NovelToon NovelToon
OBSESI CINTA PERTAMA

OBSESI CINTA PERTAMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Kisah cinta masa kecil / Diam-Diam Cinta / Bad Boy / Kriminal dan Bidadari / Idola sekolah
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Andara prina Larasati

"I think I'm addicted to your body"-Jeffranz Altair-


Sherra menyesali keputusannya malam itu. Malam dimana ia menyerahkan tubuhnya pada cinta pertamanya---Jeffranz Altair si Perisai PASBARA yang terkenal dingin dan kasar.

Sherra menyesal. Karena setelah hari itu sikap Jeff berubah. Yang awalnya benci menjadi terobsesi.

Jeff menghancurkan masa depan Sherra dengan mengurung gadis itu dalam hubungan rahasia.

Sherra terpaksa menjadi selingkuhan.
Diperlakukan layaknya binatang.
Hingga dianggap wanita murahan.

Hidupnya hancur berantakan. Namun Jeff sama sekali tak peduli.

Karena bagi Jeff apa yang ia lakukan pada Sherra, adalah hukuman karena gadis itu berani mengusiknya.







-----

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andara prina Larasati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Hubungan Rahasia

...TOXICSERIES...

Sherra mengucek matanya saat dirasa silau mulai membuatnya mengganggunya. Segera bangkit dari kasur sambil masih mencengkram selimut yang membungkus tubuhnya. Dilihat Jeff dengan pakaian rapihnya tengah menyeruput kopi sambil berjalan kearahnya.

"Telpon lo bunyi daritadi" ujar Jeff meletakkan segelas susu coklat hangat diatas nakas. Dengan panik Sherra langsung meraih ponselnya dan dapat ia dapat 100 panggilan tak terjawab dari Kai dan Mona.

Ada apa?....

Sherra berusaha menghubungi mereka kembali hingga di panggilan ke 5. Terdengar suara sahutan dari sana.

"Hallo? Kai ada ap-"

"Kamu dimana Sher? Kondisi Mama Dinda Drop! Harus segera di oprasi secepatnya!" netra Sherra terbelalak. Ia melirik pada Jeff yang masih setia memandanginya.

"Oprasi?"

"Iya,, kalau enggak kondisi Mama Dinda akan terus memburuk. Aku udah beberapa kali nelfon kamu tadi malam, kamu kemana? Kenapa gak bilang kalau mau pergi? Mona juga sampai nyamperin kamu kerumah tapi kamu gaada disana" Tutur Kai panjang lebar. Sherra terdiam sebentar sedangkan Jeff berdehem membuat Sherra meletakkan telunjuknya diatas bibir. Isyarat Jeff untuk tak bersuara.

"Itu siapa? Kamu lagi sama siapa?" Curiga Kai di sebrang sana. Sherra gelagapan.

"Bu-bukan siapa siapa. Ah iya Kai berapa biaya oprasi Mama?"

Hening sebentar.

"Dokter bilang biaya oprasinya 100 juta dan biaya perawatannya sekitar 50 juta" Sherra segaja men loud speakers panggilan mereka agar Jeff mendengarnya

"O-oke maaf ya Kai, aku bikin kamu khawatir. Setengah jam lagi aku ke rumah sakit, sekali lagi maaf ya Kai. Aku siap siap dulu"

"Tapi Sher kamu dimana biar aku jem-"

Klik.

"Kamu udah denger kan?" Jeff melipat bibirnya kemudian berjalan kearah baju baju yang tergantung.

"150 juta?" Ujar lelaki itu. "Gue kasih lebih buat buat lo" balasnya kemudian menyerahkan sebuah kartu kepada Sherra. Sherra menatap kartu tersebut dengan tatapan pilu, jemarinya masih setia meremas selimut erat.

Rasanya ia tak lebih dari wanita bayaran sekarang. Tapi jika tidak begini, mau bagaimana ia mengobati sang Mama?

