NovelToon NovelToon
TEMAN SEKAMAR

TEMAN SEKAMAR

Status: tamat
Genre:Horor / Misteri / Kutukan / Tamat
Popularitas:14.2k
Nilai: 5
Nama Author: tanty rahayu bahari

Sejak kecil, Luna hidup terkutuk dengan kemampuan melihat hantu. Hidupnya melelahkan, sepi, dan penuh ketakutan. Hingga suatu hari, roh Nando, pengusaha muda angkuh yang koma akibat kecelakaan misterius, tiba-tiba muncul dan bersikeras tinggal di kosannya. Keanehan terjadi: saat Nando di dekatnya, roh-roh jahat menghilang. Bersama, mereka menyelidiki kecelakaan Nando yang ternyata percobaan pembunuhan. Namun, perjalanan ini justru membuka tabir kematian mengerikan orang tua Luna. Di antara teror mistis dan bahaya fisik, benih cinta tumbuh di antara dua dunia yang berbeda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanty rahayu bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17: Jahitan Rahasia

Ruang kerja Bara tampak sangat rapi. Sebuah meja kayu oak besar berada di tengah ruangan, dikelilingi oleh rak-rak buku yang menjulang tinggi.

"Di mana brankasnya?" Luna menyorotkan senternya ke seluruh penjuru ruangan dengan panik. Jantungnya berdebar kencang. Ia tahu suara keributan gaib tadi mungkin tidak terdengar oleh satpam di bawah, tapi energi hitam di apartemen ini mulai terbangun. Udara semakin dingin.

"Di balik lukisan pemandangan laut di belakang meja kerjanya," instruksi Nando cepat. Ia melayang ke belakang meja.

Luna berlari ke sana. Ia menurunkan lukisan berat itu dengan susah payah, dan benar saja, sebuah brankas baja yang tertanam di dinding tersembunyi di baliknya. Brankas itu menggunakan kombinasi angka digital.

"Kodenya? Jangan bilang dia menggunakan tanggal peluncuran produk lagi," desak Luna, tangannya bersiap di atas keypad.

"Tidak. Untuk hal sepenting ini, dia menggunakan sesuatu yang sangat personal," wajah Nando menggelap. Ia menelan kekecewaannya. "Kodenya adalah tanggal kematian ibunya. 1-2-1-1-9-8."

Luna menekan angka-angka itu dengan cepat. Pip... pip... pip... Klik! Pintu baja itu berdeser terbuka.

Di dalam brankas itu terdapat tumpukan sertifikat tanah, emas batangan, dan setumpuk dokumen perusahaan. Namun mata Luna tertuju pada sebuah map kulit hitam usang yang dijepit dengan tali merah—tali yang identik dengan yang mengikat buhul santet.

"Itu dia," bisik Luna. Ia meraih map itu. Saat tangannya menyentuh sampul kulitnya, sengatan energi negatif yang sangat kuat membuat ujung jarinya kebas, tapi ia menahannya. Ia membuka map tersebut.

Di dalamnya, tidak ada angka keuangan. Yang ada hanyalah lembaran kertas perkamen tua yang dipenuhi tulisan tangan menggunakan tinta merah—atau mungkin darah. Ada sebuah foto Nando yang matanya telah ditusuk dengan jarum, dan selembar foto usang hitam putih.

Napas Luna terhenti saat ia menyorotkan senter pada foto hitam putih itu.

Itu adalah foto sebuah pabrik tua yang terbakar. Dan di bawah foto itu, tertulis sebuah nama daerah di pesisir Utara Jawa: Desa Karang Mayit, Alas Roban.

"Karang Mayit..." gumam Nando, membaca tulisan itu dari atas bahu Luna. "Itu daerah asal keluarga Bara. Dukun itu bersembunyi di sana. Altar utamanya pasti ada di reruntuhan pabrik tua ini."

Luna membalik halaman berikutnya. Terdapat sebuah kuitansi transfer dalam jumlah yang tidak masuk akal—miliaran rupiah—yang ditujukan pada sebuah rekening atas nama samaran. Di bawah kuitansi itu, terdapat selembar dokumen yang membuat darah Luna mendidih.

Itu adalah salinan sertifikat sengketa tanah dari lima belas tahun yang lalu. Sertifikat tanah yang sama persis dengan yang sedang diaudit oleh ayah Luna sebelum malam pembantaian itu terjadi. Nama keluarga Bara tertera sebagai salah satu pihak yang bersengketa dan kalah telak secara hukum, sebelum akhirnya pesaing mereka mati satu per satu secara misterius.

"Bara... atau mungkin ayahnya... mereka menggunakan dukun yang sama sejak dulu untuk menyingkirkan siapa pun yang menghalangi bisnis mereka," Luna berbisik, suaranya bergetar karena amarah dan kesedihan yang meledak bersamaan. "Ayahku menemukan bukti kecurangan mereka. Itulah sebabnya orang tuaku dibunuh. Dan sekarang, setelah Bara mengambil alih NaturaGlow, dia menggunakan dukun itu lagi untuk menyingkirkanmu."

