NovelToon NovelToon
My Possessive Mafia

My Possessive Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Enemy to Lovers / Balas Dendam / Roman-Angst Mafia
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Bagaimana jika ginjal yang ada di tubuhmu ternyata milik adik seorang mafia, dan sejak saat itu hidupmu berada dalam ancamannya?

Bahkan setelah berhasil lolos dari kematian, kamu masih harus menghadapi bayang-bayang maut dari mafia kejam yang tak pernah berhenti memburumu.

Itulah yang dirasakan Quinn ketika ia mengetahui bahwa keberhasilan operasi transplantasi ginjalnya telah merenggut nyawa orang lain demi kelangsungan hidupnya.

Apakah Quinn mampu bertahan hidup?

Ataukah nyawanya harus menjadi harga yang dibayar atas kehidupan yang pernah ia ambil?

୨ৎ MARUNDA SEASON III ୨ৎ

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

III. Kita Perlu Bodyguard

...୨ৎ──── Q U I N N ────જ⁀➴...

Aku terhuyung menabrak dinding, untungnya aku berhasil menemukan saklar lampu, lalu langsung saja aku nyalakan.

Mataku menyapu seluruh kamar mandi, dan saat itu aku sadar, aku sendirian. Aku tarik napas panjang dengan putus asa.

Ya Tuhan.

Tanganku naik ke sisi leher, tempat aku masih bisa merasakan bekas sentuhan bibirnya. Pikiranku pun kacau, tubuhku gemetaran.

Aku hampir terkena serangan jantung saat tanganku menyentuh dia, dan waktu dia mencekikku dari belakang, napasku langsung berhenti. Sumpah, itu benar-benar mengerikan.

Sambil menekan satu tangan ke perut, aku pun memaksa diri buat fokus, pelan-pelan mengatur napas. Jelas, aku harus bilang ke Papa. Semua ini sudah kelewatan.

Begitu pikiranku agak terkendali, aku buru-buru buka pintu. Aku berlari keluar kamar mandi dan langsung ke meja tempat Papa sedang memotong steak Sirloin-nya.

Aku langsung duduk, lalu menyapu pandangan ke sekeliling restoran, tapi enggak ada tanda-tanda cowok itu.

“Ada apa, Quinn?” tanya Papa.

Aku menengok ke dia. “Emmm ... Tadi ada cowok buntutin aku di kamar mandi.”

Matanya langsung membelalak, dan alat makannya pun terjatuh ke meja. “Apa?!”

“Kita bisa minta makanannya ditake away aja enggak, Pa? Aku cuma pingin pulang.”

“Ceritain apa yang terjadi, Sayang!” perintah Papa dengan nada tegas.

“Nanti aku ceritain begitu kita keluar dari sini, Pa.” Dengan tangan gemetar, aku pun menyelipkan rambut ke belakang telinga. “Sekarang aku cuma pingin pergi.”

Papa langsung memanggil pelayan dan membayar tagihannya.

Dengan makanan di kantong take away, kami pun buru-buru keluar dari restoran. Begitu kami masuk ke Mercedes, dia bilang, “Sekarang ayo ceritain!”

Aku mengencangkan sabuk pengaman, lalu kata-kata itu keluar begitu saja. “Hemm ... Aku lihat cowok yang sama di mana-mana. Awalnya aku kira cuma perasaan aku aja, tapi kemarin di toko dia dekatin aku, dan pas aku selesai belanja, dia juga nyender di mobil.”

Aku menemukan tatapan khawatir di wajah Papa. “Malam ini dia juga masuk ke kamar mandi dan megang aku dari belakang, nanya apakah aku takut. Dia kayak mau nyekik aku, Pa. Tapi ... Ahhh, entah lah! ”

Papa langsung menyalakan mesin, ban pun berdecit nyaring, dan mobil melaju menjauh dari tepi jalan.

“Kayak apa penampilannya?” tanyanya.

“Rambut hitam, rapi, agak runcing. Matanya cokelat muda. Dia dua kepala lebih tinggi dari aku dan dia selalu pakai setelan mahal.” Lalu aku bertanya, “Apa enggak sebaiknya kita lapor ke kantor polisi?”

Papa menggeleng. “Nanti, kita bakal nyewa Bodyguard!"

“Kenapa enggak langsung ke polisi?” tanyaku. “Bukannya itu yang harus kita lakuin?”

Papa ragu sebentar sebelum menjawab, “Kita belum punya cukup detail buat mereka nemuin cowok itu.”

Aku mengernyit. “Tapi kan mereka bisa nyari begitu tahu aku diikuti.”

Papa menengok ke aku, nadanya jadi keras. “Biar Papa yang urus ini, Quinn.” Ada penyesalan di wajahnya waktu dia mengulur tangan ke seberang perseneling dan memegang tanganku. “Maaf, sayang. Papa cuma khawatir. Papa bakal suruh orang buat nemuin cowok itu, habis itu kita ke polisi. Oke?”

“Oke,” bisikku sambil melihat ke luar jendela.

Perasaan enggak enak makin mengendap di perutku, dan aku sampai enggak sadar kalau gigiku sudah menggigit bibir kuat-kuat.

1
sleepyhead
Dan akhirnya A death pact with the Grim Reaper
sleepyhead
( -̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥᷄◞ω◟-̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥᷅ )
Adellia❤
jadi intinya q enggak bisa siksa Quin sampe 6 bulan kedepan??? setan .... hahahaha... ngakak pollll😂😂
Lisa Halik
kesianlah quiin klu dia pun di siksa
Rainn Dirgantara
Lanjut kak
Rainn Dirgantara
Cinta sma siapa, dia siapa? Salfok
Rainn Dirgantara
Emang, dokter apaan kek gitu
Rainn Dirgantara
Diem deh nolan, etdah santai bgt tuh org
Rainn Dirgantara
Lah enak pake bg lah quin ngapain polisi 😏
Adellia❤
dan dy bisa bunuh km kapanpun..
Rainn Dirgantara
Aduhh 💔😭
Rainn Dirgantara
Ga sepenuhnya salah quin juga, kalo dia tau dapet ginjal nya dngn cara gitu pasti dia gamau 🥺
Rainn Dirgantara
Naikin aja dulu harga awalnya, abis itu kalo masih minta diskon lagi tinggal kasih wkwk
Adellia❤
detak jantungnya enggak akan meningkat hanya karna bunuh orang Quin tapi suatu hari nanti km yg bikin dy jantungan..
Adellia❤
AK, PDW apa itu thorrr???
Adellia❤: oke👌 AK yg kayak di pake pasukan BRIMOB kali yak..
total 2 replies
Adellia❤
Quinn... 😭😭😭😭 sumpah ini sedih bangett kalo dari awal tau Quinn pasti enggak mau transplantasi ginjal 😭😭😭😭 seseorang harus bertanggung jawab bukan km Quinn😭😭😭
Adellia❤
sumpah serem bangett kalo q yg di posisi Quin udah ngompol berkali" terus enggak sadarkan diri..
Adellia❤
woyyy cover kenapa jadi CEO gitu enggak cocok sama bang braun 😭😭😭
Adellia❤: hah ??? serius thorrr tuh cover berubah sendiri ??? bukan km yg ganti??? udah kayak siluman tuh cover bisa ganti wujud..
total 2 replies
Adellia❤
kasian km Quin pasti bingung bangett takut juga..
Adellia❤
sayangnya dy kebal polisi Quin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!