Dengan gemetar Sherra meraih kartu tersebut. Jeff terseyum miring.

"Pake sepuas lo" balasnya sambil menyentuh dagu Sherra.

"Dan gue, bisa pakai lo sepuasnya" Netra Sherra bekaca kaca kala Jeff tertawa angkuh padanya.

"Bersihin badan lo, gue anter lo kerumah sakit" Cetus Jeff. Sherra menghela nafasnya kemudian bangkit dari kasur menuju kamar mandi masih dengan selimut yang membungkus tubuh polosnya. Sedangkan Jeff terus menatap tubuh ringkih tersebut dengan sorot yang sulit diartikan.

...TOXICSERIES...

"Sampai sini aja" Ujar Sherra pada Jeff yag mengemudi di sampingnya. Setelah membersihkan diri Jeff benar benar menepati ucapannya untuk mengantar Sherra kerumah sakit.

Namun Sherra malah menghentikkan mobil mereka di sebuah halteu tak jauh dari rumah sakit berada. Jeff mendengus, melirik Sherra sinis.

"Gue anter lo sampai rumah sakit"

"Tapi ini udah sampe. Jadi tolong turunin aku" ujarnya memohon. Jeff seolah tuli dan terus melajukkan mobilnya hingga sampailah mereka di parkiran rumah sakit. Lelaki itu baru menghentikkan mobilnya dan seolah di beri lampu hijau untuk pergi Sherra pun beranjak dari sana.

Namun.

"Buka kuncinya Jeffranz" Ujarnya membalikkan tubuhnya. Jeff terkekeh kecil sambil mengetuk pipinya di telunjuknya.

"Morning kiss. Baru gue bukain pintunya" Sherra menghela nafas kasar. Terpaksa ia memanjukkan tubuhnya lalu mengecup pipi Jeff sekilas.

Namun, bukan Jeffranz namanya jika tak melakukkan hal gila. Ia malah menarik pinggang Sherra kemudian mencium bibir gadis itu dan melumatnya.

"Mulai besok, pulang sekolah lo harus ke Apart gue" Titah Sherra kala ciuman mereka terlepas. Gadis itu mengusap bibirnya yang membengkak sambil menatap Jeff, meminta penjelasan.

"Maksud kamu?" Jeff menaikkan sebelah alisnya.

"Lo lupa, hn? Perlu gue ingetin kalau lo... " Jeff memajukkan wajahnya. Menatap netra hazel Sherra penih intimidasi.

"....Slave gue sekarang"

BRAK.

Sherra menghela nafasnya kasar. Tepat setelah menutup pintu mobil Jeff. Ia merapihkan pakaiannya yang kusut karena perlakuan lelaki itu. Entah bagaimana ia akan menjalani hidup setelahmya.

Karena kini ia benar benar sudah terjerat oleh Jeff. Dan sulit untuknya terlepas dari lelaki itu.

Kai yang tengah berjalan dari arah kantin rumah sakit seketika berhenti saat melihat seseorang yang tak asing dihidupnya keluar dari sebuah mobil berwarna putih.

Ya, itu Sherra. Kai memandangi gadis itu lama hingga tepat setelah mobil itu melaju pergi ia memanggil nama gadis itu. Hingga sang empu terperanjat.

"SHERRA!"

Tubuh Sherra terjingkat kaget dan langsung menoleh kearah suara. Yang rupanya adalah Kai, lelaki itu berjalan menuju kearahnya.

"Kai," Kai langsung memegang kedua pundak Sherra.

"Kamu abis darimana? Kenapa telfon aku gak diangkat?" Sherra memandang Kai dalam. Takut takut Kai bisa melihat kebohongan dari matanya.

"Ak-aku... "

"Iya kamu dimana? Kenapa gak ijin sama aku?"