Nando terdiam. Wajahnya mengeras, dipenuhi oleh kebencian yang murni. Rahasia gelap yang telah terkubur belasan tahun akhirnya terbongkar di dalam ruangan yang dingin ini.

Namun, sebelum mereka sempat mencerna penemuan mengerikan itu, sebuah suara memecah kesunyian malam.

Tit... Tit... Tit... Cklek.

Suara pintu utama apartemen dibuka dari luar. Seseorang melangkah masuk, mematikan alarm keamanan, dan menyalakan lampu utama ruang tamu. Suara langkah sepatu pantofel kulit terdengar mendekat.

"Sial," desis Nando panik, pendar birunya meredup untuk bersembunyi. "Bara pulang lebih awal. Dia seharusnya menghadiri makan malam bisnis dengan investor sampai jam sebelas malam!"

Luna membeku di tempatnya berdiri, masih memegang map kulit hitam di tangannya. Suara langkah kaki itu berjalan melintasi ruang tamu, mengarah tepat ke lorong ruang kerja.

"Kau tidak bisa keluar tanpa ketahuan, Luna," Nando melayang tepat di depan wajah Luna, menatap matanya dengan intensitas tinggi. "Ada pintu rahasia di balik rak buku ujung sana yang tembus ke tangga darurat. Aku yang merancangnya. Cepat ke sana, bersembunyilah. Biar aku yang mengalihkan perhatian keparat itu."

"Tapi Nando, kau tidak bisa disentuh! Apa yang akan kau lakukan?!" bisik Luna, keringat dingin membasahi punggungnya. Langkah Bara semakin dekat, hanya beberapa meter dari pintu ruang kerja.

Nando tersenyum, sebuah senyum dingin yang mengerikan dari seorang mantan CEO yang kehilangan segalanya.

"Aku mungkin tidak bisa menyentuhnya secara fisik, Luna," bisik Nando, matanya menyala terang, "Tapi aku bisa menyentuh ketakutannya."

Pintu ruang kerja mulai terdorong terbuka. Luna, dengan kecepatan kilat, menyelinap ke balik rak buku di sudut tergelap ruangan, memeluk map kulit itu erat-erat di dadanya, berdoa agar suara detak jantungnya yang menggila tidak terdengar oleh pria yang telah menghancurkan hidupnya dan hidup Nando.

Malam ini, di atas ketinggian lantai 45, keadilan tidak akan datang dari hukum manusia, melainkan dari balasan dunia yang tak kasat mata.

...****************...

...Bersambung.......

...Terima kasih telah membaca📖......

...Jangan lupa bantu like komen share dan Rate ya ❣️...

...****************...

1
ms. S
up up suka bgt Nando dan luna
ms. S
keren👍👍
ms. S
gila.. gila... novel yg bikin aku ga PGN tidur aka baca trus smpe skrg. deg2an iya, sng iya, menggeltik iya.. top deh. arogansi Nando dan loyalitas Luna jadi satu membentuk kolaborasi yg bikin entitas lainnya tercerai berai.. good job
ms. S
aku jadi deg2an
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
hhh... tegang banget /Sleep/ Luna udah kehabisan tenaga, saat lawan paling kuat muncul 🙀
Ai Emy Ningrum: hahaha 😈👿😈👿😈👿
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
waahh ketemu disini sama Pak Seno, Alya dan Gulo 😍
Sur Tini
lanjut ka makin seru
Akbar Aulia
apakah Nando dan Luna mampir diwarung koki seno
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
lanjut Season 2 🥳🥳🥳
SeekarYaSeekar
menantikan petualangan selanjutnya
SeekarYaSeekar
next
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
coo cuwiiittt 🥰🥰 ditengah intaian ibliss
Ai Emy Ningrum: iblis pun meleyot hatinya 💔💔💔 hatinya gundah..terakhir merasakan hal seperti itu kita2 500 tahun sblum jd iblis 🫩🫩😈👿👹👺
total 1 replies
SeekarYaSeekar
selalu menegangkan, tapi sayang kalau dilewatkan
SeekarYaSeekar
ngeri tapi penasaran
🥀🥀Anggita.🥀🥀
lanjut thor
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Aahh aq jd ikutan 😭😭terharu.
Sebentar lg berita mereka bkl viral nih, apkh Kala ank mngenali Luna ya. 😃

lanjut thor.
Pappan Boquet
ayo kak up up up
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Aahh jd ikut tegang
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
gak sabar.. gak sabar pengen ikut menyaksikan..
up lagi kak Tanty 😍😍
Ai Emy Ningrum: yaa begitulah 😸 kebahagiaan tersendiri liyat jemuran kering 😚😚
total 5 replies
SeekarYaSeekar
kemarin lusa aku baca ini maraton sampai malam, dan sekarang harus nunggu update an rasanya luaamaaaa banget 😂😂
Semangat 💪💪 KK
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!