Tidak untuk memukul, tapi untuk menyentuh pergelangan tangan Zhang Wei dan mengalirkan energi tanah yang lembut namun kuat, membuat ototnya menjadi kaku sejenak. Dengan gerakan yang lincah, Ze Kai memutar tubuh dan menggunakan tenaga balik untuk menjatuhkan Zhang Wei ke tanah dengan suara "THUD" yang menggema.

"Kau akan menyesalinya!" jerit Zhang Wei dengan marah saat dia dan teman-temannya segera berdiri dan melarikan diri. Ia menatap Ze Kai dengan penuh dendam, sebelum benar-benar melangkah pergi.

Pemuda yang di tolong Ze Kai segera berdiri dan mengambil tasnya dengan rasa terima kasih, meski tangannya masih sedikit gemetar.

"Terima kasih banyak. Namaku An Qi. Aku baru saja masuk akademi tiga hari yang lalu. Mereka sudah beberapa kali menggangguku karena aku datang dari desa kecil dan tidak punya kekuatan apa-apa."

Ze Kai tersenyum ramah padanya sambil membantu membersihkan kotoran dari baju An Qi. "Sama-sama. Jangan biarkan orang seperti dia menyakiti mu lagi. Jika ada masalah, kau bisa mencariku. Kita bisa belajar bersama. Dan mungkin, aku bisa mengajarkan beberapa teknik dasar untuk membela diri."

Sejak saat itu, Ze Kai dan An Qi menjadi teman baik. Mereka sering belajar bersama dan berlatih teknik kultivasi di lapangan latihan akademi yang terletak di lereng bukit belakang akademi.

Namun hubungan mereka membuat Zhang Wei semakin marah. Ia merasa kehilangan wajah karena dikalahkan oleh siswa baru yang tidak punya latar belakang apa-apa, dan mulai merencanakan pembalasan yang lebih kejam.

-

-

-

Beberapa hari berlalu, ketika matahari sore memancarkan warna jingga keemasannya, setelah berlatih bersama An Qi, Ze Kai sedang duduk di bawah pohon besar di halaman belakang akademi saat Genesis muncul dengan wajah yang serius. Cahaya kebiruannya sedikit redup, menunjukkan bahwa ia merasa khawatir.

"Ze Kai, kau harus berhati-hati dengan Zhang Wei," ujar Genesis dengan suara rendah, melayang di sisinya. "Aku baru saja mendengar dia dan teman-temannya berbicara di balik bangunan tua. Mereka sedang merencanakan sesuatu yang lebih jahat lagi. Zhang Wei bahkan berkata akan mencari bantuan dari kakak kelasnya yang memiliki kultivasi jauh lebih tinggi darinya."

Ze Kai mengerutkan alisnya, namun tetap tenang.

"Apa saja yang mereka rencanakan?"

"Katanya, mereka akan membuatmu terlihat seperti orang yang menyalahgunakan kekuatan di akademi. Atau bahkan mencoba membodohi guru agar kau dikeluarkan," jelas Genesis dengan ekspresi yang semakin serius. "Mereka bahkan berencana untuk menyerang An Qi lagi untuk menarikmu keluar dan membuatmu terbawa emosi, sehingga kau akan menggunakan kekuatanmu secara berlebihan dan tertangkap oleh guru."

Ze Kai menghela napas perlahan.

"Aku sudah menduga dia tidak akan berhenti begitu saja. Tapi aku tidak bisa hanya berdiri diam jika mereka menyakiti orang lain."

"Kau benar, tapi kau harus lebih cermat lagi," kata Genesis dengan penuh perhatian. "Aku akan selalu mengawasi gerakan mereka dan memberitahumu jika ada ancaman. Jangan biarkan kemarahanmu membuatmu terbawa emosi, itu yang mereka inginkan. Kita harus menghadapinya dengan bijak."

Ze Kai mengangguk dengan syukur. Terima kasih atas peringatannya. Tanpa kehadiran Genesis yang bisa mendengar dan melihat hal-hal yang tidak ia sadari, mungkin ia akan terjebak dalam rencana jahat Zhang Wei. Ia bertekad untuk tetap waspada namun tidak terpancing emosi, sekaligus menjaga keamanan An Qi dan teman-temannya di akademi.

Dan benar saja, beberapa kali Zhang Wei mencoba mencelakai Ze Kai dengan cara yang licik. Meletakkan batu-batu tajam yang diperkuat dengan energi tanah di jalannya, mencoba menyerangnya dari belakang saat Ze Kai sedang bermeditasi di tempat terpencil, bahkan mencoba meracuni air minumannya dengan ramuan yang membuat tubuh lemah. Namun semua usaha itu tidak berhasil sama sekali. Batu-batu tajam hancur menjadi bubuk ketika Ze Kai menginjaknya, serangan dari belakang selalu bisa ia hindari dengan kepekaan yang luar biasa terhadap energi sekitar, dan ramuan beracun pun menjadi tidak berbahaya setelah menyentuh cincin di tangannya yang memancarkan energi pembersih.

Tentu saja Zhang Wei tidak bisa mencelakai Ze Kai. Semua rencana yang ia buat di ketahui Genesis yang bisa mendatanginya kapan saja. Tanpa pemuda itu ketahui, Genesis mendengarkan semua rencana-rencana jahatnya itu. Karena itu lah, semua rencana Zhang Wei gagal dan ia semakin memusuhi Ze Kai.

-

-

-

Bersambung...

Jangan lupa dukung Author dengan like dan komen ya, terima kasih 🙏😊

1
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
orang dewasa tau resikonya memilih lari, kalo anak2 pantang pulang sebelum menang
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
apa senjata leluhur?
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
nih biar yu sdar yg suka petualang itu anak kecil 😂
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
namanya sekarang jadi kai yu
Sangat Licin
tjakeup
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!