"Ak-aku... "

"Sherra jawab" Pikiran Sherra tiba tiba mengelana pada semua yang terjadi tadi malam. Bagaimana Jeff kembali menyentuhnya, menyentuh setiap jengkal tubuhnya. Dan bagaimana lelaki itu mengintimidasinya hingga Sherra kelu dalam mengucapkan banyak kata. Sekalipun pada sahabatnya.

"Sherra!" Tegur Kai membuat gadis itu tersadar lalu mengusap wajahnya kasar.

"Malah ngelamun"

"Maaf, aku tadi malem abis ambil kerjaan" balasnya. Kening Kai mengernyit.

"Kerjaan?"

"Iya Kai, mulai sekarang aku kerja sama temen aku" Ujar Sherra tentu saja penuh kebohongan agar Kai keliru.

"Kerja dimana?' Sherra terdiam sebentar. Kemudian tersenyum menenangkan kearah sahabatnya itu.

"Sama temen aku. Kamu tenang aja, gak macem macem kok. Yang jelas hasilnya bisa buat hidup aku sama Mama" Tutur Sherra melihat adanya sorot ragu dari sahabatnya. Gadis itu berusaha meyakinkan Kai agar tak curiga. Dan akan melakukkan berbagai cara agar Kai tak mengetahui hubungan penuh dosanya.

"Ah, aku harus ke Administrasi sekarang" Sherra pun beranjak pergi sengan terburu buru. Sedangkan Kai masih berdiri disana sambil memandangi Sherra penuh tanda tanya.

Entahlah, ia merasa Sherra menyembunyikan sesuatu darinya.

...TOXICSERIES...

"Semua totalnya 100 juta" Sherra menyerahkan kartu yang Jeff berikan pada gadis itu dan bagian administrasi langsung mengurusnya. Gadis itu terlihat mengetuk ngetuk meja Administrasi hingga kartunya kembali ke padanya.

"Mama saya bisa langsung di tangani dok?"

"Bisa, saya akan segera memanggil dokter ke ruangan pasien, namti penjelasan lebih lanjut aka disampaikan oleh beliau" Sherra mengangguk kemudian berterimakasih pada suster yang berlalu. Gadis itu kemudian menghela nafasnya kasar, membalikkan tubuhnya sambil masih memegang kartu di tangannya.

"Sher" Sherra terhenyak saat kembali mendapati Kai di hadapannya.

"Udah?"

"Iya, Mama Udah bisa di oprasi. Tapi harus nunggu intruksi dokter dulu katanya" Kai mengut mangut namun pikirannya mengelana. Teringat jika biaya yang dikeluarkan untuk oprasi bukanlah main main. Bahkan kisarannya sampai ratusan juta, dan Sherra bilang Mama Dinda sudah bisa ditangani.

Itu artinya.

Gadis itu sudah melunasi pembayarannya?

Tapi bagaimana bisa?

"Udah lunas emangnya?' tanya Kai sambil berjalan beriringan menuju kamar rawat Mama Dinda. Sherra mengangguk.

"Udah" Kai semakin merasakan adanya kejanggalan.

"Kamu, dapet uang sebesar itu darimana?" langkah Sherra langsung terhenti. Gadis hazel itu menatap kearah Kai dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Minjem" jawab Sherra kecil.

"Aku minjem uang ke kenalan Mama. Terpaksa sebenernya, tapi aku gak punya cara lain" balas Sherra k3mudian memasukkan kartu di tangannya kedalam tas miliknya.

"Beneran? Kamu gak bohong kan?" tanya Kai ragu. Sherra mengangguk.

"Bener, Kamu tenang aja" ujar Sherra menyentuh pundak Kai.

"Yang terpenting sekarang kesehatan mama. Biar mama bisa sembuh dan gak berlama lama disini lagi" lanjutnya. Sherra tersenyum pada Kai namun lelaki itu justru terus memandanginya.

Setengah hatinya ragu dan merasa jika Sherra benar benar memiliki rahasia dibelakangnya.

...TOXICSERIES...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!